Connect with us

Empat Lawang

Suasana Memanas, Warga Vs Perusahaan Nyaris Ricuh

Published

on

// Rapat Pembahasan  Sengketa Lahan Batal Digelar

 

REL, Empat Lawang – Rapat pembahasan kasus sengketa lahan yang diduga diserobot oleh pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII, Unit Senabing, Afdeling III Sungai Berau yang seyogyanya dilaksanakan, Senin (26/3) diundur, Selasa (27/3) (hari ini, red). Diundurnya rapat pembahasan sesuai dengan agenda dalam undangan dari Pemkab Empat Lawang, tanpa pemberitahuan sebelumnya ini membuat warga kecewa.

Belakangan diketahui, rapat pembahasan sesuai dengan undangan dilaksanakan di aula pertemuan Setda Empat Lawang pukul 09.00 ini diundur, lantaran petinggi Pemkab Empat Lawang selaku pihak yang memfasilitasi menghadiri pertemuan dengan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin di Kecamatan Pendopo.

Awalnya, dari kedua belah pihak antara pihak masyarakat dan perusahaan mendatangi Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) di areal perkantoran landscape KM 7,5. Hanya saja, saat itu perusahaan lebih dulu tiba. Saat masyarakat yang mengendarai sejumlah sepeda motor tiba ke kantor leading sektor sengketa lahan ini, pihak perusahaan hendak kembali pulang ke kantornya.

Saat itulah, warga yang merasa dipermainkan mencegat pihak perusahaan dan mengajak bertatap muka dengan pihak Perkim. Karena, suasana mulai memanas, nyaris saja terjadi kericuhan, antara warga dengan pihak perusahaan. Sempat terjadi ketegangan, saat terjadi cekcok antara kedua belah pihak. Namun, kericuhan bisa terhindarkan, karena pihak perusahaan mengikuti permintaan masyarakat menemui pihak Dinas Perkim.

Setelah mendapat penjelasan dari pihak Dinas Perkim, alasan pengunduran pelaksanaan rapat pembahasan sengketa lahan tersebut, barulah kedua belah pihak memaklumi yang kemudian membubarkan diri.

Perwakilan masyarakat, Janu Praptomo mengatakan, persoalan lahan ini sudah berlangsung cukup lama. Sudah sejak 1986 lalu, artinya, sudah kurang lebih 32 tahun lamanya, namun belum juga terselesaikan hingga saat ini. Ketika hendak penyelesainya, masyarakat seperti disepelehkan, bahkan pihak perusahaan kesannya main kucing-kucingan.

“Kami merasa kecewa, karena pihak perusahaan kesannya main kucing-kucingan. Kami minta bertemu walaupun lima menit, tapi sulit, karena mereka menghindar seperti ini,” ungkapnya.

Menurutnya, rapat pembahasan ini sangat diharapkan masyarakat, karena mereka butuh penyelesaian. Di sisi lain, kalau di lapangan, masyarakat ketakutan, karena perusahaan BUMN yang bergerak di bidang perkebunan sawit ini merasa gagah, karena dikawal oleh aparat.

“Kalau di lapangan mereka melawan, masyarakat menjadi ketakutan, bahkan mau ambil foto pun dilarang,” ketusnya.

Ditambahkan Ujang Zakariyah yang mengklaim lahan seluas 75 hektar, warga ada batas kesabaran. Puluhan tahun, lahan mereka dikuasai oleh perusahaan, bahkan kesepakatan agar kedua belah pihak tidak memanen sawit di lokasi sengeketa dilanggar perusahaan.

“Kami berhari-hari bermalam-malam menunggu kebun sawit, tapi pihak perusahaan yang memanen. Saat diajak rapat penyelesaiannya, pihak perusahaan tidak ada itikad baik, bahkan terkesan arogansi merasa perusahaannya milik negara, pegawainya juga tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” kesalnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim, Darno Bakar melalui Kasi Penyelesaian Konflik Pertanahan, Eko Purwanto saat menerima perwakilan masyarakat mengatakan, pihaknya hanya memfasilitasi dalam kasus sengketa lahan ini. Diakuinya, agenda rapat lanjutan sengketa lahan ini sesuai dengan undangannya memang dilaksanakan, Senin. Hanya saja, karena ada agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan sehingga, rapat diundur, Selasa (27/3) pada waktu dan tempat yang sama.

“Kita akan kembali mengundang kedua belah pihak yang bersengketa, besok (hari ini,red). Disanalah kita akan mendengarkan semua keterangan ataupun hal yang akan disampaikan kedua belah pihak. Selain itu, kita sudah memintai dokumen kepemilikan lahan dari kedua belah pihak dan akan kita cocokkan kedua suray atau dokumen kepemilikan lahan yang disengketakan,” paparnya. (13)

Empat Lawang

Edi Sugandi Jabat Kasi Datun

Published

on

Caption : Edi Suganti saat dilantik di Kejari Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, Sigit Prabowo SH MH, melantik Edi Sugandi sebagai Kepala Seksi ( Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (PTUN), menggantikan Andi Candra.

Sementara Andi Candra kini menjabat Kacabjari Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

“Kita berharap Edi Suganda segera menyesuaikan diri di tempat kerja baru ini,” harap Sigit Prabowo.

Ini lantaran, diakuinya, tugas Datun sangatlah penting dalam pendampingan hukum, penegakan hukum serta pelayanan hukum.( Rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Giliran TNI, Polisi serta Guru

Published

on

Caption - Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) memeriksa vaksin gelombang kedua tiba di Dinas Kabupaten Empat Lawang.

/// Sasaran Vaksin Covid Tahap II

REL,Empat Lawang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Empat Lawang, kembali menerima vaksin covid-19 tahap II di Dinas kesehatan Empat Lawang, kemarin (2/3).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes ) Empat Lawang Sulni melalui Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit ( P2P), Dr. Ivon Meliyani mengatakan sebanyak 250 vial vaksin covid -19 diterima dengan sasaran 1.741 orang.

“Gelombang dua ini, sasaran TNI-Polri dan tenaga pendidikan,”Kata Ivon saat menerima vaksin.

Masih dikatakan Ivon data yang telah masuk kedinas kesehatan sebanyak 1200 orang yang akan divaksin,

“Data yang sudah masuk ke kita ada 1200 orang sedangkan kita mendapatkan kuota sebanyak 1.741,”Ujarnya.(Pad/rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Luring terapkan Sistem 5S

Published

on

Foto : Anita / REL Caption : Siswa dites thermogun saat masuki ruangan

REL,Empat Lawang – Di era pandemi, dunia pendidikan masih menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal ini dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19.

Semua sekolah di Kabupaten Empat Lawang masih menerapkan sistem PJJ baik secara daring ataupun luring sekarang ini. Salah satu sekolah yang menerapkan sistem PJJ yakni SMP N 1 Muara Pinang.

Kepala SMP N 1 Muara Pinang, Hadi, mengatakan sekolahnya menerapkan sistem pembelajaran daring bagi siswa yang mempunyai handphone, dan pembelajaran luring bagi siswa yang tak mempunyai hanpdhone.

“Anak belajar di rumah, guru mengajar dari sekolah via handpone,” kata Hadi.

Pada saat siswa ke sekolah, sekolah menerapkan sistem 5S yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun untuk menyambut kedatangan siswa. Tentunya penerapan 5S tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Penerama program 5S sendiri menurut dikatakan Hadi, sejak tahun 2016 sudah mulai diterapkan di sekolah.(Ian/rel)

Baca Selengkapnya

Trending