oleh

Sumsel Siaga Darurat Banjir dan Tanah Longsor

REL, Palembang – Puncak musim hujan yang diprediksi terjadi Desember 2018 hingga Maret 2019, membuat sejumlah wilayah di Provinsi Sumsel rawan akan bencana seperti tanah longsor, banjir hingga angin ribut.

Sebagai antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan bersama Korem Gapo 044, TNI AL, kepolisian serta BPBD kabupaten dan kota di Sumsel, Rabu (28/11/2018).

“Semua kita siagakan mulai dari personel, logistik, infrastruktur, dan peralatan untuk digerakkan jika ada bencana di wilayah tertentu,” ujar Kepala BPBD Sumsel H Iriansyah, seusai rapat di Kantor BPBD Provinsi Sumsel, di Jalan Akses Bandara SMB II Palembang.

Ia mengatakan, saat ini 200 personel gabungan TNI, kepolisian, dan pihak terkait yang ada di Kota Palembang tengah melakukan pelatihan proses penanganan hingga evakuasi korban bencana.

“Dari Senin sampai Jumat personel sedang melakukan pelatihan di daerah OPI Jakabaring. Untuk di wilayah lain juga akan melakukan hal yang sama di tempat masing-masing sesuai dengan besaran wilayahnya,” kata dia.

Kasi Data dan Informasi BMKG Kenten Palembang, Nandang menambahkan, curah hujan tinggi patut diwaspadai di Sumatera Selatan wilayah Barat seperti Lahat, Pagaralam, Lubuk Linggau, Tebing Tinggi dan OKU Selatan.

“Kondisi tahun ini yang patut diwaspadai angin kencangnya, karena beberapa wilayah Sumsel telah mengalami kejadian serupa saat musim hujan kali ini. Dengan curah hujan tahun ini antara 150-400 mm perbulannya jika melebihi itu maka curah hujan dikategorikan tinggi,” jelasnya sembari menyebutkan curah hujan tinggi patut diwaspadai di bulan Desember 2018, Januari, Maret, dan April 2018. (Rel)

BACA JUGA