Connect with us

Empat Lawang

Susun Batu Kali, Jalan bisa Diakses

Published

on

NYEBRANG : Tampak salah satu warga Desa Jarakan menyebrangi sungai dengan menggunakan motor setelah dipasang atau dibariskan batu-batu berukuran besar di sungai Air Kelampayan Desa Jarakan Kecamatan Pendopo, Senin (11/3).

REL, Empat Lawang – Akses menuju ke kebun warga Desa Jarakan Kecamatan Pendopo hancur diterpa oleh luapan sungai air kelampayan, sehingga warga desa terpaksa berhati-hati menyebrangi sungai air Kelampayan, namun apabila kondisi sungai besar warga terpaksa meliburkan diri untuk berkebun.

Dengan kondisi seperti itu menggugah pemuda Desa Jarakan bergotong royong dengan membariskan batu berukuran besar, dengan demikian kondisi sungai tidak deras dan bisa dilalui dengan menggunakan motor bahkan dilalui dengan berjalan kaki juga lebih aman meskipun kondisinya masih menyeberang sungai air kelampayan.

Sukandi salah satu pemuda Desa Jarakan kepada wartawan menjelaskan, sebelumnya memang ada akses untuk menyebrangi sungai air kelampayan berupa jalan beton yang dibangun dengan dana desa, namun jalan beton tersebut hancur diterpa luapan sungai beberapa hari yang lalu.

“Semenjak dibangun jalan beton yang memindahkan air kelampayan warga desa bisa menuju kebun dengan menggunakan motor dan mudah diakses, namun sekarang sedikit kesusahan sehingga kami para pemuda bergotong royong menumpukan batu besar supaya arus sungai tidak lagi deras dan dalam,” jelasnya.

Kondisi rusak tersebut dijelaskan Sukandi, sudah satu minggu lebih ditambah lagi sampai saat ini belum kunjung diperbaiki, banyak kalangan warga di desa sendri berharap ada perbaikan atau dibangun kembali akses jalan desa.

“Diseberang sungai air kelampayan  terdapat peninggalan batu megalit yang saat ini menjadi potensi wisata desa, bahkan kebun kopi, kelapa sawit juga diseberang sungai air kelampayan,” lanjutnya.

Menurut Sukandi, gotong royong ini merupakan inisiatif pemuda desa karena melihat ibu-ibu desa yang sepulang dari kebun terpaksa melintasi sungai air kelampayan dengan kondisi basah kuyup.

“Ini merupakan inisiatif kami sendiri bukan ada perintah ataupun yang lain,” ucapnya.

Sementara itu, Sekdes Jarakan membenarkan kondisi akses sungai air kelampayan rusak akibat diterjan kondisi sungai yang besar, kejadiannya sendiri sudah beberapa hari yang lalu.

“pernah kondisi sungai besar, sewaktu musim penghujan terus, kades pun sudah mengetahui hal itu,” ujarnya. (12)

Empat Lawang

Tujuh Rumah Desa Lubuk Sepang Hangus Terbakar

Published

on

Tampak warga Desa Lubuk Sepang Kecamatan Pendopo tengah membersihkan sisa puing kebakaran, Kamis (12/12).

 

REL, Empat Lawang – Duka mendalam dialami oleh warga Desa Lubuk Sepang Kecamatan Pendopo, pasalnya sekitar pukul 10.00 beberapa rumah di desa tersebut habis hangus di lahap jago merah.
Berdasarkan penuturan Kepala Desa Lubuk Sepang Hermaini kepada wartawan, sampai saat ini sumber api belum jelas, untuk sementara ini ada tujuh (7) unit rumah habis total ditambah dengan empat (4) unit rumah rusak berat dan satu (1) masjid rusak ringan.
“Semua harta benda yang hangus didalam rumah belum bisa terukur, kareta rata-rata hanya baju di badan yang bisa terbawa,” ungkapnya, Kamis (12/12).
Menurut Kades, sampai saat ini pihaknya belum melakukan pendataan secara detail karena masih sibuk berjibaku madamkan api serta menyiram sisa hasil panasnya api yang memakan rumah warga.
“Belum bisa saya data rumah siapa saja, kami masih sibuk mengurusi harta benda milik warga yang bisa diselamatkan apabila masih sisa puing-puing,” katanya.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang Kuswinarto melalui Kabid Damkar Ismail didampingi Kasi Damkar Darul membenarkan ada kejadian kebakaran di Kecamatan Pendopo, saat ini petugas damkar pendopo susah turun kelokasi.
“Mobil damkar pendopo sudah ada dilokasi,” ucapnya. Seraya menambahkan, BPBD sendiri akan turun kelapangan guna mendata jumlah kerusakan akibat kebakaran tersebut. (12).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Diduga Serangan Jantung, Kasubag Protokol Empat Lawang Berpulang

Published

on

 

REL, Empat Lawang – Inalillahi Wainaillaihi Rojiun, berita duka datang dari keluarga besar Protokol Setdad Empat Lawang, Rabu (11/12), telah berpulang ke Rahmatullah Kasubag Protokol Setda Empat Lawang Joko Surono Sukri, di RSCM Jakarta.

Staf Khusus Bupati Empat Lawang bidang Pertanian dan Ekonomi Kreatif H Suharli Yamin, membenarkan kalau Kasubag Protokol Setda Empat Lawang Joko Surono Sukri tutup usia.

“Ya benar, meninggalnya di Jakarta di RSCM. Dan akan di kebumikan di Desa Muara Lintang,” kata Suahrli.

Sementara itu Kabag Protokol Setda Empat Lawang Delli Septian Perdana, juga membenarkan Kasubag Protokol Joko Surono Sukri meninggal dunia.

“Subuh tadi, karena serangan jantung,” ungkapnya.

Sekedar Informasi rencananya, jenazah akan diberangkat Jam 18.30 Wib menggunakan pesawat dari Jakarta ke Bengkulu, dan diperkirakan akan tiba di Bengkulu jam 20.00 Wib, dan akan langsung dibawa ke Desa Muara Lintang Baru, Kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang (Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Bupati Terima Penghargaan Kementerian Pertanian

Published

on

PENGHARGAAN : Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad didampingi Kepala Dinas Pertanian Dadang Munandar menunjukan penghargaan dari Dirjen Kementan, Selasa (10/12).

REL, Empat Lawang – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jendral (Dirjen) Perkebunan memberikan penghargaan kepada Bupati Empat Lawang atas capaian penggagas promosi Kopi Empat Lawang di tingkat Regional dan Nasional, Selasa (10/12/2019). Penghargaan ini merupakan apresiasi dari Pemerintah Pusat terhadap Kepala Daerah yang berkomitmen untuk memajukan pertanian dan perkebunan di wilayah masing-masing.

Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad mengatakan, penghargaan ini bukan serta merta dapat begitu saja, namun berkat dukungan dari semua pihak terutama Petani di Kabupaten Empat Lawang dan Organisai Perangkat Daerah (OPD) terkait yang serius dalam hal Perkebunan dan Kopi di Empat Lawang.

“Ya, alhamdulilah Kabupaten Empat Lawang mendapatkan penghargaan dari Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian dibidang Perkebunan dan Katagori Peningkatan Produksi dan keberlanjutan pada Hari Perkebunan ke-62 Tahun 2019,” kata Joncik.

Ia juga berharap dengan capaian yang diraih Kabupaten Empat Lawang ini semoga kedepanya bisa berbanding lurus dengan kemakmuran Petani di Empat Lawang.

“Kami bersama-sama Yulius Maulana berharap dengan capaian ini nantinya bisa berbanding lurus dengan kemakmuran Petani yang ada di Bumi Saleng Keruani Sangi Kerawati, supaya terwujud Empat Lawang MADANI,” harapnya. (mg20).

Baca Selengkapnya

Trending