Connect with us

Kabar Sumsel

Sumatera Hujan di Pergantian Tahun

Published

on

 

 

REL, JAKARTA – Momen pergantian tahun pada akhir pekan nanti diprediksi aman dari potensi anomali cuaca. Khususnya, bagi mereka yang tinggal di Pulau Jawa. Sementara, di kawasan Timur Indonesia terutama NTB dan NTT, warga diminta waspada potensi badai siklon tropis. Namun, badai tersebut tidak akan mengarah ke Indonesia.

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, saat ini bibit siklon tropis mulai tumbuh di perairan tenggara Indonesia. ’’Tapi, siklon tropis ini pergerakannya mengarah ke selatan,’’ terang prakirawan BMKG Tomi Ilham Reza saat dikonfirmasi kemarin (26/12).

 

Dengan kondisi tersebut, maka yang akan terkena dampak utama adalah kawasan Australia bagian utara. Sementara, untuk Indonesia, dampaknya tidak terlalu signifikan. Tidak seperti badai Dahlia dan Cempaka yang melanda kawasan selatan Jawa dan barat daya Sumatera akhir November lalu. ’’Kemungkinan di NTT akan hujan deras,’’ lanjutnya.

 

Sementara, di kawasan utara Indonesia, Siklon tropis Tembin yang menjelma menjadi topan dipastikan sudah reda. Namun, dampaknya masih akan terasa di kawasan Sumatera bagian tengah dan utara, serta Kalimantan bagian barat. Di kawasan-kawasan tersebut masih ada potensi hujan deras.

 

Dampak lainnya, gelombang di kawasan perairan natuna dan laut Jawa masih akan tinggi, berkisar 2 sampai 3 meter. ’’Ini perlu diwaspadai terutama untuk jalur-jalur pelayaran,’’ pesan Tomi. Di luar itu, cuaca diprediksi tidak akan ekstrem seperti satu bulan belakangan.

Sebagai gambaran, pada akhir tahun nanti hujan diprediksi terjadi di Sumatera, Kalimantan, serta Jawa bagian tengah dan selatan. ’’Tapi, pada malam pergantian tahun, diprediksi berawan untuk yang Jawa,’’ tutur Tomi. Sementara, untuk kawasan Sumatera dan Kalimantan, malam pergantian tahun diprediksi akan diwarnai hujan.

 

Untuk selanjutnya, tambah Tomi, selama tiga bulan ke depan, sebagian besar wilayah Indonesia akan hujan. ’’Puncak musim hujan di luar Jawa terjadi Januari, sementara untuk Jawa Februari,’’ terangnya.

 

Pada Januari, Sumatera bagian barat diprediksi mendapat curah hujan di atas 300 mm (lihat grafis). Sebaliknya, di Sumatera sisi Timur, curah hujan ada di bawah 300 mm. Pada Februari, curah hujannya semakin menurun, bahkan di sebagian wilayah diprediksi sudah di bawah 150 mm.

 

Begitu pula dengan Kalimantan dan Sulawesi. Curah hujan akan cukup tinggi selama Januari. Di Sulawesi, sebagian besar wilayah bakal dilanda hujan di atas 300 mm atau biasa disebut curah hujan tinggi. Di Kalimantan, hujan ada di kisaran 200 sampai 400 mm. Hujan ekstrem di atas 500 mm hanya akan terjadi di kawasan pegunungan Papua.

 

Di Pulau Jawa, sebagian besar wilayah akan dilanda hujan antara 300 sampai 400 mm pada Januari. Intensitasnya akan semakin tinggi memasuki Februari, di mana kawasan yang mengalami hujan lebat akan semakin luas. Khususnya di Surabaya, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Semarang, Salatiga, Purwokerto, Bandung, dan Tasikmalaya. Di daerah-daerah tersebut, kecuali Jawa Tengah, curah hujan tinggi akan berlangsung hingga Maret, meski intensitasnya mulai menurun.

Disinggung mengenai tingkat kewaspadaan masyarakat, sebaiknya masyarakat tetap waspada sebagaimana umumnya bila menghadapi musim hujan. ’’Mengenai curah hujan, kami prediksikan tidak terlalu ekstrem,’’ tambah Tomi. Terutama, bila dibandingkan dengan dampak siklon Tropis yang melanda kawasan Selatan Jawa dan barat daya Sumatera.

 

Mengantisipasi cuaca buruk dan gangguan keamanan di wilayah perairan Indonesia, Badan Keamanan Laut (Bakamla) memastikan ekstra siaga. Kasubbag Humas Bakamla Mayor Marinir Mardiono menjelaskan bahwa instansinya sudah meningkatkan kewaspadaan. Bersama instansi pemerintah di tingkat pusat maupun daerah, mereka bekerja sama menjalankan tugas tersebut. ”Bakamla bersama stakeholder lain kerahkan kapal patroli di beberapa wilayah perairan Nusantara,” terang dia kepada Jawa Pos (induk koran ini).

 

Secara khusus, sambung Mardiono, Bakamla memberikan perhatian lebih kepada perairan di wilayah Natuna, Sulawesi, serta Halmahera Utara. Menurut dia, perhatian lebih diberikan agar instansinya dapat memberikan bantuan maksimal apabila terjadi kecelakaan akibat cuaca di wilayah tersebut. Tidak kurang 41 kapal patroli dilibatkan dalam operasi yang dilaksanakan sampai momen pergantian tahun selesai.

”Melalui operasi keamanan dan keselamatan laut, Bakamla mensinergikan berbagai instansi maritim,” imbuhnya. Lanjut dia, saat ini sudah ada kapal patroli yang disiagakan di wilayah Ambon, Batam, Bitung, Cirebon, Sangihe, dan Talaud.

Tidak hanya itu, Bakamla juga sudah menyiapkan beberapa rigid hull inflatable boats (RHIB) dan catamaran yang bisa dikerahkan kapan pun. ”Kami juga membuka call center untuk menerima laporan masyarakat terkait keamanan dan keselamatan di laut,” ujarnya. Dia memastikan call center tersebut siap menerima laporan 24 jam. (byu/syn/air/ce1)

Empat Lawang

Jubir Covid-19 Muratara Angkat Bicara, Kasus PDP di Muratara Masih Menunggu Hasil Lab

Published

on

Caption : Teks foto: Jubir GugusTugas Covid-19 Muratara Susyanto Tunut

 

REL,Muratara – Simpang siur pemberitaan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 01 Muratara, pihak Kabupaten Muratara belum menerima hasil laboratorium, baik dari Provinsi maupun dari pihak Rumah Sakit Siloam Lubuklinggau.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Muratara Susyan Tunut, sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium Sumsel, dan terus upayakan agar hasil lab tersebut bisa segerah di publikasikan, apakah memang terjangkit atau tidaknya.

Juru bicara (Jubir) Gugus tugas Covid-19 menggadakan konferensi pers, terhadap berita yang beredar di metroTV tentang informasi yang di sampaikan oleh jubir Sumsel, terkait pemakaman PDP 01 yang ada di Muratara, dalam pemakamannya tidak sesuai dengan protokoler, karena bukan penolakan dari keluarga, melainkan gugus tugas Covid-19 Muratara tidak siap, berita tersebut tidak benar bahkan kebalikannya.

“Dari gugus tugas Covid-19 sudah menyiapkan mulai dari ambulans penjemputan sampai dengan pemakaman secara protokoler,”ujarnya, Kamis (16/4/2020)

Sambungnya, dan kita menyiapkan skenario penjemputan jenaza PDP 01 yang ada di rumah sakit Siloam Lubuklinggau, tiba-tiba di tengah perjalanan jenaza di pulang paksa oleh pihak keluarga untuk segerah di makamkan.

Untuk saat ini kita semuanya sepakat , untuk mengetahui jika seseorang memang betul-betul terjangkit Covid-19 atau tidaknya itu kita sedang menunggu hasil dari laboratorium provinsi dan hasil lab Rumah Sakit Siloam, kemudian di berikan kepada gugus tugas Covid-19 kota lubuklinggau, sebab merekala yang mengambil Sempel dari pasien tersebut, tambahnya

Ia menyebutkan, pihaknya menunggu hasil yang benar-benar murni, untuk kedepannya langkah apa saja yang nantinya akan ambil, jika hasil tersebut sudah di keluarkan.

“kita semua berharap dari hasil lab tersebut Negatif, dan tidak ada simpang siur masala pemberitaan di tengah-tengah masyarakat muratara, terkait Covid-19.(16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Kemenag Terapkan Pelayanan Tanpa Tatap Muka

Published

on

Teks foto:Kankemenag Muratara H Iksan Baijuri

 

 

Rel Muratara–Untuk menjaga dari terjangkit dan menyebar Corona Virus Disease (Covid-19) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Musi Rawas Utara menerapkan pelayanan publik tanpa tatap muka langsung.

Alasan penerapan pelayanan tersebut tertuang dalam edaran Kemenag Muratara nomor 77 tahun 2020 tentang pelaksanaan protokol penanganan Covid-19 dan surat edaran Kantor Wilayah Kementetian Agama Propinsi Sumatera Selatan nomor 494 tahun 2020 pertanggal 26 Maret tentang pelayanan publik tanpa tatap muka.

Kankemenag Muratara H Ikhsan Baijuri mengatakan, ditengah hangatnya masalah Covid pelayanan publik di kantor kemenag dilakukan tanpa tatap muka.

“Nanti setiap pelayanan akan dilakukan melalui hand phone, whatshap dan surat elektronik,”katanya, Kamis (26/3)

Lanjutnya, pelayanan tanpa tatap muka akan berlansung dari tanggal 26 Maret hinggga 30 Maret atau menunggu perkembangan selanjutnya. Jika kondisi Covid sudah benar benar steril dari muka bumi, maka aktivitas akan seperti biasa.

Ia mengatakan, pelayanan tanpa tatap muka, sudah disampaikan surat edaran di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) pada Tujuh Kecamatan dalam wilayah Muratara.

“Silakan nanti, Kepala KUA masing masing menyampaikan edaran ini pada setiap kepala desa, atau menyampaikan langsung kepada masyarakat,”ujarnya

Ditambahnya, bagi masyarakat yang ingin melakukan urusan dengan kemenag tidak parlu datang ke kantor, karena di surat edaran sudah di sediakan atau melalui surat elektronik atau email kabmuratara@kemenag.go.di. (16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Cegah Masuk Covid-19 di Muratara, Pemda Mendirikan Posko GTPP

Published

on

BERSAMA:Bupati, Sekda Foto bersama petugas posko GTPP

 

 

REL,Muratara – Guna Penanganan secara intensif, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendirikan dan meresmikan posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Corona Virus Disease (Covid-19) di perbatasan Kabupaten Surulangun Jambi, tepanya di simpang Nibung Rawas, Kecamatan Rawas Ulu, Muratara. Selasa (24/3)

Juru Bicara GTPP Kabupaten Muratara Siswanto Tunut menyampaikan pendirian dan peresmian posko ditengah hangatnya masalah Covid-19 tersebut adalah upaya pencegahan dari pemerintah.

“Ia, hari ini bersama Bupati, TNI, Polisi meresmikan dan mulai bergerak melakukan pengecekan secara menyeluruh pengendara yang masuk ke Kabupaten Muratara,”katanya

Sambungnya, terutama bagi pengendara yang datang dari jauh, jambi, batam. Dan orang tersebut singah, pulang kampung atau menginap di Kabupaten kita.

Ia menyebutkan, jika ada orang, warga atau pengendara yang kategori tidak aman, menunjukan suhu badan pada 38 keatas, maka yang bersangkutan masuk dalam Orang Dalam Pengawasan (ODP).

“Melalui rekan tim, Dinas kesehatan memantau secara berkalah yang masuk dalam ODP itu,”ujarnya

Kesempatan yang sama, Bupati Muratara H M Syarif Hidayat menyampaikan posko tersebut sebagai antisipasi Kabupaten Muratara, sebagai bentuk kepedulian pemda terhadap Covid-19.

“Posko ini adalah posko kemanusiaan. Kita harus ada tindakan yang tegas terhadap Covid-19. Ini bukan rahazia terhaadap surat menyurat kendaraan pengendara atau yang lain. Saya mintak yang melintas untuk membantu, berhenti dan turun untuk dilakukan pengecekan,”ajaknya

Lanjutnya, Posko GTPP akan berdiri dan melayani lebih kurang selama tiga bulan. kita pantau sampai kondisi di Muratara umumnya indonesia benar benar bersih dari Covid-19 ini.

Untuk diketahui, petugas pokso terdiri dari tim Kesehatan, BPDB, dibantu pihak kepolisian, Pol PP, Dishub dan TNI yang berjumlahkan sebanyak 33 orang. (16)

Baca Selengkapnya

Trending