oleh

SMP N 3 Pobar Persiapkan Tablet Untuk Guru dan Siswa

SMP N 3 Pobar Siapkan Tablet Untuk Guru dan Siswa

 

REL, Empat Lawang – SMP N 3 Pendopo Barat (Pobar) siapkan tablet advance 7 untuk dipinjamkan kepada para guru dan siswa yang tidak mampu.

 

Kepala SMP N 3 Pobar, Isharul Wardi menjelaskan untuk pembelajaran secara daring sekolah telah menyiapkan sekitar 43 tablet advance 7 yang dipinjamkan untuk para guru dan siswa. Pembelian tablet tersebut bersumber dari bantuan dana BOS kinerja Kemendikbud tahun 2019. Masing-masing guru diberikan pinjaman sebanyak 3 tablet untuk mengadopsi siswa yang meminjam. 1 tablet diperuntukkan untuk 2-3 siswa mengingat supaya penggunaannya sesuai prosedur agar siswa ketika ada tugas mereka bisa bekerja sama mengerjakan tugas, kemudian bisa jaga jarak, dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan berkenaan dengan penggunaan tablet.

 

“Penggunaan tabletnya diawasi oleh para guru agar siswa tidak menyalahgunakan tablet misalnya membuka situs porno. Kalau 1 tablet digunakan oleh 2-3 siswa jadi bisa dikontrol kelompoknya,” kata Isharul kepada Rakyat Empat Lawang.

 

Ditambahkan oleh Isharul, semua guru di sekolahnya dipinjamkan tablet sebab kompetensi guru harus diutamakan dalam penguasaan media pembelajaran daring, juga mengingat keadaan guru-guru yang 95% honorer dan belum mendapatkan honor yang layak seperti guru-guru PNS. Sementara untuk siswa semua diberi kesempatan yang sama kecuali yang ada android.

 

“Sekolah meminjamkan tablet karena kewajiban sedangkan bagi guru-guru dan siswa tidak ada kewajiban untuk meminjam layaknya buku perpustakaan,” ujar Isharul.

 

Untuk siswa yang ingin meminjam tablet, lanjut Isharul, siswa pergi ke rumah guru dengan didampingi oleh orang tua atau wali sesuai dengan wilayah talang masing-masing. Kemudian tablet yang dipinjam dapat dibawa pulang ke rumah siswa.

 

“Jadi siswa pergi ke rumah guru sesuai dengan wilayah talang masing-masing biar tidak ada kerumunan mengingat sekarang masih suasana pandemi Covid-19,” ujarnya.

 

Isharul menambahkan, tiga hari sekali siswa yang meminjam tablet menyerahkan kembali tabletnya untuk dilakukan kontrol penggunaan tablet tersebut.

 

Selain sediakan tablet, pihak sekolah juga menyiapkan bantuan kuota dari sekolah untuk guru-gurunya sebesar 50.000 perguru. Kuota tersebut diberikan tiga bulan sekali.

 

“Sesuai dengan janji saya ketika rapat awal tahun 2021 bahwa setiap guru mendapatkan bantuan kuota dari pihak sekolah. Nominalnya memang kecil tapi itulah kemampuan sekolah. Tapi bayarnya nunggu pencairan dana BOS,” tutur Isharul.

 

Selain sistem pembelajaran secara daring, SMP N 3 Pobar juga memakai sistem belajar luring dengan memakai portofolio.

 

Portofolio merupakan dokumen yang berisi penugasan, hasil jawaban test siswa, penilaian kemudian dijadikan bahan oleh guru untuk memberikan penilaian kepada siswa, jadi sifatnya di luar jaringan. Guru memberikan tugas dan menyuruh siswa untuk mengumpulkan kembali hasil kerjanya melalui ketua kelas atau group belajar kepada guru yang memberikan tugas tersebut. Sebab kalau mau diperiksa secara online sekolah belum mampu untuk membuat aplikasinya, juga kalau lewat WhatsApp atau group mesengger akan memakan waktu yang cukup lama.

 

“Penggabungan kedua model pembelajaran daring dan luring ini bertujuan memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran di masa pandemi covid-19 ini,” tutup Isharul. (Ian)

BACA JUGA