Connect with us

Gaya Hidup

Suhu Sumsel Mencapai 35 Derajat Celsius

Published

on

 

REL, Palembang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kenten Palembang mengungkapkan kondisi suhu udara saat ini memang meningkat lantaran saat ini wilayah Indonesia sedang memasuki musim Kemarau yang berlangsung sejak awal Juli lalu hingga September mendatang.

“Saat ini memang kondisi cuaca sedang meningkat karena memasuki musim kemarau. Bahkan untuk saat ini suhu maksimum yang tercatat untuk wilayah Sumatera Selatan, 35.0 derajat celsius,” kata Kasi Data dan informasi BMKG Kenten Palembang Nandang, saat dihubungi, Selasa (17/7).

Ia menjelaskan, hingga hari ini pun kondisi cuaca masih dapat dikatakan normal, namun tidak menutup kemungkinan akan terus meningkat saat memasuki musim kemarau karena mempengaruhi kualitas udara.

Untuk itu BMKG Sumsel mengimbau agar masyarakat mengurangi berpergian saat panas terik di siang hari karena saat ini kualitas udara yang terpapar debu atau asap serta solar radiasi matahari akan meningkat.

Selain itu juga Nandang mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi panas dapat meningkatkan titik api di wilayah Sumsel.

“Sesuai instruksi Satgas Karhutla Sumsel masyarakat diminta untuk menyukseskan Asian Games 2018 dengan tidak membakar atau menghidupkan api di titik-titik rawan kebakaran sehingga kita tetap bisa menyukseskan zero asap,” ungkapnya. (12)

Empat Lawang

Warga Temukan Bunga Bangkai di Kebun Sawitan

Published

on

RAFLESIA : Tampak kondisi salah satu tanaman bunga bangkai yang tumbuh berada di Desa Bandar Agung Kecamatan Pendopo.

REL, Empat Lawang — Warga Desa Bandar agung Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang sempt dihebohkan dengan penemuan bunga bangkai yang bentuknya mirip bunga Raflesia dengan ukuran raksasa.

Bunga yang disinyalir tumbuh dengan sendirinya ini berbau cukup menyengat di hidung setiap siapa saja orang mendekatinya. Aroma busuk bak aroma sebuah bangkai membuat penasaran para penduduk setempat.

Bunga bangkai tersebut, memiliki kelopak yang lebar dan kuncup yang cukup tinggi, kondisi inilah menjadi pusat perhatian penduduk Bandar Agung Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang beberapa pekan ini.

Kepala Desa Bandar Agung, Bambang Utoyo mengatakan bunga bangkai ini tumbuh di dua lokasi, saat itu warga desanya melihat dan menemukan bunga tersebut tengah tumbuh di kawasan air terjun Rendah Pangkul.

Sementara itu, terdapat satunya lagi tumbuh juga di sekitaran kawasan bukit besar dalam kawasan Bandar Agung Kecamatan Pendopo. Namun akses untuk menuju lokasi tanaman yang satu ini lumayan jauh ditempuh dengan berjalan kaki.

Menurut Bambang, berawal daru saat pertama kali salah seorang penduduk desanya yang bernama Efran melihat tanaman bunga bangkai tumbuh berada di dalam kawasan desanya. “Temuan itu sekitar dua minggu lalu, oleh penduduk desa kita,” katanya

Disampaikan dirinya, bahwa awal mulanya warga desanya yamg bernama Efran tersebut tidak langsung segera memberitahunya secara langsung selaku Kepala Desa setempat ketika ia melihat dan menemukan letak lokasi tumbuh bunga bangkai ini.

“Iya, warga saya melihat bunga itu di kebun sawit, area bukit besar, dan katanya satu lagi berada di sekitaran Air terjun Rendah Pangkul kawasan Desa Bandara Agung,” jelas dirinya.

Sayangnya, lanjut Bambang. Kondisi tanaman bunga bangkai itu sekarang ini sangat disayangkan sekali, dikarenakan satu dengan kondisi tanaman yang tinggal hanya tunggulnya saja dan kelopaknya sudah tidak mekar lagi. Kemudian yang satunya lagi kondisi tanaman tampaknya tengah mulai memekarkan kelopang bunganya.

“Awalnya warga kita tidak begitu mengerahui kalau itu bunga bangkai seperti yang sering disiarkan di televisi. Ya, dikira itu tanaman biasa yang sering tumbuh di dalam hutan,” tandasnya. (14).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Usia Tak Halangi untuk Belajar Al-Qur’an

Published

on

BERSAMA: Ibu-ibu pengajian sedang berfoto bersama, Rabu (11/7).

REL, Tebing Tinggi – Semangat belajar memabaca Al-Qur’an ibu-ibu TPQ Masjid Al-Huda Tanjung Beringin Kecamatan Tebing Tinggi sangat layak diacungi jempol. Pasalnya ibu-ibu yang tergabung di TPQ tersebut sudah berusia lanjut berkisar 50 tahunan ke atas. Emizona selaku penyuluh agama Empat Lawang sekaligus guru mengaji ibu-ibu TPQ Masjid Al-Huda mengatakan sangat antusias untuk mengajarkan cara baca Al-Qur’an kepada mereka.

“Saya sangat antusias untuk mengajari mereka membaca Al-Qur’an. Mereka juga tak kalah bersemangat untuk belajar. Meski suda lansia, mereka tak kalah bersemangat dengan anak-anak muda zaman sekarang,” kata Emizona, Rabu (12/7).

Emizona menambahkan bahwa agenda mengaji di TPQ Masjid Al-Huda Tanjung Beringin berlangsung setiap hari Rabu mulai dari jam 14.00 WIB sampai dengan selesai.

“Alhamdulilah agenda ini rutin dilaksanakan. Tidak terasa sekarang sudah 2 tahun saya mengajarkan mereka membaca Al-Qur’an,” tambahnya.

Perkembangan yang sangat layak diapresiasi, dalam jangka waktu 2 tahun tersebut, para ibu lansia sudah bisa membaca Al-Qur’an.

“Saya mengajari mereka benar-benar dari awal yakni dari huruf hijaiyah Alif sampai ke Ya. Alhamdulilah sekarang mereka bacaannya sudah Al-Qur’an semua. Sebagian ada yang masih di suroh Al-Baqarah dan ada juga bacaan Al-Qur’an-nya yang sudah jauh,” jelas Emizona.

Melalui kegiatan mengaji tersebut, Emizona  berharap para ibu-ibu tetap semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

“Belajar itu tidak memandang usia. Asal kita punya tekad yang kuat, ingin berubah menjadi lebih baik untuk mengharap ridho-Nya maka pasti akan bisa. Jadi tidak usah malu dengan faktor usia,” pungkas Emizona. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

OPD Harus Melaksanakan Penyetaraan Gender

Published

on

SAMPAIKAN : Asisten I Pemkab Empat Lawang Rachmad Riyandi membuka sekaligus menyampaikan sambutannya dalam sosialisasi dan pelatihan Advokasi Pengarusutamaan Gender (PUG) melalui Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) di Aula Hotel Kito, Selasa (10/7).

REL, Empat Lawang – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Empat Lawang, menggelar sosialisasi dan pelatihan Advokasi Pengarusutamaan Gender (PUG) melalui Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) dalam rangka peningkatan kapasitas focal point Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Empat Lawang, tahun 2018.

Kegiatan yang menghadirkan nara sumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Patah Palembang, berlangsung di Hotel Kito Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Selasa (10/7).

Kegiatan yang diikuti sejumlah utusan dari seluruh OPD dalam lingkungan kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang ini, dibuka Assisten 1 Pemkab Empat Lawang, Rachmad Riyandi.

Dalam amanatnya saat membuka kegiatan tersebut, Assisten 1 Pemkab Empat Lawang, Rachmad Riyandi mengatakan, dengan adanya penyetaraan gender, peran para wanita dalam ikut menyukseskan pembangunan dapat terpakai. Namun demikian, dia mengingatkan agar penyetaraan gender tidak difahami keliru hingga seorang wanita lupa akan kewajibannya selaku ibu rumah tangga yang juga memiliki kewajiban terhadap keluarganya.

Lebih lanjut Riyandi mengatakan, program pengarusutamaan gender melalui PPRG dan setiap OPD jelas dia, merupakan focal point. Karena itu, setiap OPD harus melaksanakan penyetaraan gender dalam setiap aplikasi di setiap OPD.

Dia mencontohkan, pada penganggaran suatu bangunan yang dilaksanakan di Dinas Pekerjaan Umum, itu harus menampung kepentingan para wanita dengan menyediakan tempat atau ruang menyusui. “Meskipun bekerja, para wanita dapat tetap menjalakan tugasnya sebagai ibu pada anaknya,” ujar dia.

Kemudian lanjut Riyandi, pada contoh lainnya, dalam pengajuan bakal calon (Balon) anggota legislatif, suatu partai politik wajib menyertakan keterwakilan perempuan dalam mengajukan Balon-nya.

“Jika itu tidak dapat dipenuhi, pihak KPU akan mengembalikan berkas Balon ke parpol itu. Jadi wajib bagi parpol untuk meyertakan keterwakilan perempuan dalam calon anggota legislatifnya,” urainya.

Dari contoh tersebut, kata Riyandi, peran focal point di setiap OPD untuk membantu mengaplikasikan setiap perencanaan dan penganggaran yang responsif terhadap penyetaraan gender, sangat penting dilakukan. “Dengan adanya sosialisasi ini, masing-masing focal point di setiap OPD, dalam menyusun dan melaksanakan anggaran memberikan ruang yang baik dalam penyetaraan gender,” imbuhnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Camat Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang tersebut juga berpesan, sosialisasi PUG pada dasarnya merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Dia berharap, pada pelaksanan kedepan terus ditingkatkan materi-materi yang disajikan kepada para peserta. Para peserta juga sebut dia, harus memahami dengan mengaplikasikan pemahaman yang didapat ini, tercermin pada penyusunan anggaran di setiap OPD yang ada.

“Jika kegiatan hari ini merupakan tingkat pertama, pada pelaksanaan kedepan bisa tingkat selanjutnya dan seterusnya. Sehingga pemahaman yang didapat para peserta dapat terus meningkat,” harapnya. (12)

Baca Selengkapnya

Trending