Connect with us

Empat Lawang

Stok Pangan Hanya 3 Ton

Published

on

REL, Empat Lawang – Kabupaten Empat Lawang, pada tahun anggran 2018 ini ternyata hanya memiliki stok pangan sebanyak 3 ton saja. Padahal, sesuai dengan peraturan Bupati Empat Lawang Nomor 27 tahun 2017 tentang penyedian dan penyaluran pangan pokok daerah, kabupten ini seharusnya menyediakan stok pangan sebanyak 100 ton pertahun dan pada tahun anggaran 2018 ini diproyeksikan minimal 60 persen dari kebutuhan tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Empat Lawang, Marwan Effendy saat dibincangi wartawan membenarkan minimnya stok pangan yamg dimiliki kabupaten ini. Pihaknya sendiri lanjut dia, saat pengajuan anggaran lalu, sudah mengajukan anggaran untuk stok pangan seminal mungkin dari kebutuhan yang seharusnya di miliki Kabupaten Empat Lawang, sepanjang tahun 2018.

“Kita hanya ajukan 10 ton saja, dari kebutuhan yang seharusnya 60 ton, namun hanya disetujui 3 ton saja. Tentu ini jauh dari kata cukup untuk stok pangan yang harus kita miliki,” ungkap Marwan, Senin (22/1).

Selanjutnya kata Marwan, pihaknya akan kembali mengajukan anggaran stok pangan pada pabahasan angaran pendapatan belanja daerah (APBD) Perubahan tahun 2018 mendatang. “Sebab, ketersedian stok pangan, merupakan kewajiban bagi setiap daerah, termasuk Kabupaten Empat Lawang,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, katanya lagi, tidak mungkin hanya mengandalkan ketersedian Baperstok yang dipunyai provinsi. Sebab, rentang jarak antara pemerintah provinsi dengan Kabupten Empat Lawang, cukup jauh dan memerlukan waktu yang cukup lama jika terjadi keadaan darurat di dalam wilayah Kabupaten Empat Lawang.

“Salah satu kewajiban pemerintah, menjamin ketersedian pangan bagi rakyatnya. Kalau hanya mengadalkan baperstok dari provinsi, tentu memerlukan waktu tempuh, jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat,” cetusnya.

Jika bicara pengedalian ketersedian pangan di pasaran, Marwan memastikan kondisi ketersedian pangan di pasaran dalam wilayah Kabupaten Empat Lawang, cukup aman. Apa lagi kata dia, pada awal bulan Februari mendatang, beberapa hamparan luas sawah di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati ini, segera memasuki musim panen.

“Seperti di Paiker, Lintang Kanan dan Muara Pinang, hamparan luas sawah di tiga kecamatan itu, pada minggu pertama bulan Februari akan panen. Meski saat ini ada yang mulai panen, namun hamparan luasnya akan panen pada bulan Februari,” tukasnya. (12)

Empat Lawang

Pemkab Umumkan SMP Sederajat Tatap Muka 13 Juli 2020

Published

on

FOTO: ANITA/REL DISDIKBUD : tampak gedung Disdikbud Kabupaten Empat Lawang.

REL, Empat Lawang – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang resmi mengumumkan pada tanggal 13 Juli 2020 seluruh SMP sederajat belajar tatap muka.

Hal tersebut mengacu kepada surat edaran yang ditandatangani oleh Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad, tentang pemberian izin masuk Sekolah Menengah Pertama di zona hijau tahun pelajaran 2020/2021.

Berdasarkan surat keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor 01/KB/2020, nomor 516 tahun 2020, nomor HK.03.01/Menkes/363/2020, nomor 440-882 tahun 2020 tanggal 15 Juni 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), serta hasil monitoring evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang tanggal 22 Juni 2020 sampai dengan 1 Juli 2020, maka disampaikan seluruh sekolah tingkat SMP Negeri/Swasta se kabupaten Empat Lawang sesuai dengan hasil monitoring tersebut dapat membuka kegiatan belajar mengajar tatap muka pada tahun ajaran 2020/2021 tanggal 13 Juli 2020.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang, Rita Purwaningsih, melalui Kabid SMP, John Heri mengatakan tahapan persiapan new normal di sekolah tingkat SMP sudah dilaksanakan.

“Tinggal pelaksanaan, dan kita supervisi secara ketat lewat pengawas pembina masing-masing sekolah. Juga sudah koordinasi dengan tim gugus Covid Kabupaten Empat Lawang,” kata John Heri kepada Rakyat Empat Lawang, Kamis (9/7).

John Heri melanjutkan, penerapan new normal akan dilaksanakan dua bulan status masa transisi dan selanjutnya kalau berhasil maka SMP akan menerapkan new normal secara permanen.

John Heri menghimbau kepada seluruh SMP di Kabupaten Empat Lawang agar melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan meningkatkan kewaspadaan dengan memenuhi segala aturan yang berlaku.

Untuk petugas supervisi, lanjut John, supaya terus diawasi pelaksanaannya sesuai POS yang termaktub dalam SKB 4 Menteri maupun Instruksi Bupati Empat Lawang tentang pencegahan dan penularan infeksi Corona dalam penerapan kebiasaan baru (new normal) di Kabupaten Empat Lawang.

“Kalau kita disiplin insyaallah kita Empat Lawang akan masuk pada era new normal yang permanen,” ucap John Heri. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Siapkan Ketahanan Pangan,Kapolres Tebar Sepuluh Ribu Bibit Ikan

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Kapolres Beserta rombongan saat menabur benih bibit ikan di kolam (Ujang) di Kelurahan Kupang.

REL,Empat Lawang – Mempersiapkan ketahanan pangan di wilayah kabupaten Empat Lawang,masyarakat di arahkan untuk siap menghadapi tantanan kebiasaan hidup baru (New Normal Life).

Dari pantauan dilapangan,Kapolres Empat Lawang beserta jajarannya yang di dampingi pemkab Empat Lawang dari dinas Pertanian,menebar benih bibit ikan di dua titik lokasi.

Kapolres Empat Lawang AKBP.Wahyu,S.IK mengatakan kegiatan tabur benih ikan ini bertujuan untuk mempersiapkan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Empat Lawang yang mana masyarakat diarahkan untuk siap menghadapi tantanan kebiasaan hidup baru (New Normal Life).

Iapun menjelaskan,penaburan benih bibit ikan dilakukan di 2 tempat yang berbeda dengan total 10.000 bibit.

“Ada dua lokasi kolam yang di tabur benih,yang pertama dikolam Mapolres Empat Lawang dan Lokasi kedua dikolam di Kelurahan Kupang,”Jelasnya.Kamis (9/7).

Dijelaskannya lebih lanjut,dari 10.000 bibit ikan itu terbagi menjadi dua benih yakni 5000 benih bibit ikan lele dan 5000 benih bibit ikan nila.

“Kita tebar bibit ikan 5000 dikolam mapolres Empat Lawang dan 5000 nya lagi di kolam warga di Kelurahan Kupang,”Terangnya.

Untuk informasi tambahan,kegiatan ini akan dilanjutkan tiga bulan kedepannya untuk mengangkut hasil panen dari tebar bibit ikan tersebut.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Suguhkan Pemandangan Yang Asri

Published

on

Caption : tampak pengunjung Destinasi wisata sungai Muare sudah mulai dikunjungi warga.

REL,Empat Lawang – Destinasi wisata Muare yang bertempat di Desa Rantau Tenang Kecamatan Tebing Tinggi kini sudah mulai ramai dikunjungi warga,

Diketahui,destinasi wisata muare sempat pakum beberapa waktu belakangan ini apa lagi ditambah dengan penyebaran wabah covid-19,tapi semenjak diberlakukannya kebiasaan baru (New Normal) kini sudah ramai dikunjungi warga.

Karena,selain pemandangan yang masih asri dengan aliran sungai yang jerni ditambah dengan hembusan angin spoy spoy menambah kenyamanan para pengunjung itu sendiri.

Seperti yang dikatakan Sefti (30) salah satu pengunjung destinasi wisata muare yang sedang mengajak anak nya berwisata sekaligus merayakan Hut anaknya.

“Disini tempatnya nyaman udaranya sejuk dan ramai dikunjungi warga apalagi di sore hari,karena disini pemandangannya masih natural belum terkontaminasi polusi,”Ungkapnya.Rabu (8/7).

Masih dikatakannya,berharap kedepannya destinasi wisata seperti ini bisa di kembangkan serta di fasilitasi oleh pemerintah mengingat masyarakat Empat Lawang masih haus akan tempat hiburan (tempat wisata).

Kepala Dinas Pariwisata Mgs.Ahmad Nawawi mengatakan sudah mulainya ramai destinasi wisata sejak diberlakukannya kebiasaan hidup baru (New Normal).

“Berdasarkan laporan yang masuk ke kami sejak di berlakukannya Kebiasaan Baru ( new normal life) di kabupaten Empat Lawang, beberapa destinasi wisata sudah mulai ramai di kunjungi oleh wisatawan,baik lokal maupun wisatawan domestik,”Jelasnya

Termasuk juga wisata alam sungai air muare lanjutnya, tapi kami berpesan walaupun kita sudah new normal, protokol kesehatan harus tetap di laksanakan.

“Dengan mulai ramainya destinasi lanjutnya, artinya ekonomi warga juga sudah mulai bergulir kembali dan kedepan kami akan mendata lagi dan kami akan berusaha untuk membantu pengusulan fasilitas dari pemerintah bagi pengembangan destinasi wisata,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending