Connect with us

Empat Lawang

Sempat Buron 11 Bulan, Pelaku Curas Digasak Tiga Pelor

Published

on

TODONG : Pelaku curas (terbaring, red) atas nama Johan (33) alias han warga Desa Karang Gede Kecamatan Sikap Dalam Kabupaten Empat Lawang. Senin (5/11).

REL, Empat Lawang – Berdasarkan hasil penyelidikan anggota Satreskrim Polres Empat Lawang di lapangan didapati Info bahwa salah seorang buronan pelaku yang terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan (Curas) tengah berada di rumahnya.

Sekira pukul 11.00 Wib pada hari Minggu (4/11/18) Team Buru Sergap Elang bersama anggota Reserse Narkoba Polres Empat Lawang bergegas menuju kediaman tersangka (TSK) yang diketahui bernama Johan Asapar (33) alias Han yakni di Desa Karang Gede Kecamatan Sikap Dalam Kabupaten Empat Lawang.

Benar saja. Setibanya di sekitaran lokasi kediaman tersangka yang sempat buron selama 11 bulan lamanya ini. Terlihat dari kejauhan tersangka baru hendak pergi menggunakan sebuah mobil sedan merk Hiundai berwarna hitam.

“Ketika anggota mendekati TKP penangkapan, tersangka Johan ini baru saja mau pergi lagi. Iya kita langsung memotong arah jalam mobil tersebut dan segera memberhentikan kendaraannya,” ungkap Kapolres Empat Lawang AKBP Agus Setyawan melalui Kasat Reskrim AKP Muhamad Ismail. Senin (5/11).

Dijelaskan Kasat Reskrim, pada saat hendak diamankan tersangka Johan (33) bin Seman sempat melakukan perlawanan dengan petugas bermodal senjata api rakitan (senpira) jenis Refolper Otomatis yang dimilikinya sebagai alat mereka beraksi selama ini.

“Ada 2 peluru yang tersimpan di bagian pinggang sebelah kanan tersangka, anggota kita awalnya melepas tembakan peringatan agar si tersangka ini mengucilkan senjatanya. Akan tetapi peringatan itu tidak di indahkannya,” jelasnya.

Melihat gelagat tersangka ingin membahayakan para petugas di TKP tersebut, sambung M. Ismail, terpaksa petugas mengambil langkah tindakan tegas yang terukur dan terarah dengan menembak sebanyak 3 kali ke arah kaki tersangka untuk dapat melumpuhkannya.

“Selain senpira terdapat juga sebilah pisau jenis sewar berwarna coklat yang berada di pinggang sebelah kirinya, serta sejumlah Narkoba tersimpan dalam mobil sedan. Tersangka telah mengakui bahwa aksi curasnya dilakukan bersama ketiga orang teman lainnya,” kata Kasat Reskrim AKP Muhamad Ismail.

Usai dilumpuhkan, lanjut Kasat Reskrim. Tersangka segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Empat Lawang untuk dilakukan pengobatan dan perawatan. Kemudian dibawa ke Mapolres Empat Lawang.

“Akibat perbuatannya, tersangka Johan alias Han akan kita kenakan Pasal 365 KUHP karena telah melakukan tindak pidana curas bersama komplotannya. Sementara itu untuk ke 3 temannya masuk ke dalam DPO dan masih terus kita buru,” tegasnya.

Sekedar informasi, diketahui kronolgis kejadian bermula pada hari Rabu (6/12/2017) sekira pukul 09.30 Wib telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh 4 orang yang tidak dikenal (OTD) dengan cara memberhentikan mobil korbannya yakni Heri Candra (39) bin Hambali beserta istrinya warga Desa Pajar Bulan Kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung.

Dengan alasan hendak menjemput sang anak tersangka Johan menumpangi kendaraan si korban. Ditengah perjalanan Johan langsung membuka pintu sebelah kanan mobil sembari menodongkan senjata api ke arah si korban.

Saat itu, Istri si korban (Heri) sempat berlari keluar mobil dan di kejar oleh ke tiga kawan Johan ini. Alhasil, si korban pun di ikat di bawah pohon. Sementara para pelaku memutar arah dan membawa lari satu unit mobil Granmax warna silver bernopol BE 1804 BC dengan Nomor Rangka : MHXV3BA3JCk020508 dan Nomor Mesin : dl552594 serta satu unit Hp merk Nokia, satu unit Hp merk Samsung dan juga dompet berisikan uang tunai sebesar Rp. 1.200.000. Setelah kejadian tersebut berlangsung korban segera melaporkan peristiwa yang baru saja ia alami ke pihak kepolisian sektor Pendopo Resort Empat Lawang untuk ditindaj lanjuti. (14).

Empat Lawang

Kades Semprot Cairan Disinfektan

Published

on

Caption : Kades sedang meracik cairan disinfektan

 

REL,Empat Lawang – Tak ingin warga nya terpapar virus covid Nineteen atau virus corona yang saat ini tengah mewabah di segala penjuru wilayah indonesia

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintahan Desa Padu Raksa Kecamatan Sikap Dalam agar penyebaran wabah virus covid nineteen tidak masuk ke wilayah desanya.

Dari mensosialisasikan bahayanya virus corona maupun menyemprotkan cairan disinfenktan.

Kepala Desa Padu Raksa Alex Xander Hek mengatakan hari ini bersama unsur terkait melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan di wilayah desaanya.

“Tujuannya memberantasan penyebaran wabah viru covid 19,mulai dari kadus satu sampai kadus tiga di wilayah setempat,karena mencegah lebih baik dari pada mengobati,”Ungkapnya.Jum’at (3/3/20).

Iapun menghimbau kepada warganya agar kiranya yang baru pulang dari luar kota dapat melaporkan diri ke pemerintah setempat.

“Ada beberapa warga yang baru pulang kampung dari plau jawa disemprot seluruh dalam rumah dan tamu yang datang dari luar daerah dikarangtina terlebih dahulu dengan jangka waktu 14 hari,”Ujarnya.

Sementara Heral (25) warga Desa Padu Raksa mendukung apa yang telah dilakukan kepala desanya terkait untuk memutuskan mata rantai penyebaran wabah virus covid19 ini.

“Ini salah satu bentuk tanggung jawab kades kepada warganya,kami sangat mendukung hal tersebut,kalau bukan mulai dari kita siapa lagi,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Cek Posko Pemantauan Covid19

Published

on

Caption : Polisi Satuan Lalulintas mengecek posko pemantauan covid19

 

REL,Empat Lawang – Polisi satuan lalulintas polres Empat Lawang mengecek posko pemantauan covid19 di perbatasan kabupaten Empat Lawang.

Adapun posko yang di cek antaranya posko pemantauan covid19 di perbatasan Kecamatan Tebing Tinggi dengan Kabupaten Lahat.

Sedangkan KBO Lalulintas bersama anggota mengecek posko pemantauan covid19 di Kecamatan Ulu Musi menuju Kabupaten Kepahiyang.

Kapolres Empat Lawang AKBP.Eko Yudi Karyanto,S.IK melalui Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) polres Empat Lawang IPTU M.Yusuf Lubis mengatakan diri bersama anggota mengecek langsung posko pemantauan yang ada di perbatasan perbatasan.

“Ya kita cek posko posko pemantauan di setiap perbatasan di Empat Lawang ,”Ungkap Lubis.Kamis (3/4/20).

Masih dikatakan Lubis,selain mengecek pihak nya pun juga memantau langsung kesiapan diposko posko dan Lubis juga menambahkan sejauh ini setiap kendaraan angkutan umum maupun lintas kota dicek.

“Kita cek satu persatu penumpang yang turun ke Empat Lawang,baik itu dari penumpang luar kota maupun lokal,”Jelasnya.

Meski demikian,iapun menghimbau masyarakat terutama yang baru pulang dari luar kota agar kira nya memeriksakan dan/ melaporkan diri ke tim gugus tugas covid19.

“Tetap jaga kesehatan serta kebersihan ,untuk masyarakat yang baru pulang dari kota di harapkan melaporkan diri ke pemerintah setempat guna mencegah masuk dan menyebarnya wabah covid19 ini,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Usai Bunuh Kekasih,Hengki Lari Ke Kampung

Published

on

Caption : Hengki menyerahkan diri di Mapolres Empat Lawang

 

RELEmpat Lawang – Setelah Sempat Kabur selama 5 hari pulang ke desanya, Hengki (36) buruh bangunan, seorang pria berstatus duda, warga desa Batu Raja Baru, Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, dengan diantar pihak keluarga menyerahkan diri ke Mapolres Empat Lawang, Rabu (01/04/20).

Dihadapan Polisi, Hengki mengaku bahwa dirinya telah melakukan pembunuhan terhadap seorang wanita bernama Nia Paramitha (40) janda, warga kota Banjarmasin Propinsi Kalimantan Selatan, yang tak lain merupakan kekasihnya, pada Jumat (27/03/20) lalu disebuah kontrakan di kawasan jalan Kemuning 3 babakan Mustika Sari 1 kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi.

Pengakuannya, sebelum terjadinya peristiwa pembunuhan itu, korban Nia Paramitha datang ke kontrakannya sekitar pukul 16.00 WIB, dengan maksud meminta sejumlah uang, karena tidak ada uang pelaku tidak bisa memenuhi permintaan korban, merasa permintaannya tidak dipenuhi tiba tiba korban langsung menampar dan menendang pelaku hingga membuatnya emosi.

“Saat itu saya lagi makan dikontrakan, Dia (Nia Paramitha) datang bermaksud meminta uang sebesar 1 juta rupiah, karena tidak ada uang saya pun tak bisa memenuhi permintaannya, tiba tiba dia (korban) langsung menampar dan menendang, karena emosi dan khilaf saya ambil kain yang dipakai korban dan langsung saya lilitkan kelehernya, hingga korban tewas,”akunya.

Menyadari kekasihnya tewas ditangannya, pelaku pun panik dan pada hari sabtu (28/03/20), sekitar pukul 05.00 pagi pelaku kabur pulang ke desanya di kabupaten Empat Lawang.

Namun sebelum kabur pelaku sempat meninggalkan secarik kertas bertuliskan nomor telepon keluarga korban.

“Semalaman aku menangis di samping jenazahnya, menyesali apa yang sudah terjadi, sebelum pulang ke desa aku tuliskan nomor telepon keluarganya di secarik kertas disamping jenazah korban,”sesal Hengki

Diceritakan pelaku awal mula berkenalan dengan korban Nia Paramitha lewat media sosial facebook, sekitar bulan maret 2019 lalu.
Dari seringnya chating di medsos akhirnya keduanya bersepakat untuk bertemu dan dengan dibiayai pelaku pada bulan agustus 2019, korban pun pergi bertolak dari banjarmasin menuju jakarta.

“Aku kenal korban lewat facebook, berawal dari seringnya chating chatingan akhirnya kami berdua sepakat ingin berjumpa dan disepakatilah pada bulan agustus 2019 untuk bertemu di Jakarta, dengan sebelumnya saya transfer uang sebesar 3,3 juta rupiah untuk tiket pesawatnya,”kenang Hengki

Kini sambil menunggu proses hukum selanjutnya karena TKP nya berada di Kota Bekasi, Pelaku untuk sementara waktu diamankan di Mapolres Empat Lawang.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending