Connect with us

Empat Lawang

Satu Keluarga ODGJ Tinggal Dirumah Tak Layak Huni

Published

on

REL, Empat Lawang – Miris rasanya dizaman moderinisasi seperti ini masih ada warga menghuni rumah yang tak layak lagi, bahkan lebih menyedihkan ternyata seisi rumah tersebut dihuni oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) satu keluarga.

Ya begitulah yang dialami nasib Nuraini, Ratna Dewi, Sumarni dan Fitriyanti warga Kupang Dalam Kelurahan Kupang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

Mereka adalah satu keluarga yang terdiri dari sang Nenek (Nuraini, red), ibu dari fitri (Ratna Dewi, red), adik si ibu atau (Sumarni, red), dan sang anak perempuan (Fitri, red), harus mengharapkan pemberian makanan dari sang anak lelaki yakni Jefri dalam kehidupan sehari-harinya yang kebetulan menetap dan sudah berkeluarga tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang bersama Tim Tanggap Reaksi Cepat (TRC) PSPD dari Kementrian Sosial Provinsi Sumsel, melihat langsung kondisi mereka pada hari Selasa (27/2) sekira pukul 10.00 wib.

Jefri (30) salah seorang anak dari Ratna Dewi mengatakan, anggota keluarganya tersebut mengalami gangguan jiwa sudah sangat lama, bahkan merupakan penyakit yang datang turun-temurun. Dan terpaksa hanya diam menghuni yang tampak jauh dari kata layak huni karena keterbatasan biaya yang dimiliknya.

“Belum ada pak, baru kali ini ada pihak dari dinas sosial juga katanya tadi ada yang dari palembang (Tim TRC, red) menjenguk kesini, dan akan mengobatinya nanti,” katanya dengan nada yang terisak sembari menundukkah wajah, Selasa (27/2)

Dilanjutkan jefri untuk keseharian makan mereka dirinya harus mencari tambahan rezeki agar dapat memberikan makanan kepada ke Empat keluarganya tersebut. “Iya mau gimana lagi, saya hanya bekerja sebagai tukang pencari barang bekas sehari-harinya,” ujarnya

Lebih jauh jefri menjelaskan bahwa sang adik (Fitri, red) belum lama ini mengalami gangguan jiwa tersebut. ” dia itu baru saja pulang dari bangka (merantau, red) bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dan baru saja pulang beberapa bulan yang lalu,” jelasnya

Sementara itu, Elmiyana Sebagai Ketua Tim TRC mengungkapkan kesedihan dilihatnya saat mendatangi mereka (ODGJ) yang notabennya satu sekeluarga tersebut. Dan akan segera menindaklajuti terkait temuan nya ini bersama pihak Dinsos Empat Lawang.

“Rumah itu sangat memperhatinkan sekali, harus masuk dalam program bedah rumah. Kami ada program sendiri dari kemensos. Dan akan kita tindak dan tanggap dalam minggu ini juga,” ungkapnya kepada wartawan REL di kantor Dinsos Empat Lawang.

Elmi berujar bahwa hasil Asismennya ke 4 ODGJ ini akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa di Palembang dan terkait rumahnya akan segera di masukkan dalam rumah tidak layak huni dari Kemensos dengan syarat harus mempunyai sertifikat rumah tersebut.

Dan beberapa Faktor memang dapat mempengaruhi seesorang menjadi gila misalnya faktor Ekonomi, Tekanan Batin maupun Sosial serta Faktor keturunan seperti yang dialami keluarga ini.

“Laporan tahun 2017 yang masuk kekita mencatat sebanyak 114 ODGJ yang ada di Empat Lawang ini, ada yang masih terpasung dan ada juga yang berkeliaran,” bebernya

Diyakini oleh Elmi bahwa masih banyak lagi ODGJ yang berada di Kabupaten Empat Lawang ini yang harus Timnya bersama dengan pihak Dinsos Empat Lawang pantau, namun akan dilakukan secara bertahap.

“Tadi juga kami menemukan salah seorang warga 3B yang masuk dalam kategori fisikisnya Orang Dalam Masalah Kejiwaan (ODMK) bernama Fauzi, namun ia tidak mesti dibawa ke RSJ tapi harus dilakukan pendekatan dari keluarga dikarenakan tampak karena terjadi karena tekanan sosial saja,” urainya

Ditempat yang sama Kepala Dinas Sosial Hasbulah melalui Kepala Bidang Sosial Empat Lawang Elvansyah muda saat dibincangi REL mengatakan, pihaknya bersama dengan Tim TRC segera menanganinya, namun terhambat dengan kepemilikan rumah tersebut karena bwlum mempunyai sertifikat.

“Kita akan bantu baik itu mengurus kepemilikan rumah, maupun biaya berobat mereka selama di rawat di RSJ nanti, dan yang paling penting pasca ” katanya

Dirinya menegaskan kepada pejabat pemerintah yang berada di desa maupun kelurahan agar mendata para warganya, baik itu para lansia bahkan warga yang seperti ini (ODGJ, red).

“Masyarakat harus melaporkan, pihak RT atau RW harus mendata para warganya, dan laporkan ke Dinsos segera, hal seperti ini sangat penting,” cetusnya

Untuk itu lanjut Elvan, seluruh elemen masyarakat dapat turut membantu pemerintah dengan cara melaporkan, agar dapat segera di tanggulangi. “ini perlu kerjasamanya dari masyarakat, dan juga dari instansi lainnya, mulailah dengan kesadaran bersama,” tukasnya (Mg14)

Empat Lawang

Waka II : Minta Gugus Tugas Tingkatkan Kinerja

Published

on

Caption : Waka II DPRD Empat Lawang Windera Safri

 

REL,Empat Lawang – Terkait adanya salah satu warga Empat Lawang positif terjangkit virus corona membuat wakil rakyat satu ini angkat bicara.

Selaku wakil rakyat dirinya meminta kepada gugus tugas agar kiranya tetap semangat dan meningkatkan kinerjanya serta memberikan informasi kepada masyarakat tentang situasi sebenarnya.

“Diharapkan kedepannya jika terdapat data data baru yang berhubungan dengan perkembangan covid19 di Empat Lawang, Gugus Tugas agar dapat secepatnya memberikan keterangan kepada masyarakat,”Pinta Windera Safri Waka II DPRD Kabupaten Empat Lawang pada awak media .Selasa (26/5).

Agar masyarakat mengerti Lanjutnya,tentang situasi yang sebenarnya dan mendapatkan infomasi yang akurat dari sumber yang terpercaya bukan dari informasi yang tidak jelas yang membuat kegaduhan serta kecemasan.

“Berikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat sebelum masyarakat heboh dan cemas karena mendapat informasi desas desus di medsos yang belum pasti kejelasannya,”Ungkapnya.

Dan untuk Pasien Sambung Windera, semoga cepat sembuh dan sehat seperti biasanya,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Pecah Telur,Empat Lawang Satu Positif Corona

Published

on

Caption : Tim gugus tugas covid19 menjelaskan kasus terkompirmasi warga Empat Lawang terjangkit virus corona.

 

 

REL,Empat Lawang – Seorang Dokter yang bertugas di RSUD Empat Lawang terkomfirmasi positif terjangkit virus corona atau covid 19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 RSUD Empat Lawang, dr Sukma Lini didampingi Direktur RSUD Empat Lawang dr Devi Adrianti, menjelaskan kasus terkonfirmasi positif tersebut setelah pihaknya menerima hasil pemeriksaan SWAB dari Palembang.

“Ya benar, kita ada kasus positif covid 19, seorang tenaga medis warga Tebing Tinggi ibukota Empat Lawang,” ujarnya saat presrilis, Senin (25/5/2020).

Ia mengatakan, dokter yang terkonfirmasi positif covid-19 itu, pernah kontak dengan seorang tenaga medis yang terkonfirmasi positif sebelumnya, berasal dari kota Lubuk Linggau.

“Sebelumnya yang bersangkutan sudah di isolasi di RSUD Empat Lawang menjalani karantina, juga sudah dilakukan pemeriksaan rapidtest sebanyak dua kali, terakhir dilakukan pemeriksaan melalui SWAB hasilnya dinyatakan positif covid 19,” bebernya.

Dengan adanya kasus ini sambungnya, tim Gugus Tugas telah melakukan tracking dan melaksanakan pemeriksaan awal rapidtest dan selasa besok akan dilakukan tes SWAB kepada orang yang pernah kontak erat dengan dokter tersebut terutama kedua orang tuanya.

“Saat ini, pasien sudah dirawat dengan melalui isolasi mandiri disuatu tempat tertentu, dengan pemantautan dari tim gugas covid 19 RSUD,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, di isolasi mandiri itu telah sesuai dengan protap yang ada. Saat ini kondisi pasien itu baik, tanpa ada gejala apa-apa.

“Kondisinya baik, memang pasien ini tidak memiliki gejala terjangkit covid 19, dia itu OTG,” singkatnya.

Terpisah, tim gugas covid 19 Empat Lawang Kuswinarto, menghimbau kepada masyarakat jangan cemas dan panik dengan adanya kasus terkomfirmasi baru ini.

“Masyarakat diminta untuk mematuhi himbauan protokol kesehatan dari pemerintah, seperti memakai masker jika keluar rumah, pyscal distancing,” Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Jumat Berbagi,Satlantas Bagi Sembako

Published

on

Caption : Satlantas Berikan Paket Sembako Kepada Masyarakat yang Kurang Mampu.

 

REL,Empat Lawang – Satuan polisi lalulintas (Satlantas) polres Empat Lawang memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu dan terdampak wabah virus corona.

Pemberian paket sembako kepada masyarakat yang kurang mampu disejumlah wilayah di kecamatan Tebing Tinggi.

Kapolres Empat Lawang AKBP.Wahyu,S.IK melalui Kasatlantas Polres Empat Lawang IPTU.M.Yusuf Lubis mengatakan pembagian ini tidak lain rasa kepedulian polri terhadap masyarakat yang kurang mampu maupun terdampak covid19.

“ya kemarin (Jumat) kita berbagi kepada masyarakat yang tidak mampu,semoga dengan bantuan ini dapat meringankan beban mereka,”Ucap Lubis.Kemarin (24/5).

Masih dikatakan Lubis,menghimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan diri serta lingkungan dan selalu menggunakan masker apabila hendak keluar rumah.

“Karena masker salah satu utama memutuskan penyebaran wabah covid19 ini,semoga wabah ini cepat berlalu,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending