oleh

Pemkab Empat Lawang Bentuk Sekolah Siaga Kependudukan Jalur Formal

REL, Empat Lawang – Bertempat di Ruang Rapat Madani Pemkab Empat Lawang, sosialisasi pembentukan pendidikan kependudukan (sekolah siaga kependudukan) jalur formal di Kabupaten Empat Lawang berlangsung khidmat dan sukses.

Dalam kegiatannya, DPPKB juga menjalin MoU kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang, dan Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang.

Peserta dalam acara tersebut yakni terdiri dari Kepala Sekolah SLTP/MTS sebanyak 10 orang, guru Geografi SLTP/MTS sebanyak 10 orang, guru Muatan Lokal SLTP/MTS sebanyak 10 orang, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) sebanyak 10 orang, dan unsur kelembagaan lainnya sebanyak 10 orang.

Acara dibuka langsung oleh Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad. Dalam sambutannya, Joncik mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan yang penting dilaksanakan karena akan menjadi salah satu faktor penentu keluarga dan pendidikan yang berkualitas.

“Kalau sebuah keluarga berkualitas, pendidikannya juga berkualitas, maka saya yakin Empat Lawang Madani akan terwujud,” kata Joncik, Senin (31/5).

Di tempat yang sama, Munfajir Ghozali dalam sambutannya mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut yakni untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang pelaksanaan pendidikan kependudukan di satuan pendidikan pada umumnya dan di tingkat SLTP/MTS khususnya, serta untuk peningkatan kemampuan dan wawasan dalam penerapan pelaksanaan pendidikan kependudukan.

“Program ini sangat selaras dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati kita yakni mewujudkan Empat Lawang Madani. Terutama dalam meningkatkan kecerdasan dan kualitas SDM yang beriman dan bertakwa serta mengembangkan dan membina sumber daya manusia di Empat Lawang yang kreatif, sehat, produktif, dan peduli di semua jenjang pendidikan formal dan non formal,” ujar Munfajir.

Sejalan dengan itu, Kabid Pengendalian Penduduk DPPKB sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Empat Lawang, Hepy Safriani menuturkan bahwa ke depannya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar di sekolah tingkat SD/MI dan SLTP/MTS di Empat Lawang dapat memasukkan pelajaran mengenai kependudukan.

“Pelajaran kependudukan ini tidak menambah kurikulum pembelajaran tapi dimasukkan ke dalam mata pelajaran yang dinilai cocok untuk membawakan mengenai materi kependudukan,” ujar Hepy.

Selain itu, lanjut Hepy, DPPKB juga menjalin MoU dengan Kemenag Empat Lawang. Hal ini dilakukan salah satunya untuk mencegah pernikahan dini. Anak-anak didik akan diberikan pemahaman bahwa nikah di usia dini tanpa persiapan malah akan menjadi bencana untuk keluarganya sendiri.

“Kalau pengertian tentang pernikahan dini sudah ditanamkan ke dalam diri anak-anak sejak dini, maka anak-anak didik juga menjadi ikut andil dalam pengendalian penduduk dan mencegah peledakan penduduk di Kabupaten Empat Lawang khususnya,” ucap Hepy. (Ian/Arl)

Komentar

BACA JUGA