oleh

Amblas Jalan Penghubung Desa Batu Raja Baru dengan Desa Sugi Waras Belum Diperbaiki

REL,Empat Lawang – Miris jalan penghubung Desa Batu Raja Baru menuju Desa Sugi Waras yang mengalami amblas akibat tergerus air sungai musi beberapa waktu lalu sampai saat ini belum juga diperbaiki

Diketahui jalan kabupaten tersebut, nyaris putus digerus aliran sungai pada awal 2020 lalu, hingga sampai saat ini jalan penghubung Desa Batu Raja Baru menuju Desa Sugi Waras Kecamatan Tebing Tinggi, belum juga diperbaiki mengakibatkan warga yang beralulalang kesulitan untuk melintas.

Namun selain jalan tersebut juga ada jalan alternatif lainnya yang bisa dilintasi warga melalui Desa Tanjung Kupang Baru, akan tetapi jalan itu cukup jauh untuk ditempuh.

Dengan kondisi ini tentu saja dipertanyakan masyarakat terhadap keseriusan pemerintah untuk memperbaiki akses penting masyarakat kedua desa tersebut. Pasalnya, masyarakat kedua desa sebelumnya sudah berharap ada perbaikan jalan itu, namun hingga 1,5 tahun sudah berlalu, ternyata perbaikan jalan yang diharapkan, tidak pernah terjadi.

“Sebelum jalan itu kondisinya seperti sekarang ini, tanda-tanda akan tergerus habis sudah banyak terjadi. Namun itu tidak pernah ditanggulangi, hingga akhirnya kini, badan jalan itu hanya tersisa beberapa senti meter saja,” ungkap Iman, salah seorang pengguna jalan saat dibincangi wartawan di lokasi, Kamis (6/5).

Diungkapkannya, pernah ada sejumlah pejabat Pemkab Empat Lawang, yang sangat sering terlihat ke lokasi jalan ambles tersebut, dan dia merasa tidak mengerti apa tujuan para pejabat datang ke lokasi jalan ambles itu beberapa kali pasca kejadian ambles, apakah sekedar melihat-lihat dan foto-foto saja, atau berniat membangun.

“Kalau untuk survei dan dibangun, faktanya sampai saat ini, tidak ada perbaikan jalan dan justru kondisi jalan makin parah saja,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Supri, salah seorang warga Tebing Tingg. Dia juga mengaku tidak habis pikir apa yang dikerjakan Pemkab Empat Lawang beberapa tahun terakhir, yang mengaku kehabisan anggaran akibat pandemi Covid-19.

“Tidak jauh ke arah hulu jalan ambles, itu ada proyek normalisasi aliran sungai, anggarannya besar tingkat urgensi tentu kalah urgen dengan perbaikan jalan ambles Tapi faktanya, proyek normalisasi terus lanjut, perbaikan jalan diabaikan,” sesalnya.

Pemerintah kata dia, mestinya mengutamakan perbaikan jalan putus terlebih dahulu sebelum sibuk melakukan kegiatan normalisasi sungai. “Selaku masyarakat biasa, tentu yang kami harapkan ada kepedulian pemerintah untuk segera memperbaiki jalan itu,”katanya lagi.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Empat Lawang H Ismail Hakim mengatakan kalau tahun ini belum ada dikarenakan jalan tersebut harus direlokasi tracenya.”Kalau dilokasi itulah akan tegerus oleh aliran air sungai dan Bidang Bina Marga (BM) lagi menjajaki lahan yang memungkinkan untuk jadi trace baru, jadi harus pindah – pindah atau pelebaran kesebelahnya,”tuturnya.(Pad)

Komentar

BACA JUGA