Connect with us

Kabar Sumsel

SFC Harus Tetap Milik Wong Kito, HD Tidak Rela SFC Bubar

Published

on

WAWANCARA : Gubernur Sumsel Herman Deru memberikan keterangan pers usai acara rembug masa depan SFC. Hadir juga pada acara ini Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar, Kapolresta Palembang Wahyu Bintono, Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang saat urun rembug membahas nasib Sriwijaya FC di Hotel Horison Ultima Palembang, Senin (14/1/2019).

REL, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru  menegaskan kembali bahwa dirinya sama sekali tidak setuju jika keberadaan club sepakbola Sriwijaya FC yang selama ini telah menjadi kebanggan masyarakat Sumatera Selatan dibubarkan,  ganti nama, atau dijual.

“Saya tegaskan bahwa kita harus mencari solusi, sebab SFC tidak boleh bubar, SFC tidak boleh ganti nama, SFC harus tetap di Palembang karena SFC terlahir memang untuk masyarakat Sumatera Selatan,” tegas Herman Deru dihadapan para  peserta urun rembuk  club sepak bola Sriwijaya FC yang digelar di Hotel Horison Ultima, Senin (14/1) malam.

Urun rembuk tersebut selain dihadiri masyarakat peduli sepak bola (perseorangan, perusahaan, organisasi, investor, suporter, media, founder juga dihadiri sejumlah tokoh diantarnya anggota DPD RI Hendri Zainudin, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar, Direktur Utama PT. SOM Muddai Madang, Kapolresta Palembang Kombespol Wahyu Bintono, serta para tokoh masyarakat, tokoh sepak bola dan para supporter Sriwijaya FC.

Herman Deru  mengakui Sriwijaya FC merupakan club sepak bola  profesional yang telah bayak menorehkan prestasi dan membanggakan masyarakat Sumsel, karena itu dirinya selaku  Gubernur merasa perlu capur tangan dalam penyelamatan SFC pasca  terdegradasi ke liga 2. Mekipun campur tangan tersebut tidak boleh terlalu dalam.

“Sebelumnya, Saya mengatakan bahwa sebelum tanggal 15 Januari kita harus memutuskan sesuatu untuk langkah kedepan SFC. Tidak ada drama-dramaan disini, Saya tidak ingin moril masyarakat Sumsel dijadikan sandiwara, Saya ingin SFC menjadi club yang nyata meskipun harus turun tingkat,” ungkapnya

Suami Hj Febrita Lustia ini menegaskan, proses panjang telah dilalui SFC selama di bumi sriwijaya,  mulai dari berproses mendirikan hingga punya prestasi tinggi dalam sejarah, SFC terlahir memang untuk masyarakat Provinsi Sumsel sampai kapanpun tidak boleh bubar ataupun berganti nama.

“Saya tegaskan disini, kita harus menemukan sesuatu solusi dari rembuk ini, cuma satu jalan keluar yang tidak boleh yakni SFC tidak boleh bubar, SFC tidak boleh ganti nama, SFC harus tetap di Palembang karena SFC terlahir memang untuk masyarakat Sumsel,” tuturnya

Menurutnya, hasil urun rembug klub sepak bola Sriwijaya FC akan dirumuskan dan ditindaklanjuti sebagai sebuah keputusan untuk pembangunan dan pengembangan Sriwijaya FC kedepan  sebagai club yang profesional dan modern menuju industri sepak bola yang maju.

Dalam urun rembuk yang juga dihadiri  Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang terebut H Herman Deru atas nama Gubernur Sumsel dan atas nama pribadi meminta agar Muddai Madang mundur dan melepas sahamnya.

“Sebagai pribadi, sebagai Gubernur Sumsel, bantulah agar masyarakat tetap bangga tanpa melibatkan kepentingan pribadi dan politik bagi personal kita masing-masing. Tepat pukul 20: 33 Wib, sebagai pribadi kalau memang ini baik, Pak mudai Saya minta dengan kerendahan hati Pak Muddai mundur dari manajemen ini,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H Narun Umar menambahkan, penyelesainya legal aspek sudah terjadi  yakni penyerahan kunci dari Manajemen SFC yang selama ini dipegang oleh PT SOM kepada Gubernur Sumsel Herman Deru secara Pribadi.

Dikatakannya, kunci keputusan sudah diambil, kemudian setelah ini baru menindaklanjuti tentang legal aspek, serah terima harta bergerak, harta tidak bergerak, hutang dan lain sebagainya.

“Selaku Gubernur Sumsel Pak Herman Deru karena kesibukan dan tupoksinya sebagai Gubernur sumsel akan menyerahkan kepada siapa manajemen yang akan memimpin SFC ini. Kita tunggu disertai lagi seperti disarankan oleh pak Baryadi kalau dari PT SOM tentu ke PT lagi, serah terima harta nya seperti apa dan lain sebagainya, itu semua akan diikuti sebagai legal formal,” tuturnya. (reles)

Kabar Sumsel

Kemenag Terapkan Pelayanan Tanpa Tatap Muka

Published

on

Teks foto:Kankemenag Muratara H Iksan Baijuri

 

 

Rel Muratara–Untuk menjaga dari terjangkit dan menyebar Corona Virus Disease (Covid-19) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Musi Rawas Utara menerapkan pelayanan publik tanpa tatap muka langsung.

Alasan penerapan pelayanan tersebut tertuang dalam edaran Kemenag Muratara nomor 77 tahun 2020 tentang pelaksanaan protokol penanganan Covid-19 dan surat edaran Kantor Wilayah Kementetian Agama Propinsi Sumatera Selatan nomor 494 tahun 2020 pertanggal 26 Maret tentang pelayanan publik tanpa tatap muka.

Kankemenag Muratara H Ikhsan Baijuri mengatakan, ditengah hangatnya masalah Covid pelayanan publik di kantor kemenag dilakukan tanpa tatap muka.

“Nanti setiap pelayanan akan dilakukan melalui hand phone, whatshap dan surat elektronik,”katanya, Kamis (26/3)

Lanjutnya, pelayanan tanpa tatap muka akan berlansung dari tanggal 26 Maret hinggga 30 Maret atau menunggu perkembangan selanjutnya. Jika kondisi Covid sudah benar benar steril dari muka bumi, maka aktivitas akan seperti biasa.

Ia mengatakan, pelayanan tanpa tatap muka, sudah disampaikan surat edaran di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) pada Tujuh Kecamatan dalam wilayah Muratara.

“Silakan nanti, Kepala KUA masing masing menyampaikan edaran ini pada setiap kepala desa, atau menyampaikan langsung kepada masyarakat,”ujarnya

Ditambahnya, bagi masyarakat yang ingin melakukan urusan dengan kemenag tidak parlu datang ke kantor, karena di surat edaran sudah di sediakan atau melalui surat elektronik atau email kabmuratara@kemenag.go.di. (16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Cegah Masuk Covid-19 di Muratara, Pemda Mendirikan Posko GTPP

Published

on

BERSAMA:Bupati, Sekda Foto bersama petugas posko GTPP

 

 

REL,Muratara – Guna Penanganan secara intensif, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendirikan dan meresmikan posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Corona Virus Disease (Covid-19) di perbatasan Kabupaten Surulangun Jambi, tepanya di simpang Nibung Rawas, Kecamatan Rawas Ulu, Muratara. Selasa (24/3)

Juru Bicara GTPP Kabupaten Muratara Siswanto Tunut menyampaikan pendirian dan peresmian posko ditengah hangatnya masalah Covid-19 tersebut adalah upaya pencegahan dari pemerintah.

“Ia, hari ini bersama Bupati, TNI, Polisi meresmikan dan mulai bergerak melakukan pengecekan secara menyeluruh pengendara yang masuk ke Kabupaten Muratara,”katanya

Sambungnya, terutama bagi pengendara yang datang dari jauh, jambi, batam. Dan orang tersebut singah, pulang kampung atau menginap di Kabupaten kita.

Ia menyebutkan, jika ada orang, warga atau pengendara yang kategori tidak aman, menunjukan suhu badan pada 38 keatas, maka yang bersangkutan masuk dalam Orang Dalam Pengawasan (ODP).

“Melalui rekan tim, Dinas kesehatan memantau secara berkalah yang masuk dalam ODP itu,”ujarnya

Kesempatan yang sama, Bupati Muratara H M Syarif Hidayat menyampaikan posko tersebut sebagai antisipasi Kabupaten Muratara, sebagai bentuk kepedulian pemda terhadap Covid-19.

“Posko ini adalah posko kemanusiaan. Kita harus ada tindakan yang tegas terhadap Covid-19. Ini bukan rahazia terhaadap surat menyurat kendaraan pengendara atau yang lain. Saya mintak yang melintas untuk membantu, berhenti dan turun untuk dilakukan pengecekan,”ajaknya

Lanjutnya, Posko GTPP akan berdiri dan melayani lebih kurang selama tiga bulan. kita pantau sampai kondisi di Muratara umumnya indonesia benar benar bersih dari Covid-19 ini.

Untuk diketahui, petugas pokso terdiri dari tim Kesehatan, BPDB, dibantu pihak kepolisian, Pol PP, Dishub dan TNI yang berjumlahkan sebanyak 33 orang. (16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Kapolda Sumsel Apresiasi Kinerja Wartawan Masuk Desa

Published

on

Caption : Tampak suasana rapat kerja wilayah IWO

 

 

REL,Palembang – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan Irjen Pol Priyo Widyanto sangat mengapresiasi program wartawan masuk desa yang di gagas oleh Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online Sumsel sebagai wujud turut mensukseskan program Indonesia membangun dari Desa.

Hal ini di tegaskan Kapolda Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto melalui Direktur Intel Polda Sumsel Kombes Pol Budi Sajodin m, M.Si saat pembukaan Rapat Kerja Wilayah IWO Sumsel di Hotel Swarna Dwipa Palembang Sabtu (14/03/2020).

Menurutnya, hal ini selaras dengan beberapa program.Nasional dianataranya program Internet masuk Desa, PLN Masuk Desa dan program lainnya.

“Dengan adanya program Wartawan Masuk Desa ini semoga dapat nengawal serta memberikan edukasi kepada masyarakat dalam memanfaatkan Program Internet Masuk Desa, agar masyarakat bisa “melek informasi”,”ujar Budi Sajidin.

Disamping itu kata Budi, di Sumatera Selatan sendiri akan ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 7 Kabupaten dan Kota,”Mari bersama – sama menciptakan suasana yang kondusif dengan pemberitaan yang menyejukan, dan sesuai dengan jargon IWO sebagai lokomotif anti hoax,”ujarnya.

Lebih jauh Budi mengatakan, hadirnya media online mampu menjawab tantangan kebutuhan diera digitalisasi yang menyampaikan informasi cepat, tepat dan akurat.

“Media sosial juga tidak kalah cepatnya dalam menyampaikan informasi , dan sebagai bagian dari keberagaman, oleh karena itu, melalui program Wartawan Masuk Desa IWO diharapkan dapat mrmposisikan diri sebagai penyeimbang informasi melalui medsos,”harapnya.

Dia juga berharap IWO dapat bersinergi dengan Polri dalam menjaga suatuasi NKRI terlebih lagi Pengurus Daerah IWO di Sumsel sudah hampir seluruh Kabupaten Kota.

Sementara itu Ketua Pengurus Wilayah IWO Sumatera Selatan Sony Kushardian mengatakan kepengururusan IWO sudah terbentuk di 14 Kabupaten Kota Se-Sumsel.

“Agenda Rakerwil ini salah satunya adalah evaluasi kegiatan pengurus daerah, dan melakukan konsolidasi,
serta lounching Wartawan Masuk Desa,”terang Sony.

Kedepan diharapkan IWO semakin solid dan profesional dalam menjalankan roda organisasi serta menjalankan tugas – tugas jurnalistik,”imbuhnya.(*).

Baca Selengkapnya

Trending