Connect with us

Bisnis

Tingkatkan Kapasitas UMKM Melalui BDS

Published

on

REL, Empat Lawang – KPP Pratama Lahat & AMP KP2KP Tebing Tinggi menggelar BDS bertemakan UMKM Naik Kelas, yang bertempat di Hotel Kito,Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Kamis (10/10).

Acara tersebut bekerjasama langsung dengan Rumah Kreatif BUMN Empat Lawang (RKB-BRI), dan diikuti oleh 40 pelaku UMKM se-Kabupaten Empat Lawang.

Dalam acara tersebut, dilakukan pelatihan digital marketing  dengan menghadirkan narasumber Rahmad Priadi, Penggerak Pelapak dari Bukalapak.

Sementara narasumber dari Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, Fadul, menyampaikan pentingnya pelaku usaha untuk melakukan pencatatan atas transaksi kegiatan usahanya.

“Sehingga nantinya para pelaku usaha tersebut mengetahui apakah kegiatannya menghasilkan keuntungan atau menderita kerugian. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kategori usaha yang secara kuantitas mendominasi perekonomian Indonesia. Sejak tahun 2015, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak menjalankan program Business Development Services (BDS) dengan memberikan pelatihan dan bimbingan yang bertujuan untuk mendorong pengembangan UMKM di Indonesia” ungkap Fadul dalam paparannya.

Kepala KPP Pratama Lahat, Moersalin Ananda Putra, mengatakan, KPP Pratama Lahat telah melaksanakan program tersebut di wilayah kerja yang meliputi Kabupaten Lahat, Kota Pagar Alam, dan Kabupaten Empat Lawang.

“Bekerjasama dengan Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI, telah dilakukan BDS di Kota Pagar Alam dan yang terbaru ini dilaksanakan di Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang dengan menggandeng Bukalapak sebagai perusahaan e-commerce/online marketplace di Indonesia sebagai narasumber pelatihan. Sampai saat ini, total UMKM yang masuk dalam program pembinaan melalui program BDS, semakin bertambah,” ungkapnya.

Moersalin juga mengatakan keterkaitan akan tujuannya dari pada BDS ini sendiri adalah meningkatkan kesadaran (awareness), keterikatan (engagement) dan kepatuhan (compliance) terhadap pajak.

“Program ini merupakan salah satu upaya mengenalkan kepada masyarakat dan pelaku UMKM bahwa DJP memiliki kepedulian dalam hal pembinaan dan pengawasan terhadap UMKM agar semakin tumbuh dan berkembang,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Kepala KP2KP Tebing Tinggi, Agus Atiq, menyatakan program BDS ini akan dilakukan berkesinambungan, tentunya dengan pelatihan yang berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan para pelaku UMKM.

” Saat ini DJP dan Business Development Services (BDS) sudah menjadi program unggulan penyuluhan DJP dengan manajemen dan administrasi perencanaan serta pelaksanaan yang distandarkan serta dibuat pelaporan secara periodik, sehingga diharapkan kerja sama yang sudah terjalin dengan RKB BRI Empat Lawang, semoga semakin kuat, dan bisa bersinergi dengan dinas terkait di Pemkab Empat Lawang,” pungkasnya. (Mg15)

Bisnis

Harga Lada Turun Dratis

Published

on

TURUN : Salah seorang pengumpul lada di Desa Landur Kecamatan Pendopo tengah melihatkan lada putih yang saat ini turun harga, Rabu (16/10)

REL, Empat Lawang – Harga lada putih dan lada hitam di tingkat petani di Kabupaten Empat Lawang, mengalami penurunan. Hal ini tentu menjadi keluhan para petani lada di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

Informasi yang berhasil dihimpun, harga jual lada pernah mengalami puncak harga tertinggi, yakni di angka Rp100 ribu hingga Rp130 ribu perkilogram. Sementara harga saat ini hanya Rp35 ribu perkilogram untuk harga lada putih sedangkan harga lada hitam kisaran Rp20 ribu perkilogram-nya.

“Harga lada putih dan hitam beda, sekarang harganya Rp35 ribu untuk lada putih dan Rp20 ribu lada hitam,” ujar Syahril, salah seorang pengumpul lada di Desa Landur Kecamatan Pendopo, kepada wartawan, Rabu (16/10).

Harga tersebut menurut Syahril, sudah mengalami penurunan dari harga sebelumnya, untuk lada putih sudah satu bulan ini mengalami penurunan harga jual sedangan lada hitam sudah dua bulan masih bertengger di angka Rp20 ribu.

“Harga lada putih itu kisaran Rp40 ribuan itu satu bulan yang lalu, kalau lada hitam Rp27 ribu sebelumnya, sekarang sudah diangka Rp20 ribu,” jelasnya.

Oleh karena itulah dikatakan Syahril, petani lada saat ini mengeluh dengan harga yang turun drastis tersebut, padahal di 2016 harga lada pernah mencapai Rp100 ribu sampai Rp130 ribu perkilogram.

“Sekarang ini banyak lada yang dijual warga bukan dari hasil panen melainkan lada simpanan mereka, namun yang jelas kendala diharga jual itulah,” paparnya.

Pihaknya selaku pengepul, menjual lada dari petani ke luar daerah. Yakni ke Lampung dan Surabaya. “Saat ini stok banyak, tinggal harganya saja,” tukasnya. (12)

Baca Selengkapnya

Bisnis

Sekda Minta Manfaatkan Bahan Baku Lokal

Published

on

SIMBOLIS : Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Empat Lawang, Kuswinnarto saat menjadi moderator, Rabu (12/9/2019).

REL, Empat Lawang – Sekretaris Daerah (Sekda) Empat Lawang, H Edison Jaya meminta para wirausahawan dapat memanfaatkan potensi-potensi bahan baku lokal yang banyak tersedia di sekitar wilayah Kabupaten Empat Lawang. Sebab, dengan memanfaatkan bahan baku lokal, akan memudahkan wirausaha itu sendiri, dalam mempertahankan usahanya agar lebih tangguh bertahan dan berkembang di kemudian hari.

“Sebagai contoh, di wilayah Jawa, orang-orang di sana memanfaatkan pohon jati, bisa seluruhnya bermanfaat. Tidak ada yang tidak bisa dimanfaatkan, semuanya berguna,” ungkap Sekda Edison Jaya, saat membuka pelatihan Technopreneur yang digelar Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, di aula Hotel Zulian Transit Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Rabu (12/9/2019).

Dalam kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, kata Sekda, sangat mendukung dan berterima kasih kepada pihak Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, karena sudah berkenan turun ke Kabupaten Empat Lawang, untuk membantu memberikan pembinaan kepada para wurausahawan di Kabupaten Empat Lawang. “Saya minta para peserta juga dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik. Mudah-mudahan, dengan adaya pelatihan ini, dapat menambah wawasan bagi semuanya,” harap Seda.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Empat Lawang, Kuswinnarto kepada wartawan menjelaskan, semua peserta merupakan pengurus Koperasi Benteng Perkasa Kecamatan Talang Padang.

“Ada 35 orang peserta, mereka pengurus bersama anggota-anggotanya, Koperasi Benteng Perkasa Kecamatan Talang Padang,” kata Kuswinnarto.

Sebelumnya lanjut Kuswinnarto, pihak Koperasi ini mengajukan sendiri permohonan pelatihan untuk seluruh anggotanya ke Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. “Mereka membawa surat rekomendasi dari kita, selanjutnya membawa usulan itu sendiri ke pusat. Alhamdulillah, hari ini mulai dilaksanakan pelatihan yang mereka ajukan itu, sebelumnya,” jelasnya.

Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Empat Lawang, dalam hal ini kata Kuswimnarto, hanya sebagai fasilitator dari kegiatan ini. Seperti menyediakan tempat dan memfasilitasi peserta. “Untuk narasumber dan perlengkapan-perlengkapan lainnya, semua disiapkan pihak Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia,” tandasnya. (12) 

Baca Selengkapnya

Bisnis

UMKM Penggerak Ekononi Daerah

Published

on

LATIH : Kegiatan pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan di Rumah Kreatif Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Rabu (11/9/2019).

REL, Empat Lawang – Usaka mikro, kecil dan menengah merupakan tulang punggung dan pengerak ekonomi daerah  Hal ini disampaikan Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad melalui asisten III Qobal Antoni saat membuka pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan di Rumah Kreatif Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Rabu (11/9/2019).

Menurut Qobal pelatihan seperti merupakan bukti nyata berbagai pihak memperhatikan UMKM di Empat Lawang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, kata dia, konsen mengembangkan hal itu.

“UMKM potensi yang sangat besar. Maka kita perlu meningkatkan produksi dan kreatifitas,” ujar Qobal.

Selanjutnya Qobal berharap, peserta pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan pihak Dinas Koperasi, UMKM Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang bekerjasama dengan Dinas Koperasi, UMKKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Empat Lawang, ini diikuti dengan baik agar mendapat ilmu kewirausahaan yang mumpuni berdaya saing tinggi.

“Apalagi saya lihat peserta dan pelaku UMKM ini masih muda. Gunakan kesempatan dengan baik agar bisa berkembang lebihbmaju lagi,” imbuhnya.

Sementara, Kepala UPTD Koperasi dan UMKM Provinsi Sumsel, Wawan menjelaskan, pelatihan diikuti 40 orang, merupakan pelatihan yang ke 17 dari 24 agenda pelatihan di Sumsel.

Diharapkan juga pelatihan bisa menumbuh kembangkan kewirausahaan, sehingga kedepan bisa menghadapi situasi diluar yang lebih maju. Pasalnya keterampilan memperoduksi meskipun sudah bagus belum bisa memastikan bisa bersaing dengan pelaku usaha di luar sana.

“Persaingan di luar lebih ketat dan tidak ada batas lagi soal pengembangan baik media online maupun pemasaran lainnya. Makanya mativasi dari pemateri akan memberikan pelatihan agar bisa maju lagi karena dizaman sekarang harus mengetahui kondisi diluar dan wajib melek tekhnologi,” paparnya.

Lebih jauh Wawan menjelaskan, peserta yang mengikuti pelatihan ini diberikan sertfikat sehingga kedepan akan menjadi pengusaha pemula dan menjadi syarat pengajuan jika nanti ada bantuan wirausaha pemulan

“Ikutilah dengan baik sehingga tuntas dan berhasil bukan berputus asa,” pungkasnya. (adi)

Baca Selengkapnya

Trending