Connect with us

Kabar Sumsel

Suharto: M Yunan Helmi Telah Diberhentikan dari Golkar

Published

on

INDERALAYA – Calon pengganti antarwaktu Drs H Ahmad Yani MM hingga sekarang belum diusulkan. Soalnya ada persoalan di internal Golkar. Pasalnya, M Yunan Helmi Ghozali telah dipecat dari pengurus dan kader Golkar oleh Mawardi Yahya (saat menjabat Ketua DPD Golkar Ogan Ilir) tertanggal 13 Maret 2017 lalu berdasarkan surat No 06/Golkar-OI/III/2017. Kemudian yang bersangkutan menjadi pengurus Partai Berkarya Kabupaten Ogan Ilir dengan jabatan Wakil Ketua 4 Bidang Pemenangan Pemilu.

M Yunan sendiri berasal dari Dapil 2 wilayah Kecamatan Pemulutan, Pemulutan Selatan, dan Pemulutan Barat dengan meraih suara pada pemilu 2014 lalu 2.179 suara di bawah Drs Ahmad Yani MM (2.388). Sedangkan di bawah M Yunan Helmi adalah Rosidah SPd dengan meraih 135 suara.

Dengan telah diberhentikan M Yunan Helmi dari Kader Golkar, maka nomor urut di bawahnya yakni Rosidah yang semestinya diusulkan sebagai PAW.

“Ini persoalan hak saya, karena M Yunan sudah dipecat, maka sesuai nomor urut di bawahnya serta aturan, saya yang semestinya diusulkan menjadi PAW,” kata Rosidah.

Plt Sekretaris DPD Partai Golkar Ogan Ilir Basri M Zahri, S. Pd, M. Si,
menyatakan bahwa pihaknya pada 5 April 2018 menerima sanggahan dari Kader Golkar bernama Rosidah terkait proses PAW yang akan menggantikan posisi Ahmad Yani.
“Sanggahan dari Rosidah, bahwa M Yunan Helmi yang akan dicalonkan sebagai PAW, telah diberhentikan dari Kader Golkar dan menjadi pengurus Partai Berkarya, dan dibuktikan dengan SK. Saya juga mengetahui kalau M Yunah Helmi memang diberhentikan,” ujar Basri.
Dikatakan, Basri, yang bersangkutan telah diberhentikan berdasarkan surat DPD Golkar Ogan Ilir no 6 tanggal 13 Maret 2017. Alasan pemberhentian bahwa M Yunan Helmi Ghazali telah pindah partai dan mengundurkan diri. “Jadi kalau melihat surat yang ada sudah jelas yang bersangkutan bukan lagi kader Partai Golkar,” tegas Basri yang juga anggota DPRD Ogan Ilir.
Hal yang sama disampaikan, Wakil Ketua DPD Golkar Ogan Ilir, Suharto Hasyim, SH, bahwa M Yunan Helmi Ghazali, memang sudah diberhentikan dari Partai Golkar. “Semua kader dan pengurus Golkar Ogan Ilir sudah mengetahuinya. Apalagi Pak Iklim Cahya selaku ketua Partai Berkarya sudah mengakui bahwa yang bersangkutan pernah masuk pengurus Berkarya. Terlepas apa yang terjadi selanjutnya, itu urusan mereka. Yang jelas kami berpijak dengan bukti surat yang ada yang bersangkutan sudah keluar dari Partai Golkar,” papar sekretaris Fraksi Golkar di DPRD Ogan Ilir ini.
Kemudian, terkait masalah PAW berpekara, maka hasil rapat DPD Golkar Ogan Ilir pada 9 April 2018, tidak ada kesimpulan siapa yang akan diajukan ke DPD Golkar Sumsel, apakah M Yunan Helmi atau Rosidah.

“Kami masih akan berkonsultasi dahulu dengan DPD Golkar Sumsel, terkait masalah PAW ini,’’ pungkasnya.

M Yunan Helmi ketika dikonfirmasikan melalui telpon genggamnya, membantah kalau dirinya pernah dipecat sebagai Kader Golkar. “Sampai saat ini saya belum pernah menerima surat pemberhentian itu,” tukasnya.

Terkait nama dirinya masuk kepengurusan Partai Berkarya, sudah dilakukan sanggahan. “Dan nama saya sudah dicabut dari Partai Berkarya, karena memang sebelumnya saya tidak pernah masuk menjadi Kader Partai Berkarya,” tandasnya. (sumeks.id/sid/prw)

Kabar Sumsel

Bupati Muba Dodi Reza Raih Moeslim Choice Award 2019

Published

on

REL, Jakarta – Sarat akan prestasi dan inovasi, kalimat itulah yang banyak dikatakan orang terhadap Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin. Tidak semua orang tentu. Yang tidak sepaham dengan kalimat tersebut ada juga. Meski jumlahnya tak sebanding.

Dodi Reza Alex, Bupati Muba, ini faktanya banyak dapat apresiasi dan penghargaan. Dua bulan terakhir setidaknya 5 kali diganjar penghargaan. Yang paling gres, kandidat Doktor Universitas Padjajaran diberi penghargaan Moeslim Choice Award 2019. Kategorinya Good Government.

Dodi dinilai sukses membuat dan menjalankan Perda Zakat. Dodi Reza bersama jajaran legislatif sepakat menerapkan zakat untuk PNS. Program lain yakni, Santri Jadi Dokter, pendirian Ponpes Gratis untuk anak-anak yatim dan duhafa. Dodi Reza juga sangat peka sosial dan kemanusiaan. Ia berhasil menggerakan ASN Muba dan warga Sumsel melakukan donasi untuk Palestina. Upaya ini menghasilkan Rp1 Miliar lebih untuk disumbangkan bagi warga Palestina. Donasi tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan jalan dan fasilitas umum di Palestina.

“Di Muba telah diterbitkan Peraturan Daerah Zakat dan telah ditetapkan sejak Maret 2019 lalu. Alhamdulillah hasilnya sangat berkontribusi baik untuk peningkatan kesejahteraan warga dan petani Muba,” ujar Ketua KADIN Sumsel ini di sela menerima penghargaan Moeslim Choice Award 2019 kategori Good Government, Kamis (12/12/2019) malam.

Zakat dan wakaf untuk pendanaan pembangunan di Muba, kata dia, salah satu sumbernya dari zakat ASN Musi Banyuasin. Tercatat ada sebanyak 7.398 PNS setiap ASN diwajibkan Zakat 2,5% dari penghasilan bersih
yang diperkirakan berhasil mengumpulkan Rp700 juta/bulan. Potensi zakat ini ditaksir sampai 2 miliar
bila di tambah Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai
(TPP).

Sumber lain wakaf adalah tunai PNS dan masyarakat yang mencapai 7.398 PNS, 127 ribu KK penduduk. Potensi wakaf tunai (asumsi Rp100.000 orang/bulan) : 13,5 Miliar.

“Peruntukan zakat dan wakaf sebagai akselerasi program SDGs terutama penurunan angka kemiskinan, penyediaan infrastruktur dasar, ketahanan
pangan, peningkatan pendapatan dan memastikan tidak ada satupun orang yang tertinggal,” jelas Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah itu.

Selain itu, Dodi Reza juga telah menerapkan program santri jadi dokter serta mendirikan pondok pesantren yang santrinya dikhususkan untuk anak-anak yatim. “Semuanya kita fasilitasi gratis, dan Alhamdulillah program ini terus berjalan,” ungkapnya.

Berikut sejumlah apresiasi yang diraih Dodi di penghujung tahun 2019. Pada pekan pertama sedikitnya dua penghargaan diraihnya: penghargaan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI atas capaiannya dalam mewujudkan pembangunan perkebunan berkelanjutan di Muba. Ini merupakan kali kedua dirinya mendapatkan penghargaan tersebut setelah pada tahun 2018 lalu.

Kemudian, di hari yang sama pula pada 10 Desember 2019 bertepatan dengan peringatan hari HAM sedunia ke-71 Kabupaten Muba dinobatkan sebagai Pemerintah Kabupaten peduli HAM yang diberikan Kementerian Hukum dan HAM.

“Sebenarnya saya hanya melakukan kewajiban sebagai pemimpin Muba. Saya kerja serius. Saya sungguh bekerja untuk warga Muba. Alhamdulillah, tercapai. Lalu sejumlah lembaga menilai dan memberi apresiasi. Alhamdulillah, saya hanya bekerja dan orang-orang yang menilai,” ucapnya.

Beberapa waktu lalu pula, Dodi Reza menuntaskan persoalan listrik di Kecamatan Lalan. Warga di kecamatan ini puluhan tahun belum sepenuhnya menikmati aliran listrik. Sejak awal Desember, listrik hidup 24 jam nyaris di seluruh desa di Kecamatan Lalan. “Alhamdulillah, berkat kerja nyata dari seluruh pihak akhirnya Lalan sesuai dengan target kita Pemkab Muba akhir 2019 bisa terang benderang,” ungkapnya.

Diketahui, penghargaan Moeslim Choice Award 2019 kategori Government Award diberikan kepada Dodi Reza atas kepemimpinannya di Pemkab Muba dalam menjalankan roda pemerintahan dan berbagai kebijakan yang diterapkan yang dinilai sangat berpihak dan memprioritaskan kepentingan umat Muslim.

Keberhasilannya dalam memimpin Bumi Serasan Sekate dengan mengedepankan good government, yakni unsur transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas, juga menjadi salah satu alasan dirinya terpilih untuk mendapat penghargaan tersebut.

Tata kelola di bawah pemerintahannya telah menghasilkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK terhadap laporan keuangan Pemkab Muba dua tahun berturut-turut. Bahkan juga selama dua tahun berturut-turut, Dodi berhasil membawa Pemkab Muba menjadi yang tercepat di Indonesia dalam penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Muba yang juga berhasil memecahkan Rekor MURI.

Ketua Panitia Moeslim Choice Award 2019, Usman Rizal mengatakan award yang diberikan ini diperuntukkan bagi orang-orang yang telah memberikan pengaruh positif pada kemajuan Indonesia dengan program dan inovasi yang telah dijalankan. “Atas penilaian tim di lapangan yang melihat track record serta kinerja Bupati Muba Dodi Reza, maka dia sangat pantas dan pas meraih award kategori Good Government,” bebernya.

Tokoh dan Kepala Daerah lain di Indonesia yang meraih penghargaan Moeslim Choice Award 2019 yakni diantaranya Wapres RI 2014 – 2019 Jusuf Kalla Gubernur Jakarta Anis Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur Sumatera Utara Edi Rahmayadi, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Kemudian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadi Muldjono, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid, Tokoh Agama Habib Umar Abdul Aziz, Ustadz Gus Miftah, serta beberapa Tokoh-Tokoh lainnya dan lembaga-lembaga yang telah memberikan kontribusi dan pengaruh positif di Indonesia. (Reales).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Kalah Pilkada, Noto Najur Bacawabup OI

Published

on

DATANGI : Mantan Pj Bupati Ogan Ilir H Yulizar Dinoto saat mendatangi Kantor Golkar Ogan ilir ikut meramaikan pesta demokrasi Kabupaten OI, untuk menjadi bakal calon wakil bupati (Bacawabub) 2021-2026.

REL, Indralaya – Penjabat Bupati Ogan Ilir (OI) periode 2015-2016 H Yulizar Dinoto, sepertinya bakal ikut meramaikan pesta demokrasi Kabupaten OI, untuk menjadi bakal calon wakil bupati (Bacawabub) 2021-2026.

Kemarin (23/10) sekitar pukul 13.30 Wib  mendatangi Kantor DPD Golkar OI di Jalintim Indralaya-Kayuagung Km 34 bersama sekretaris pribadi Cek Din,  mengendarai Fortuner hitam. Kedatangan untuk mengambil formulir pendaftaran  bacawabub di DPD Golkar. Mereka diterima oleh Ketua DPD Golkar OI H Endang PU Ishak.

“Saya optimis bakal diusung oleh partai di Kabupaten OI, saya sudah  mengambil dan mengembalikan formulir bacawabub  PDIP, Nasdem, PPP, PAN. Dan sekarang di Golkar. Kalau ditanya tujuan ikut pilkada, ya sekedar Najur, kan posisi saya hanya wakil, bukan  Bupati,”katanya.

Menurut Yulizar Dinoto, meski sempat kalah di pilkada Empat Lawang sebagai bupati dari jalur independen, namun tak membuatnya tidak patah arang

“Sesuai dengan filsafat saya, maju terus pantang mundur, akan terus berjuang , jangan patah semangat,   apalagi selama menjadi Penjabat Bupati OI, saya sudah keliling keseluruh desa , kecamatan, sehingga nama saya sudah dikenal, itu artinya saya menyakini bisa diterima oleh masyarakat OI, tinggal dukungan Partai yang akan menggandeng saya,” tukasnya (Sid/fin)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Empat Lawang Dapat 53 Kuota CPNS

Published

on

 

REL, Empat Lawang – Kuota penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Empat Lawang tahun ini berjumlah 53 formasi hal ini disampaikan Sekda Empat Lawang, H Edison Jaya.

Sebanyak 53 formasi itu semuanya untuk jabatan tenaga teknis.

“Di Empat Lawang ada penerimaan CPNS jumlahnya 53 formasi untuk jabatan tenaga guru dan kesehatan tahun ini kosong. 53 formasi itu semuanya tenaga teknis,” ujar Sekda, Kamis (24/10/2019).

Lanjut Sekda, persyaratan dan alur pendaftaran termasuk jadwal penerimaan, ditentukan kemudian hari oleh pihak Kemenpan-RB.

“Kemungkinan sekitar satu minggu lagi proses pendaftarannya. Sekarang ini baru penetapan jumlahnya,” tuturnya.

Alokasi penerimaan CPNS dijelaskan Sekda yakni, Analis Budidaya Perikanan 5 formasi, Analis data dan informasi 2 formasi, analis diklat 2, analis industri dan pencegahan pencemaran 3, analis informasi hasil pertanian 5, analis jabatan 2, analis keamanan 2, analis keuangan 1, analis mutu hasil perikanan 5.

Analis pelaporan dan transaksi keuangan 1, analis pemasaran hasil pertanian 5, pemeriksa industri 2, penata keuangan 1, pengadminitrasi registrasi perkara 1, pengawas industri 2, pengolaan data perkara dan putusan 2, penyuluh masyarakat 1, penyuluh perpustakaan 3, penyusun rencana kegiatan dan anggaran 1, penyusun rencana kehumasan dan perpustakaan 3, pranata diklat 4.

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Empat Lawang, Soleha Apriani, SE menambahkan, formasi CPNS tahun ini 53. Namun tahun depan akan lebih banyak sesuai kebutuhan pegawai Kabupaten Empat Lawang.Untuk teknis penerimaan CPNS.

“Tahun ini akan diumumkan lebih lanjut dan mudah-mudahan tahun depan kuota akan lebih banyak,” katanya. (Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending