Connect with us

Empat Lawang

Zulkarnain Akhirnya Mendapatkan Perawatan Medis

Published

on

DAMPINGI : Assisten I Pemkab Empat Lawang, Rachmad Riandy langsung mendampingi Zulkarnain (34) masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Empat Lawang, Rabu (4/4)
  • Asisten I : Persoalan Kemarin Hanya miss Komunikasi

 

REL, Empat Lawang – Zulkarnain (34) warga Kecamatan Pendopo akhirnya menjalani perawatan insentif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Empat Lawang, setelah Pemerintah Kabupaten Empat lawang mengevakuasi, Rabu (4/4)

Assisten I Pemkab Empat Lawang, , Rachmad Riandy langsung mendampingi Zulkarnain masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Empat Lawang, di Tebing Tinggi, untuk memastikan penderita penyakit yang cukup langka tersebut, mendapatkan perawatan yang memadai dari pihak RSUD Empat Lawang.

“Kita tunggu dulu hasil pemeriksaan dokter yang menanganinya terlebih dahulu, baru nanti kita putuskan tindakan apa yang akan kita ambil,” ungkap Riyandi.

Dikatakanya, apa yang dilakukan pihaknya ini, sebagai bentuk kepedulian Pemkab Empat Lawang, terhadap warganya yang sedang dalam kesusahan. “Persoalannya kemarin, itu hanya miss komunikasi saja. Tidak benar jika Pemkab Empat Lawang, tidak peduli dengan warga yang menagalami hal-hal seperti ini,” katanya.

Diceritakannya, saat mengetahui kondisi Zulkarnain melalui media massa, dirinya langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan, dinkes dan dinsos, termasuk pihak RSUD Empat Lawang, agar segera melakukan tindakan tepat untuk menangani persoalan yang dihadapi salah seorang warga di Kecamatan Pendopo, yang diakuinya memang terlantar.

“Jangan sampai image-nya, pemkab Empat Lawang, tidak peduli dengan kondisi warganya,” jelas dia.

Ditempat yang sama, Kabid Pelayanan RSUD Empat Lawang, Desiana menjelaskan, pasien atas nama Zulkarnain ini, mengidap Buerger Disiese (penyakit Buerger) atau kematian jaringan akibat penyumbatan pembuluh darah. “Pasien ini awalnya mendapatkan perawatan di RSUD Pendopo, lalu dirujuk ke RSUD Empat Lawang. Setelah dirawat, dipastikan pasien ini cukup mendapatkan rawat jalan, namun saat itu pihaknya tidak tahu menjelaskan hal itu kepada siapa, karena kades yang membawanya, sudah pulang duluan sebelum pasien, keluar dari rumah sakit,” terangnya.

Karena itu pihaknya menolak jika disebutkan menelantarkan pasien, sebab pasien telah mendapatkan perawatan dan dalam proses rawat jalan per tiga hari harus diperiksa kembali kondisi penyakitnya.

“Kendalanya saat itu, tidak ada pihak keluarga yang mempertanggungjawabkan pasien ini,” tandasnya.

Sementara, Waton Pahlefi (47) warga yang merawat Zulkarnain selama ini, kepada Assisten I Pemkab Empat Lawang, Rahmad Riyandi menceritakan kronologis dirinya merawat Zulkarnain hingga akhirnya dapat dirawat di RSUD Empat Lawang, ini.

“Dia ini pak, sebenarnya warga Desa Umo Jati, Pendopo, terlantar di Desa Tanjung Eran dalam kecamatan yang sama. Atas kebijakan desa Tanjung Eran, dia diakui sebagai warga Tanjung Eran, tempat dia ditemukan terlantar di salah satu pondok tak berpenghuni tengah sawah, di wilayah desa itu,” jelas Waton.

Lebih lanjut diceritakannya, berkat bantuan pihak Tagana, Pramuka, pemerintah desa setempat, koramil dan kepolisian, Zulakrnain akhirnya dibawa ke RS Pratama Pendopo, namun dirujuk oleh pihak RS Pratama Pendopo ke RSUD Empat Lawang. “Sempat diobati di RSUD Empat Lawang, lalu kembalikan lagi ke Pendopo. Saya tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi hingga disuruh kembali ke Pendopo lagi,” imbuhnya.

Selanjutnya, saat dikembalikan ke Pendopo, dia selaku pihak yang turut serta mengevakuasi Zulakarnain dari pondok tengah sawah di Desa Tanjung Eran, kebingungan membawa Zulkarnain ke mana.

“Saya sempat ancam salah satu bibinya, jika tidak bisa menampung Zulkarnain ini di rumahnya, saya akan bawa lagi ke pondok tengah sawah tempat Zulkarnain di temukan. Bibinya akhirnya mau menerima, asal segala kebutuhan Zulkarnain termasuk makannya sehari-hari ada dan saya tegaskan itu biar saya yang tanggungjawab,” ujar Waton dan turut dibenarkan Kepala Panti Asuhan al-Ikhsan Kecamatan Pendopo, Iskandar Sahil.

Disinilah lanjut Waton, dirinya kebingungan apa lagi yang harus dilakukan. Pihaknya sudah menghubungi Dinsos Empat Lawang, namun hanya mendapatkan janji saja akan dijemput, namun ditunggu-tunggu tidak datang juga.

“Alhamdulillah, harapan kami agar Zulkarnain ini di jemput pihak pemkab untuk dirawat, terwujud berkat bantuan bapak Assiten I,” tuntasnya. (12)

Empat Lawang

Suguhkan Pemandangan Yang Asri

Published

on

Caption : tampak pengunjung Destinasi wisata sungai Muare sudah mulai dikunjungi warga.

REL,Empat Lawang – Destinasi wisata Muare yang bertempat di Desa Rantau Tenang Kecamatan Tebing Tinggi kini sudah mulai ramai dikunjungi warga,

Diketahui,destinasi wisata muare sempat pakum beberapa waktu belakangan ini apa lagi ditambah dengan penyebaran wabah covid-19,tapi semenjak diberlakukannya kebiasaan baru (New Normal) kini sudah ramai dikunjungi warga.

Karena,selain pemandangan yang masih asri dengan aliran sungai yang jerni ditambah dengan hembusan angin spoy spoy menambah kenyamanan para pengunjung itu sendiri.

Seperti yang dikatakan Sefti (30) salah satu pengunjung destinasi wisata muare yang sedang mengajak anak nya berwisata sekaligus merayakan Hut anaknya.

“Disini tempatnya nyaman udaranya sejuk dan ramai dikunjungi warga apalagi di sore hari,karena disini pemandangannya masih natural belum terkontaminasi polusi,”Ungkapnya.Rabu (8/7).

Masih dikatakannya,berharap kedepannya destinasi wisata seperti ini bisa di kembangkan serta di fasilitasi oleh pemerintah mengingat masyarakat Empat Lawang masih haus akan tempat hiburan (tempat wisata).

Kepala Dinas Pariwisata Mgs.Ahmad Nawawi mengatakan sudah mulainya ramai destinasi wisata sejak diberlakukannya kebiasaan hidup baru (New Normal).

“Berdasarkan laporan yang masuk ke kami sejak di berlakukannya Kebiasaan Baru ( new normal life) di kabupaten Empat Lawang, beberapa destinasi wisata sudah mulai ramai di kunjungi oleh wisatawan,baik lokal maupun wisatawan domestik,”Jelasnya

Termasuk juga wisata alam sungai air muare lanjutnya, tapi kami berpesan walaupun kita sudah new normal, protokol kesehatan harus tetap di laksanakan.

“Dengan mulai ramainya destinasi lanjutnya, artinya ekonomi warga juga sudah mulai bergulir kembali dan kedepan kami akan mendata lagi dan kami akan berusaha untuk membantu pengusulan fasilitas dari pemerintah bagi pengembangan destinasi wisata,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

PAUD, Paling Cepat Masuk Sekolah di Bulan November 2020

Published

on

FOTO: ANITA/REL Mugiyono (Kabid PAUD Disdikbud Kabupaten Empat Lawang)

REL, Empat Lawang – TK/PAUD se Kabupaten Empat Lawang akan masuk sekolah pada bulan November 2020. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang, Rita Purwaningsih melalui Kabid PAUD, Mugiyono mengatakan dirinya meralat pernyataan tentang PAUD yang masuk sekolah di bulan Juli ini.

“Awalnya memang saya bilang PAUD masuk di bulan Juli ini. Itu berdasarkan dari edaran Disdikbud. Tapi ternyata ada perubahan yakni PAUD se Kabupaten Empat Lawang akan masuk sekolah di bulan November 2020,” kata Mugiyono saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Mugiyono menambahkan, PAUD akan masuk sekolah dua bulan setelah SD. Sementara SD akan masuk sekolah setelah SMP dan SMA.

“Ada jarak dua bulan setelah SD masuk sekolah,” ucapnya.

Hal tersebut mengacu kepada keputusan Mendikbud, Nadiem Makarim yang membagi tahap masuk sekolah di zona hijau dengan tiga tahap sekolah dibuka: pertama, yang bisa mengikuti pembelajaran tatap muka ialah siswa jenjang SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK,
Paket C, SMP, MTs, paket B.

Kedua, pada tahap kedua ini akan dilaksanakan dua bulan setelah tahap I yakni bagi jenjang SD, MI,
Paket A dan SLB.

Sedangkan di tahap ketiga dilaksanakan dua bulan setelah tahap II yakni bagi jenjang PAUD formal (TK, RA, TKLB) dan non formal. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Berikan Bantuan Sembako,Ringankan Beban Wartawan

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Bupati secara simbolis Berikan Bantuan sembako Kepada awak media yang bertugas di Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Setelah dilakukannya rapidtes ke sejumlah awak media yang bertugas di Kabupaten Empat Lawang,

Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang juga memberikan bantuan kepada para awak media berupa sembako.

Bantuan sembako tersebut yakni 10 Kg beras, 2 Kg Gula, 1 Kg Gandum, Minyak Sayur 2 Liter, Mie 1 Dus serta Susu 2 Kaleng.

Bantuan itu pun langsung diberikan oleh orang nomor satu di bumi saling kruani sangi krawati,di aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang, Selasa (7/7/2020).

“Dimasa Pandemi ini kita semua terdampak, termasuk wartawan, mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban para wartawan, ditengah wabah covid-19 ini,” kata H Joncik Muhammad bupati Empat Lawang.

Sementara Ketua IWO Empat Lawang Arwin ZA, mengaku sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, khususnya Bupati Empat Lawang yang sudah perhatian dan memberikan bantuan kepada Insan Pers di Kabupaten Empat Lawang.

” Dampak dari pandemi Covid-19 ini juga dirasakan oleh rekan-rekan wartawan di Empat Lawang, apalagi saat bertugas dilapangan, wartawan ini sangat rentan akan penyebarannya,” ungkapnya.

Ketua PWI Empat Lawang Rody Hartono, juga mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, terhadap para wartawan di Kabupaten Empat Lawang.

“Saya selaku wartawan tentunya mendukung program Pemkab, untuk mewujudkan Empat Lawang yang sehat dan terhindar dari wabah Covid-19ini,” ujarnya (Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending