Connect with us

Empat Lawang

Satu Puskemas Tidak ada Dokter

Published

on

REL, Empat Lawang – Dari 10 puskesmas yang ada di Kabupaten Empat Lawang ternyata masih ada satu unit Puskemas yang belum memiliki Dokter, sementara 9 unit puskemas yang lain masing-masing sudah ada dokternya.

“Hanya satu puskesmas yang belum memiliki dokter yakni Puskemas Sikap Dalam, untuk puskemas di kecamatan lain sudah ada dokter,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan Empat Lawang Wiwik Supriyantini melalui Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Deri Kurniawan saat dibincangi wartawan di ruang tugasnya, Selasa (9/4).

Menurut Deri, sewaktu penerimaan CPNS untuk formasi dokter dengan penempatan Kecamatan Sikap Dalam memang tidak ada, padahal waktu pengusulan CPNS sudah diusulkan oleh Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Empat Lawang ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

“Namun yang ada hanya formasi di Puskemas Tebing Tinggi, Kecamatan Saling dan di Rumah Sakit,” katanya.

Padahal lanjut Deri, Puskemas Sikap Dalam akan bekerja sama dengan BPJS, namun dikarenakan tidak ada dokter sehingga kapisitas pelayanan BPJS lebih sedikit jika dibandingkan dengan puskesmas yang sudah memiliki dokter.

“Solusinya tentu saja diperbantukan dokter dari puskesmas terdekat dan mengangkat dokter kontrak untuk bertugas di sana,” imbuhnya.

Sementara itu lanjut Deri, untuk jumlah dokter praktek mandiri, di Kabupaten Empat Lawang berdasarkan data yang sudah teregistrasi sebanyak 10 dokter terhitung dari 2018 lalu.

“Sedikit memang, karena selama ini dokter yang masuk ke Empat Lawang, setiap tahun berganti. SIP mereka hanya di Puskesmas dan RSUD,” akunya.

Adanya dokter internship yang bertugas di Kabupaten Empat Lawang, sebut dia, sangat membantu pelayanan keaehatan di Empat Lawang. “Terutama di RSUD Empat Lawang dan Puskesmas,” terangnya. (12)

Empat Lawang

Edi Sugandi Jabat Kasi Datun

Published

on

Caption : Edi Suganti saat dilantik di Kejari Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, Sigit Prabowo SH MH, melantik Edi Sugandi sebagai Kepala Seksi ( Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (PTUN), menggantikan Andi Candra.

Sementara Andi Candra kini menjabat Kacabjari Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

“Kita berharap Edi Suganda segera menyesuaikan diri di tempat kerja baru ini,” harap Sigit Prabowo.

Ini lantaran, diakuinya, tugas Datun sangatlah penting dalam pendampingan hukum, penegakan hukum serta pelayanan hukum.( Rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Giliran TNI, Polisi serta Guru

Published

on

Caption - Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) memeriksa vaksin gelombang kedua tiba di Dinas Kabupaten Empat Lawang.

/// Sasaran Vaksin Covid Tahap II

REL,Empat Lawang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Empat Lawang, kembali menerima vaksin covid-19 tahap II di Dinas kesehatan Empat Lawang, kemarin (2/3).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes ) Empat Lawang Sulni melalui Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit ( P2P), Dr. Ivon Meliyani mengatakan sebanyak 250 vial vaksin covid -19 diterima dengan sasaran 1.741 orang.

“Gelombang dua ini, sasaran TNI-Polri dan tenaga pendidikan,”Kata Ivon saat menerima vaksin.

Masih dikatakan Ivon data yang telah masuk kedinas kesehatan sebanyak 1200 orang yang akan divaksin,

“Data yang sudah masuk ke kita ada 1200 orang sedangkan kita mendapatkan kuota sebanyak 1.741,”Ujarnya.(Pad/rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Luring terapkan Sistem 5S

Published

on

Foto : Anita / REL Caption : Siswa dites thermogun saat masuki ruangan

REL,Empat Lawang – Di era pandemi, dunia pendidikan masih menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal ini dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19.

Semua sekolah di Kabupaten Empat Lawang masih menerapkan sistem PJJ baik secara daring ataupun luring sekarang ini. Salah satu sekolah yang menerapkan sistem PJJ yakni SMP N 1 Muara Pinang.

Kepala SMP N 1 Muara Pinang, Hadi, mengatakan sekolahnya menerapkan sistem pembelajaran daring bagi siswa yang mempunyai handphone, dan pembelajaran luring bagi siswa yang tak mempunyai hanpdhone.

“Anak belajar di rumah, guru mengajar dari sekolah via handpone,” kata Hadi.

Pada saat siswa ke sekolah, sekolah menerapkan sistem 5S yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun untuk menyambut kedatangan siswa. Tentunya penerapan 5S tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Penerama program 5S sendiri menurut dikatakan Hadi, sejak tahun 2016 sudah mulai diterapkan di sekolah.(Ian/rel)

Baca Selengkapnya

Trending