oleh

Susun Batu Kali, Jalan bisa Diakses

REL, Empat Lawang – Akses menuju ke kebun warga Desa Jarakan Kecamatan Pendopo hancur diterpa oleh luapan sungai air kelampayan, sehingga warga desa terpaksa berhati-hati menyebrangi sungai air Kelampayan, namun apabila kondisi sungai besar warga terpaksa meliburkan diri untuk berkebun.

Dengan kondisi seperti itu menggugah pemuda Desa Jarakan bergotong royong dengan membariskan batu berukuran besar, dengan demikian kondisi sungai tidak deras dan bisa dilalui dengan menggunakan motor bahkan dilalui dengan berjalan kaki juga lebih aman meskipun kondisinya masih menyeberang sungai air kelampayan.

Sukandi salah satu pemuda Desa Jarakan kepada wartawan menjelaskan, sebelumnya memang ada akses untuk menyebrangi sungai air kelampayan berupa jalan beton yang dibangun dengan dana desa, namun jalan beton tersebut hancur diterpa luapan sungai beberapa hari yang lalu.

“Semenjak dibangun jalan beton yang memindahkan air kelampayan warga desa bisa menuju kebun dengan menggunakan motor dan mudah diakses, namun sekarang sedikit kesusahan sehingga kami para pemuda bergotong royong menumpukan batu besar supaya arus sungai tidak lagi deras dan dalam,” jelasnya.

Kondisi rusak tersebut dijelaskan Sukandi, sudah satu minggu lebih ditambah lagi sampai saat ini belum kunjung diperbaiki, banyak kalangan warga di desa sendri berharap ada perbaikan atau dibangun kembali akses jalan desa.

“Diseberang sungai air kelampayan  terdapat peninggalan batu megalit yang saat ini menjadi potensi wisata desa, bahkan kebun kopi, kelapa sawit juga diseberang sungai air kelampayan,” lanjutnya.

Menurut Sukandi, gotong royong ini merupakan inisiatif pemuda desa karena melihat ibu-ibu desa yang sepulang dari kebun terpaksa melintasi sungai air kelampayan dengan kondisi basah kuyup.

“Ini merupakan inisiatif kami sendiri bukan ada perintah ataupun yang lain,” ucapnya.

Sementara itu, Sekdes Jarakan membenarkan kondisi akses sungai air kelampayan rusak akibat diterjan kondisi sungai yang besar, kejadiannya sendiri sudah beberapa hari yang lalu.

“pernah kondisi sungai besar, sewaktu musim penghujan terus, kades pun sudah mengetahui hal itu,” ujarnya. (12)

BACA JUGA