Connect with us

Empat Lawang

Tiang PLN Roboh, Pemilik SPBU Bantah

Published

on

Caption : Tampak beberapa orang mengevakuasi Tiang yang roboh menutupi jalan lintas Sumatera menggunakan Alat Berat.

REL, Empat Lawang – Kemacetan panjang terjadi di Kelurahan Jaya Loka tepat nya di Talang Gunung jalan lintas sumatera penghubung Kabupaten Empat Lawang Lubuk Linggau sempat terganggu.

Pasalnya tiang listrik milik PLN yang berada dekat pembangunan SPBU di Talang Gunung roboh dan menutupi jalan lintas sumatera sehingga pengendara tidak bisa melintas sekitar pukul 16:35 WIB

Diduga tiang tersebut roboh diakibatkan adannya kegiatan pembangunan SPBU yang menggunakan alat berat jenis Eksavator yang menggali lobang di dekat tiang PLN sehingga mengakibatkan tiang PLN tersebut roboh.

Manager PLN Tebing Tinggi Dairobi saat dikompirmasi wartawan melalui pesan whatsap (WA) membenarkan bahwa tiang listrik di wilayah talang gunung roboh yang di sebabkan alat berat yang sedang menggali.

“Betul tiang roboh di talang gunung disebabkan oleh mobil alat berat yang sedang menggali, mengakibatkan tiang kita roboh,”Ungkap Dairobi.Senin (6/1/20).

Sejauh ini belum ada Lanjut Dairobi pihak yang bersangkutan menghubungi PLN,padahal tiang itu untuk jaringan baru agar listrik di kabupaten Empat Lawang lebih handal.

“Belom ada dari pihak yang merobohkan menghubungi PLN, padahal itu adalah aset PLN yang berfungsi untuk menunjang kehandalan sistem kelistrikan di kabupaten Empat Lawang. Kami masih memikirkan untuk aset yang sudah rusak ini,” ungkapnya.

Apalagi kedepannya sambungnya, jaringan itu akan menunjang kelistrikan untuk SPBU itu sendiri ,Karena SPBU itu kedepannya akan membutuhkan sambungan daya besar.

“Harapannya semoga dari pihak yg merobohkan ada itikad baik,”Ujarnya.

Julius warga yang melihat kejadian tersebut mengatakan, Roboh nya tiang listrik disebabkan alat berat yang menggali lobang got terlalu dalam sehingga menyebabkan tiang listrik robo dan patah.

“Ketika robohnya tiang listrik mengenai seorang wanita pengendara motor yang melintas dijalan tersebut, namun untuk banyak warga yang pekerja yang berada di lokasi tersebut sehingga bisa meneriaki pengendara lainnya,” katanya.

Sementara itu, Saiful Azhari anggota DPRD Empat Lawang sekaligus pemilik SPBU yang saat ini masih dalam pengerjaan membantah kalau tiang PLN tersebut roboh karena alat berat yang sedang bekerja.

“Kalau tiang listrik roboh memang Ada tapi bukan paktor alat berat saya yang sedang bekerja tapi memang roboh sendiri Karena menanamnya cuma semeteran,” katanya saat di hubungi wartawan.

Saat di tanya tiang roboh di akibatkan galian lobang menggunakan alat berat Eksavator dirinya mengatakan,”
“Bukan,Posisi tiang Samo Siring 1 meter itu pun sebelum di lobangi di tanam cerucup dulu, memang Dio pasang tiang tidak dalam dan pasangan tiang nya tidak pakai cor di sekitarnya dan
dulu sudah pernah di sampaikan sama orang PLN mintak pindahkan karena mengganggu tapi tidak di gubris,” tukasnya. (Mg20/23).

Bisnis

Masih dalam Proses Pendataan

Published

on

Kabid Perdagangan Yeni Novita

 

 

REL,Empat Lawang – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Empat Lawang belum dapat memastikan kenaikan harga sembako di pasar tradisional di Kabupaten Empat Lawang.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disprindag) Almutholib melalui kabid perdagangan Yeni Novita dikompirmasi melalui Via Whatshapp mengatakan.

“Maaf sebelumnya,karena saat ini disperindag masih dalam proses pendataan,Tunggu kompirmasi lwbih lankutnya,” Kata Yeni Novita.Selasa (21/1/20).

Masih dikatakan Yeni Novita,untuk pendistribusian beras bulog itu bukan rana dari dinas perdagangan dan perindustrian.

“Kayaknya bukan kami,kalau masalah beras bulog mungkin dengan dinas ekobang atau dinsos,”Jelasnya.

Sementara Pantauan dilapangan Harga sembako di pasar tradisional Tebing Tinggi mengalami kenaikan walaupun mengalami kenaikan tapi tidak terlalu signifikan,seperti harga cabe,bawang,
,gula,minyak sayur,cabe setan dan abe merah.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Petugas Parkir Dilengkapi Atribut

Published

on

MONITORING : Kabid Lalu Lintas dan Angkutan RM Sobri Dishub Empat Lawang bersama petugas parkir yang resmi dari Dishub, Selasa (21/1).

 

 

 

/// Tak Ada Atribut dan Surat Resmi Petugas Liar

REL, Empat Lawang – Personil Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Empat Lawang turun langsung kelapangan dalan rangka monitoring petugas parkir yang ada di Pasar Tebing Tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan Empat Lawang H M Taufik melalui Kabid Lalu Lintas dan Angkutan RM Sobri kepada wartawan mengatakan, sengaja turun kepasar kali ini tidak lain pelaksanaan monitoring lapangan tugas bidang lalu lintas dan angkutan, juga dalam rangka pencapaian peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Empat Lawang.

“Monitoring ini rutin kita lakukan untuk mendukung kerja Dishub Empat Lawang sekaligus mengecek petugas parkir yang ada di pasar Tebing Tinggi,” ungkapnya, Selasa (21/1).

Tidak hanya itu Sobri menghimbau kepada masyarakat bahwa petugas ataubjuru parkir yang resmi dari Dishub Empat Lawang disertai dengan surat tugas dan kelengkapan atribut parkir.

“Apabila petugas parkir tidak ada surat resmi dari Dishub Empat Lawang atau atribut parkir maka itu adalah liar,” tegas Sobri.

Tentunya hal ini perlu diketahui oleh kalangan masyarakat, kendati demikian Sobri menjelaskan, saat ini Dishub Empat Lawang masih terus mengevaluasi titik-titik parkir yang ada di Empat Lawang.

“Untuk lokasi parkir kita masih evaluasi,” ucapnya. (12).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Mgs Muhammad Azzam Bocah 2 Tahun yang Sangat Butuh Bantuan

Published

on

Mgs Muhammad Azzam terbaring ditempat tidur

 

 

 

REL,Empat Lawang – Mgs Muhammad Azzam, seorang bocah berumur 2 tahun 3 bulan ini hanya bisa berbaring lemah di tempat tidur, bahkan untuk duduk saja harus dibantu dikarenakan penyakit yang dideritanya. Sungguh menyakitkan, bocah yang seharusnya menikmati masa kanak-kanak justru harus menahan sakit luar biasa.

Pantauan wartawan Rakyat Empat Lawang (REL) saat menghubungi ibunya yakni Puspita Sari melalui via telepon, mengatakan Azzam menderita penyakit anemia, gizi buruk, dan Hydrosefalus.

Puspita mengatakan tanda-tanda tidak sehat memang sudah terlihat sejak awal kelahiran. Ditandai dengan kulit Azzam yang berwarna kuning. Lalu beberapa kali melakukan pengobatan ke Puskesmas dan sampai sekarang kondisinya semakin memprihatinkan.

Berat badan Azzam hanya 7,4 Kg. Hal tersebut dikarenakan kurangnya porsi makan. Puspita mengatakan porsi makan Azzam hanya sebanyak 3 sendok makan orang dewasa per sekali makan.

“Makannya alhamdulillah lancar tapi porsinya hanya 3 sendok makan orang dewasa,” kata Puspita saat diwawancarai via telepon, Kemarin (21/1/2020).

Puspita dan suaminya bernama Abdul Rahim kesehariannya berkerja sebagai petani kecil di Desa Tanjung Raye Kecamatan Pendopo Barat. Penghasilan mereka tak cukup untuk menanggung biaya pengobatan Azzam. Mereka sangat berharap uluran tangan dari orang-orang dermawan yang punya hati untuk bersimpati dan berempati kepada mereka.

Azzam sudah beberapa kali dibawa ke rumah sakit bahkan sampai dirujuk ke salah satu Rumah Sakit yang ada di kota Palembang. Namun saat ini, mereka sedang berada di kampung halaman.

Miris, hingga saat ini, Puspita mengaku belum pernah sekalipun mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. Padahal penyakit Azzam terbilang sangat lama dari umur 4 bulan hingga umurnya 2 tahun 3 bulan ini. Dan hari ini, Senin (20/1/2020) ada salah seorang guru Puspita ketika SMA memberikannya sedikit bantuan, hasil dari gurunya meminta sumbangan kepada orang-orang.

“Kecuali hari ini, dari pemerintah setempat belum ada yang memberikan bantuan,” ucapnya.

Bahkan saat Puspita dan suaminya membawa Azzam ke Puskesmas Pendopo Barat, ia mengaku dari pihak Puskesmas Pendopo Barat tak ada respon sama sekali.

Pengakuan mengagetkan terucap dari bibir Puspita. Ia mengatakan telah sampai ke telinganya beredar kabar bahwa penyakit yang diderita Azzam sengaja ditutupi oleh salah satu Puskesmas agar tidak terekspos ke media. Dengan alasan pihak Puskesmas tidak mau disalahkan dan dicap tidak peduli terhadap Azzam.

“Saya tidak tahu Puskesmas yang mana. Tapi ada terdengar sampai ke telinga kami bahwa kondisi Azzam sengaja ditutupi. Pihak Puskesmas takut disalahkan dan dan dicap tidak peduli,” tutur Puspita. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Trending