Connect with us

Uncategorized

Terbentur di Sumber Daya Manusia

Published

on

Caption : ALBUM: Kabid Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Empat Lawang, Nurmala, sedang memperlihatkan album foto yang berisi cagar budaya yang ada di Empat Lawang, Rabu (29/1/20).

 

 

REL, Tebing Tinggi – Berdasarkan data yang diperoleh dari Bidang Disdikbud Empat Lawang, terdapat 18 daftar inventaris cagar budaya benda yang ada di Kabupaten Empat Lawang.

Di antaranya, Situs Manggilan (Dolmen, Batu Monolit, red) di desa Manggilan Kecamatan Pendopo. Situs Umo Jati (Dolmen, red) di desa Umo Jati Kecamatan Lintang Kanan. Situs Lingge (Tempayan Kubur, peninggalan Puyang Lingge berupa baju, kain, tongkat, Al-qur’an, kumbang, naskah kuno atau Huruf Hulu, red) di desa Lingge Kecamatan Pendopo Barat.

Kemudian ada Makam Puyang Gadis di desa Kupang Kecamatan Tebing Tinggi. Situs Lesung Batu Kecamatan Lintang Kanan. Rumah Adat di desa Muara Danu Kecamatan Lintang Kanan. Rumah Adat di desa Simpang Muara Pinang. Stasiun KA PJKA kecamatan Tebing Tinggi. Makam Pesirah Sembilan di desa Batu Raja Lama kecamatan Tebing Tinggi. Makam Puyang Goak di desa Batu Raja Baru kecamatan Tebing Tinggi. Sumur Batu di Kecamatan Ulu Musi. Tempayan Kubur di desa Kunduran kecamatan Ulu Musi. Dolmen Batu Ampar di Kecamatan Lintang Kanan. Dolmen Kungkilan di kecamatan Pendopo Barat dengan keterangan punah dikarenakan sudah dihancurkan dan di atasnya sudah dibuat bangunan. Batu Megalith desa Jarakan kecamatan Pendopo. Terowongan Talang Banyu kecamatan Tebing Tinggi. Rutan Tebing Benteng kecamatan Tebing Tinggi.

Nurmala selaku Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Empat Lawang, mengatakan bahwa cagar budaya tersebut belum terdaftar. Kemauan untuk mendaftarkan cagar budaya sangatlah kuat, namun terbentur setiap benda warisan budaya yang hendak didaftarkan harus diteliti terlebih dahulu oleh tim pendaftar yang harus bersertifikat, yang mengeluarkan sertifikat ialah dari Jakarta. Dan atas rekomendasi dari merekalah baru bisa mengajukan pendaftaran.

“Ada 7 orang ahli yang harus bersertifikasi agar bisa mengajukan pendaftaran. 7 orang ahli itu bisa dari berbagai leding sektor, bisa dari arsitekur, dari seni, bisa dari Arkeolog, bisa dari hukum, pokoknya ada 7. Nah persoalannya kita tak punya orang 7 orang ahli itu yang berdomisili di Empat Lawang. Selagi kita tak punya tim penilai kita tidak akan bisa mendaftrakan cagar budaya yang ada di Empat Lawang,” ucapnya.

Nurmala menambahkan, bisa saja meminjam ahli dari kota lain seperti dari kota Jambi dan dari kota Palembang. Namun demikian dari Empat Lawang masih harus menyiapkan 3-4 ahli yang berdomisili di Empat Lawang.

Kendala yang selanjutnya ialah, kurangnya pengetahuan masyarakat setempat tentang pentingnya warisan cagar budaya. Tak jarang beberapa cagar budaya yang sudah dipecahkan oleh masyarakat.

“Ada malah yang sudah dipecahkan oleh masyarakat setempat karena dianggap mengganggu aktifitas mereka,” tutup Nurmala. (Mg15)

Empat Lawang

Kenal Lebih Dekat Dengan Kakek Hasimin, Seniman Gitar Tunggal Empat Lawang

Published

on

FOTO: ISTIMEWA Gitar : Kakek Hasimin sedang bermain gitar tunggal.

Kenal Lebih Dekat Dengan Kakek Hasimin, Seniman Gitar Tunggal Empat Lawang

#Semangat Berkarya di Usia Tua

Hasimin (75), salah satu seniman senior di Empat Lawang, tepatnya dari desa Pagar Tengah Kecamatan Pendopo.

Meski dalam fase lansia, tak menyurutkan semangat Hasimin untuk memainkan gitar tunggal. Tangannya masih sangat lincah memetik senar-senar gitar listrik.

Saat diwawancarai oleh wartawan Rakyat Empat Lawang, Hasimin atau kerap disapa Wak Min ini mengatakan bahwa sejak ia remaja memang sering memainkan alat musik terutama gitar tunggal.

“Dari muda dulu sering main gitar,” Kata Wak Min kepada Rakyat Empat Lawang.

Wak Min, acapkali tampil di akun YouTube Yoggi FOG yang dalam sehari bisa mencapai 16 ribu penonton. Wak Min memainkan gitar mengiringi partnernya, Irfan bernyanyi berbagai macam lagu daerah, dari lagu Rejung Khas Empat Lawang sampai lagu-lagu daerah lainnya.

Dalam kesehariannya, Wak Min mengatakan ia sering pergi ke kebun dan sesekali menjadi tukang ojek. Apabila ada waktu lowong, Wak Min pergi ke rumah Yoggi untuk membuat video akun YouTube.

Bahkan, Seniman dan Budayawan Sumatera Selatan (Sumsel) Vebri Al-Lintani mengaku kemahiran Wak Min dalam bermain gitar listrik saat Wak Min tampil di acara lomba budaya beberapa hari yang lalu.

Menurut Vebri, Wak Min merupakan seorang seniman Empat Lawang yang bakatnya sangat luar biasa.

“Saya sendiri pun masih harus belajar dengan beliau,” kata Vebri Al-Lintani,” ucap Vebri.

Vebri berharap, sekolah-sekolah dapat melibatkan Wak Min untuk memberikan pelajaran seni kepada murid-murid.

“Ke depannya saya berharap sekolah-sekolah ada sanggar seninya dan dapat melibatkan para penggiat seni Empat Lawang, seperti salah satunya yakni Wak Min,” tutur Vebri. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Mengenal Sosok Yoggi FOG, Youtuber Sekaligus Pencipta Lagu di Empat Lawang

Published

on

FOTO: ISTIMEWA FOR REL. Yogi Nopriansyah

Mengenal Sosok Yoggi FOG, Youtuber Sekaligus Pencipta Lagu di Empat Lawang

#Dari 0 penonton hingga 16.000 penonton per hari

Dunia YouTube kini semakin digemari oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Terkhusus di Empat Lawang sudah banyak orang yang menggeluti dunia YouTube, salah satunya ialah Yogi Nopriansyah atau dikenal dengan akun YouTube Yoggi FOG.

Laki-laki kelahiran 5 November 1991, memulai upload video di YouTube sejak 1 tahun yang lalu tepatnya di bulan November 2019.

Saat diwawancarai oleh Rakyat Empat Lawang, laki-laki yang kerap disapa Yogi ini menjelaskan bahwa FOG sendiri berasal dari singkatan namanya bersama teman-temannya yakni (Fariz, Okee, Gi). Ketika SMP dan SMA ia pernah membuat group band. Ia terlahir dari keluarga yang mencintai musik, sedari kecil ia suka dengan musik. Karena itulah, video-video yang diuploadnya banyak tentang nyanyian berejung dan gitar tunggal yang ada di Kabupaten Empat Lawang.

Awalnya, Yogi tak menyangka akun YouTube Yoggi FOG yang ia jalankan akan kebanjiran job iklan. Yoggi mengaku hanya iseng-iseng saja. Bermula dari seorang kakek bernama Hasimin yang sering datang ke rumahnya di Pagar Tengah Kecamatan Pendopo, Yoggi merasa heran atas tingkah kakek Hasimin tersebut, setiap kali ke rumahnya pasti kakek Hasimin bermain gitar.

Hampir setiap hari kakek Hasimin main ke rumahnya untuk bermain gitar. Diusianya yang ke-75 tahun, kemampuan kakek Hasimin dalam memainkan gitar sangat mencengangkan, hingga mendorong Yoggi untuk membuat video gitar tunggal dan rejung, kemudian menguploadnya ke YouTube.

“Awalnya sama sekali tak ada yang nonton. Tiga bulan pertama 0 penonton,”

Namun Yoggi tak menyerah sampai di situ, ia terus melakukan promosi melalui media sosial, memperluas lingkup pertemanan dengan banyak-banyak gabung di komunitas.

Usahanya tak sia-sia, jelang bulan keempat, video pertama yang ia upload tembus 800.000 penonton.

“Kalau sekarang minimal per hari bisa tembus 16.000 penonton,” ucapnya.

Sejak saat itu, di bulan kesembilan, video yang diuploadnya sudah ada iklan yang masuk. Hingga sampai saat ini, akun YouTube nya sudah mencapai 1,2 juta adsense.

Untuk membuat video berisi rejung dan gitar tunggal khas Empat Lawang, Yoggi menggunakan peralatan pribadinya. Saat ini ia memiliki 8 gitar listrik dan edcoustic.

Dengan perlengkapan yang ada, Yoggi dan kakek Hasimin terus membuat video-video tentang rejung dan gitar tunggal khas Empat Lawang. Selain kakek Hasimin, Yoggi juga merekrut tim lain yang semuanya berasal dari Empat Lawang, Kang Ifan, Sindy dari SMA N 1 Pendopo, dan Desta Herdila kelas 5 SD.

Tim Yoggi saat ini fokus membuat lagu cover. Selain mencover, ada juga lagu ciptaanya sendiri seperti lagu yang berjudul cinta yang terpisah, gadis buntu, bujang buntu, dan musim buntu musim macet.

“Saat ini total ada empat lagu yang ciptaan sendiri,” ujarnya.

Ke depannya, Yoggi beserta tim akan terus membamuat karya seni berkualitas agar bisa mengharumkan nama Empat Lawang.

“Masih banyak tagetan yang harus dicapai terutama mengenai dunia YouTube,” tutur Yoggi. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Uncategorized

Gugus Tugas Diminta Lebih Efektif

Published

on

Caption : Bupati Empat Lawang bersama Forkopimda Saat jumpa Pers di ruang Kerja nya,Selasa (24/3/20).

 

REL,Empat Lawang – Masyarakat Empat Lawang dihimbau agar tetap waspada dan hati hati terkait mewabahnya penyebaran virus covid 19 (virus corona),

Pasalnya status Provinsi sumatera selatan yang sebelumnya siaga covid 19 kini telah berubah menjadai tanggap darurat, dikarenakan adanya salah satu warga sumsel yang terjangkit virus covid19 dan dinyatakan meninggal dunia,hal tersebut disampaikan oleh gubernur Sumsel H.Herman Deru saat melakukan video compren bersama bupati dan walikota sesumsel,Selasa malam  (24/3/20).

Sehubungan status Sumsel tanggap darurat Bupati Empat Lawang seusai video comperen bersama gubernur sumsel mengatakan untuk status sumsel sekarang tanggap darurat bukan lagi siaga,pemerintah daerah diminta untuk bekerja lebih efektif dalam penangganan penyebaran virus covid19 ini.

“  pak gubernur meminta kepada bupati dan walikota di Wilayah Sumsel agar betul betul Gugus tugas  yang telah di bentuk bisa bekerja dengan effektif,Ungkap Joncik Muhammad,Bupati Empat Lawang,Kemarin (24/3/20).

Masih dikatakan Joncik, pemerintah daerah akan di backup kepolisian ri,kejaksaan,tentara ri dan berbagai perangkat nasional yang bersifat vertikal dan Joncik juga mengatakan ada beberapa hal yang telah ia sampaikan bahwa Empat lawang  sudah membentuk gugus tugas daerah yang ketua umumnya pak sekda,ketua pelaksananya BPBD,sekretarisnya Dinas Kesehatan.

“Beberapa hal telah kita lakukan ,alhamdulilah sudah kita laporkan dari enam ODP (Orang dalam Pemantauan) dua kita kirim ke RSMH Palembang dan dinyatakan Negatif,tiga nya di karantina di rumah mereka  masing masing,satu nya lagi di isolasi mandiri di RUSD Empat Lawang dan kita berharap semuanya nanti Negatif untuk di  Empat Lawang,”Ujarnya

Dikatakan Joncik ,alat ukur untuk mengetahui covid 19 atau rapitdes saat ini masih dalam perjalanan  yang telah di sampaikan 40 buah yang akan datang  sedangkan pesanan 200 buah dan sisanya akan menyusul sementara untuk Masker laporan terakhir masih ditotal angka 78 ribu dan ia pun sudah pesan.

“Muda mudahan dengan kesiapan ini dan gugus tugas setiap hari kita pantau ,karena kita sudah menyiapkan pusat pelayanan khusus di rumah sakit yang terpisah dengan pasien umum dengan pasien Covid 19  yang direncanakan diruang asrama RSUD gedung baru dengan penanganan dokter yang khusus dan hasil videocomperen tadi kita akan berikan insentif kepada para medis yang telah bekerja 24 jam ini karena meraka adalah pahlawan pahlawan dan penanganan virus covid 19 ini,”Jelasnya.(Mg20)

 

Baca Selengkapnya

Trending