oleh

SMP 2 Muara Pinang Terapkan Belajar Luring

SMP N 2 Muara Pinang Terapkan Belajar Luring

REL, Empat Lawang – Seperti halnya di beberapa sekolah lainnya di Empat Lawang, SMP N 2 Muara Pinang terapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berupa luring.

Kepala SMP N 2 Muara Pinang, Marnita Elisa belajar secara luring ialah pilihan yang terbaik untuk diterapkan di sekolahnya. Hal ini dikarenakan sekolahnya tidak memungkinkan untuk menerapkan daring.

“Di sekolah ini belum bisa menerapkan daring karena pertama sinyal kurang kuat dan yang kedua karena ada anak-anak yang tidak punya handphone,” kata Marnita kepada Rakyat Empat Lawang.

Untuk jadwal luring, lanjut Marnita, sekolahnya membuat jadwal untuk masing-masing kelas. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan. Mengambil tugas 5 mata pelajaran, kemudian guru memberikan sedikit materi kemudian siswa pulang ke rumah masing-masing.

“Senin Selasa untuk kelas 7, Rabu Kamis untuk kelas 8, Jumat Sabtu untuk kelas 9. Tugas yang diterima hari Senin dikumpulkan hari Kamis. Kemudian hari Kamis itu ngambil tugas lagi dan dikumpulkan hari Senin. Seperti itu terus luring di sekolah kami,” ucapnya.

Tidak ada kendala yang berat selama menjalani proses luring. Hanya ada beberapa siswa tertentu yang terlambat mengumpulkan tugas.

“Ada beberapa siswa yang bandel tidak mengumpulkan tugas, tapi terus kita tagih dan akhirnya ngumpul juga,” ujar Marnita.

Marnita berharap di era pandemi ini sekolah bisa menerapkan pembelajaran tatap muka dengan cara setiap kelas dibagi menjadi dua. Misalkan jumlah satu kelas ada 30 orang berarti dibagi menjadi dua kali pertemuan.

“Kalau sekolah jarak jauh ini penyampaian materi belajar kurang efektif. Kalau tatap muka kan bisa maksimal guru memberikan materi. Tentunya kalau kita tatap muka harus menerapkan Protokol kesehatan,” tuturnya.

Salah seorang siswi di Empat Lawang, Radia Rahmadia Razita mengatakan ia juga berharap sekolah kembali menerapkan sistem pembelajaran tatap muka. Radia menuturkan ia dan teman-temannya sudah sangat rindu dengan suasana sekolah. Terlebih lagi belajar jarak jauh sangat berbeda dengan sekolah tatap muka.

“Kami sudah sangat rindu dengan suasana sekolah. Rindu berdiskusi dengan teman-teman, dan rindu dengan suasana ketika guru menjelaskan materi belajar,” harap Radia. (Ian)

BACA JUGA