Connect with us

Uncategorized

SKD Dilaksanakan di Golden Sriwijaya

Published

on

Soleha Apriani SE

 

 

REL, Empat Lawang – Seleksi penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang akan dilaksanakan di Palembang pada Kamis tanggal 6 Februari 2020.

Untuk seleksi tahap kedua setelah seleksi administrasi ini, para peserta akan mengikuti Seleksi Kemampuan Dasar (SKD). Jumlah pesertanya mencapai 1885 orang peserta.

Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Empat Lawang, Soleha Apriani SE didampingi Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi, Nurbaiti SE MM menjelaskan, untuk lokasi SKD sudah ditetapkan di Grand Ballroom Golden Sriwijaya, Jalan Gub H Bastari, No 100, Jakabaring, Kota Palembang.

“Untuk Empat Lawang hanya satu hari, dibagi empat sesi. Sesi I sampai sesi III masing-masing berjumlah 600 peserta yang tes dan sesi IV 85 peserta,” kata Soleha, kemarin (29/1).

Pihaknya sudah menyampaikan pengumuman tentang tata tertib pelaksanaan SKD di media cetak Sumeks edisi Senin (27/1) dan website resmi Pemkab Empat Lawang https://www.empatlawangkab.go.id.

“Dihimbau para peserta untuk melihat langsung jadwal masing-masing sehingga tidak telat. Serta mempersiapkan diri dari sekarang mulai dari menjaga kesehatan, latihan soal-soal sehingga bisa mengikuti seleksi dengan maksimal,” imbuhnya.

Mengenai metode tes, lanjut Soleha, tetap menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) dengan waktu selama 90 menit. Bagi peserta yang terlambat maksimal 15 menit tidak diperkenankan masuk untuk mengikuti seleksi atau dianggap gugur.(Mg15).

Uncategorized

Suami Tonjok Istri Lantaran Dilarang Anak Nikah Lagi

Published

on

Caption : MI Memperlihatkan Poto bekas tonjokan pelaku kepada dirinya.

 

 

REL,Empat Lawang – Tidak disetujui oleh anak anak dari Inisial MI untuk menikah ketiga kalinya diduga Ismail aniaya istrinya dengan menonjok wajah MI hingga memar dan luka dalam.

Padahal Kaum perempuan diciptakan untuk di sayangi dan di lindungi para laki laki demi menjaga keharmonisan dalam rumah tangga yang tertuang di pasal 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT).

“Waktu itu anak anak saya yang di bengkulu dan di Lubuk Linggau pulang kerumah dan bilang ke bapaknya jangan nikah lagi (Suami Korban,Ismail) mendengar anak anak melarang untuk menikah lagi Ismail (Suami) emosi dan menonjok wajah saya,”Kata MI Warga Desa Padang Titiran Kecamatan Talang Padang pada awak media,Jum’at (31/1/20).

Atas kejadian tersebut,MI melaporkan Ismail ke Polres Empat Lawang dan ke Dinas Permberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak (DPMDP3A) untuk meminta keadilan atas perbuatan suaminya.

“Kemarin,Kamis (30/1/20) saya sudah melapor ke polres Empat Lawang dan hari ini Jum’at (31/1/20) saya melapor ke DPMDP3A untuk mendapatkan perlindungan,”Ungkapnya.

Kendati dirinya berharap,agar pihak penegak hukum bisa menindak lanjuti laporan tersebut terkait penganiayaan terhadap dirinya sesuai perundang undangan yang berlaku.

“saya harap laporan saya bisa di tindak lanjuti dan pelaku bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya karena saya sudah tidak tahan atas perbuatannya selama ini kurang lebih 20 tahun saya menahan beban ini,”Harapnya.

Kapolres Empat Lawang AKBP.Eko Yudi Karyanto Melalui Kasat Reskrim yang didampingi Kanit PPA IPDA Amran Supardi mengatakan,”Kita mau panggil saksi saksi nya dulu
karena status perkara masih tahap penyelidikan,”Kata IPDA Amran Supardi.

Secara Kasat Mata disaat korban melapor Lanjut Amran tidak ditemukan tanda tanda kekerasan ditubuh korban hanya saja korban mengeluh di bagian pipi.

“Korban cuman mengeluh pada pipi bagian dalam,Kalau pendapat saya berdasar pengalaman yang sudahh korban luka seperti sariawan, Luka ringan tipiring,”Ujarnya.

Tindak lanjut laporan tersebut,kata Amran pihaknya masih menunggu hasil visum yang di keluarkan dari pihak puskesmas Tebing Tinggi.

“Yang pasti nya kita tunggu hasil visum dulu tanpa visum sulit untuk naik sidik,”Paparnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Empat Lawang Agus Rochman Basuki Melalui Kabid Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Suhaida mengatakan,

” Tadi pelapor sudah ke kantor melapor meminta perlindungan tunggu hasil visum apabila nanti minta di dampingi ke polres Kami siap dampingi,”Tuturnya Suhaida.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Uncategorized

50 Persen Bagus, 50 Persen Jelek

Published

on

KERJAKAN : Tampak salah satu warga yang bekerja di usaha Sahlan Durian kupas tengah memilih buah durian yang bagus utnuk dimasukan dalam kemasan, Kamis (30/1).

 

 

REL, Empat Lawang – Ternyata meskipun saat ini Kabupaten Empat Lawang tengah dilanda banjir buah Durian, hanya saja tidak semuanya kualitas buah durian bagus bahkan kisaran 50 persen bagus dan jelek.
Tentu saja ada penyabab kenapa buah durian separuh jelek, kebanyakan penyebab jelak kualitas buah durian tidak lain diambil dibatang belum masak sehingga hal tersebutlah penyebab jeleknya kualitas buah.

Sahlan salah pengusaha Durian kupas dan daging mengakui buah yang masuk ditempatnya saat ini merupakan buah local Empat Lawang, saat ini dirinya belum mengambil buah dari luar daerah karena di Empat Lawang tengah banjir buah.

“Buah musim ini 50 persen bagus dan 50 persen tidak bagus (jelek), penyebabnya daun muda atau masak tidak maksimal, itu artinya belum maksimal masak sduah diambil sehingga itulah membuat kualitas buah tidak bagus,” ungkap Sahlan saat disambangi wartawan kediamannya Talang Gunung Kecamatan Tebing Tinggi, Kamis (30/1).

Tentunya lanjut Sahlan, apaila kualitas buah yang tidak bagus jelas berpengaruh dengan rupiah atau harga jual bahkan dirinya selaku pelaku usaha durian kupas dan daging terpaksa melakukan penerapan memilih buah bagus untuk dibeli.

“Kalau buah bagsu kita siap beli mahal bahkan apabila buah tidak bagus maka buat itu tidak kita ambil karena kita ingin buah dengan kualitas bagus, sebab kita mengambil buah manis dnegan kulitas bagus,” ujarnya.

Apakah ada pengaruh dengan musim kemarau Panjang lalu kata Sahlan, justru penilainya terhadap musim kemarau Panjang lalu kualitas buah durian bagus meskipun buahnya tidak banyak seperti musim sekarang ini.

Bahkan dikatakan Sahlan, kualitas buah seperti ini atau daun muda (Masak tidak maksimal) terjadi bukan hanya di Kabupaten Empat Lawang saja melainkan hampir menyeluruh terjadi di daerah lain.

“Terkadang pemilik kabun durian tidak mementingkan kualitas buah, padahal apabila kualitas buah baus jelas pengumpul atau tokeh siap membeli mahal sesuai dengan kualitas,” imbuhnya.

Apa lagi seperti dirinya selaku pengusaha durian kupas tentu memilih kualitas buah bagus karena selruh buah yang ada ditempatnya dikupas dan dikemas dalam kemasan untuk di kirim kembali Jakarta dan Surabaya.

“Di Daerah Jaw aitu tentu saja mereka memilih kualitas buah yang manis dan bagus, ditambah lagi Jaw aitu mereka sudah punya khas masing-masing,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam satu haru untuk mencari buah yang kualitas bagus tentu saja harus di cek terlebih dahlu, itulah kenapa setiap buah yang dijual oleh warga harus dipilih bahkan disortir.

“Dalam satu hari sekitar 4000 buah yang masuk, namun dari 4000 tersebut sekitar 3000 buah yang dianggap bagus sisanya buah ‘BS’ (kualitas tidak bagus) sehingga pelaku suaha seperti kita harus cermat dalam memilih buah sebab kita lebih memilih kualitas,” jelasnya.

Sahlan menambahkan, dirinya dengan pelaku usaha durian lain tidak bisa disamakan, seperti yang menjual buah maupun usaha lempok durian. “Karena kita ini sudah pesan di Jawa dan Surabaya maka saat ini kita focus kepada durian kupas dan daging, kemungkinan kedepan kita akan usaha lempok juga,” tambahnya. (12).

Baca Selengkapnya

Uncategorized

Siswa Di Empat Lawang Ikut Talk Show Career Day

Published

on

Caption : Tampak suasan Talk Show Career Day

 

REL,Empat Lawang – Kabupaten Empat Lawang dikunjungi tamu Istimewa yaitu Guru Besar Ilmu Penyuluh dan Komunikasi Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarts Prof, Ir Budi Guntoro. S.Pt, M. Sc, Ph. D, IPM.

Kedatangannya tersebut untuk memberikan pencerahan kepada sejumlah Siswa dan Siswi SMA,SMK dan MA yang ada di Kabupaten Empat Lawang, dalam acara Talk Show Career Day, diruang rapat Setda Empat Lawang, Kamis (30/1/2020).

Sekertaris Daerah (Sekda) Empat Lawang H Edison Jaya mengatakan, pada hakikatnya manusia itu dilahirkan sama, namun yang berbeda antara anak Yogyakarta dan Empat Lawang yaitu semangat belajarnya.

“kita ini gampang menyerah, kurang telaten makanya kita ketinggal, tapi tidak terlalu berbeda, kalau kita ngitung kita hanya selisi satu malam, kalau mereka baca sudah sampai halaman 10, nah kita baru halaman 3,” jelas Sekda, saat membuka Talk Show Career Day.

Dirinya berharap kegiatan ini dapat menimbulkan motivasi bagi semuanya, sehingga bisa mendapatkan gambaran, untuk memacu anak-anak peserta didik untuk menggapai karir nya

“Ini dapat dihitung dengan jari Guru Besar yangg memberikan pencerahan ke Empat Lawang,” ungkapnya.

Sementara Guru besar Universitas Gadjah Mada Prof, Dr, Ir Budi Guntoro mengaku, kalau ini yang pertama kali dirinya datang ke Empat Lawang, dan mengatakan kalau UGM itu merupakan Universitas Nsional pertama yang didirikan oleh pemerintah setelah kemerdekaan.

“UGM ini adalah Universitas yang menyatu dengan rakyat, makanya tidak ada pagar. UGM ini adalah perintis KKN (Kuliah Kerja Nyata), dan UGM ini Universitas yang benar-benar patuh terhadap aturan pemerintah,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending