Connect with us

Empat Lawang

Wali Murid Keluhkan Penerapan Sistem Zonasi

Published

on

REL, Empat Lawang – Sejumlah wali murid di Empat Lawang mengaku sedikit kecewa dengan adanya penerapan sistem Zonasi Pendaftaran PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) 2018 sesuai Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018. Bukan tanpa alasa sejumlah wali murid mengeluhkan hal ini. Mereka beralasan, sistem zonasi membuat anak sebagai calon siswa terbatas dalam memilih sekolah yang baik dan berkualitas.

“Memang sedikit kecewa dengan aturan zonasi ini. Karena kita harus mendaftarkan anak ke sekolah terdekat. Masalahnya, kalau sang anak enggan dan mau memilih ke sekolah yang lain yang lebih bagus, ini kan sedikit jadi problema para orang tua,” kata Junaidi (37), Warga Lintang Kanan Empat Lawang

Mau tidak mau, kata Dia, sebagian wali murid harus menuruti aturan yang sudah berlaku. “Karena ini aturan, ya harus dipatuhi. Tinggal solusi terbaik yakni mengarahkan dan memberikan pengertian agar mau sekolah terdekat,” imbuhnya

Selaras diungkap Jauhari, warga Pendopo, diakuinya, anaknya kini yang sudah lulus SD rencana ingin mendaftar di salah satu sekolah di Tebing Tinggi. “Karena terbentur aturan, jadi tidak bisa. Kita harus menyekolahkan anak di sekolah terdekat,” katanya

Sementara, Kepala SMPN 1 Tebing Tinggi, Prasetyo, membenarkan, di Empat Lawang saat ini sudah menerapkan sistem zonasi PPDB. “Iya sistem zonasi sudah diterapkan. Kita sudah buka pendaftaran sejak beberapa hari terakhir. Dari quota 300 yang hadir 265 dan dan diterima sebanyak 192,” sebutnya

Disisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang, Rita Purwaningsih, ketika dihubungai wartawan koran ini melalui Handphone sedang tidak aktif

Terpisah, Anggota DPRD Empat Lawang, Darli, mengaku, banyak wali murid yang mengadu diterapkannya sistem zonasi. “Iya adanya sistem zonasi ini banyak para orang tua yang mengadu ke Saya. Alasnnya sama, mereka ingin anaknya sekolah di tempat lain,” bebernya

Meski demikian, kata Darli, diterapkannya sistem zonasi disisi lain punya dampak positif. “Pinginnya pihak pemerintah agar adanya pemerataan, tidak ada lagi istilah sekolah siswanya minim. Dan baiknya lagi para orang tua lebih mudah mengawasi sang anak,” sebutnya

Politikus PKPI ini berujar, adanya keluhan para walid murid harus direspons positif. “Secara tidak langsung pihak pemerintah daerah dan terkait harus lebih ekstra dalam meningkatkan kualitas sekolah. Kalau sekolah sudah punya kualitas, kecil kemungkinan para wali siswa menyekolahkan sang anak di tempat lain,” pungkasnya. (13)

Empat Lawang

Edi Sugandi Jabat Kasi Datun

Published

on

Caption : Edi Suganti saat dilantik di Kejari Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, Sigit Prabowo SH MH, melantik Edi Sugandi sebagai Kepala Seksi ( Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (PTUN), menggantikan Andi Candra.

Sementara Andi Candra kini menjabat Kacabjari Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

“Kita berharap Edi Suganda segera menyesuaikan diri di tempat kerja baru ini,” harap Sigit Prabowo.

Ini lantaran, diakuinya, tugas Datun sangatlah penting dalam pendampingan hukum, penegakan hukum serta pelayanan hukum.( Rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Giliran TNI, Polisi serta Guru

Published

on

Caption - Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) memeriksa vaksin gelombang kedua tiba di Dinas Kabupaten Empat Lawang.

/// Sasaran Vaksin Covid Tahap II

REL,Empat Lawang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Empat Lawang, kembali menerima vaksin covid-19 tahap II di Dinas kesehatan Empat Lawang, kemarin (2/3).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes ) Empat Lawang Sulni melalui Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit ( P2P), Dr. Ivon Meliyani mengatakan sebanyak 250 vial vaksin covid -19 diterima dengan sasaran 1.741 orang.

“Gelombang dua ini, sasaran TNI-Polri dan tenaga pendidikan,”Kata Ivon saat menerima vaksin.

Masih dikatakan Ivon data yang telah masuk kedinas kesehatan sebanyak 1200 orang yang akan divaksin,

“Data yang sudah masuk ke kita ada 1200 orang sedangkan kita mendapatkan kuota sebanyak 1.741,”Ujarnya.(Pad/rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Luring terapkan Sistem 5S

Published

on

Foto : Anita / REL Caption : Siswa dites thermogun saat masuki ruangan

REL,Empat Lawang – Di era pandemi, dunia pendidikan masih menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal ini dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19.

Semua sekolah di Kabupaten Empat Lawang masih menerapkan sistem PJJ baik secara daring ataupun luring sekarang ini. Salah satu sekolah yang menerapkan sistem PJJ yakni SMP N 1 Muara Pinang.

Kepala SMP N 1 Muara Pinang, Hadi, mengatakan sekolahnya menerapkan sistem pembelajaran daring bagi siswa yang mempunyai handphone, dan pembelajaran luring bagi siswa yang tak mempunyai hanpdhone.

“Anak belajar di rumah, guru mengajar dari sekolah via handpone,” kata Hadi.

Pada saat siswa ke sekolah, sekolah menerapkan sistem 5S yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun untuk menyambut kedatangan siswa. Tentunya penerapan 5S tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Penerama program 5S sendiri menurut dikatakan Hadi, sejak tahun 2016 sudah mulai diterapkan di sekolah.(Ian/rel)

Baca Selengkapnya

Trending