Connect with us

Empat Lawang

Tiga Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Datangi Kantor DLHD

Published

on

DATANGI : Perwakilan tukang sapu dari pasar Pendopo Kecamatan Pendopo mendatangai Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Daerah Empat Lawang mempertanyakan gaji yang tak kunjung turun, Kamis (5/4).
REL, Empat Lawang – Sedikit 10 orang petugas kebersihan dari Pasar Pendopo Kecamatan Pendopo mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Empat Lawang, kedatangan perwakilan petugas kebersihan tersebut mempertanyakan gaji mereka sudah tiga bulan belum masuk hingga saat ini, Kamis (5/4).
“Kami datang kesini menanyakan kepada pihak dinas bahwa gaji kami sudah tiga bulan belum ada pencairan sampai dengan saat ini,” kata Herman salah satu tukang sapu.
Sebenarnya lanjutnya, yang datang ke DLHD ini baru perwakilan, total petugas kebersihan di Pasar Pendopo ada 20 orang terdiri dari 10 laki dan 10 perempuan. Rencananya memang ingin datang semua petugas kebersihan Pendopo namun sementara ini masih perwakilan dulu guna menanyakan.
“Namun kalau tidak ceritanya maka kami akan datang semua termasuk perempuan menuntut hak kami sudah tiga bulan belum dibayar,” tegasnya.
Dikatakannya, dari bulan Januari hingga Maret, sampai awal April, tidak ada kejelasan gaji mereka, padahal gaji tersebut sangat diharapkan karena itu untuk pembiayaan keluarga. “Kami sudah bekerja memenuhi kewajiban, wajar jika kami menanyakan hak,” ujarnya.

Senada yang disampaikan Supran, petugas kebersihan lainnya mengatakan, uang dari gaji petugas kebersihan tersebut, sangat dia harapakan. Apalagi saat ini anaknya sedang sakit, jika gaji tersebut cair, dirinya ingin secepatnya membawa anaknya untuk berobat. “Kami semuanya disini orang miskin pak, kalau kami kaya, mana mungkin mau jadi tukang sapu, tolonglah dipikirkan itu. Gaji kami itu hanya Rp750 ribu per bulan, sudah tiga bulan tak juga dibayar, mau ngadu ke mana lagi kami,” tuturnya saat dibincangi wartawan .

Masih kata Supran, saat ini dirinya tak tahu lagi mau berbuat apa selain menunggu kebijakan Pemkab Empat Lawang, untuk segera membayar gaji dirinya. Dirinya sudah merasa segan dengan tetangga, karena utang sudah menumpuk dan harapan untuk membayar utang di warung milik tetangganya itu, dari gaji sebagai tukang sapu ini saja.

“Saya juga punya anak sekolah, saat ini kebutuhan lain saya tunda dulu. Upaya saya cuma pinjam sama tetangga untuk beli beras, asal bisa makan sehari-hari saja dari pinjaman itu,” ucapnya lirih.

Sementara itu, Sekretaris DLH Empat Lawang, Asran Fahlefi mengatakan, dirinya tidak bisa mengambil kebijakan apapun terkait persoalan yang dihadapi seluruh petugas kebersihan di Kecamatan Pendopo, karena persoalan tekhnis pengelolaan tukang sapu, ada pada bidang kebersihan dan kepala dinas.

“Saat ini kabidnya belum masuk dan kepala dinas juga sedang ada di luar. Saya tidak bisa ambil kebijakan apapun, selain mempersilahkan mereka menunggu di kantor ini untuk dapat bertemu langsung dengan kepala bidang dan kepala dinas,” tandasnya. (12)

Empat Lawang

Diduga Dampak Normalisasi, Warga Minta Ganti Rugi

Published

on

Puluhan Warga Desa Batu Raja Lama Mendatangi dan memberentikan kegiatan Proyek Normalisasi Pengerukan Sungai Musi yang di Danai Oleh Ban Gub (Bantuan Gubernur,REd).Jum"at (13/12/19).
REL, Empat Lawang – Puluhan Warga Desa Batu Raja Lama Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang mendatangi Proyek Normalisasi yang beroperasi di Sungai Musi Desa Batu Raja Lama dan Sempat memberhentikan kegiatan Pengerukan Sungai Musi untuk sementara Waktu Sekitar pukul 14:00 Wib pada Jum’at (13/12/19).
Pantauan wartawan dilapangan, puluhan warga Desa Batu Raja Lama terdiri dari ibu – ibu dan Bapak-bapak mendatangi Proyek Normalisasi yang sedang bekerja di sungai Musi Desa Batu Raja Lama dengan menggunakan 4 unit kendaran alat berat  Exavator dan dilokasi pengerukan juga tidak terlihat papan informasi (Papan Proyek,RED) yang seharusnya di pasang di Lokasi agar masyarakat dapat mengawasi serta tahu berapa dana yang di keluarkan pemerintah untuk kegiatan proyek Normalisasi tersebut sehingga membuka transparan terhadap masyarakat.
Kedatangan puluhan Warga ini tidak lain menuntut pihak proyek agar mengganti rugi lahan mereka yang menjadi dampak pengerukan proyek normalisasi tersebut.
Seperti yang diungkapkan Jumilah Salah satu warga Desa Batu Raja Lama yang diduga menjadi dampak proyek normalisasi tersebut yang mengakibatkan Lahan perkebun miliknya Abrasi Hanyut terbawah Arus Sungai yang Saat ini Volumenya sedang meninggi.
“Memang setiap tahun terjadi banjir di Desa kami ini tapi tidak separah ini yang mengakibatkan lahan perkebunan kami hanyut terbawah sungai,Setelah ada kegiatan Proyek Normalisasi ini Pas Air Sungai besar tanah Kebun saya hanyut ,(longsor,Red),bahkan pondok yang kami gunakan sehari hari untuk berteduh saat di kebun juga ikut hanyut,” ungkap Jamilah saat di Bincangi wartawan Rakyat Empat Lawang (REL). Jum’at (13/12/19).
Dan Lanjut Jumilah,Atas kejadian tersebut dirinya meminta kepada pihak proyek Normalisasi tersebut untuk dapat mengganti rugi, kerugian yang dialami warga.
“Saya minta ganti rugi,dengan adanya kegiatan ini lahan perkebunan saya hanyut terbawah sungai,karena ini lah mata pencarian kami sehari hari untuk mencari nafkah,Maff beribu maaf kalau tuntuttan kami ini tidak di tanggapi jangan salah kan kami kalau kami bertindak anarkis” katanya.
Kepala Desa Batu Raja Lama Edi Bahadal saat dikonfirmasi awak media dirumahnya menuturkan, dirinya menghimbau kepada masyarakat desa yang merasa dirugikan silakan menyampaikan aspirasi namun jangan anarkis.
“Saya kepala Desa Batu Raja Lama tetap menghimbau masyarakat yang merasa di rugikan seandainya kalau mereka mau menuntut jangan sampai melakukan hal hal yang tidak di inginkan apalagi sudah mengarah ketindakan anarkis apabila dilakukan maka yang rugi kita semua, untuk sementara solusinya tadi kami serahkan kepada pihak kontraktor dan mereka mengatakan akan berkordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum,” tukasnya. (Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Bupati Tinjau dan Bantu Korban Kebakaran

Published

on

 

 

REL, Empat Lawang – Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad meninjau serta memberikan bantuan kepada korban kebakaran di desa Lubuk Sepang Kecamatan Pendopo dan Desa Karang Dapo Lamo Kecamatan Sikap Dalam.

Bantuan tersebut berupa, Beras, Mie Instan, uang saku dan beberapa jenis bantuan lainnya. Bantuan itu diberikan langsung oleh Bupati Empat Lawang ke para korban musibah kebakaran.

Selain itu Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad juga bertauziah kepada keluarga korban yang meninggal dunia, pada saat membantu korban kebakaran.

Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad mengatakan, musibah ini terjadi diakhir tahun, namun pihaknya tetap akan memberikan bantuan.

“Ini musibah kebakaran di musim hujan, dan saya sebagai kepala Pemerintahan ingin selalu berada di tengah-tengah masyarakat, “kata Joncik, Jumat (13/12)

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat yang terkena musibah untuk selalu bersabar dan ikhlas dengan cobaan tersebut

“Ini adalah ujian , yakinlah kedepan rezeki kita lebih dari pada yang telah hilang , dan untuk masyarakt yang lain jadikan musibah ini sebagai contoh agar lebih hati – hati apabioa hendak meninggalkan rumah baik untuk pergi kekebun maupun kekantor harus memastikan sumber api seperti kompol dan sebagainya sudah benar – benar aman,” tuturnya.

Pihaknya lanjut joncik, akan melaporkan berbagai kejadian musibah di Empat lawang ke Provinsi agar bisa mendapat bantuan.

“Saya akan laporkan ke Dinas Sosial Provinsi dan BNPB Sumsel,” tukasnya (Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Tujuh Rumah Desa Lubuk Sepang Hangus Terbakar

Published

on

Tampak warga Desa Lubuk Sepang Kecamatan Pendopo tengah membersihkan sisa puing kebakaran, Kamis (12/12).

 

REL, Empat Lawang – Duka mendalam dialami oleh warga Desa Lubuk Sepang Kecamatan Pendopo, pasalnya sekitar pukul 10.00 beberapa rumah di desa tersebut habis hangus di lahap jago merah.
Berdasarkan penuturan Kepala Desa Lubuk Sepang Hermaini kepada wartawan, sampai saat ini sumber api belum jelas, untuk sementara ini ada tujuh (7) unit rumah habis total ditambah dengan empat (4) unit rumah rusak berat dan satu (1) masjid rusak ringan.
“Semua harta benda yang hangus didalam rumah belum bisa terukur, kareta rata-rata hanya baju di badan yang bisa terbawa,” ungkapnya, Kamis (12/12).
Menurut Kades, sampai saat ini pihaknya belum melakukan pendataan secara detail karena masih sibuk berjibaku madamkan api serta menyiram sisa hasil panasnya api yang memakan rumah warga.
“Belum bisa saya data rumah siapa saja, kami masih sibuk mengurusi harta benda milik warga yang bisa diselamatkan apabila masih sisa puing-puing,” katanya.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang Kuswinarto melalui Kabid Damkar Ismail didampingi Kasi Damkar Darul membenarkan ada kejadian kebakaran di Kecamatan Pendopo, saat ini petugas damkar pendopo susah turun kelokasi.
“Mobil damkar pendopo sudah ada dilokasi,” ucapnya. Seraya menambahkan, BPBD sendiri akan turun kelapangan guna mendata jumlah kerusakan akibat kebakaran tersebut. (12).

Baca Selengkapnya

Trending