Connect with us

Empat Lawang

Temukan Batu Jelapang dan Batu Sembahyangan

Published

on

TINJAU : Camat Paiker, H Indera Supawi (baju putih) saat meninjau Batu Jelapang dan Batu Sembahyangan di Desa Talang Padang, Jum'at (28/6/2019). 

REL, Empat Lawang – Potensi peninggalan bersejarah di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, berupa bebatuan kembali terungkap. Jika sebelumnya terungkap keberadaan batu megalit di Desa Jarakan Kecamatan Pendopo, kali ini di Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), tepatnya di Desa Talang Padang dalam wilayah kecamatan itu, warga menemukan bebatuan yang diduga memilki nilai sejarah penting bagi Suku Lintang dan Rejang Bengkulu.

Batu yang disebut warga setempat dengan sebutan Batu Sembahyangan dan Batu Jelapang tersebut, berada sekitar 300 meter – 500 meter dari kawasan pemukiman Desa Talang Padang Kecamatan Paiker Kabupaten Empat Lawang.
Menurut salah seorang warga setempat, keberadaan batu tersebut, tak lepas dari sejarah perjalanan nenek moyang (Puyang) Suku Lintang dan nenek moyang Suku Rejang Bengkulu, dalam pengembaraannya saat masuk ke tanah Pasemah.

“Jadi, Puyang Lintang itu mengembara ke arah selatan dari tanah Lintang. Saat tiba di Paiker, mereka beristirahat dan sembahyang di atas batu itu. Demikian juga Puyang dari Rejang, mereka menjadikan batu itu untuk beristirahat dan sembahyang di atas batu itu,” ungkap Adi Warsito, salah seorang warga setempat, kepada wartawan, Jum’at (28/6/2019).

Diapun menyebut tidak bisa lebih jauh menjelaskan prihal batu tersebut. Para sesepuh di Desa Talang Padang Kecamatan Paiker, akan bisa lebih jelas menceritakan kedudukan batu itu dalam kaitan sejarah antara Pasemah Air Keruh dengan Suku Lintang dan Rejang. “Ada baiknya legendanya dapat langsung ditanyakan ke sesepuh saja, saya tidak begitu faham ceritanya bagaimana. Kebetulan saat peninjauan bersama Camat tadi, mereka tidak ikut,” kata dia.

Sementara itu, Camat Paiker, H Indera Supawi mengakui keberadaan Batu Jelapang dan Batu Sembahyangan di Desa Talang Padang tersebut. Dia mengaku telah melakukan peninjauan ke lokasi.

“Kalau dikembangkan, lokasi Batu Jelapang dan Batu Sembahyangan ini, dapat dijadikan lokasi objek wisata. Ya, kita berharap potensi ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawab berkunjung ke Kecamatan Paiker,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Empat Lawang, Mgs A Nawawi mengaku belum mendapatkan laporan baik itu dari camat setempat maupun warga setempat prihal keberadaan Batu Jelapang dan Batu Sembahyangan.

“Kita akan berkoordinasi segera ke Camat setempat dan kalau memang memiliki potensi, tentu akan angkat potesi ini ke permukaan,” terang Wawi.

Pihaknya juga lanjut Wawi, akan berkoordinasi dengan Bidang Budaya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang. Karena memang pihaknya belum tahu apakah batu ini sudah dilakukan penelitian apa belum oleh pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya.

“Akan kami koordinasikan dengan Camat dan Kadis Pendidikan yang membidangi budaya.Kami juga belum tahu, batu ini sudah diteliti atau belum oleh balai pelestarian cagar budaya,” tukasnya. (12)

Empat Lawang

Bupati Resmikan Posko Tangkal Covid-19

Published

on

FOTO : PADRI / REL Caption : Bupati Empat Lawang saat tiba di posko tangkal covid19 ,terlebih dahulu mencuci tangan yang telah disediakan.

 

REL,Empat Lawang – Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, resmi melaunching posko Siaga Covid-19, Selasa (2/6/2020).

Posko siaga Covid-19 ini disiapkan, sebagai kampung covid di Empat Lawang, dalam rangka menuju New Normal atau kehidupan yang baru, dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Ini bagian dari menuju New Normal dan kebetulan Empat Lawang masuk dari 102 didaerah yang masuk New Normal, ini sungguh luar biasa,” ungkap Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, disela-sela launching posko siaga covid-19.

New Normal tersebut dijelaskan Bupati, merupakan kehidupan tatanan yang baru dengan menerapkan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, cuci tangan, jaga jarak.

“Saya kaget juga setelah pemerintah pusat menetapkan New Normal, karena New Normal ini di lakukan agar Ekonomi kita tidak ambruk,” jelasnya.

Pihaknya lanjut Joncik, selaku Pemerintah harus memberikan contoh kepada masyarakat, sebab New Normal ini berbeda dengan kehidupan sebelum wabah covid.

” New Normal ini adalah tatanan kehidupan kita yang baru, dengan menerapkan protokol kesehatan, dan kita harus memberikan contoh terhadap masyarakat, kalau kita minta masyarakat pakai masker kita harus pakai masker, kalau kita minta jaga jarak kita yang mulai,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Masih Mendominasi di Kecamatan Tebing Tinggi

Published

on

Caption : Jubir percepatan penanganan covid19 Kabupaten Empat Lawang dr.Arga Sena Setiawan

 

REL,Empat Lawang – Terhitung dari tanggal 30 Mei 2020 Data yang di dapat dari tim gugus tugas percepatan penanganan covid19 kabupaten Empat Lawang untuk OTG dan ODP maupun PDP masih mendominansi di Kecamatan Tebing Tinggi.

Adapun data untuk hari Sabtu (30/5/20) Kasus Positif ada 1 orang.

PDP (Pasien Dalam Pengawasan ) 4 orang Proses pengawasan 1 orang sedangkan 3 orang lainnya sudah selesai menjalani pengawasan.

ODP (Orang Dalam Pemantauan) ada sekitar 105 orang dengan Proses Pemantauan 0 (Zero) sedangkan yang selesai Pemantauan berjumlah 105 orang

OTG (Orang Tanpa Gejala ) berjumlah 78 orang yang
di swab 36 orang sementara masih dalam proses 35 orang dan yang selesai 1 orang dinyatakan negatif.

PJ (Pelaku Perjalanan ) sebanyak 3977 orang.

“Untuk Kabupaten Empat Lawang yang mendominasi Kecamatan Tebing Tinggi,”Kata Juru bicara percepatan penanganan covid19 Kabupaten Empat Lawang dr.Arga Sena Setiawan.Sabtu (30/5).

Meski demikian,selaku jubir covid19 dirinya menghimbau masyarakat agar tetap mengikuti anjuran pemerintah.

“Patuhilah anjuran pemerintah karena Empat Lawang belum aman,jangan sampai terlena dengan wacana new normal,tetap harus waspada,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Polres Adakan Rapat New Normal

Published

on

Caption : Tampak suasana rapat koordinasi tentang penerpan New Formal di ruang rapat Mapolres Empat Lawang.

 

REL,Empat Lawang – Mapolres Empat Lawang Vidcon bersama gubernur sumsel, kapolda dan pangdam II Sriwija.

Dalam Vidcon tersebut membahas tentang Rapat Koordinasi Forkopimda Tentang penerapan New Normal di Provinsi Sumatera Selatan,bertempat diruang rapat Mapolres Empat Lawang, Jum’at ( 29/6/ 2020).

Rapat Koordinasi tersebut juga diikuti hadiri Sekda Empat Lawang,Kapolres,Danramil, Pol-pp,Dishub,BPBD,Pariwisata,Dinkes,Dinsos,Dinasker dan Disprindag

Kapolres Empat Lawang AKBP.Wahyu,S.IK dalam penyampaiannya mengatakan bahwa sumsel akan melaksanakan new normal karena Empat Lawang menjadi salah satu rule model yang menerapkan himbauan kepada masyarakat untuk taat kepada protokol kesehatan,

“Dalam rangka menerapi new normal agar semua masyarakat di kabupaten Empat Lawang selalu memakai masker,”Kata Kapolres Empat Lawang.

Dan polres Empat Lawang akan menyiapkan tempat cuci tangan di tempat keramaian serta akan melakukan penyemprotan Disinpektan dengan menggunakan tank semprotan gendong dengan cara door to door.

Sekretaris Daerah (Sekda ) Kabupaten Empat Lawang Edison Jaya juga menyampaikan bahwa Empat Lawang siap mendukung program new normal life dari pemerintah dan memerintahkan satgas untuk secepatnya membuat surat edaran himbauan bupati,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending