Connect with us

Kabar Sumsel

Warga Tewas Diterkam Buaya

Published

on

TEWAS : Amri (57), warga RT 002 RW 001, Desa Sungai Semut, Kecamatan Makarti Jaya, Minggu dinihari (24/3) sekitar pukul 01.00 WIB, tewas diterkam buaya.

REL, Banyuasin – Amri (57), warga RT 002 RW 001, Desa Sungai Semut, Kecamatan Makarti Jaya, Minggu dinihari (24/3) sekitar pukul 01.00 WIB, tewas diterkam buaya muara sepanjang 4,5 meter di Desa Solok Batu, Kecamatan Air Salek, tepatnya Parit 2 Sungai Apung.”Iya benar pak, warga kami bernama Amri tewas di terkam buaya,”kata Kepala Desa Sungai Semut, Herman, kemarin.

Informasinya pada saat itu, korban Amri bersama rekan – rekannya Suwarno dan Yasiman menjaga alat mesin pertanian di Desa Solok Batu, Kecamatan Air Salek.”Jadi korban dan rekannya sedang menjaga alat mesin pertanian yang ada di pinggir persawahan.  sedangkan posisi korban dan rekannya menjaga alat mesin pertanian itu, dipinggir sungai dekat alat mesin pertanian. Dengan menggunakan perahu speedboat yang dijadikan seperti pondok atau camp,”jelasnya.

Sebelum kejadian itu nahas itu, korban mendengar suara anjing mengonggong, sehingga terbangun dari tidur di Speedboat.”Korban terbangun, saat dengar suara anjing menggongong,”terangnya. Diduga korban curiga, sehingga mengakibatkan terbangun dari tidur, kemudian mengecek dari atas speedboat itu dengan mengeluarkan kepala keluar. Diduga buaya yang sudah menunggu dari sungai itu, langsung menerkam korban.’Ketika dicek, secara tiba – tiba buaya muara langsung menerkam korban,”ucapnya.

Sedangkan dua rekan korban yaitu Suwarno (35) kernek dan Yasiman (35) selaku operator yang mendengar teriakan korban meminta tolong. Langsung terbangun usai tidur dari speedboat, dan membantu korban menggunakan alat seadanya dengan cara menombak mata buaya, sehingga dilepaskan terkaman oleh buaya.

Korban sendiri sempat melakukan perlawanan bergulat dengan buaya, namun karena kalah kuat, akhirnya buaya berhasil mencabik tubuh korban. Usai itu korban berhasil ditolong, namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.”Karena luka cukup parah, yaitu dicabik oleh buaya dibagian perut, kaki,”bebernya seraya menambahkan korban ini sudah pisah dengan istri dan tidak memiliki anak.

Camat Makarti Jaya, Surono membenarkan adanya warga Desa Sungai Semut menjadi korban keganasan buaya muara itu.”Saat itu korban sedang jaga alat mesin pertanian, dari speedboat,”katanya. Jadi korban informasinya, mendengar suara anjing menggongong, dan keluar dari speedboat.”Secara tiba – tiba diterkam buaya,”imbuhnya.

Tempat kejadian sendiri menurut Surono, berada di Kecamatan Air Salek, Desa Solok Batu.”Cuba tanya sama kades, biar lebih jelas,”tuturnya.

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi SM Pinem Sik melalui Kapolsek Makarti Jaya AKP Rudi Hartono ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu.”Benar kalau ada warga diterkam buaya,”katanya. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah duka, untuk dilakukan pemakaman.

Korban sendiri pada saat diterkam buaya, sempat ditolong oleh rekan – rekannya, dengan cara menombak mata buaya sepanjang 4,5 meter itu.”Tapi karena luka cukup parah, yaitu dibagian kaki sebelah kiri dan luka perut, kendati sempat bergula dengan buaya. Korban meninggal dunia sekitar pukul 04.30 WIB,”jelasnya seraya menambahkan kalau TKP bukan termasuk kawasan rawan buaya. (qda/rel)

Kabar Sumsel

Gunung Dempo Diselimuti Kabut Asap

Published

on

By

KABUT : Gunung Dempo Kota Pagaralam diselimuti kabut asap.

REL, Pagaralam – Sejak pagi, kabut asap mulai menyelimuti kawasan puncak perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam. Bahkan gumpalan kabut asap, yang membumbung tertiup angin, membuat view punggungan Gunung Dempo nyaris tidak terlihat mata, akibat tertutup kabut, kemarin.

Hingga siang hari, gumpalan kabut itu pun masih tetap menutupi sekitaran kawasan Gunung Dempo. Sementara kondisi cuaca di sekitar, terasa sedikit mendung disebabkan sinar matahari tertutupi awan.

Kabut asap tipis mulai selimuti, sebagian wilayah Kota Pagaralam. Selain menutupi areal perbukitan, asap tipis ini mulai sedikit banyak terhirup, serta membuat mata menjadi pedih.

“Baru hari ini, kabut asap terasa begitu mengganggu indra penciuman, sebab bau asap sudah sedikit menyengat, hingga ke hidung. Selain itu, penglihatan juga sedikit perih, karena terkena paparan kabut asap yang mengenai wajah,” demikian dikatakan Husni, salah seorang warga Pagaralam.

Meski demikian kata Husni, untuk jarak pandang pengendara dalam mengendarai kendaraan, masih aman dan belum begitu sangat mengganggu. “Buat antisipasi agar tidak menganggu pernapasan, kita pun terpaksa mulai menggunakan masker saat berkendara,” imbuhnya.

Terpisah Kepala Pos Pemantauan Gunung Api Dempo Megian Nugraha mengatakan, tercatat berdasarkan pemantauan alat seismograf sejak sepekan puncak dempo sering terjadi angin kencang disertai badai, sedangkan berdasarkan pemantauan visual kawasan puncak dempo disaat pagi hari dan sore dominan diselimuti kabut asap terkadang cuaca cerah.

“Musim kemarau saat ini dipastikan kondisi cuaca puncak dempo sangat dingin, disertai angin kencang,” pungkasnya. (ald/fin)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

KTNA di Muba Harus Jadi Event yang Memorable dan Meriah

Published

on

By

 

REL, SEKAYU – sana mengejutkan bagi Panitia Minggu (23/6/2019) malam, pasalnya Bupati Muba Dodi Reza sekitar pukul 22.00 WIB melakukan sidak untuk sekaligus mengecek kesiapan pelaksanaan KTNA tingkat Provinsi Sumsel yang ke 13 dipusatkan di bumi Serasan Sekate dan bertindak sebagai Tuan Rumah, Bupati Muba Keliling sambil menyapa para tamu yang hadir dan sekaligus mengecek posko posko kesiapan untuk mempermudah akses layanan dan kebutuhan para peserta KTNA yang dihadiri seluruh Kabupaten Kota Se-Sumsel.

Pelaksanaan KTNA yang digelar 24-28 Juni ini akan mengumpulkan ribuan petani dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel dan dimeriahkan oleh artis-artis ibu kota seperti Siti Badriah dan Cita-Citata. Selain itu banyak pertandingan dan perlombaan bagi para peserta yang akan dipertandingkan dan tentunya yang unik unik, dan asli permainan Indonesia seperti Engrang patok lele dan lainya dan saat acara Pembukaan Siang Hari ini direncanakan Pukul 14.00 ontime Ada Giat Tumbuk lesung tarian tarian khas daerah yang akan menghibur kita semua.

“Pelaksanaan KTNA di Muba ini harus jadi event yang memorable dan meriah,” ucap Dodi Reza dihadapan perwakilan Peserta tadi malam KTNA 17 Kabupaten/Kota.

Dikatakan, dirinya melihat persiapan yang dilakukan panitia sudah baik dan siap. “Saya lihat kesiapan sudah sangat siap, posko kesehatan dan lainnya siaga untuk melayani kebutuhan peserta,” ucapnya.

Dodi Reza Alex menyebutkan, Muba tidak hanya menargetkan untuk suksesnya acara KTNA saja tetapi berusaha semaksimal mungkin menjadi tuan rumah yang baik dan sangat berkesan bagi peserta KTNA dari peserta Kabupaten/Kota di Sumsel.

“Pelayanan prima kepada peserta menjadi prioritas, kita bersama agar KTNA di Muba ini akan menjadi hal yang paling dikenang petani-petani dan Nelayan se-Sumsel,” Mari Kita Sukseskan dan jadikan ajang KTNA ini menjadi ajang silaturahmi dan ajang bertukar informasi dan teknologi Pertanian peternakan perikanan dst sehingga berdampak postif bagi kita semua tutupnya. (Rls).

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Bertahap, Peserta KTNA Berdatangan

Published

on

By

 

REL, SEKAYU – Pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang dipusatkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Senin 24 Juni 2019 resmi dimulai.

Persiapan yang sudah matang terus dipantau panitia penyelenggara dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, tidak hanya sarana dan prasarana peserta, Pemkab Muba sangat memperhatikan betul fasilitas yang diberikan kepada peserta KTNA yang berasal dari 16 Kabupaten/Kota di Sumsel.

Dalam kesempatan mengecek langsung Sekretariat KTNA, Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi memastikan fasilitas tempat tinggal atau homestay peserta akan nyaman.

“Homestay yang nyaman sudah disiapkan, Insya Allah peserta KTNA akan senang menempatinya selama pelaksanaan KTNA berlangsung di bumi Serasan Sekate ini,” ungkap Apriyadi, Minggu (23/6/2019).

Dikatakan, untuk menampung seluruh peserta yang diperkirakan mencapai 2.723 orang dari 16 Kabupaten/Kota dalam Provinsi Sumsel, panitia menyiapkan sebanyak 207 rumah penduduk yang representatif sesuai syarat yang telah ditetapkan panitia.

“Homestay ini tersebar dalam Kecamatan Sekayu dibagi dalam empat kelurahan yakni di Kelurahan Balai Agung, Soak Baru, Serasan Jaya dan Kelurahan Kayuara,” bebernya.

Sementara itu, pantauan di lokasi hingga pukul 17.30 WIB tampak peserta KTNA dari beberapa Kabupaten/kota mulai berdatangan. Diantaranya, dari kota Palembang tercatat ada 30 peserta yang mulai menempati homestay, Pagaralam baru 7 orang yang sudah tiba, Kabupaten OKU baru 4 orang, Kota Prabumulih 70 orang, Kabupaten OKI 50 orang, Kabupaten PALI 102 orang.

Dipastikan seluruh peserta baru akan berkumpul sepenuhnya pada malam hari karena masih proses perjalanan dari daerah masing-masing. (Rls).

Baca Selengkapnya

Trending

Graha Rakyat Empat Lawang Jl. Lintas Sumatera Talang Banyu Tebing Tinggi Empat Lawang Sumatera Selatan Telp : 0702 7320044 Fex 0702 7320044