Connect with us

Empat Lawang

Warga Keluhkan Pendistribusian Rastra

Published

on

REL, Empat Lawang – Belum lama ini sejumlah masyarakat Empat Lawang yang masuk dalam kategori keluarga kurang mampu atau warga miskin mendapatkan bantuan beras dari Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang

Penyaluran Beras Sejahtera (Rastra) atau yang selama ini lebih dikenal Raskin tampaknya menimbulkan persoalan diberberapa daerah di Kabupaten Empat Laaang ini, pasalnya diduga pendistribusian tidak sesuai dengan data awal sipenerima rastra tersebut bahkan diduga terdapat keluarga yang dinilai mampu namun turut mendapatkan Rastra tersebut

Dari informasi yang berhasil dihimpun, diketahui sejumlah warga Desa Kembahang Baru Kecamatan Talang Padang mengeluhkan pendataan penerima rastra yang keliru dalam penyerahan bagi para penerima bantuan beras ini.

“Tidak sesuai dengan data awal penerimanya pak, dikira akan dapat karena sudah di data sebagai warga miskin, ternyata berubah dan malah orang lain yang dapat. Bahkan ada rumahnya dua tingkat tapi terima raskin, sementara beberapa warga nyatanya memang tidak mampu malahan tidak dapat,” ungkap salah satu warga yang minta namanya tidak dikorankan, selasa (13/3)

Anehnya lagi, menurut dia kuat dugaan ada manipulasi data yang dilakukan oleh oknum Dinas Sosial (Dinsos) sebagai instansi penyalur rastra. “Dari pendataan awal saya lihat sejumlah nama menjadi penerima Rastra, tetapi ketika data sampai di Dinsos ada perubahan, sehingga banyak data yang tidak sinkron,” cetusnya

Disampaikannya lebih jauh bahwa kuat dugaan ada sejumlah oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan rastra sebagai alat politik, dengan mengatasnamakan pasangan calon Bupati tertentu. “Lihat saja di media sosial (medsos) sudah cukup viral pak kejadian ini, sangat disayangkan sekali semestinya pemerintah cepat tanggap dalam persoalan pembagian rastra yang menimpa warga miskin,” tandasnya

Terkait hal itu, Kepala Dinas Sosial Hasbullah melalui Kasi Identifikasi dan Penguatan Kapasitas Dedi menanggapi bahwa pihaknya sudah bekerja sesuai dengan prosedur dan data yang diterima.

“Data yang kami gunakan itu data ditahun 2015 yang lalu dari pusat data dan informasi (Pusdatin) Dinas Sosial,” katanya, selasa (13/2) saat dibincangi diruang kerjanya

Ketika disinggung mengenai data yang diserahkan oleh petugas PKH kepada Dinsos, namun ternyata data yang dikeluarkan Dinsos berbeda dengan data yang diberikan petugas PKH, dirinya tak dapat menjelaskan lebih jauh. Ia menyarankan untuk menanya hal tersebut kepada Kabid atau Kepala Dinas langsung. “Nah kalau itu saya tidak bisa jelaskan pak, secara prosedur saat pendataan awal sudah saya lakukan, untuk teknis ataupun persoalaan yang terjadi ini tidak bisa saya jawab,” cetusnya.

Terpisah, Camat Talang Padang Syafei Marzuki saat dikonfirmasi dirinya sudah meminta agar seluruh kades membagikan rasta tersebut sesuai data dari petugas PKH sebelumnya dimana data tersebut sudah dilakukan survei mengenai kelayakan bagi penerima. “Sudah saya sampaikan, himbauan saya cuma itu saja, bagikanlah Rasta itu sesuai dengan data yang dari PKH kepada warga yang memang berhak untuk menerimanya,” pungkasnya (Mg14)

Empat Lawang

Kapolres Berjanji Membedah Rumah Nenek Rismawati

Published

on

Caption : Kapolres Empat Lawang bertemu dan berbicara langsung dengan nenek Rismawati di Kediamannya.

REL,Empat Lawang – Jajaran Polres Empat Lawang menyambangi rumah nenek Rismawati (62) yang beralamatkan di Desa Padang Tepong Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang.Sabtu (6/3).

Kedatangan orang nomor satu di wilayah Hukum Polres Empat Lawang ini,melihat kondisi kediaman nenek Rismawati dan kedua putranya yang mengalami keterbelakangan mental sekaligus memberikan bantuan berupa sembako.

Diketahui,Nenek Rismawati tinggal bersama dua anak laki lakinya di rumahnya yang terbilang tidak layak huni dan nenek Rismawati juga mengidap penyakit katarak di dua belah matanya sehingga mengakibatkan nenek Rismawati tidak bisa melihat orang orang sekelilingnya baik dari jarak dekat maupun jauh,

Kapolres Empat Lawang AKBP. Wahyu,S.IK didampingi wakapolres Empat Lawang Kompol Indarmawan mengatakan akan memberikan bantuan pengobatan operasi mata kepada nenek Rismawati.

“Insyah allah kedepan kami dari kepolisian atas izin bapak kapolda sumsel akan mengobati mata nenek Rismawati agar bisa melihat kembali,”Kata Kapolres

Bukan hanya operasi mata saja ,Kapolres juga berjanji akan membedah rumah nenek Rismawati agar menjadi layak huni.

“Secepatnya akan kita lakukan menjadi rumah layak huni ,mudah mudahan allah mengizinkan,”Tuturnya.

Sementara Saipul tetangga Nenek Rismawati mengatakan sudah banyak para dermawan yang mendatangi kediaman beliau untuk memberikan bantuan.

“Alhamdulillah sudah banyak orang mendatangi kediaman Nenek Rismawati ,Semalam Kapolsek tebing tinggi memberikan sembako dan hari ini Kapolres,”Jelasnya

Memang lanjut Saipul nenek Rismawati pengen bisa melihat lagi namun tidak ada biaya untuk berobat.

“Mudah mudahan dengan adanya bantuan kepolisian polda dan polres nenek bisa melihat lagi karena kasihan kedua anaknya itu juga mengalami keterbelakangan Mental yang hidup bersama nenek Rismawati,”Terangnya.(Dn).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Telah Beredar Uang Palsu

Published

on

FOTO : IST/REL PALSU: Tiara anak pemilik toko baju dipasar Tebing Tinggi menerima uang palsu

REL,Empat Lawang – Uang palsu sudah beredar di tangan masyarakat, terkhusus dikabupaten Empat Lawang, salah satu warga Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati telah menjadi korban.

Pedagang toko baju di Pasar Tebing Tinggi, Tiara (21), mengetahui mendapatkan satu lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu saat ingin menyetor uang ke bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi.

“kemarin (4/03) saya diminta ibu untuk menyetor uang sebesar Rp 25 jt di Bank Sumsel yang ada di pasar, nah pas di pecahan Rp 50 ribuan kato pihak bank bahwa terdapat satu lembar uang Rp50 ribu yang kami setor palsu. Langsung dicoret uangnya oleh petugas teler banknya, dan dikembalikan ke kami,” jelas Tiara kepada wartawan Harian Rakyat Empat Lawang (REL).

Dituturkan Tiara, ia tidak mengetahui kapan mendapatkannya, tapi uang tersebut dinyatakan palsu oleh pihak bank, karena warnanya yang luntur dan benang pita uangnya tidak ada tulisan angka 50 ribu.

“Kami tidak mengetahui kapan dan siapa yang memberikan uang palsu karena banyak transaksi di toko. Setelah diperhatikan dengan seksama, uang 50 ribu palsu itu ternyata uang Rp 2 ribu,

“Uangnya masih kami simpan, namun sudah dicoret oleh pihak bank, uangnya kami simpan supaya bisa membandingkan uang palsu dengan yang asli, agar tidak tertipu lagi dengan uang palsu tersebut,” tuturnya.

Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi, Eldika Zainuddin, belum mengetahui hal tersebut, namun pihaknya akan memverifikasi pegawainya. “Nanti saya akan verifikasi,” jelasnya.

Eldika Zainuddin, menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam transaksi atau menerima uang dari pihak manapun, dan harus tau cara membedakan uang asli dengan palsu.

“Himbauan kepada masyarakat, untuk lebih berhati-hati dalam menerima uang dari pihak manapun, cara yang paling simpel untuk membedakan uang asli atau palsu cukup dengan 3D, dilihat, diraba, dan diterawang,” imbauannya (Mus/arl).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Edi Sugandi Jabat Kasi Datun

Published

on

Caption : Edi Suganti saat dilantik di Kejari Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, Sigit Prabowo SH MH, melantik Edi Sugandi sebagai Kepala Seksi ( Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (PTUN), menggantikan Andi Candra.

Sementara Andi Candra kini menjabat Kacabjari Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

“Kita berharap Edi Suganda segera menyesuaikan diri di tempat kerja baru ini,” harap Sigit Prabowo.

Ini lantaran, diakuinya, tugas Datun sangatlah penting dalam pendampingan hukum, penegakan hukum serta pelayanan hukum.( Rel)

Baca Selengkapnya

Trending