oleh

Ustad Ari : Jangan Pernah Meremehkan Amal Soleh Sekecil Apapun

 

Laki-laki yang kerap disapa Ustad Ari ini lahir 28 Agustus 1989 dari pasangan suami istri bernama Ali Usman dan Ismawati. Ari memiliki istri bernama Siti Maryam dan memiliki anak bernama Afiqah Izzah Jazirah dan Muhammad Rasyid Attaqi.

Anak ke-2 dari 4 bersaudara ini menamatkan pendidikan formal di SD N 1 Seri Tanjung, MI Nurul Yaqin Seri Tanjung, MTS Nurul Yaqin, Ponpes Darunnajah, Ma’had Sa’ad bin Abi Waqash, UIN Raden Fatah Palembang, dan Sekolah Guru Indonesia. Sementara pendidikan non formal menamatkan pendidikan di sekolah komputer, pendidikan Bahasa Arab, sekolah menulis, dan pendidikan anak berkebutuhan khusus.

 

>>> Anita Silvia <<<

 

REL,Empat Lawang – Ustad Ari menjadi founder Sahabat Belajar Indonesia (SBI). Melalui SBI Ustad Ari giat melakukan bakti sosial kemasyarakatan, membantu orang yang tidak mampu, meringankan beban orang-orang yang butuh pertolongan.

Ia juga pernah menjadi Delegasi Palatnas Forum Indonesia Muda Angkatan 19, Duta Internet BAIK Indonesia, Duta Wisata Online, Peserta MTQ Kota Palembang,
Mahasiswa berprestasi UIN Raden Fatah Palembang, Inisiator Posyandu Remaja Cinta Sehat, Penulis Buku Cita dan Cinta, Koordinator Da’i Muda Idaman Sumsel.

Tak jarang Ustad Ari bersama tim SBI terjun langsung ke pelosok-pelosok desa di Palembang untuk memberikan bantuan materi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ustad Ari mengatakan, manusia tak pernah tahu amalan yang mana yang akan membawa ke syurga. Mungkin saja amalan itu adalah sedekah yang diberikan begitu saja. Atau dua rakaat sholat yang pernah dilakukan dengan penuh khusyuk. Atau senyum tulus yang pernah ditorehkan untuk orang lain. Atau kemaafan yang diberi sebelum merebahkan badan di malam hari. Atau karena untaian tasbih yang pernah terucap di saat lelah. Atau bisa jadi karena setitik air mata yang menetes karena penyesalan terhadap dosa-dosa yang dilakukan di masa silam.

“Yang jelas jangan pernah meremehkan amal sholeh sekecil apapun amalan itu. Karena dahulu dikisahkan, seorang pendosa masuk syurga hanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan,” tutup ustad Ari. (Mg15)

BACA JUGA