Connect with us

Olahraga

Skud Megabintang AC Milan Belum Maksimal, Montella Terancam Didepak

Published

on

Usai dipermalukan Sampdoria 2-0 pada lanjutan pekan ke-6 Serie A, Minggu (24/9) lalu, masa depan allenatore AC Milan, Vincenzo Montella, di ambang pemecatan.

Alhasil, nama-nama pelatih kelas dunia seperti Antonio Conte dan Carlo Ancelotti mencuat.
Salah satunya diyakini akan menggantikan pelatih berusia 43 tahun tersebut di bangku cadangan Milan.

Surat kabar Italia, Gazzetta dello Sport, berspekulasi dalam waktu dekat masa depan Montella akan lebih jelas, setidaknya hingga akhir musim 2017/18.

Kemungkinan besar, kontrak Conte dan Ancelotti di klubnya masing-masing akan habis pada musim panas mendatang.

Belum lama ini Conte telah mengakui kerinduannya akan sepakbola Italia, serta tak menampik akan kembali berkiprah di Serie A suatu hari nanti.

Ini dapat menjadi sinyal bagi Milan untuk memboyongnya ke San Siro.

Di samping itu, bayang-bayang Don Carlo sebagai legenda hidup Milan belum sepenuhnya sirna.

Pelatih yang berhasil memersembahkan dua titel Liga Champions bagi Il Diavolorosso tersebut, masih menjadi harapan terbesar sebagian fans untuk menggantikan Montella.

Sebelumnya, mantan CEO Milan, Adriano Galliani, sempat melakukan pendekatan terhadap Ancelotti untuk kembali berkiprah di San Siro, 2015 silam. Namun, pelatih berusia 58 tahun itu menolak dengan berdalih ingin beristirahat dari dunia sepakbola.

Empat Lawang

Asisten I Buka Turnamen Basket

Published

on

BUKA : Asisten I Setda Pemkab Empat Lawang melemparkan bola sebagai tanda dibukanya secara resmi pertandingan bola basket dalam rangka Hut Empat Lawang ke-12 dilapangan Basket Jayaloka, Senin (25/3).

REL, Empat Lawang – Sedikitnya 18 club basket yang terdiri dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Empat Lawang mengikuti pertandingan basket yang diadakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Empat Lawang, kegiatan tersebur dalam rangka Hut Empat Lawang ke-12.

Asisten I Setda Pemkab Empat Lawang Rachmat Riandy dalam sambutannya mengatakan, pertandingan basket seperti ini tentu saja dirinya dukung bahkan Asisten I emnilai lomba seperti harus terus diadakan setiap ada event atau agenda tahunan.

“Tujuannya tidak lain pertandingan basket untuk mencari bibit-bibit handal, nanti pemain yang handal atau yang berhasil meraih juara nanti akan dipersiapkan untuk mengikuti ajang Porprov,” ungkapnya saat membuka secara resmi pertandingan basket dilapangan Basket Jayaloka, Senin (25/3).

Riandy berharap kepada semua club bola basket untuk bertanding secara sportif dan jangan menghalalkan segala cara untuk menjadi juara bahkan Riandy meminta kepada penguru KONI Empat Lawang untuk memperhatikan pemain-pemain yang handal dalam hal basket.

“Bertanding lah dengan baik junjunglah sportifitas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Empat Lawang M Azhari melalui Kabid Olahraga Edi kepada wartawan mengatakan, pertandingan basket yang dilaksanakan tingkat umum diikuti dari 12 Klub Putra dan 6 Klub Putri, total 18 Club basket dengan diadakan empat hari. (12).

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Puluhan Atlet Tuntut Kebijakan JSC

Published

on

DEMO: Puluhan atlet saat melakukan aksi damai di Halaman Pempov Sumsel, Rabu (16/1).

REL, Palembang – Puluhan atlet Sumsel, menggelar aksi damai di halaman kantor Pemerintah Propinsi Sumsel, Rabu (16/1) siang. Para atlet yang datang dari berbagai cabor, seperti anggar, panahan, dan lainya ini meminta kebijakan fasilitas dari gubernur. Atas kasus penggembokan venue Jakabaring Sport City (JSC) dan juga aturan baru parkir autogate.

Adapun poin-poin yang mereka tutut diantaranya melakukan protes keras atas tindakan penggembokan yang dilakukan pihak PT JSC, tanpa mempertimbangkan atlet Sumsel.

” Kita takut saja. Karena padahal selama ini kan, penggunaan fasilitas dan sarana venue di JSC diprioritaskan untuk kepentingan pengingkatan prestasi olahraga di Sumsel. Kalau digembok, bisa berpengaruh pada tingkat prestasi Nasional,” ungkap Ruly Maulia Dani, pelatih atlet anggar Sumsel, disela aksi damai.

Selain itu, dalam aksi ini para atlet juga memprotes pihak JSC yang dianggap mencapur adukan kepentingan bisnis dengan kepentingan pembinaan atlet. Dengan alasan penggembokan karena hutang dari KONI Sumsel yang belum dibayar sebesar Rp 1 miliar.

Mereka juga meminta klarifikasi dari pihak KONI Sumsel. Atas informasi memiliki hutang kepada pihak PT JSC. Sementara ironinya mereka mendapat informasi bahwasanya KONI Sumsel telah mengembalikan dana bantuan operasional kepada Pemprov Sumsel. Dengan jumlah Rp 6 miliar yang tidak terpakai.

Mereka meminta pertanggungjawaban KONI Sumsel atas pengelolaan dana bantuan Pemprov Sumel tahun 2018. Dimana disatu pihak banyak keluhan cabor-cabor atas kebijakan KONI Sumsel yang seakan kurang mengakomodir program dan kegiatan Cabor.

Namun disisi lain ternyata ada sisa anggaran yang tidak terpakai. Sehingga harus dikembalikan kepada Pemprov Sumsel sebesar Rp 6 miliar.

Tututan lain, yang juga tidak kalah berbeda. Yakni para atlet Sumsel menuntut hak mereka yang hilang dengan pengembalian pengelolaan Gedung Palembang Sport And Convention Center (PSCC). Yang merupakan eks Sporthall, dan dulu merupakan sumber pencetakan atlet-atle Sumsel berprestasi. Namun sekarang, GOR tersebut semata-mata hanya diperuntukan untuk kepentingan bisnis pihak pengelola. Bahkan diperuntukkan untuk kegiatan non olahraga.

Ketua Forum Insan Olahraga Sumsel Suparman Romans. Yang dalam kesempatan telah melakukan komunikasi langsung dengan Gubernur Sumsel Herman Deru. Menjelaskan saat ini gubernur merepon positif aksi ini. Hal ini baginya, menjadi cukup positif karena itu artinya gubernur peduli dengan pembinaan dan prestasi atlet Sumsel.

“Tinggal bagaimana memfollow up dari gubernur untuk mencari langkah kongkrit. Jadi persoalan yang kita hadapi dilapangan. Secara krusial yang pertama soal kebijakan dari PT JSC yang sudah menimbulkan gejolak,” ujar Suparman Roman.

“Kemudian ada satu lagi. Yakni ada satu fasilitas olahraga yang dulu pernah menjadi rumah bagi para atlet yaitu sport hall. Saat ini sudah menjadi PSCC tidak bisa lagi dijangkau oleh para atlet. Karena biaya yang harus dikeluarkan luar biasa mahal dan sudah dijadikan full bisnis pengelolanya menerapkan kepada atlet. Jadi tidak bisa lagi membedakan mana kepentingan untuk pembinaan atlet dan untuk kepentingan bisnis. Semua disama ratakan semua full bisnis ini yang kita keberatan dan melakukan protes,” tambahnya.

Dari hasil pertemuan dengan Gubernur, dia berharap sesuai janji Gubernur sebelumnya. Awal Februari nanti, pihak-pihak yang terlibat, seperti atlet, pelatihan pengelola JSC, hingga KONI Sumsel untuk duduk bersama mencari jalan keluar permasalahan. Apalagi ini menyangkut kepentingan seluruh insan olahraga di Sumsel.

” Kita harapkan ada solusi yang kongkrit yang menjadi rumusan bersama. Sistem yang kita inginkan berjalan bukan berdasarkan selera kebijakan yang sifatnya situasional,” tuturnya.

Sementara itu sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru yang juga dalam kesempatan kemarin turun langsung menemu para atlet. Merespon positif keinginan atlet. Bahkan, dengan tegasnya, orang nomor satu di Sumsel tersebut bahkan langsung menelpon Dirut JSC Meina Fatriani Paloh.

Kepada Dirut JSC ia meminta agar memberikan kompensasi parkir (khusus hari Rabu (16/1) ) di Jakabaring Sport City (JSC) bagi puluhan atlet pendemo yang hendak latihan di JSC.

” Kita clear kan dulu yang hari ini. Saya sudah telpon Dirut JSC, hari ini para atlet silahkan latihan di JSC. Tapi saya minta dikoordinir,” ujar Herman Deru.

Mengenai kelanjutan penggunaan venue dan parkir di JSC yang dikeluhkan atlet. Gubernur meminta agar segera dibuatkan daftar list. Dari daftar list atlet dan pelatih itulah akan dibuatkan pass card agar para atlet tak lagi terbebani tiket saat hendak masuk untuk latihan.

” Saya minta daftarnya besok, karena akan kita buatkan stempel. Melakukan pembinaan saja kita sanggup apalagi hanya soal parkir seperti ini. Cuma itu tadi harus ada daftarnya jangan sampai yang bukan atlet juga ikut. Saya akan minta Kadispora urus ini,” jelasnya.

Dikatakan Herman Deru, terkait kedatangan para atlet ini dirinya justru berterimakasih. Karena dari pertemuan ini ia jadi tahu masalah yang terjadi.

Menurut suami dari Febrita Lustia itu sejak dilantik 1 Oktober lalu ia memang telah berencana untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Sumsel. Termasuk soal pengelolaan JSC. Ia pun meminta para atlet bersabar karena ia sudah menjadwalkan paling lambat Februari mendatang untuk mengclearkan masalah tersebut.

“Sejak masuk menjadi gubernur saya langsung mengatur APBD dan lain-lain. Tapi aku memang nak bertahap nyelesaike ini termasuk jugo PSCC. Ssoal birokrasi, harga dan lainnya. Insya Allah kito obrolke Februari,” papar Herman Deru.

Menurutnya sharing atau diskusi yang dilakukan tak perlu terlalu formil. Bisa di Griya Agung atau bahkan di warung. ” Nanti akan kita bahas persoalan secara umum. Kita ini jangan hanya jadi daerah penyelenggara tapi daerah yang penuh prestasi,” tandasnya. (cj11)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Atlit Berprestrasi Ditarik Kembali Kampung Halaman

Published

on

ATLET : Acen Yukarda atlet lari asli Kabupaten Empat Lawang

REL, Empat Lawang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang saat ini terus berusaha memajukan olahraga di Kabupaten Empat Lawang. Atlet-atlet yang berasal dari “Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati” didata dan diajak kembali ke kampung halaman.

Salah satunya atlet berprestasi di cabang olahraga (cabor) lari, Acen Yukarda. Atlet kelahiran Desa Bandar Aji, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang 18 Juni 1996 ini sempat mengikuti kejuaraan lari di China pada Oktober 2018 lalu.

“Acen merupakan atlet lari asli Empat Lawang dan sudah mengikuti beberapa kejuaraan,” kata Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad melalui Kasubag Protokol, Joko Surono, kemarin (13/12).

Dijelaskan Joko, prestasi yang diraih atlet tersebut antara lain, lari 100 meter meraih juara 2, lari 400 meter juara 2 dan  lari estafet 4 x 100 meter juara 1. Saat ini kesibukannya sedang kuliah di Universitas Bengkulu.

“Acen siap mengabdi untuk Kabupaten Empat Lawang di bidang olahraga. Dan nanti bisa membawa nama Empat Lawang pada ajang kejuaraan berikutnya,” jelasnya.

Ketua Koni Kabupaten Empat Lawang, Chandra menambahkan, para atlet yang berasal dari Kabupaten Empat Lawang akan diupayakan untuk kembali ke tanah kelahiran, dalam rangka memajukan olahraga.

Pihaknya sekarang masih mendata para atlet yang berprestasi di cabor mana pun yang diambil daerah lain untuk kembali ke Empat Lawang. Untuk sementara, atlet yang diupayakan kembali ke Empat Lawang, yakni Rakasa Dewa alias Dewa Buek, Crosser nasional peraih medali emas dalam ajang Kejurnas Grasstrack 2017.

“Satu lagi, Acen yang merupakan atlet lari. Semuanya diajak kembali untuk memajukan olahraga di Empat Lawang. Para atlet ini nanti juga akan mendapat fasilitas dan bonus,” tukasnya. (12)

Baca Selengkapnya

Trending