Connect with us

Bisnis

Sekda Minta Manfaatkan Bahan Baku Lokal

Published

on

SIMBOLIS : Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Empat Lawang, Kuswinnarto saat menjadi moderator, Rabu (12/9/2019).

REL, Empat Lawang – Sekretaris Daerah (Sekda) Empat Lawang, H Edison Jaya meminta para wirausahawan dapat memanfaatkan potensi-potensi bahan baku lokal yang banyak tersedia di sekitar wilayah Kabupaten Empat Lawang. Sebab, dengan memanfaatkan bahan baku lokal, akan memudahkan wirausaha itu sendiri, dalam mempertahankan usahanya agar lebih tangguh bertahan dan berkembang di kemudian hari.

“Sebagai contoh, di wilayah Jawa, orang-orang di sana memanfaatkan pohon jati, bisa seluruhnya bermanfaat. Tidak ada yang tidak bisa dimanfaatkan, semuanya berguna,” ungkap Sekda Edison Jaya, saat membuka pelatihan Technopreneur yang digelar Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, di aula Hotel Zulian Transit Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Rabu (12/9/2019).

Dalam kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, kata Sekda, sangat mendukung dan berterima kasih kepada pihak Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, karena sudah berkenan turun ke Kabupaten Empat Lawang, untuk membantu memberikan pembinaan kepada para wurausahawan di Kabupaten Empat Lawang. “Saya minta para peserta juga dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik. Mudah-mudahan, dengan adaya pelatihan ini, dapat menambah wawasan bagi semuanya,” harap Seda.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Empat Lawang, Kuswinnarto kepada wartawan menjelaskan, semua peserta merupakan pengurus Koperasi Benteng Perkasa Kecamatan Talang Padang.

“Ada 35 orang peserta, mereka pengurus bersama anggota-anggotanya, Koperasi Benteng Perkasa Kecamatan Talang Padang,” kata Kuswinnarto.

Sebelumnya lanjut Kuswinnarto, pihak Koperasi ini mengajukan sendiri permohonan pelatihan untuk seluruh anggotanya ke Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. “Mereka membawa surat rekomendasi dari kita, selanjutnya membawa usulan itu sendiri ke pusat. Alhamdulillah, hari ini mulai dilaksanakan pelatihan yang mereka ajukan itu, sebelumnya,” jelasnya.

Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Empat Lawang, dalam hal ini kata Kuswimnarto, hanya sebagai fasilitator dari kegiatan ini. Seperti menyediakan tempat dan memfasilitasi peserta. “Untuk narasumber dan perlengkapan-perlengkapan lainnya, semua disiapkan pihak Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia,” tandasnya. (12) 

Bisnis

UMKM Penggerak Ekononi Daerah

Published

on

By

LATIH : Kegiatan pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan di Rumah Kreatif Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Rabu (11/9/2019).

REL, Empat Lawang – Usaka mikro, kecil dan menengah merupakan tulang punggung dan pengerak ekonomi daerah  Hal ini disampaikan Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad melalui asisten III Qobal Antoni saat membuka pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan di Rumah Kreatif Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Rabu (11/9/2019).

Menurut Qobal pelatihan seperti merupakan bukti nyata berbagai pihak memperhatikan UMKM di Empat Lawang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, kata dia, konsen mengembangkan hal itu.

“UMKM potensi yang sangat besar. Maka kita perlu meningkatkan produksi dan kreatifitas,” ujar Qobal.

Selanjutnya Qobal berharap, peserta pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan pihak Dinas Koperasi, UMKM Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang bekerjasama dengan Dinas Koperasi, UMKKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Empat Lawang, ini diikuti dengan baik agar mendapat ilmu kewirausahaan yang mumpuni berdaya saing tinggi.

“Apalagi saya lihat peserta dan pelaku UMKM ini masih muda. Gunakan kesempatan dengan baik agar bisa berkembang lebihbmaju lagi,” imbuhnya.

Sementara, Kepala UPTD Koperasi dan UMKM Provinsi Sumsel, Wawan menjelaskan, pelatihan diikuti 40 orang, merupakan pelatihan yang ke 17 dari 24 agenda pelatihan di Sumsel.

Diharapkan juga pelatihan bisa menumbuh kembangkan kewirausahaan, sehingga kedepan bisa menghadapi situasi diluar yang lebih maju. Pasalnya keterampilan memperoduksi meskipun sudah bagus belum bisa memastikan bisa bersaing dengan pelaku usaha di luar sana.

“Persaingan di luar lebih ketat dan tidak ada batas lagi soal pengembangan baik media online maupun pemasaran lainnya. Makanya mativasi dari pemateri akan memberikan pelatihan agar bisa maju lagi karena dizaman sekarang harus mengetahui kondisi diluar dan wajib melek tekhnologi,” paparnya.

Lebih jauh Wawan menjelaskan, peserta yang mengikuti pelatihan ini diberikan sertfikat sehingga kedepan akan menjadi pengusaha pemula dan menjadi syarat pengajuan jika nanti ada bantuan wirausaha pemulan

“Ikutilah dengan baik sehingga tuntas dan berhasil bukan berputus asa,” pungkasnya. (adi)

Baca Selengkapnya

Bisnis

Dibanding Daerah Lain, Tunggakan BPJS Masih Tinggi

Published

on

By

KANTOR : Tampak Halaman Kantor BPJS Empat Lawang.

REL, Empat Lawang – Sepanjang tahun 2019, baru 40 persen masyarakat Empat lawang yang membayar Iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan .

Hal tersebut diungkapkan Kepala BPJS Empat lawang Jery Ardhan saat di bincangi  diruang kerjanya, kemarin (1/9/19).

“Empat lawang ini termasuk kabupaten yang masih besar tunggakannya, di bandingkan dengan daerah lain yaitu baru sekitar 40 persen dari jumlah yang terdaftar di BPJS dengan kategori Mandiri perbulan juli 2019,”katanya

Sedangkan lanjut Jery, iuran yang tanggung oleh perusahaan (Pt) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak terlalu banyak yang menunggak.

“Kalau swasta dan PNS diEmpat lawang cukup lancar tidak ada tunggakan,”jelasnya.Kemarin (1/9/10/9).

Dikatakannya, selain banyaknya tunggakan , diEmpat lawang juga masih sangat banyak masyarakat yang belum sama sekali menjadi peserta yaitu dikisaran 49.2 persen.

“Kesadaran masyarakat kita ini masih sangat rendah, berdasarkan data yang kami miliki per tanggal 1 agustus  baru 168.954 orang peserta sekabupaten atau baru 50.8 persen dari total keseluruhan masyarakat kita dibumi saling keruani sangi kerawati yang sudah terdaftar,dan masih sangat rendah untuk ukuran Sumsel karena di daerah lain sudah ada yang mencapai 100 persen, “ungkapnya

Dia menuturkan, berbagai upaya sudah pihaknya lakukan untuk menagih para peserta BPJS yaitu dengan cara menelpon atau SMS dan juga dengan cara jemput bola kerumah – rumah masyarakat oleh kader BPJS .

Masih dikatakan Jery, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat lawang sendiri di tahun 2019 sudah berupaya menganggarkan bagi masyarakat kategori menengah kebawah  yang memenuhi syarat untuk menjadi peserta BPJS kelas III secara gratis atau di bebankan ke Pemerintah.

“Iya, tahun ini pemkab mengangarkan 18.000 peserta BPJS yang ditanggug ikeh Pemkab, dan upaya tersebut cukup membantu meningkatkan keikut sertaan masyarakat,”imbuhnya

Sementara, Mulkan salah seorang peserta BPJS madiri mengungkapkan dirinya dan keluarga sempat beberapa kali menunggak karena ketidak mampuan untuk membayar

“Kami bukannya tidak mau membayar tetapi kondisi perekonomian saat ini tidak sesuai antara penghasilan dan kebutuhan sehari- hari,” tukasnya. (Mg20).

Baca Selengkapnya

Bisnis

Petani Karet Merasa Belum Merdeka

Published

on

By

KARET : Nampak salah satu pengepul karet di Tebing tinggi sedang membeli karet dari petani, Selasa (20/8/2019).

REL, Tebing Tinggi – Petani Karet Kabupaten Empat lawang semakin menjerit, pasalnya pasca Idul Adha kemarin harga jual di tingkat petani semakin anjlok.

Seperti yang dikeluhkan Subhan petani karet Sesa Mekar Jaya kecamatan Tebing Tinggi, yang tak menyangka harga jual karet semakin hari semakin tidak menentu.

“Bukannya naik, malahan semakin hari semakin menurun harga jual karet ini,” keluhnya.

Dikatakannya, dirinya tidak mengetahui pasti penyebab dari semakin hari semakin anjloknya harga tersebut.

“Entahlah di daerah atau kabupaten lain apakah semakin anjlok juga atau hanya di Empat lawang saja yang kian hari kian tak berharga,” katanya.

Masih dikatakan Subhan, selain harga karet sangat tidak berimbang dengan harga sembako di pasaran seperti beras, cabe dan telur apalagi ayam, saat ini juga petani mengeluh karena sedang musim kemarau.

“Mano saat ini sedang musim kemarau, jangankan getah sungai pun ikut kering,” ungkapnya.

Senada dengan Lan petani lainnya juga mengeluhkan harga jual tersebut, dirinya bersama petani – petani yang lain sangat berharap kepada pemerintah untuk kembali menstabilkan harga jual karet sebab sebagian besar mata pencarian warga di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati adalah bergantung dengan hasil bumi juga yaitu Kopi dan karet.

“Harapan kami pemerintah kabupaten segera memberikan solusi untuk mensejahterakan kami para petani karena kalau tidak salah sektor pertanian menjadi salah satu program dari pemerintahan Empat lawang ke depan, saat inilah momen yang tepat kalau ingin membantu para petani. Kalau seperti ini terus kami petani merasa belum merdeka walaupun saat ini sedang perayaan Hut RI,” tuturnya.

Terpisah, Pen salah seorang pengepul karet mengatakan memang benar semenjak Idul Adha sampai saat ini harga karet kian menurun yang awalnya ia mampu membeli karet bersih (TS) dengan harga kisaran 7 ribu sampai 8 ribu perkilo namun sekarang hanya 5 ribu sampai 6 ribu saja dan untuk karet kotor (TJ) dibeli dengan harga 4 ribuan saja.

“Iya, memang dari pabrik tempat kita menjual itu harganya turun dan kita tak bisa berbuat banyak,” tukasnya. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Trending

Graha Rakyat Empat Lawang Jl. Lintas Sumatera Talang Banyu Tebing Tinggi Empat Lawang Sumatera Selatan Telp : 0702 7320044 Fex 0702 7320044