Connect with us

Kabar Sumsel

Wartawan Radar Palembang Ditodong Pistol

Published

on

TODONG : Lokasi kejadian Maman Wahari (41), wartawan Radar Palembang terpaksa merelakan sepeda motor dan handpone miliknya dirampas palaku yang menodongkan senjata api kearah kepalanya.

PALI – Aksi kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) alias begal di wilayah Bumi Serepat Serasan kian merajalela. Korbanya, Maman Wahari (41), wartawan Radar Palembang yang terpaksa merelakan sepeda motor dan handpone miliknya dirampas palaku yang menodongkan senjata api kearah kepalanya.

Kejadian yang telah dua kali dialami warga Desa Persiapan Jerambah Besi, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terjadi Rabu (10/10) sekitar pukul 05.10 WIB, di Jalan Desa Sinar Dewa – Simpang Raja, Kecamatan Talang Ubi.

Berawal saat korban berangkat dari rumahnya menuju Ibukota Pendopo, untuk menjalankan tugasnya sebagai jurnalis meliput kegiatan di salah satu SKPD di lingkungan pemerintah Kabupaten PALI yang hendak berangkat ke Kabupaten Musi Banyuasin.

Saat tiba dilokasi kejadian, sepeda motor Honda Revo warna hitam tanpa nopol yang dikendarainya, dihadang satu orang pelaku keluar dari semak-semak yang membawa potongan kayu dan senjata api (senpi) jenis pistol, yang mengarah ke kepalanya, sehingga membuat laju motornya terhenti.

Setelah berhenti, pelaku tersebut langsung meminta korban turun dari sepeda motornya sambil mengancam akan menembak. Setelah turun, satu pelaku lainya siaga dari semak-semak untuk mengawasi situasi sambil memagang senjata taham jenis golok.

Melihat itu, korban memilih pasrah dan pelaku meminta heandpone merk Vivo milik korban untuk ikut diserahkan. Setelah semuanya dirampas, kedua pelaku langsung melarikan diri menuju kearah Simpang Raja, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi.

Setelah kejadian itu, korban mencoba mencari pertolongan warga dengan cara berjalan hingga 500 meter, yang akhirnya bertemu dua warga yang sedang melintas, dan meminta untuk diantarkan ke Mapolsek Talang Ubi.

“Saat kejadian hanya satu pelaku yang menghadang. Sedangkan satu pelaku lainya berada sekitar lima meter mengawasi situasi. Kedua pelaku pakai penutup wajah dengan menggunakan baju. Sedangkan satu pelaku pakai baju partai warna merah,” ujar Maman.

Dikatakanya, bahwa kejadian begal ini merupakan kedua kali dialaminya, di jalan yang sama tapi di tempat yang berbeda di Januari 2016 lalu, yang membuat sepeda motor dan heandponenya dirampas enam pelaku bersenjata api.

“Saya cukup trauma, kejadian ini yang kedua kalinya saya alami. Dan dijalan yang sama. Saat itu enam pelaku bersenpi dan sajam. Dan yang ini du pelaku bersenpi dan sajam. Jadi saya harap petugas bisa tindak tegas pelakunya,” ungkapnya.

Sementara, Kapolsek Talang Ubi Kompol Suhardiman SH mengatakan, bahwa saat ini anggota Tim Elang Unit Reskrim sedang menyelidiki dan menlakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti.

“Mendapatkan kabar kejadian tersebut, anggota kita langsung bergerak kelapangan (lokasi, red) untuk mengejar kemana arah pelaku pembegalan tersebut,” tegasnya.

Diakatakanya, bahwa wilayah tersebut memang menjadi zona merah diwilayah hukumnya, meskipun anggotanya kerap kali melakukan patroli diwaktu tertentu.

“Pembegalan memang menjadi atensi kita, terutama diwilayah rawan. Anggota kita diwaktu tertentu selalu patroli, meskipun kekurangan armada namun kita perintahkan menggunakan kendaraan pribadi,” pungkasnya. (ebi)

Empat Lawang

Jubir Covid-19 Muratara Angkat Bicara, Kasus PDP di Muratara Masih Menunggu Hasil Lab

Published

on

Caption : Teks foto: Jubir GugusTugas Covid-19 Muratara Susyanto Tunut

 

REL,Muratara – Simpang siur pemberitaan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 01 Muratara, pihak Kabupaten Muratara belum menerima hasil laboratorium, baik dari Provinsi maupun dari pihak Rumah Sakit Siloam Lubuklinggau.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Muratara Susyan Tunut, sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium Sumsel, dan terus upayakan agar hasil lab tersebut bisa segerah di publikasikan, apakah memang terjangkit atau tidaknya.

Juru bicara (Jubir) Gugus tugas Covid-19 menggadakan konferensi pers, terhadap berita yang beredar di metroTV tentang informasi yang di sampaikan oleh jubir Sumsel, terkait pemakaman PDP 01 yang ada di Muratara, dalam pemakamannya tidak sesuai dengan protokoler, karena bukan penolakan dari keluarga, melainkan gugus tugas Covid-19 Muratara tidak siap, berita tersebut tidak benar bahkan kebalikannya.

“Dari gugus tugas Covid-19 sudah menyiapkan mulai dari ambulans penjemputan sampai dengan pemakaman secara protokoler,”ujarnya, Kamis (16/4/2020)

Sambungnya, dan kita menyiapkan skenario penjemputan jenaza PDP 01 yang ada di rumah sakit Siloam Lubuklinggau, tiba-tiba di tengah perjalanan jenaza di pulang paksa oleh pihak keluarga untuk segerah di makamkan.

Untuk saat ini kita semuanya sepakat , untuk mengetahui jika seseorang memang betul-betul terjangkit Covid-19 atau tidaknya itu kita sedang menunggu hasil dari laboratorium provinsi dan hasil lab Rumah Sakit Siloam, kemudian di berikan kepada gugus tugas Covid-19 kota lubuklinggau, sebab merekala yang mengambil Sempel dari pasien tersebut, tambahnya

Ia menyebutkan, pihaknya menunggu hasil yang benar-benar murni, untuk kedepannya langkah apa saja yang nantinya akan ambil, jika hasil tersebut sudah di keluarkan.

“kita semua berharap dari hasil lab tersebut Negatif, dan tidak ada simpang siur masala pemberitaan di tengah-tengah masyarakat muratara, terkait Covid-19.(16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Kemenag Terapkan Pelayanan Tanpa Tatap Muka

Published

on

Teks foto:Kankemenag Muratara H Iksan Baijuri

 

 

Rel Muratara–Untuk menjaga dari terjangkit dan menyebar Corona Virus Disease (Covid-19) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Musi Rawas Utara menerapkan pelayanan publik tanpa tatap muka langsung.

Alasan penerapan pelayanan tersebut tertuang dalam edaran Kemenag Muratara nomor 77 tahun 2020 tentang pelaksanaan protokol penanganan Covid-19 dan surat edaran Kantor Wilayah Kementetian Agama Propinsi Sumatera Selatan nomor 494 tahun 2020 pertanggal 26 Maret tentang pelayanan publik tanpa tatap muka.

Kankemenag Muratara H Ikhsan Baijuri mengatakan, ditengah hangatnya masalah Covid pelayanan publik di kantor kemenag dilakukan tanpa tatap muka.

“Nanti setiap pelayanan akan dilakukan melalui hand phone, whatshap dan surat elektronik,”katanya, Kamis (26/3)

Lanjutnya, pelayanan tanpa tatap muka akan berlansung dari tanggal 26 Maret hinggga 30 Maret atau menunggu perkembangan selanjutnya. Jika kondisi Covid sudah benar benar steril dari muka bumi, maka aktivitas akan seperti biasa.

Ia mengatakan, pelayanan tanpa tatap muka, sudah disampaikan surat edaran di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) pada Tujuh Kecamatan dalam wilayah Muratara.

“Silakan nanti, Kepala KUA masing masing menyampaikan edaran ini pada setiap kepala desa, atau menyampaikan langsung kepada masyarakat,”ujarnya

Ditambahnya, bagi masyarakat yang ingin melakukan urusan dengan kemenag tidak parlu datang ke kantor, karena di surat edaran sudah di sediakan atau melalui surat elektronik atau email kabmuratara@kemenag.go.di. (16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Cegah Masuk Covid-19 di Muratara, Pemda Mendirikan Posko GTPP

Published

on

BERSAMA:Bupati, Sekda Foto bersama petugas posko GTPP

 

 

REL,Muratara – Guna Penanganan secara intensif, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendirikan dan meresmikan posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Corona Virus Disease (Covid-19) di perbatasan Kabupaten Surulangun Jambi, tepanya di simpang Nibung Rawas, Kecamatan Rawas Ulu, Muratara. Selasa (24/3)

Juru Bicara GTPP Kabupaten Muratara Siswanto Tunut menyampaikan pendirian dan peresmian posko ditengah hangatnya masalah Covid-19 tersebut adalah upaya pencegahan dari pemerintah.

“Ia, hari ini bersama Bupati, TNI, Polisi meresmikan dan mulai bergerak melakukan pengecekan secara menyeluruh pengendara yang masuk ke Kabupaten Muratara,”katanya

Sambungnya, terutama bagi pengendara yang datang dari jauh, jambi, batam. Dan orang tersebut singah, pulang kampung atau menginap di Kabupaten kita.

Ia menyebutkan, jika ada orang, warga atau pengendara yang kategori tidak aman, menunjukan suhu badan pada 38 keatas, maka yang bersangkutan masuk dalam Orang Dalam Pengawasan (ODP).

“Melalui rekan tim, Dinas kesehatan memantau secara berkalah yang masuk dalam ODP itu,”ujarnya

Kesempatan yang sama, Bupati Muratara H M Syarif Hidayat menyampaikan posko tersebut sebagai antisipasi Kabupaten Muratara, sebagai bentuk kepedulian pemda terhadap Covid-19.

“Posko ini adalah posko kemanusiaan. Kita harus ada tindakan yang tegas terhadap Covid-19. Ini bukan rahazia terhaadap surat menyurat kendaraan pengendara atau yang lain. Saya mintak yang melintas untuk membantu, berhenti dan turun untuk dilakukan pengecekan,”ajaknya

Lanjutnya, Posko GTPP akan berdiri dan melayani lebih kurang selama tiga bulan. kita pantau sampai kondisi di Muratara umumnya indonesia benar benar bersih dari Covid-19 ini.

Untuk diketahui, petugas pokso terdiri dari tim Kesehatan, BPDB, dibantu pihak kepolisian, Pol PP, Dishub dan TNI yang berjumlahkan sebanyak 33 orang. (16)

Baca Selengkapnya

Trending