Connect with us

Empat Lawang

Sekolah Tak Bisa Terima Siswa Sembarangan

Published

on

Rita Purwaningsih

REL, Empat Lawang – Pada tahun ajaran baru 2019/2020 mendatang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang, akan menerapkan sistem zonasi bagi sekolah-sekolah di kabupaten ini, dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Empat Lawang, Rita Purwaningsih melalui Kasi Kurikulum, Jhonson mengatakan, jika tahun ajaran sebelunya Diadikbud Kabupaten Empat Lawang baru menerapkan sistem semi zonasi pada PPDB, namun mulai tahun ini PPDB sistem zonasi PPDB akan efektif diterapkan.

“Persiapan untuk menerpakan sistem zonasi sudah kita matangkan, tinggal menunggu Perbub-nya saja. Insyaallah akan efektif mulai tahun ini,” ungkap Jhonson saat dibincangi di ruang tugasnya, Rabu (13/2/2019).

Dijelaskannya, sistem zonasi tidak mengikuti wilayah kecamatan, namun pembagiannya mengikuti radius atau akses terdekat dengan sekolah. Misalnya, di wilayah Desa Ujung Alih Kecamatan Tebing Tinggi, bisa saja masuk dalam zonasi SMP 2 Kecamatan Talang Padang, karena memang wilayah desa itu lebih dekat dengan sekolah tersebut meski berada di wilayah kecamatan berbeda.

“Jadi, tidak bisa lagi sembarangan, warga Desa Ujung Alih Kecamatan Tebing Tinggi; menyekolahkan anaknya ke SMP 1 Negeri Tebing Tinggi, karena radius sekolah itu lebih dekat dengan SMP Negeri 2 Talang Padang, ketimbang SMP Negeri 1 Tebing Tinggi, ini baru contohnya saja,” ucap dia.

Meski demikian sebut dia, bukan berarti menghapus kesempatan para calon siswa baru masuk ke sekolah favorit di luar zonasi. Tetap pihak sekolah diberi kesempatan untuk menerima siswa di luar zonasi, hanya saja ada batasan jumlah siswa yang diterima.

“Seperi melalui jalur prestasi, tes atau panggilan. Cuma ada batasan quota dan jumlah quota di luar zonasi bisa saja 10 persen atau 5 persen dan ini akan diatur di Perbub, nantinya” jelasnya.

Lebih lanjut Jhonson menerangkan, diterapkanya sistem zonasi, akan terjadi pemerataan jumlah siswa disetiap sekolah. Dengan begitu, tidak ada lagi sekolah yang kekurangan jumlah siswa dan di sisi lain ada sekolah justru terjadi kelebihan siswa.

“Sistem zonasi berlaku untuk SD, SMP dan SMA. Namun karena kita hanya memiliki kewenangan terhadap SD dan SMP, pengwasan kita hanya pada SD dan SMP saja,” tukasnya. (12).

Empat Lawang

Angin Puting Beliung Hantam Rumah Warga,Satu Rumah Rusak Berat

Published

on

Caption : Personil BPBD membersihkan dahan dahan pohon yang tumbang menimpa rumah warga

REL,Empat Lawang – Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kabupaten Empat Lawang langsung menerjunkan sepuluh (10) orang anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) kelokasi terjadinya angin puting beliung di Desa Tanjung Ning Kecamatan Saling,Sekira pukul 17 : 00 wib.sore, Jum’at (27/3)

Kepala BPBD Sahrial Podril melalui kabid kesiapsiagaan Harry Pratama mengatakan ada lima buah rumah yang mengalamu kerusakan akibat angin puting beliung di Desa Tanjung Ning.

“Kejadian tersebut mengakibatkan satu rumah rusak parah karena tertimpa pohon dekat rumahnya atas nama Junaidi (63) dan ada beberapa rumah mengalami rusak ringan,tidak ada korban jiwa namun korban mengalami luka ringan,”Kata Harry

Masih dikatakan Harry,pihaknya telah mengevakuasi warga yang ditimpa musibah,dengan membantu membersihkan pohon yang tumbang,akibat angin puting beliung

Diceritakan Harry,korban atas nama Junaidi (63) pemilik rumah yang tertimpa pohon tumbang,menjelaskan korban saat itu sedang berada didalam kamar untuk menunaikan ibadah sholat magrib namun,tiba tiba terdengar suara menggelegar yang disertai beberapa dahan pohon menimpa tubuhnya.

“Pada saat itu korban sedang sholat tiba tiba pohon menimpa rumah dan mengenai tubuhnya sampai terjatuh,beberapa saat kemudian tetangga korban mengevakuasi korban untuk keluar rumah,”Jelas Harry.(Pad).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

KKN Kelompok 1 Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan

Published

on

FOTO : ISTIMEWA SEMPROT: Nampak suasana penyemprotan cairan disinfektan di Masjid Ar Rido Desa Tanjung Aur Kecamatan Kikim Tengah.

KKN Kelompok I Melakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan

 

REL, LAHAT – Kelompok I Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIE Serelo Lahat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Desa Tanjung Aur Kecamatan Kikim Tengah.

 

Penyemprotan tersebut diawali dengan pembuatan cairan di Posko Kelompok I dengan dibantu oleh anggota Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Aur, lalu langsung pelaksanaan penyemprotan di berbagai fasilitas umum dan rumah warga.

 

“Iya, penyemprotan ini merupakan rangkaian program dari KKN kelompok I yang melaksanakan pengabdian di masyarakat di masa pandemi virus corona seperti saat ini,” kata ketua Kelompok I KKN STIE Serelo Lahat Desa Tanjung Aur Desti Mastika, Kamis (25/02).

 

Dikatakannya, untuk fasilitas umum yang di semprot diantaranya TK/PAUD Pembina Swasta, Masjid Ar rido dan Balai Desa serta rumah-rumah warga yang ada di sekitar Posko KKN Kelompok I.

 

“Karena keterbatasan alat dan juga waktu jadi penyemprotan akan kita lanjutkan besok mengingat areal desa yang cukup luas tidak akan selesai disemprot dalam sehari,” jelasnya.

 

Senada, Bhabinsa Desa Tanjung Aur Sertu Zakaria didampingi Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Aur Aipda Heri mengaku program pencegahan penyebaran Virus Corona atau Covid -19 memang menjadi prioritas pemerintah Indonesia termasuk juga di Desa Tanjung Aur, maka pihaknya sangat senang dilibatkan dalam program KKN dari STIE Serelo Lahat.

 

“Selain penyemprotan kita juga sudah melakukan sosialisasi protokol kesehatan (Prokes) di pasar kalangan kalangan, membagikan masker ke masyarakat dan hari ini melakukan penyemprotan cairan disinfektan,” jelasnya.

 

Sementara, Hestin salah seorang masyarakat mengaku mengapresiasi aksi nyata dari KKN Kelompok I yang telah melakukan berbagai kegiatan baik sosialisasi pencegahan Covid – 19 dan juga membantu kegiatan anak-anak desa .

 

“Alhamdulillah, selain mereka mensosialisasikan tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan di saat pandemi juga mereka membantu mengajar anak-anak mengaji serta membantu anak – anak mengerjakan PR sekolah,” ungkapnya. (Ian)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

SMP 2 Muara Pinang Terapkan Belajar Luring

Published

on

FOTO: ISTIMEWA TUGAS: Siswa sedang mengumpulkan tugas di sekolah.

SMP N 2 Muara Pinang Terapkan Belajar Luring

REL, Empat Lawang – Seperti halnya di beberapa sekolah lainnya di Empat Lawang, SMP N 2 Muara Pinang terapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berupa luring.

Kepala SMP N 2 Muara Pinang, Marnita Elisa belajar secara luring ialah pilihan yang terbaik untuk diterapkan di sekolahnya. Hal ini dikarenakan sekolahnya tidak memungkinkan untuk menerapkan daring.

“Di sekolah ini belum bisa menerapkan daring karena pertama sinyal kurang kuat dan yang kedua karena ada anak-anak yang tidak punya handphone,” kata Marnita kepada Rakyat Empat Lawang.

Untuk jadwal luring, lanjut Marnita, sekolahnya membuat jadwal untuk masing-masing kelas. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan. Mengambil tugas 5 mata pelajaran, kemudian guru memberikan sedikit materi kemudian siswa pulang ke rumah masing-masing.

“Senin Selasa untuk kelas 7, Rabu Kamis untuk kelas 8, Jumat Sabtu untuk kelas 9. Tugas yang diterima hari Senin dikumpulkan hari Kamis. Kemudian hari Kamis itu ngambil tugas lagi dan dikumpulkan hari Senin. Seperti itu terus luring di sekolah kami,” ucapnya.

Tidak ada kendala yang berat selama menjalani proses luring. Hanya ada beberapa siswa tertentu yang terlambat mengumpulkan tugas.

“Ada beberapa siswa yang bandel tidak mengumpulkan tugas, tapi terus kita tagih dan akhirnya ngumpul juga,” ujar Marnita.

Marnita berharap di era pandemi ini sekolah bisa menerapkan pembelajaran tatap muka dengan cara setiap kelas dibagi menjadi dua. Misalkan jumlah satu kelas ada 30 orang berarti dibagi menjadi dua kali pertemuan.

“Kalau sekolah jarak jauh ini penyampaian materi belajar kurang efektif. Kalau tatap muka kan bisa maksimal guru memberikan materi. Tentunya kalau kita tatap muka harus menerapkan Protokol kesehatan,” tuturnya.

Salah seorang siswi di Empat Lawang, Radia Rahmadia Razita mengatakan ia juga berharap sekolah kembali menerapkan sistem pembelajaran tatap muka. Radia menuturkan ia dan teman-temannya sudah sangat rindu dengan suasana sekolah. Terlebih lagi belajar jarak jauh sangat berbeda dengan sekolah tatap muka.

“Kami sudah sangat rindu dengan suasana sekolah. Rindu berdiskusi dengan teman-teman, dan rindu dengan suasana ketika guru menjelaskan materi belajar,” harap Radia. (Ian)

Baca Selengkapnya

Trending