Connect with us

Empat Lawang

SMP N 1 Pendopo Terapkan Sistem Belajar Portofolio

Published

on

FOTO: ISTIMEWA TUGAS: Siswa sedang mengumpulkan tugas ke sekolah.

FOTO: ISTIMEWA
TUGAS: Siswa sedang mengumpulkan tugas ke sekolah.

SMP N 1 Pendopo Terapkan Sistem Belajar Portofolio

REL, Empat Lawang – Pandemi masih saja melanda dunia. Hal itu menyebabkan kerugian di segala lini kehidupan manusia. Termasuk di dalamnya sangat berdampak negatif terhadap dunia pendidikan. Di Indonesia bahkan sekolah-sekolah tidak bisa menerapkan sistem pembelajaran secara tatap muka.

Di Kabupaten Empat Lawang sendiri sekolah masih menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yakni secara daring, luring, dan portofolio.

Untuk di Empat Lawang kebanyakan sekolah menerapkan sistem pembelajaran secara luring atau portofolio dikarenakan tidak semua anak mempunyai handphone ditambah lagi dengan kendala sinyal yang tidak kuat.

Salah satu sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran melalui portofolio yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Pendopo Kabupaten Empat Lawang. Hal itu disampaikan oleh Safrin selaku Kepala SMP tersebut.

“Sekolah kami menggunakan sistem belajar melalui portofolio,” kata Safrin kepada Rakyat Empat Lawang.

Sistem belajarnya, lanjut Safrin, dibagi 3 sesi yaitu hari Senin, Selasa, Rabu untuk mengambil tugas dan mengumpulkan tugas minggu sebelumnya.

“Siswa bisa mengumpulkan sendiri tugasnya tapi bisa juga melalui perwakilan kelas masing-masing,” lanjutnya.

Safrin menambahkan ada beberapa kendala dengan diterapkannya sistem belajar melalui portofolio di tengah pandemi ini diantaranya yakni masih ada siswa yang tidak mengumpulkan tugas, masih ada siswa yang belum paham tentang materi tugas yang diberikan, susah untuk memberikan bimbingan terhadap siswa baik masalah disiplin, moral, maupun masalah keagamaan.

“Ya, ada beberapa kendala yang tak bisa dielakkan karena di tengah pandemi ini memang bersekolah tidak bisa seperti biasanya,” ucap Safrin.

Untuk meminimalisir problem yang ada, pihak sekolah melibatkan orang tua atau wali dari siswa yang tidak mengumpulkan tugas dan melanggar tata tertib sekolah.

“Solusi untuk meminimalisir problem yang ada yakni dengan cara pihak sekolah melalui Waka kesiswaan dan kurikulum memanggil orang tua siswa tersebut datang ke sekolah untuk menyampaikan permasalahan anak kepada orang tuanya,” jelas Safrin.

Safrin berharap kedepannya siswa bisa masuk sekolah seperti biasa walaupun dengan pembatasan jumlah siswa yang masuk sekolah, misalnya setiap kelas dibagi menjadi 2 sesi tatap muka sesi A dan sesi B sehingga Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bisa dilaksanakan lebih efektif serta guru bisa melakukan pemantauan terhadap disiplin anak.

“Harapannya sekolah bisa tatap muka dengan cara jumlah siswanya dibatasi agar guru bisa melakukan pengawalan terhadap anak-anak,” harapnya. (Ian)

Empat Lawang

Giliran TNI, Polisi serta Guru

Published

on

Caption - Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) memeriksa vaksin gelombang kedua tiba di Dinas Kabupaten Empat Lawang.

/// Sasaran Vaksin Covid Tahap II

REL,Empat Lawang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Empat Lawang, kembali menerima vaksin covid-19 tahap II di Dinas kesehatan Empat Lawang, kemarin (2/3).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes ) Empat Lawang Sulni melalui Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit ( P2P), Dr. Ivon Meliyani mengatakan sebanyak 250 vial vaksin covid -19 diterima dengan sasaran 1.741 orang.

“Gelombang dua ini, sasaran TNI-Polri dan tenaga pendidikan,”Kata Ivon saat menerima vaksin.

Masih dikatakan Ivon data yang telah masuk kedinas kesehatan sebanyak 1200 orang yang akan divaksin,

“Data yang sudah masuk ke kita ada 1200 orang sedangkan kita mendapatkan kuota sebanyak 1.741,”Ujarnya.(Pad/rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Luring terapkan Sistem 5S

Published

on

Foto : Anita / REL Caption : Siswa dites thermogun saat masuki ruangan

REL,Empat Lawang – Di era pandemi, dunia pendidikan masih menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal ini dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19.

Semua sekolah di Kabupaten Empat Lawang masih menerapkan sistem PJJ baik secara daring ataupun luring sekarang ini. Salah satu sekolah yang menerapkan sistem PJJ yakni SMP N 1 Muara Pinang.

Kepala SMP N 1 Muara Pinang, Hadi, mengatakan sekolahnya menerapkan sistem pembelajaran daring bagi siswa yang mempunyai handphone, dan pembelajaran luring bagi siswa yang tak mempunyai hanpdhone.

“Anak belajar di rumah, guru mengajar dari sekolah via handpone,” kata Hadi.

Pada saat siswa ke sekolah, sekolah menerapkan sistem 5S yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun untuk menyambut kedatangan siswa. Tentunya penerapan 5S tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Penerama program 5S sendiri menurut dikatakan Hadi, sejak tahun 2016 sudah mulai diterapkan di sekolah.(Ian/rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Budiman Terpilih Ketua PGRI Paiker

Published

on

FOTO: IST FOR REL PGRI: Konferensi Kecamatan PGRI Paiker sedang berlangsung, Sabtu (27/2).

#SMP N 1 Paiker Tuan Rumah Konferensi PGRI Paiker

 

REL, Empat Lawang – SMP Negeri 1 Pasemah Air Keruh (Paiker) jadi tuan rumah dalam agenda konferensi kecamatan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Paiker, Sabtu (27/2).

 

Konferensi tersebut bertujuan untuk membentuk kepengurusan PGRI Paiker yang selama ini dijabat oleh Sutikno. Konferensi diikuti oleh 22 ranting PGRI Paiker.

 

Ketua Panitia konferensi, Bustomi menjelaska setelah mendengarkan pendapat dari masing-masing perwakilan dari SD, SMP, muncul kesepakatan PGRI Paiker bahwa secara aklamasi Budiman dipilih menjadi Ketua PGRI Paiker periode 2020-2025

 

Ketua terpilih, Budiman dalam sambutannya meminta kerjasama kepada semua anggota, khususnya yang menjadi pengurus untuk bersama-sama membangun kejayaan PGRI di Paiker.

 

“Terima kasih atas amanah yang telah diberikan, saya meminta agar kepengurusan PGRI Paiker terus kompak untuk kejayaan PGRI Paiker,” kata Budiman, Sabtu (27/2).

 

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Empat Lawang, H. Joncik Muhammad melalui Safrin selaku wakil ketua PGRI Empat Lawang meminta PGRI untuk aktif melaksanakan kegiatan, baik yang bersifat mengasah kemampuan guru dalam mendidik peserta didik maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

 

“Teruslah bergerak untuk meningkatkan kemampuan guru-guru yang ada di Empat Lawang,” ucap Safrin.

 

Di tempat yang sama, Noperman Subhi selaku Camat Paiker meminta kepada pengurus PGRI yang baru terpilih untuk dapat membuka TK PGRI Paiker dengan memanfaatkan aset yang ada sebagai unit usaha dan sebagai ajang partisipasi lebih jauh PGRI membangun dunia pendidikan di tingkat dasar.

 

“Pembina PGRI yang sekaligus ketua Dewan Pendidikan, Nurdin yang didampingi sekretaris PGRI Empat Lawang dalam mengurus PGRI butuh orang-orang yang mau berkorban segalanya dan butuh orang yang punya gagasan yang inovatif membangun pendidik,” ujar Noperman. (Ian)

Baca Selengkapnya

Trending