Connect with us

Empat Lawang

Tujuh Kali Beraksi, Akhirnya Keok Dipelor

Published

on

Tersangka diamankan di Mapolres Empat Lawang.

REL, Empat Lawang – Derlanda Aji Winata (20) dan Hadi Ibrahim (30) Warga Desa Gunung Merakso Baru Kecamatan Pendopo Kabupateb Empat Lawang.kali ini harus berurusan dengan Pihak Team Polres Empat Lawang.

pasalnya kedua tersangka sudah melakukan kasus Pencurian Dengan Kekerasan dan Pencurian Dengan Pemberatan sebanyak tujuh kali.

Adapun Tempat kejadian perkara (TKP) yang di lakukan oleh kedua pelaku yakni
di dekat kantor dinas pertanian tepatnya di Desa Batu Pance Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang,Desa Talang Jawa Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang,di depan warung barokah Desa Gunung Merakso Baru Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang,Terowongan Kelurahan Tanjung Kupang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang,Kelurahan Jaya Loka Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang,di Depan Depot Bunga Desa Kemang Manis Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang,dan di belakang rumah makan Surya Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang.

Dan ini nama-nama yang menjadi korban kedua pelaku diantarannya
Nurhaili, S.Pd Alias ili (40) Binti Rohimin warga Desa Bringin Janggut Kecamatan Kikim Selatan Kabupaten Empat Lawang,Yudi Andra (39) Bin Asdi warga Desa Talang Jawa Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang,Aria Naga Putra (35) Bin Ismail Roger warga Jl.Kyai H Salim Lorong Banten Kecamatan Batu Raja Timur Kabupaten Batu Raja,

Jon (35) Warga Terowongan Kelurahan Tanjung Kupang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang,Rika Yunita (35) Bin Maruki warga Keluraha Jaya Loka Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang Fitriyani (39)Binti Zazili warga Keluraha Jaya Loka KecamatanTebing Tinggi Kabupate Empat Lawang dan Hadi Harianto (17) warga Desa Nanjungan Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang.

Kapolres Empat Lawang AKBP Eko Yudi Karyanto Melalui Kasat Reskrim AKP M Ismail mengatakan,dari hasil penyelidikan di lapangan Kasat Reskrim dan anggota Sat Reskrim Polres Empat Lawang mendapat informasi bahwa ke dua tersangka curas curat sedang berada di sawah lebar kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang.

Sehingga team elang yang dipimpin oleh Kanit Pidum IPDA Badarudin , S.H langsung menuju ke tempat keberadaan pelaku dan berpapasan dengan 2 (dua) orang tersangka dan petugas hendak langsung bermaksud mengamankan para tersangka.

“Pada saat akan dilakukan penangkapan ke dua Tersangka mencoba melawan petugas dan berusaha melarikan diri sehingga dilakukan tembakan peringatan ke arah udara,Namun tersangka tetap melawan petugas sehingga di lakukan tindakan tegas, terarah dan terukur terhadap tersangka,” ungkapnya, Jum’at (13/9/19).

Kedua tersangka dibawa ke RSUD Tebing Tinggi untuk dilakukan tindakan medis dan kemudian dibawa ke Sat Reskrim Polres Empat Lawang untuk diproses lebih lanjut.

“Tersangka dan BB sudah kita amankan untuk proses dan pengembangan lebih lanjut,Dengan Kejadian Tersebut Terasangka Dikenakan Hukuman di atas 7 Tahun Penjara,” tukasnya. (Mg20).

Empat Lawang

Kapolres Berjanji Membedah Rumah Nenek Rismawati

Published

on

Caption : Kapolres Empat Lawang bertemu dan berbicara langsung dengan nenek Rismawati di Kediamannya.

REL,Empat Lawang – Jajaran Polres Empat Lawang menyambangi rumah nenek Rismawati (62) yang beralamatkan di Desa Padang Tepong Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang.Sabtu (6/3).

Kedatangan orang nomor satu di wilayah Hukum Polres Empat Lawang ini,melihat kondisi kediaman nenek Rismawati dan kedua putranya yang mengalami keterbelakangan mental sekaligus memberikan bantuan berupa sembako.

Diketahui,Nenek Rismawati tinggal bersama dua anak laki lakinya di rumahnya yang terbilang tidak layak huni dan nenek Rismawati juga mengidap penyakit katarak di dua belah matanya sehingga mengakibatkan nenek Rismawati tidak bisa melihat orang orang sekelilingnya baik dari jarak dekat maupun jauh,

Kapolres Empat Lawang AKBP. Wahyu,S.IK didampingi wakapolres Empat Lawang Kompol Indarmawan mengatakan akan memberikan bantuan pengobatan operasi mata kepada nenek Rismawati.

“Insyah allah kedepan kami dari kepolisian atas izin bapak kapolda sumsel akan mengobati mata nenek Rismawati agar bisa melihat kembali,”Kata Kapolres

Bukan hanya operasi mata saja ,Kapolres juga berjanji akan membedah rumah nenek Rismawati agar menjadi layak huni.

“Secepatnya akan kita lakukan menjadi rumah layak huni ,mudah mudahan allah mengizinkan,”Tuturnya.

Sementara Saipul tetangga Nenek Rismawati mengatakan sudah banyak para dermawan yang mendatangi kediaman beliau untuk memberikan bantuan.

“Alhamdulillah sudah banyak orang mendatangi kediaman Nenek Rismawati ,Semalam Kapolsek tebing tinggi memberikan sembako dan hari ini Kapolres,”Jelasnya

Memang lanjut Saipul nenek Rismawati pengen bisa melihat lagi namun tidak ada biaya untuk berobat.

“Mudah mudahan dengan adanya bantuan kepolisian polda dan polres nenek bisa melihat lagi karena kasihan kedua anaknya itu juga mengalami keterbelakangan Mental yang hidup bersama nenek Rismawati,”Terangnya.(Dn).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Telah Beredar Uang Palsu

Published

on

FOTO : IST/REL PALSU: Tiara anak pemilik toko baju dipasar Tebing Tinggi menerima uang palsu

REL,Empat Lawang – Uang palsu sudah beredar di tangan masyarakat, terkhusus dikabupaten Empat Lawang, salah satu warga Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati telah menjadi korban.

Pedagang toko baju di Pasar Tebing Tinggi, Tiara (21), mengetahui mendapatkan satu lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu saat ingin menyetor uang ke bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi.

“kemarin (4/03) saya diminta ibu untuk menyetor uang sebesar Rp 25 jt di Bank Sumsel yang ada di pasar, nah pas di pecahan Rp 50 ribuan kato pihak bank bahwa terdapat satu lembar uang Rp50 ribu yang kami setor palsu. Langsung dicoret uangnya oleh petugas teler banknya, dan dikembalikan ke kami,” jelas Tiara kepada wartawan Harian Rakyat Empat Lawang (REL).

Dituturkan Tiara, ia tidak mengetahui kapan mendapatkannya, tapi uang tersebut dinyatakan palsu oleh pihak bank, karena warnanya yang luntur dan benang pita uangnya tidak ada tulisan angka 50 ribu.

“Kami tidak mengetahui kapan dan siapa yang memberikan uang palsu karena banyak transaksi di toko. Setelah diperhatikan dengan seksama, uang 50 ribu palsu itu ternyata uang Rp 2 ribu,

“Uangnya masih kami simpan, namun sudah dicoret oleh pihak bank, uangnya kami simpan supaya bisa membandingkan uang palsu dengan yang asli, agar tidak tertipu lagi dengan uang palsu tersebut,” tuturnya.

Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi, Eldika Zainuddin, belum mengetahui hal tersebut, namun pihaknya akan memverifikasi pegawainya. “Nanti saya akan verifikasi,” jelasnya.

Eldika Zainuddin, menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam transaksi atau menerima uang dari pihak manapun, dan harus tau cara membedakan uang asli dengan palsu.

“Himbauan kepada masyarakat, untuk lebih berhati-hati dalam menerima uang dari pihak manapun, cara yang paling simpel untuk membedakan uang asli atau palsu cukup dengan 3D, dilihat, diraba, dan diterawang,” imbauannya (Mus/arl).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Edi Sugandi Jabat Kasi Datun

Published

on

Caption : Edi Suganti saat dilantik di Kejari Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, Sigit Prabowo SH MH, melantik Edi Sugandi sebagai Kepala Seksi ( Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (PTUN), menggantikan Andi Candra.

Sementara Andi Candra kini menjabat Kacabjari Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

“Kita berharap Edi Suganda segera menyesuaikan diri di tempat kerja baru ini,” harap Sigit Prabowo.

Ini lantaran, diakuinya, tugas Datun sangatlah penting dalam pendampingan hukum, penegakan hukum serta pelayanan hukum.( Rel)

Baca Selengkapnya

Trending