Connect with us

Bisnis

Tuntut Keadilan, Puluhan Pedagang Datangi Kantor Pol PP

Published

on

DATANGI : Puluhan ibu-ibu pedagang kaki lima di kawasan Pulo Emass mendatangai kantor Dinas Pol PP dan Linmas meminta kepada Pol PP untuk mentertibkan pedagang yang berjualan di jembatan Pulo Emass, Rabu (11/7).

REL, Empat Lawang – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di kawasan Pulo Emass Pasar Tebing Tinggi mendatangi kantor Dinas Pol PP dan Linmas Empat Lawang, kedatangan para ibu-ibu pedagang tersebut meminta kepada Pol PP untuk mentertibkan pedagang yang berjualan di sepanjang jembagan Pulo Emass.

Karena pedagang yang berada didalam kawasan Pulo Emass merasa tidak adil. “Kami datang kesini minta keadilan kepada Pol PP, yang jualan sepakat galo jangan ada yang lagi yang di jembatan, tapi lah tigo hari ni ada pedagang jualan jembatan,” ungkap Iin salah satu pedagang ikan yang mendatangai Kantor Pol PP, Rabu (11/7).

Padahal masih kata Iin, perjanjian sewaktu dipindahkan pasar kedalam kawasan Pulo Emass semua pedagang didalam semua tidak ada , namun kenyataan sudah banyak pedagang berjualan disepanjang jembatan, jelas warga berbelanja memilih yang lebih dekat disepanjang jembatan sedangkan pedagang didalam tidak ditoleh.

“Padahal kami ini Samo be bayar karcis pulo, pedagang yang jualan disepanjang jembatan itu jam 3 subuh lah mulai jualan. Intinya kami siap be dipindahkan bahkan kami dirikan sendiri lapak dengan modal sendiri, tapi harus adil dan sepakat,” jelasnya.

Sementara itu, Marwa salah satu perwakilan yang menghadap Kepala Dinas Pol PP dan Linmas menuturkan, keluhan dari pedagang telah di respon oleh Pol PP, nanti malam Pol PP akan stand by di lokasi pasar, namun apabila tidak ada penyelesaiannya nanti pedagang akan mengadakan aksi demo ke Pemkab dan DPRD.

“Malem agek Pol PP akan distand by kelokasi, kalo gek dak selesai Kito demo ke Pemkab Samo DPRD,” katanya.

Ditempat sama, Kepala Dinas Pol PP dan Linmas Chandra SH kepada wartawan membenarkan kedatangan para pedagang sendiri menuntut keadilan dan meminta untuk mentertibkan pedagang yang berjualan disepanjang jembatan Pulo Emass.

“Intinya kita siap mentertibkan apabila memang ada perintah karena kita Pol PP siap mengamankan program dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian sehingga keluhan para pedagang sebenarnya tidak serta merta ditampung karena ada leading sektor yang bersangkutan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Empat Lawang mengaku selama ini pihaknya melalui UPTD Pasar sudah menyediakan lapak baik di Pasar Musi 1 maupun Musi 2 namun anehnya masih banyak yang kosong karena pedagang bandel,  bahkan Pol PP sudah melakukan pertiban, maka sangat disayangkan jika masih ada pedagang yang tidak mengikuti ketentuan lapak pedagang.

“Pemerintah sudah menyiapkan tempat berjualan,  tapi nyatanya masih saja banyak pedagang yang bandel bahkan 60 unit lapak kosong. Biasanya itu pedagang tidaknjelas. Kadang jualan kadang juga tidak,” kata Rudianto.

Selanjutnya Rudianto menjelaskan jikalau penertiban itu bukan tugasnya melainkan tugas Pol PP Empat Lawang.  Kalau tugas dinas pasar melalui UPTD tadi sudah menyiapkan tempat namun memang kebanyakan pedagang tidak mau karena sewa berdasarkan Perda sebenarnya tidak besar,  sewa perbulan hanya Rp 170 ribu. “Tugas kita siapkan tempat,  namun ya itu tadi masih banyak yang kosong. Begitu juga dipulau emass sudah di suruh jualan tetap idak galak nurut,” pungkasnya. (12)

Bisnis

Objek Wisata Bukit Batu Butuh Perhatian Pemerintah

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Kadis pariwisata dan masyarakat berpose bersama di pintu masuk destinasi wisata Bukit Batu desa Kota Gading

Dinas pariwisata (Dispar) Kabupaten Empat Lawang meninjau lokasi destinasi wisata bukit batu di Desa Kota Gading Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.Rabu (16/12).

 

>>PADRI SATIAWAN<<<

 

REL,Empat Lawang – Kurang lebih 80 meter dari jalan dan pemukiman warga objek wisata bukit batu itu berada dengan jarak tempuh 5 menit perjalanan kaki.

Namun,saat ini objek wisata alam tersebut belum mempunyai akses jalan yang saat ini masih berupa tanah.

Komar (47) salah satu warga desa Kota Gading berharap agar destinasi wisata yang berada didesanya bisa dikembangkan dan bisa menjadi PAD desa.

“Di buatkan akses jalan menuju lokasi yang saat ini masih berupa tanah dan di buatkan tempat tempat santai agar pengunjung bisa menikmati pesona alam dengan santai,”Harapnya.

Masih dikatakan komar,mewakili warga desa kota gading mengatakan kalau tempat tersebut memang ada harga jualnya bisa menjadi PAD dan memajukan desa diharapkan bantuan dari pihak pihak terkait.

Ditempat yang sama Pj.Kepala Desa (Kades) Kota Gading Rita mengatakan objek wisata alam didesanya itu berupa bebatuan yang besar besar dan terdapat juga air terjun yang terbentuk oleh alam itu sendiri.

“Kalau bebatuan itu terbentuk oleh proses alamiah bukan dibentuk oleh campur tangan manusia,dan ia berharap kepada pemerintah agar memberikan bantuan untuk mengembangkan wisata tersebut dan bisa mengelolanya,”Ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Dispar ) Empat Lawang Mgs.Ahmad Nawawi mengatakan objek wisata di desa Kota Gading ini adalah destinasi wisata baru yang dikenal dengan sebutan wisata Bukit Batu,

“Ini baru dilaporkan masyarakar dan kepala desa bahwa di desa kota gading ada salah satu wisata yang unik dan sehat,”Katanya.

Dijelaskannya lebih lanjut,keunikan destinasi wisata bukit batu ini dipenuhi batu batu besar yang bentuk betul asli dan alami tanpa campur tangan dalam pengaturannya.

“Dan disini juga sehat karena masih alami dan juga dipenuhi pohon yang begitu alami dan juga di ikuti suasana yang begitu alami,”Jelasnya

Untuk kedepannya Sambung Nawawi,mungkin akan ikut membantu dalam menata destinasi wisata ini dan juga ikut memasarkan.

“Mudah mudahan kedepannya akan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Empat Lawang,”Tukasnya.(*).

Baca Selengkapnya

Bisnis

Dibuka Pemesanan Tiket Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru

Published

on

FOTO : RATI/REL CAPTION : Kepala Stasiun Tebing Tinggi, Septo.

Dibuka Pemesanan Tiket Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru

 

REL, EMPAT LAWANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah membuka layanan pemesanan tiket kereta api untuk periode liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kini, masyarakat dapat memesan tiket itu melalui aplikasi KAI Access, situs resmi kai.id, dan kanal penjualan daring resmi lainnya.

Kepala Stasiun Tebing Tinggi Septo, mengimbau agar masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan menggunakan moda kereta api, pada hari libur dan cuti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Di wilayah kita [Divre III Palembang], KA Bukit Serelo relasi Kertapati-Lubuklinggau (PP) sudah bisa dipesan. Pemesanan tiket sudah dapat dilakukan masyarakat secara online,” kata Septo di Tebing Tinggi, Selasa (8/12).

Ia mengatakan, masyarakat tak perlu ragu dalam menggunakan angkutan kereta api. Pasalnya, penerapan protokol kesehatan (prokes) di PT KAI dilakukan secara ketat dan disiplin pada setiap waktu sejak di stasiun dan di atas kereta api, serta selama dalam perjalanan.

Menurutnya, penerapan prokes tidak hanya untuk penumpang tetapi juga untuk seluruh pegawai kereta api. Mulai dari melakukan self assesment, screening test secara berkala, pengecekan suhu tubuh, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), yakni sarung tangan, masker, serta faceshield.

Ia mengungkapkan, prokes yang wajib dilaksanakan pada pengguna jasa sesuai dengan arahan dari pemerintah dengan menunjukan hasil rapid test/swab/pcr menggunakan masker, faceshield, mencuci tangan sebelum masuk stasiun.

“Saat ini, fasilitas cuci tangan ditambah di area yang mudah dijangkau serta penyediaan handsanitaizer,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, untuk penerapan jaga jarak fisik, KAI memasang petunjuk jaga jarak di tempat-tempat yang memungkinkan terjadi antrean, mulai dari di depan loket, gate masuk, ataupun boarding.

“Konsistensi KAI dalam menerapkan prokes di lingkungan kereta api telah diakui. Ini dibuktikan dengan didapatkannya Safe Guard Label SIBV yang sudah mengacu pada parameter yang disusun oleh ahli dan auditor Kantor Pusat BV, international best practices, WHO (World Health Organization), regulasi Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” ungkap septo.

Pada masa pandemi, sambung dia, pihaknya berkomitmen menjual tiket KA hanya 70% dari kapasitas tempat duduk yang tersedia untuk menciptakan physical distancing sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor SE 14 Tahun 2020 pada 8 Juni 2020 lalu.

Ia menambahkan, sebagai upaya peningkatan pelayanan dalam menerapkan prokes, KAI Divre III Palembang menyediakan layanan rapid test dengan harga terjangkau sebesar Rp85.000/Orang.

“Layanan itu (rapid test) tersedia di Stasiun Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi, dan Lubuk Linggau. Kalau dilakukan di stasiun, masyarakat diimbau untuk melakukan rapid test setidaknya H-1 tanggal keberangkatan. Tujuannya untuk menghindari antrean dan terburu-buru pada hari keberangkatan,” ucapnya (Mg24).

Baca Selengkapnya

Bisnis

Dispar Bagikan 1500 Buah Masker Kepada Pelaku Usaha

Published

on

Foto : Pariwisata for REL Caption : Dinas pariwisata membagikan masker kepada sejumlah pelaku wisata dan pelaku usaha ekonomi kraatif di Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Guna memutuskan penyebaran wabah covid-19 di era tantanan kebiasaan hidup baru (New Normal Life),

Pemerintahan Kabupaten Empat Lawang melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Empat Lawang membagikan masker secara gratis kepada pelaku wisata dan pelaku usaha Ekonomi kreatif di Kabupaten Empat Lawang

Pembagian masker dilakukan dengan cara menerapkan protokol kesehatan (Prokes),dengan menjaga jarak antara satu sama lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Mgs.Ahmad Nawawi mengatakan,pembagikan masker ini ,bantuan dari kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif bagi pelaku wisata dan usaha ekonomi kreatif yang mendukung usaha kepariwisataan di kabupaten Empat Lawang.

“Ada sebanyak 1500 buah masker yang dibagikan secara gratis kepada pelaku wisata dan pelaku usaha ekonomi kreatif di Empat Lawang,”Ujarnya.Selasa (21/7)

Dan hari ini lanjutnya ,pembagian masker dibagikan secara keliling oleh staf pariwisata yang pembagiannya menyebar di bumi saling kruani sangi krawati.

“Terkhusus bagi pengelola pariwisata, usaha ekonomi kreatif dan pendukungnya,”Ucapnya.

Pembagian masker ini Sambungnya bertujuan, untuk mengantisipasi dan memutuskan penyebaran wabah covid-19,khususnya di kabupaten Empat Lawang serta memberikan pembelajaran kepada masyarakat untuk tetap memakai masker di era new normal life.Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending