oleh

Tebing Tinggi Belum Tetapkan Tatap Muka

Tebing Tinggi Belum Tentukan Tatap Muka

REL, Empat Lawang – Rencana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka tingkat SMP di awal tahun 2021 berlaku untuk 9 kecamatan dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Empat Lawang.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang, Rita Purwaningsih melalui Kabid SMP, Jhon Heri.

Jhon Heri menyampaikan kecuali Kecamatan Tebing Tinggi, SMP yang ada 9 kecamatan yakni Kecamatan Saling, Kecamatan Talang Padang, Kecamatan Pendopo, Kecamatan Pendopo Barat, Kecamatan Lintang Kanan, Kecamatan Ulu Musi, Kecamatan Sikap Dalam, Kecamatan Pasemah Air Keruh, dan Kecamatan Muara Pinang akan melakukan KBM secara tatap muka di tahun ajaran baru 2021 mendatang.

“Keputusan tersebut diambil dikarenakan di Kecamatan Tebing Tinggi tingkat penyebaran Virus Corona paling banyak dibanding Kecamatan lainnya,” kata Jhon Heri kepada Rakyat Empat Lawang, Selasa (22/12).

Jhon Heri menambahkan, ia sudah berkoordinasi dengan jubir tim satuan gugus tugas Covid-19 update terakhir pada tanggal 14 Desember, penyebaran Covid-19 di Kecamatan Tebing Tinggi masih berlangsung.

“SMP di Kecamatan Tebing Tinggi akan menyusul tatap muka sampai kasus aktif menjadi 0,” ucapnya.

Selanjutnya, kata Jhon Heri, bila ada sekolah yang aktif Covid-19 maka Kadis akan dapat menghentikan pelajaran tatap muka di sekolah yang dimaksud.

Kepala SMP N 1 Tebing Tinggi sekaligus Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMP Kecamatan Tebing Tinggi mengatakan akan mengikuti kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Pada prinsipnya tinggal mengikuti kebijakan yang dikeluarkan,” tutur Setyo.

Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Empat Lawang mengatakan untuk Kecamatan Tebing Tinggi sampai sekarang masih terus ada kasus aktif, untuk rate penambahan kasus tidak juga bisa dibilang meningkat, lebih tepatnya dikatakan masih berlangsung.

Ia mengatakan KBM tatap muka atau tidak sesuai dengan keputusan dari dinas terkait.

“Instansi terkait yang lebih tahu, karena bukan cuma faktor jumlah kasus yang menentukan. Lebih kekesiapan sekolah, kepatuhan murid menjalankan protokol, dan lain-lain yang jadi penentu,” jelas Arga. (Mg15)

BACA JUGA