Connect with us

Uncategorized

Ways to Get Into Stanford

Published

on

Throughout your education you’d need to create several essays, and as the subjects as well as the occasions might vary, the fundamental rules demonstrated here can enable you to write a sound composition below a time limit. An extremely basic type of composition might be the five- sentence concept, which will be taught in several high schools. Regarding that, I chanced upon the notions learnt within the lessons very useful in the nursing practice in Saskatchewan. You also obtain documents which are flexible to your own requirements and prerequisites. Experienced teachers understand that the program is actually merely a bones. Organization and a solid thesis are essential pieces. Students should get what precisely is asked within the homework requirements, comprehend the theories which are tested, ensure referencing is correct and standard academic English is employed. There are not a lot of points you must understand that may contribute to attaining excellence in writing and are not challenging to learn. In my pace, I’ve learned to react. Welcome to the globe of writer’s prevent.

In syria, he worked to hafez assad as an advisor.

Regrettably, the genuine work of being an actor isn’t glamorous. A lot of people believe writers plus a sedentary lifestyle don’t have any negative consequences on their wellness Through the past few years I Have produced several sure-fire methods to beat writer’s prevent. Don’t state a good deal Safer to focus on one second of your entire existence than attempting to explain life in many documents. When crafting your narrative essay look at the story from various characters’ viewpoints, essay writer by means of example. So for authorship it is extremely required to acquire complete info on the topic of essay writing help, term paper assist. The initial step in getting ready to write an essay may be to examine each of the content you must know more about the topic. Continue reading this post and find more on essay abilities. Authorship is the type of matters.

Driving becomes an easy and enjoyable experience with menox.

Many academic writers do not realize the demand for afore mentioned statement, which is frequently done involuntarily. Many writers across the planet are outstanding experts and thinkers. Excellent composition writing need maybe not actually be tough. If you should write a brilliant essay isn’t always a considerable assortment of books read and reviewed several sites. There exists a good heap of creative independence in a story essay that would not exist in tons of different sorts of authorship. Writing is actually a procedure that is certainly the most frequent way of expressing your views and remarking on different folks’s, writing a five paragraph composition is a trying job. There’s a rumor out there inside the printing world an publisher wont also observe the function of a recent author. Now, to be able to demonstrate this moment, you will offer famed case studies where individuals required huge danger of huge chances.

This is very useful for more expensive products.

There are plenty of universities and faculties which are famed worldwide. With the growing demands of the business, individuals from various walks of life have begun to think the need for Best MBA programs. There are certain individuals utilizing the internet at this very instant, that are seeking to locate advice on various subjects and although the knowledge is accessible they’re incapable to read it.

Advertisement

Empat Lawang

Telah Hadir Yayasan Dr. Rika Sungudi di Empat Lawang

Published

on

FOTO: ANITA/REL YAYASAN: Tampak Yayasan Dr. Rika Sungudi yang ada di Jalan Talang Banyu Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Selasa (26/1).

Telah Hadir Yayasan Dr. Rika Sungudi di Empat Lawang

#Kursus Bahasa, SD dan SMP Al-Azhar Cairo Empat Lawang

 

REL, Tebing Tinggi – Yayasan Dr. Rika Sungudi beralamat di jalan Talang Banyu Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang menyediakan tempat kursus Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, tahfiz dan tahsin, Matematika, TOEFL dan calistung untuk tingkat TK dan SD. Selain sebagai lembaga kursus, Yayasan Dr. Rika Sungudi juga membuka sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Yayasan ini sendiri baru berdiri di Bulan Oktober tahun 2020.

Pemilik Yayasan Dr. Rika Sungudi, Rika melalui Al Akcbar Mastur selaku Kepala Bidang Yayasan menjelaskan Yayasan Dr. Rika Sungudi merupakan yayasan Pendidikan cabang dari Al-Azhar Cairo yang ada di Jakarta. Untuk di Indonesia, Yayasan Al-Azhar Cairo berjumlah 22 cabang.

“Empat Lawang termasuk cabang yang ke-22,” kata Akcbar Kepada Rakyat Empat Lawang, Selasa (26/1).

Ditambahkan olehnya, untuk saat ini Yayasan Dr. Rika Sungudi baru pada tahap mengenalkan terlebih dahulu keberadaan yayasan tersebut kepada masyarakat Empat Lawang dengan cara membuka les.

“Alhamdulillah antuasias masyarakat Empat Lawang cukup tinggi. Kemarin itu baru 4 hari buka lembaga kursusnya sudah ada 100 orang yang mendaftar untuk ikut les,” tambahnya.

Tujuan dari Yayasan ini selain untuk memberikan pengetahuan umum, juga mendidik anak-anak agar berakhlak baik dan dapat menghafal Al-Qur’an. Agar hal itu bisa terwujud, Yayasan Dr. Rika Sungudi menerapkan kurikulum K13 yang dipadukan dengan kurikulum Al-Azhar. K13 berfokus memberikan pembelajaran yang bersifat formal seperti ilmu agama, sementara kurikulum Al-Azhar berfokus pada pemebelajaran seperti tahfiz, tahsin, dan mengarahkan anak agar berakhlak mulia.

“Intinya yayasan ini bertaraf internasional dengan basis asalnya adalah keIslaman,” ujar Akcbar.

Karena Yayasan tersebut bertaraf internasional, lanjut Akcbar, peserta didik akan mendapatkan 3 ijazah sekaligus yakni dari Kemendikbud, dari Al-Azhar pusat di Jakarta, dan ijazah Cambridge yakni ijazah yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat, England, dan Singapura.

“Untuk ijazah dari Kemendikbud sudah pasti dapat. Untuk ijazah dari Al-Azhar Cairo Jakarta dan Cambridge melalui tes terlebih dahulu,” jelasnya.

Selanjutnya, tenaga pengajar yang disediakan di Yayasan Dr. Rika Sungudi yakni tenaga pengajar dari luar daerah, seperti ada tenaga pengajar dari alumni Al-Azhar Cairo, Mesir.

“Sebenarnya untuk tenaga pengajar, kita mendatangkan dari luar. Tapi karena kondisi sekarang masih pandemi Covid-19 jadi sedikit tertunda,” tutur Akcbar.

Ke depannya, jika antuasias masyarakat Empat Lawang tinggi untuk belajar di Yayasan Dr. Rika Sungudi baik tingkat SD maupun tingkat SMP, maka akan lanjut untuk membentuk Universitas.

“Ke depannya, kita akan dirikan Universitas juga di Empat Lawang,” tutupnya. (Ian)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Kenal Lebih Dekat Dengan Kakek Hasimin, Seniman Gitar Tunggal Empat Lawang

Published

on

FOTO: ISTIMEWA Gitar : Kakek Hasimin sedang bermain gitar tunggal.

Kenal Lebih Dekat Dengan Kakek Hasimin, Seniman Gitar Tunggal Empat Lawang

#Semangat Berkarya di Usia Tua

Hasimin (75), salah satu seniman senior di Empat Lawang, tepatnya dari desa Pagar Tengah Kecamatan Pendopo.

Meski dalam fase lansia, tak menyurutkan semangat Hasimin untuk memainkan gitar tunggal. Tangannya masih sangat lincah memetik senar-senar gitar listrik.

Saat diwawancarai oleh wartawan Rakyat Empat Lawang, Hasimin atau kerap disapa Wak Min ini mengatakan bahwa sejak ia remaja memang sering memainkan alat musik terutama gitar tunggal.

“Dari muda dulu sering main gitar,” Kata Wak Min kepada Rakyat Empat Lawang.

Wak Min, acapkali tampil di akun YouTube Yoggi FOG yang dalam sehari bisa mencapai 16 ribu penonton. Wak Min memainkan gitar mengiringi partnernya, Irfan bernyanyi berbagai macam lagu daerah, dari lagu Rejung Khas Empat Lawang sampai lagu-lagu daerah lainnya.

Dalam kesehariannya, Wak Min mengatakan ia sering pergi ke kebun dan sesekali menjadi tukang ojek. Apabila ada waktu lowong, Wak Min pergi ke rumah Yoggi untuk membuat video akun YouTube.

Bahkan, Seniman dan Budayawan Sumatera Selatan (Sumsel) Vebri Al-Lintani mengaku kemahiran Wak Min dalam bermain gitar listrik saat Wak Min tampil di acara lomba budaya beberapa hari yang lalu.

Menurut Vebri, Wak Min merupakan seorang seniman Empat Lawang yang bakatnya sangat luar biasa.

“Saya sendiri pun masih harus belajar dengan beliau,” kata Vebri Al-Lintani,” ucap Vebri.

Vebri berharap, sekolah-sekolah dapat melibatkan Wak Min untuk memberikan pelajaran seni kepada murid-murid.

“Ke depannya saya berharap sekolah-sekolah ada sanggar seninya dan dapat melibatkan para penggiat seni Empat Lawang, seperti salah satunya yakni Wak Min,” tutur Vebri. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Mengenal Sosok Yoggi FOG, Youtuber Sekaligus Pencipta Lagu di Empat Lawang

Published

on

FOTO: ISTIMEWA FOR REL. Yogi Nopriansyah

Mengenal Sosok Yoggi FOG, Youtuber Sekaligus Pencipta Lagu di Empat Lawang

#Dari 0 penonton hingga 16.000 penonton per hari

Dunia YouTube kini semakin digemari oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Terkhusus di Empat Lawang sudah banyak orang yang menggeluti dunia YouTube, salah satunya ialah Yogi Nopriansyah atau dikenal dengan akun YouTube Yoggi FOG.

Laki-laki kelahiran 5 November 1991, memulai upload video di YouTube sejak 1 tahun yang lalu tepatnya di bulan November 2019.

Saat diwawancarai oleh Rakyat Empat Lawang, laki-laki yang kerap disapa Yogi ini menjelaskan bahwa FOG sendiri berasal dari singkatan namanya bersama teman-temannya yakni (Fariz, Okee, Gi). Ketika SMP dan SMA ia pernah membuat group band. Ia terlahir dari keluarga yang mencintai musik, sedari kecil ia suka dengan musik. Karena itulah, video-video yang diuploadnya banyak tentang nyanyian berejung dan gitar tunggal yang ada di Kabupaten Empat Lawang.

Awalnya, Yogi tak menyangka akun YouTube Yoggi FOG yang ia jalankan akan kebanjiran job iklan. Yoggi mengaku hanya iseng-iseng saja. Bermula dari seorang kakek bernama Hasimin yang sering datang ke rumahnya di Pagar Tengah Kecamatan Pendopo, Yoggi merasa heran atas tingkah kakek Hasimin tersebut, setiap kali ke rumahnya pasti kakek Hasimin bermain gitar.

Hampir setiap hari kakek Hasimin main ke rumahnya untuk bermain gitar. Diusianya yang ke-75 tahun, kemampuan kakek Hasimin dalam memainkan gitar sangat mencengangkan, hingga mendorong Yoggi untuk membuat video gitar tunggal dan rejung, kemudian menguploadnya ke YouTube.

“Awalnya sama sekali tak ada yang nonton. Tiga bulan pertama 0 penonton,”

Namun Yoggi tak menyerah sampai di situ, ia terus melakukan promosi melalui media sosial, memperluas lingkup pertemanan dengan banyak-banyak gabung di komunitas.

Usahanya tak sia-sia, jelang bulan keempat, video pertama yang ia upload tembus 800.000 penonton.

“Kalau sekarang minimal per hari bisa tembus 16.000 penonton,” ucapnya.

Sejak saat itu, di bulan kesembilan, video yang diuploadnya sudah ada iklan yang masuk. Hingga sampai saat ini, akun YouTube nya sudah mencapai 1,2 juta adsense.

Untuk membuat video berisi rejung dan gitar tunggal khas Empat Lawang, Yoggi menggunakan peralatan pribadinya. Saat ini ia memiliki 8 gitar listrik dan edcoustic.

Dengan perlengkapan yang ada, Yoggi dan kakek Hasimin terus membuat video-video tentang rejung dan gitar tunggal khas Empat Lawang. Selain kakek Hasimin, Yoggi juga merekrut tim lain yang semuanya berasal dari Empat Lawang, Kang Ifan, Sindy dari SMA N 1 Pendopo, dan Desta Herdila kelas 5 SD.

Tim Yoggi saat ini fokus membuat lagu cover. Selain mencover, ada juga lagu ciptaanya sendiri seperti lagu yang berjudul cinta yang terpisah, gadis buntu, bujang buntu, dan musim buntu musim macet.

“Saat ini total ada empat lagu yang ciptaan sendiri,” ujarnya.

Ke depannya, Yoggi beserta tim akan terus membamuat karya seni berkualitas agar bisa mengharumkan nama Empat Lawang.

“Masih banyak tagetan yang harus dicapai terutama mengenai dunia YouTube,” tutur Yoggi. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Trending