oleh

Sopir Sering Kesulitan Lintasi Underpass Talang 12

REL, Empat Lawang – ┬áBesi penyangga atau pengaman jalan kereta api di atas underpass Desa Lubuk Kelumpang (Talang 12) Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang, dikeluhkan para sopir. Pasalnya, besi tersebut dianggap terlalu rendah dipasang sehingga menyulitkan kendaraan dengan ketinggian lebih melintas di underpass tersebut.

Besi yang dipasang untuk mengamankan rel di atas underpass tersebut, dipasang hanya sekitar kurang lebih 3,9 meter dari badan jalan tersebut, dianggap kurang tinggi, karena itu para sopir truk berharap agar besi itu dapat ditinggikan kembali untuk menghindari bak truk tersangkut di penyangga rel tersebut.

Salah seorang sopir truk, Usman mengaku sering kali terpaksa bongkar muat barang yang dibawanya saat melintas di underpass Talang 12.

“Kami terpaksa bongkar muat barang yang ada dalam mobil baru itu demikian dapat kami lalui,” ucapnya, kemarin.

Menurut dia, bukan hanya truk seperti miliknya, ada juga truk yang membawa alat berat, terpaksa diturunkan terlebih dahulu muatanya, agar bisa melintasi uderpass. “Ini terpaksa dilakukan karena tidak ada lagi jalan lain, misalnya saja ada jalan pintas,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Yani mengakui jika sering kali terjadi kendaraan besar seperti truk, terpaksa membongkar muatannya karena tidak bisa melintasi underpass.

“Dalam sebulan, pasti ada truk yang tidak bisa melintasi di bawah rel tersebut karena tingginya muatan, yang jelasnya kebanyakan mobil dari arah Tebing Tinggi menuju Lubuklinggau,” katanya .

Lain dari itu, sebut dia, kondisi tersebut menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar karena sering diminta tolong para sopir untuk bongkar muat barang.

“Biasanya dapat upah dari sopir sekitar Rp40 ribu hingga Rp 50 ribu per sekali bongkar muat,” ungkapnya. (12)

BACA JUGA