Connect with us

Empat Lawang

Warga Keluhkan Baut Jembatan Multifungsi Hilang

Published

on

HILANG : Baut Jembatan Kuning Desa Puntang Banyak yang hilang.

REL, Empat Lawang – Jembatan Multifungsi  yang berada diDesa Puntang Kecamatan Sikap Dalam  Penghubung Kecamatan Sikap Dalam ke Kecamatan Pasmah Air Keruh (Paiker) yang melintasi beberapa desa di Kecamatan Ulu Musi di keluhkan Masyarakat setempat.

Dari laporan masyarakat bahwa Baut baut dijembatan Multifungsi banyak yang hilang.hal tersebut dikeluhkan warga yang setiap harinya menggunakan jembatan tersebut untuk berativitas  sehari hari.

“Ya pak itu baut-baut nya banyak hilang, kalau terus di ambil besar kemungkinan bisa roboh,” ungkap warga yang tak mau di sebutkan namanya, Rabu (9/10/19).

Hilangnya baut-baut Jembatan tersebut, perlu perhatian khusus buat pemerintah daerah agar bisa menindak lanjuti,apakah ada unsur kesengajaan atau lainnya

“Kami minta tolong instansi terkait agar dapat menyelidiki dan menangkap oknum yang dengan sengaja mengambil Baut jembatan tersebut,dan agar di berikan sanksi atas perbuatan nya,” harapnya.

Salah seorang narasumber lain menyebut, hilangnya sejumlah baut pada jembatan itu, mulai tampak terlihat pasca putusnya Jembatan Ponton di Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi, akibat banjir bandang beberapa bulan lalu.

“Pasca putusnya jembatan ponton, masyarakat banyak melalui Jembatan Multi Fungsi di Desa Puntang sebagai jalur alternatif penyeberangan. Sempat terjadi kasus pemalakan di atas jembatan kemudian tidak ada lagi kasus pemalakan setelah ada tidakan tegas aparat kepada para pelaku pemalakan,” ungkapnya.

Sejak itulah, banyak terlihat baut pada jembatan itu yang hilang. Meski demikian, tidak ada bukti apakah ada hubungannya antara hilangnya baut jembatan dengan kasus pemalakan.

Selain hilangnya sejumlah baut pada jembatan yang dibangun sekitar 2013 dan selesai serta diresmikan pada 2014 tersebut, kondisi badan jembatan juga banyak terdapat coretan yang membuat jembatan terlihat kotor akibat coretan-coretan tersebut.

Sementara itu, Polisi Sektor (Polsek ) Ulu Musi Suryadi, dikonfirmasi melalui Via Whatshaap terkait keluhan masyarakat banyak nya baut jembatan kuning yang diduga di curi / hilang belum ada jawaban malahan No WA wartawan yang Kompirmasi diBlock oleh Kapolsek.

Camat Sikap Dalam Kanzuddin dikomfirmasi wartawan mengakui belum mengetahui perihal baut jembatan multi fungsi tersebut sudah hilang, namun dirinya berterima kasih telah menyampaikan informasi, dalam waktu dekat ini dirinya akan mengecek sendiri jembatan Multi Fungsi tersebut.

“Terima Kasih pak Laporannya, belum ada laporan dari kades jadi aku belum tau, besok saya akan ke jembatan untuk melihatnya langsung,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang, Mursal membenarkan asanya baut Jembatan Multi Fungsi Desa Puntang Kecamatan Sikap Dalam, ada yang hilang.

“Kami mendapat laporan dari petugas kami di kecamatan prihal ada baut jembatan Desa Puntang, yang hilang,” ungkap Mursal.

Terkait adanya laporan ini, pihaknya lanjut Mursal, akan meneruskan laporan ini ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Empat Lawang, untuk ditindaklajuti.

“Kalau sekarang belum, namu secepatnya akan kita laporkan,” tukasnya. (Mg20).

Empat Lawang

ODGJ Resahkan Masyarakat ,Instansi Terkait Saling Lempar Tanggung Jawab

Published

on

Caption : Nampak ODGJ yang berkeliaran di Pasar Tebing Tinggi meresahkan Masyarakat

REL,Empat Lawang – Permasalahan penertiban orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Bumi saling kruani sangi krawati menjadi perhatian srius bagi pemerintahan kabupaten Empat Lawang.

Pasalnya,masih banyak ODGJ yang berkeliaran di pasar Tebing Tinggi baik odgj perempuan maupun laki laki, membuat pedagang maupun pembeli merasa resah dan ketakutan dengan keberadaanya

Namun sangat disayangkan,instansi terkait seolah olah tutup mata hingga saling lempar tanggung jawab untuk menuntaskan permasalahan ini yang mana seharusnya saling bekerjasama untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat

Seperti yang diungkapkan Dodi salah satu pedagang mengatakan kalau di depan toko miliknya hampir setiap hari ada ODGJ yang sering nongkrong dan meminta uang kepada pelanggan yang berbelanja .

“Ia kurang waras, sering minta minta dan juga sering menghadang jalan tentunya kami agak resah di buatnya,”kata Dodi,Rabu (13/01)

Ia juga menjelaskan , kalau ODGJ setiap tahunnya semakin bertambah di Pasar Tebing Tinggi tidak tau datang dari mana asalnya.

“Banyak, kalau di hitung mungkin puluhan orang baik laki – laki maupun perempuan ODGJ yang sering berkeliaran,”ungkapnya

Senada dengan Ija, salah seorang pembeli mengaku kalau dirinya sering takut kalau sedang berbelanja berpapasan dengan ODGJ,”kami ibu – ibu ini terkadang takut melihat ODGJ berkeliaran sambil ngoceh – ngoceh,”katanya

Sementara, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Empat Lawang Eka Agustina melalui Kabid Rehabilitasi Rendra Ardiyansyah mengungkapkan kalau masalah ODGJ itu pihaknya hanya menampung dan merehab saja kalau yang lapangan itu urusan POL – PP.

“Masalah ODGJ itu seharusnya Pol PP nanti kalau sudah di tangkap baru ke Dinsos untuk pembinaan,”katanya

Terpisah Kasat Pol PP Empat Lawang Taufik menanggapi banyaknya ODGJ Mengatakan kalau masalah itu bukan hanya di bebankan ke Pol PP melainkan melibat banyak instansi terkait.

“Operasi penertiban ODGJ melibatkan banyak Instansi, giatnya bisa siapa saja, dan Jika dinas terkait meminta kami siap membantu. Karena harus ada tindak lanjut jika ditertibkan. Dibawa ke mana Dan lain-lain,”terangnya (Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Warga Keluhkan Lalat Peternakan Ayam

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Kandang peternakan ayam yang berada di jalan poros noerdin pandji tidak jauh dari jalan aspal.

REL,Empat Lawang – Warga keluhkan peternakan ayam yang berada di jalan poros noerdin pandji Desa Mekar Jaya (3a) Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang

Pantauan dilapangan,diketahui peternakan ayam itu sudah lama beroperasi dan bertempat dipinggir jalan kurang lebih 100 meter dari badan jalan serta dekat dengan pemukiman warga.

“Sangat mengganggu karena kotor ayam itu mengakibatkan atau mengundang banyak lalat,jadi lalat nya beterbangan yang dapat menimbulkan penyakit,”Kata T warga setempat yang tidak mau namanya dimuat dimedia, mengeluhkan adanya peternakan ayam

Masih dikatakan T ,kalau peternakan ayam itu mengantongi izin alangkah baiknya dilakukan penyemprotan agar lalat lalat yang beterbangan tidak mengganggu warga sekitar.

“Untuk instansi yang berkompeten agar dapat memberitahukan kepada pemilik peternakan untuk melakukan penyemprotan,supaya lalatnya tidak beterbangan kemana mana,”Jelasnya.

Sebab ungkapnya,disekitaran kandang peternakan ayam itu berdampingan dengan pemukiman warga,selain bisa menimbulkan penyakit juga dapat mengganggu warga sekitar.

“Disekitaran kandang ayam itu banyak pemukiman warga,prumnas maupun ada perkantoran,”Ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Irtansi,SE melalui kasi Penataan dan Pentaatan Lingkungan Hidup (PPLH ) Yulias mengatakan pihaknya sudah melakukan pengawasan terhadap pemilik peternakan.

“Tahun kemarin Kami mendapatkan laporan dari kantor dinas koperasi sudah ditanggapi sudah dikasihkan komitmen dan teguran untuk melakukan pengelolaan penyiraman kotoran dibawa kandang dan aliran limbahnya dialirkan kekolam untuk dibersihkan setiap hari,”Kata Yulias

Masih dikatakan Yulias,kalau izin SPPL nya sudah ada akan tetapi untuk izin lainnya peternakan ayam itu belum memiliki izin,

“Kalau SPPL nyo sudah keluar sebab sudah memenuhi syarat,kalau izin yang lain tidak di setujui,”Sambungnya

Kalau mengikuti prosedurnya ,bagi masyarakat yang ingin melaporkan keluhannya bisa langsung mengirimkan surat resmi ke dinas dan akan di tanggapi oleh kepala langsung.

“Tapi tetap kami tanggapi dari bidang kami untuk pengawasannya,nanti kami akan lakukan pengawasan lagi dan akan berikan teguran kedua kepada pemilik ternak ayam itu,kalau memang tidak lagi taat atau mau ikuti aturan maka kami akan mencabut izin SPL-nya,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Gedung Kosong Jadi Tempat Transaksi Narkoba

Published

on

Diduga Kedua Pelaku saat diamankan di Mapolsek Pendopo

REL,Empat Lawang – Dua orang pemuda warga Desa Nanjungan Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang. Diciduk oleh unit Reskrim Polsek Pendopo, lantaran kedapatan sedang bertransaksi Narkoba jenis Sabu.

Keduanya yakni Af (19) dan PN (19) ditangkap disebuah gedung kosong di Desa Lubuk Layang, Kemarin (7/1/2021).

Kapolsek Pendopo AKP Heri Widodo didampingi Kasubag Humas AKP Hendri Antonius mengatakan, penangkapann kedua pelaku itu, berawal dari informasi masyarakat bahwa diwilayah itu kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.

Benar saja setelah melakukan pengintaian dan penyelidikan bersama unit Reskrim langsung melakukan pengerbekan.

Dari pengerbekan itu, polisi mendapatkan barang bukti 10 paket narkoba siap edar, dua buah alat hisap (bong) dua buah hp, 50 plastik bening klip dan Uang tunai sebanyak 350 ribu.

“Dari tangan kedua pelaku didapati 10 paket narkoba jenis sabu, maka dari itu langsung kami amankan ke Mapolsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” kata Heri.

Ditambahkanya, kedua pelaku saat digerbek lalu ditangkap tanpa perlawanan sama sekali.

Akibat perbuatannya kedua pelaku dikenakan Pasal 114 Ayat (1) Subs Pasal 112 Ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.

“Kami akan terus kembangkan mencari tahu dari mana asal norkoba jenis sabu ini,” tandasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending