Connect with us

Kabar Sumsel

Sumsel Harus Jadi Contoh Penegakan Demokrasi Bermartabat

Published

on

SERAHKAN : Gubernur Sumsel Herman Deru melakukan penyerahan simbolis mobil operasional Bawaslu RI kepada Korsek dan Komisioner Bawaslu Kab/kota di Prov. Sumsel, Rabu (26/12)

REL, Palembang – Gubernur Sumsel Herman Deru melakukan penyerahan simbolis mobil operasional Bawaslu RI kepada Korsek dan Komisioner Bawaslu Kab/kota di Prov. Sumsel  sekaligus menghadiri apel siaga kesiapan pengawas Pemilu se Sumsel dalam rangka Pileg dan Pilpres 2019

yang digelar di halaman Kantor Gubernur, Rabu (26/12). Dengan tambahan kendaraan operasional ini HD menargetkan Sumsel akan menjadi contoh penegakan demokrasi yang bermartabat di Indonesia.

Menurut HD para penjaga demokrasi patut diapresiasi agar dapat menjaga demokrasi sebaik-baiknya. Jangan sampai semangat penegak demokrasi ini putus karena terbatasnya operasional.

“Selama aturan mendukung kita akan bantu mereka sampai kecamatan dan desa kita akan usahakan anggarannya.  Untuk sekarang ini kita bantu minyak dulu biar mobil ini bisa beroperasional. Bukan hanya saat Pileg dan Pilpres saja tapi event-event acara demokrasi lainnya. Sumsel harus jadi contoh penegakan demokrasi yang bermartabat,” tegas HD.

Lebih jauh HD mengatakan Pemprov Sumsel menyambut baik dan mengapresiasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Sumsel. Untuk diketahui saat ini telah memasuki masa dan tahapan kampanye baik kampanye Calon Legislatif maupun Kampanye Calon Presiden dan Wakil Presiden. Dalam kampanye-kampanye tak sedikit ada prilaku tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, seperti saling menghina, menghasut dan menjelek-jelekan antara pasangan calon satu ke lainnya.

“Ini sangat tidak mencerminkan kepada kepribadian Bangsa Indonesia yaitu santun dan bermartabat.” jelasnya.

Mantan Bupati OKU Timur dua periode berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan Sinergitas Antara Bawaslu dengan Pemerintah Daerah, antara Bawaslu dengan Kepolisian, Kejaksaan, TNI, Instansi, lembaga dan masyarakat sehingga mewujudkan Pemilu yang jujut, adil, bersih, transparan, tertib dan bermartabat sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya himbau kepada pemerintah daerah dan jajaran turut serta dalam Pengawasan Pemilu dalam menyukseskannya,” jelasnya.

Pemilu menurutnya merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat guna menghasilkan Pemerintahan negara yang demokratis berdasarkan Pancasila dan UU Dasar 1945 sesuai Pasal 1 ayat 2 berbunyi “Kedaulatan berada di tangan Rakyat dan dilaksanakan menurut UU Dasar”.

“Namun hal itu  akan sulit terwujud tanpa adanya peran penting Bawaslu, Kepolisian, TNI, Kejaksaan, pemerintah dan jajarannya untuk mengawal jalannya Pesta Demokrasi di Indonesia khususnya di wilayah Sumsel,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto menjelaskan pihaknya memfasilitasi dengan kendaraan operasional sebanyak 84 unit yang diberikan ke komisioner dan koordinator sekretariat Bawaslu di 17 Kabupaten/kota se Sumsel.

Luasnya wilayah Sumsel menjadi tantangan tersendiri bagi Bawaslu untuk mengawasi jalannya Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden agar tetap berjalan sesuai jalurnya.

“Kelancaran transportasi dalam pengawasan merupakan hal yang mutlak mengingat pengawasan harus menyentuh sampai ke tingkat yang paling bawah. Makanya kami mencoba memfasilitasi ini,” jelasnya.

Menurut Iin, tahun 2018 Provinsi Sumsel masuk dalam kategori minim pelanggaran Pemilu. Pelanggaran Pemilu di Sumsel cenderung marak dalam hal mpemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) di tempat yang dilarang dan hanya tercatat 10 pelanggaran yang terjadi.

Selain itu ada juga beberapa pelanggaran seperti kategori pelanggaran netralita ASN, dan pelanggaran iklan kampanye di luar jadwal.

“Sumsel diapresiasi Bawaslu Nasional karena bisa menekan pelanggaran  Pemilu 2018,” jelas Iin.

Lebih jauh kata Iin, dalam rangka mensukseskan  Pemilu yang jujur, tertib dan bersih pihaknya  sudah menginstruksikan ke jajarannya untuk selalu solid dan profesional.

“Kami selalu mengingatkan jajaran kab/kota untuk selalu melakukan pencegahan maksimal dan melakukan pengawasan aktif dengan harapan pelanggaran Pemilu 2019 dapat ditekan lebih baik lagi,” jelasnya.

Minimnya pelanggaran ini lanjut Iin erat kaitannya dengan kejujuran Pemilu 2019.

“Pelanggaran Pemilu di 2019 akan terus kami tekan. Bila ditemukan pelanggaran atau dugaan pelanggaran dari masyarakat atau pemantau Pemilu secara tegas akan kami lakukan penindakan tegas dan adil. Karena sesungguhnya ujian utamanya adalah saat kami bisa menggelar Pemilu yang bermartabat,” paparnya.

Sementara itu Ketua Panitia Penyerahan simbolis mobil operasional Bawaslu RI kepada Korsek dan Komisioner Bawaslu Kab/kota di Prov. Sumsel, Tri Efendi menjelaskan bahwa sistem sewa mobil sebanyak 84 unit ini melalui lelang dan diperuntukan komisioner Bawaslu di kabupaten kota Sumatera Selatan. Kegunaannya tak lain untuk menunjang pengawasan Pemilu 2019.

Untuk melaksanakan Pemilu tidak bisa hanya Bawaslu tapi harus bekerja sama dengan seluruh stakeholder, dan pemprov Sumsel salah satu stakeholder yang mencapai ke seluruh Sumatera Selatan.

“Kami berterima kasih pak gubernur yang sudah menyerahkan secara simbolis kendaraan ini dan memperjuangkan bantuan bahan bakar yg memang tidak bisa kami anggarkan,” jelasnya.

Selain Gubernur Sumsel Herman Deru, hadir juga sejumlah pejabat dalam kesempatan tersebut di antaranya Pangdam II Sriwijaya diwakili Staf Ahli Bidang Humaniter Kol Inf Ahmad Yani, Kapolda Sumsel diwakili Dir Reskrim Umum Kombes Pol Yustan Alpiani, Sekretaris Bawaslu Sumsel H. Iriyadi, anggota Bawaslu Sumsel, Ketua  Bawaslu Kabupaten/Kota se Sumsel.

Tak hanya menyerahkan kendaraan operasional, Gubernur Herman Deru didampingi Ketua Bawaslu ikut menjajal kendaraan operasional yang diberikan Bawaslu RI ke Bawaslu Sumsel berkeliling di halaman kantor Gubernur Sumsel. (reles)

Empat Lawang

Dua Jam Seusai Dilantik PJ Sekda Empat Lawang Meninggal

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Pj Sekda Empat Lawang (Meninggal) saat di RSUD Empat Lawang saat dikinjungi Bupati Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Berselang sekitar dua jam setelah pelantikan,Pejabat sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Empat Lawang Drs, Mahalisi,SH,M.si meninggal dunia diduga akibat serangan jantung.

Dari informasi yang didapat PJs Sekda Empat Lawang mengalami drop di ruangannya seusai melakukan pelantikan di ruang rapat madani.

Bupati Empat Lawang H.Joncik Muhammad yang didampingi wakil bupati Yulius Maulana mengatakan pemerintahan kabupaten Empat Lawng merasa berduka yang sangat luar biasa ,kehilangan pejabat empat lawang yang baru saja dilantik yang harapannya dapat mengontrol empat hal dalam pemerintahan

“Tapi Allah berkendak lain dan saya bersaksi bahwa almarhum orang yang baik semoga husnul khotimah,kita sampaikan ke anak istri beliau ikhlaskan karena ini sudah ketentuan kehendak allah swt,” Ungkap Joncik

Masih dikatakan Joncik,beliau meninggal sebagai ASN dipuncak karir menjabat sekda walaupun berusia dua jam.

“Saya kaget tadi beliau masuk keruanganya saja belum saya diberitahu masih di ruangan asisten dan saya suruh bawa ke RSUD dan diberikan pertolongan yang terbaik tapi allah berkendak lain,”Sambung Joncik

Sekali lagi atas nama pemerintahan Kabupaten Empat Lawang mohon dimaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidup dan kita doakan semoga beliau husnul khotimah

“Malam ini dan besok pemda Empat Lawang akan melayat ke rumah duka (Rumdin Sekda) dan besok akan dibawa ke desa kelahiran almarhum di Desa Simpang Prigi untuk dimakamkan,”Ucapnya

Sementara Direktur RSUD Empat Lawang dr.Devi Andrianti mengatakan mendapat kabar bahwa beliau mengalami drop di ruang asisten dan almarhum langsung di bawa ke UGD dan ditangani dengan pertolongan pertama tapi takdir berkehendak lain

“Beliau dianogsa serangan jantung dan beliau memang mempunyai riwayat gagal jantung sebelumnya,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Napi Tahanan Lapas IIB Empat Lawang Diduga Gantung Diri

Published

on

Caption : Korban saat ditemukan tegantung di Kamar sel no 2 tempat korban ditahan.

REL,Empat Lawang – Diduga salah satu narapidana (Napi,Red) tahanan lapas II B Kabupaten Empat Lawang meninggal dunia dengan cara menggantungkan diri didalam kamar sel nomor 2

Diketahui Napi itu adalah Sandi Agustian (25) Bin Sukarman warga Desa Muara Betung Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang,dirinya di tahan dengan Kasus Pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP.

Belum diketahui motif atau penyebab korban ( Napi,Red) nekad mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri dikamar tahanan itu.

Namun,dari data yang dihimpun kronologis kejadian berawal pada hari Minggu, tanggal 27 Desember 2020, sekitar pukul 18.30 wib. Piket Pawas Polsek Tebing Tinggi mendapat telpon dari Piket Lapas 2B Empat Lawang Pengamanan Pintu Utama (P2U,Red),

Bahwa di Lapas Empat Lawang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang ada seorang Laki-laki meninggal Dunia akibat Gantung Diri di dalam kamar sel no.02 yang mana napi tersebut ditahan dengan Kasus Pembunuhan.

Sekira pukul 19.00 wib, Piket Pawas beserta anggota piket SPKT Polsek Tebing Tinggi, anggota Intel, anggota Reskrim Polsek Tebing Tinggi, Beserta Anggota Identifikasi Polres Empat Lawang dan Piket Intel Polres Empat Lawang, langsung mendatangi TKP.

Sesampai di TKP, korban sudah dalam keadaan Meninggal Dunia dengan posisi badan masih tergantung di dalam kamar sel no. 02 dengan menggunakan seutas Kain Sarung yang berwarna coklat.

Korban ditemukan pertama kali oleh petugas piket yang bernama Hidayat (37) Bin Zuheri ayub saat mau mengecek para narapidana didalam sel dan mendapati korban (Sandi Agustian) sudah tergantung didalam kamar sel nomor 2 dalam keadaan sudah meninggal dunia

Kepala Lapas IIB Empat Lawang Ridwantoro melalui Kepala Keamanan Kalapas IIB Empat Lawang A.Hamid ketika dikompirmasi melalui pesan singkat whatsapp membenarkan kejadian tersebut

“Ya benar korban gantung diri pakai kain di kamar,kini kita sudah serahkan ke polres, untuk sebagai tindakkan awal dan pihak polres membawak jenazah ke rsud untuk di visum,untuk penyebabnya belum diketahui,”Jelasnya.

Sementara itu,dr.Arga Sena Setiawan Dokter yang pada saat itu memvisum jenazah korban (Napi,Red) di RSUD Empat Lawang mengatakan itu murni bunuh diri.

“Iya itu aku yang visum di RSUD dan Murni bunuh diri karena tidak ada tanda tanda kekerasan lain ditubuh korban kecuali dileher,sekarang lanjut arga jenazah masih di kamar jenazah rsud menunggu dijemput oleh keluarganya,”Kata Arga.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

GP Ansor Empat Lawang Optimis Gus Yaqut Dapat Menjalankan Amanah Sebagai Menag

Published

on

Caption : Ketua GP Ansor Empat Lawang saat menerima SK dari pelantikan di Kabupaten Muba

REL,Empat Lawang – GP Ansor Empat Lawang belum lama ini telah dibentuk dan dikukuhkan.

Pembentukan GP Ansor Empat Lawang bertempat di pendopoan rumah dinas bupati empat lawang dan yang terpilih menjadi ketua yakni Defi Abusyairi.

Selain memilih ketua GP Ansor Empat Lawang puluhan anggota langsung dikukuhkan dan diambil sumpah janji sebagai pemuda ansor.

“GP Ansor Empat Lawang dibentuk pada 3 Februari tahun 2020 dan semua anggota langsung dikukuhkan,”Ungkap ketua GP Ansor Empat Lawang Defi Abusyairi

Masih dikatakan Defi,GP Ansor Empat Lawang sangat bangga atas terpilihnya Yaqut Kholil Qoumas (Gus Yaqut) sebagai menteri agama di Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2020-2025.

Diketahui Yaqut Kholil Qoumas resmi diumumkan Presiden Joko Widodo menjabat Menteri Agama Menggantikan Fakhrul Razi, lewat kanal Youtube Sekretariat Presiden Selasa Sore,Kemarin ( 22 Desember 2020 ).

“GP Ansor Empat Lawang optimis bahwa Gus Yaqut dapat menjalankan amanah sebagai Menag dengan sebaik-baiknya,”Ucap Defi.Kamis (24/12).

Lebih lanjut Defi mengatakan bahwa sebagai Menag, diyakininya Gus Yaqut dapat menciptakan suasana beragama yang lebih kondusif, aman, dan tentram.

“Dengan terpilihnya Gus Yaqut sebagai Menag, kami yakin bahwa akan terciptanya suasana beragama di republik ini yang lebih kondusif, aman, tentram, dan mengedepankan prinsip-prinsip berketuhanan skaligus prinsip kemanusiaan,”Jelasnya.

Dijelaskan Defi,Menag yang baru ini, tumbuh dan dibesarkan di lingkungan Pesantren, sudah barang tentu kehidupan yang mewarnainya sangat religius. Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin tempat menempa ilmu agamanya di bawah bimbingan langsung oleh ayahanda K.H. Cholil Bisri, ulama terkemuka Rembang, kakak dari K.H. Ahmad Musthofa Bisri.

Dikutip dari berbagai sumber, Gus Yaqut muda menyelesaikan pendidikan formalnya di sekolah umum mulai dari tingkat Dasar sampai ke Perguruan Tinggi. Universitas Indonesia menjadi pilihan Gus Yaqut untuk menyelesaikan Sarjananya, selama menjadi Mahasiswa beliau aktif di organisasi ekstra kampus yaitu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan bahkan Ketum GP Ansor ini menjadi pendiri PMII di Depok pada waktu itu.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending