Connect with us

Empat Lawang

Sadi Tewas Tergantung dipondok Kebun Kopi

Published

on

Caption : Korban Sadi tergantung di pondok kebun kopi,menggunakan seutas kain.

 

*Belum diketahui motif kejadian tersebut*

 

REL,Empat Lawang – Warga digemparkan penemuan sesosok mayat laki laki yang tewas tergantung menggunakan seutas kain di Pondok Kebun Kopi.

Diketahui identitas mayat tersebut bernama Sadi (30) Warga Desa Kunduran Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang.

Belum diketahui motif kejadian apa penyebab Sadi nekad menggantungkan dirinya menggunakan Seutas kain.

Kepala Desa Kunduran Juandi dikompirmasi wartawan membenarkan bahwa ada salah satu warga nya tewas tergantung di pondok kebun kopi.

“ya benar dia sudaa masuk KK (Kartu Keluarga) Desa  kunduran tapi kalau aslinya dari bengkulu selatan sedangkan istrinya sendiri asli warga Kunduran,”Kata Kepala Desa Kunduran Juanda,pada Wartawan Rakyatempatlawang.(REL).Jum’at (21/2/20).

Saat ini Lanjut Juanda sudah dilaporkan ke Polsek Ulu Musi dan mayat korban di bawah ke rumah sakit Kepahiang untuk dilakukan Visum.

“Untuk motifnya kita belum tahu karena Visum belum selesai,nanti kita tunggu kabar dari Polsek Ulu Musi,”Jelasnya.

Terpisah kapolsek ulu musi polres empat lawang, Iptu Hidayat saat di konfirmasi melalui sambungan selular membenarkan adanya seorang warga yang tewas tergantung di sebuah pondok di areal kebun.
” Sekitar pukul 12. 00 wib kita mendapat laporan bahwa ada seorang warga tewas diduga gantung diri di dalam pondok di kebun,” kata kapolsek.
Lebih Lanjut Hidayat mengatakan, Saat ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban, karena masih menunggu hasil visum dari RSUD Kepahyang, kabupaten Kepahyang Propinsi Bengkulu.
” Korban terpaksa kita bawa ke RSUD Kepahyang Propinsi Bengkulu guna dilakukan visum, karena saat mau di bawa ke Puskesmas Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi Dokter nya tidak ada ditempat,” ujar Hidayat. (Mg20)

Empat Lawang

Sempat Tertimbun Jalan Penghubung di Bersihkan

Published

on

Caption : Nampak alat berat yang membersihkan sisa - sisa timbunan longsor di jalan penghubung Kecamatan Tebing Tinggi dengan Kecamatan Talang Padang.

REL,Empat Lawang – Jalan provinsi penghubung Kecamatan Tebing Tinggi- Talang Padang yang sempat tertimbun longsor beberapa waktu lalu sudah dibersihkan.

Jalan Provinsi tepatnya di Desa Gelangang itu tampak alat berat sedang melalukan pembersihan material tanah menimbun badan jalan.

Riki Rikardo (40) salah seorang pengendara sedang melintas mengatakan, jalan yang sempat tertimbun longsor susah bisa dilintasi, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Bagi pengguna kendaraan mobil sudah bisa lewat, di lokasi tidak ada material tanah lagi dijalan, tapi harus pelan-pelan, karena sisa material longsor berubah jadi lumpur,” kata Riko, kemarin (5/7)

Dengan dibersihkan nya tumpukan tanah longsor itu, ia berterima kasih karena akhirnya bisa melewati jalan itu.

“Alhamdulillah,bisa dilewati. Sebelumnya untuk pulang ke Talang Padang kami memutar arah melintasi jalan poros,” ucapnya

Kabid Jalan Dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Empat Lawang, Eko, mengatakan, pihaknya langsung terjun ke lokasi saat mendapat informasi adanya longsor di jalan tersebut.

“Ini langsung kita bersihkan, setelah tertimbun longsor beberapa waktu lalu. Saat ini akses jalan sudah mulai dilewati bagi pengendara,” katanya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Kades Salurkan BLT DD Tahap III

Published

on

Caption : Tampak suasana pembagian BLT DD Desa Kembahang Baru

REL,Empat Lawang – Pemerintahan Desa Kembahang Baru Kecamatan Talang Padang salurkan bantuan langsung tunai (BLT DD) Tahap ketiga.

Pembagian yang disaksikan/awasi oleh pihak kecamatan Talang Padang,TNI – Polri,Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) berjalan dengan aman.

kepala Desa Kembahang Baru Nurhasanah mengatakan,ada sebanyak 107 kepala keluarga (KK) yang menerima BLT DD di Desanya.

“Setiap KK menerima sebesar 600 ribu,untuk tahap I,II dan III sudah kita berikan kepada penerima,”Ungkapnya.Kemarin (5/7).

Namun demikian,Lanjut Nurhasanah menghimbau bagi penerima BLT DD untuk dapat mempergunakan bantuan tersebut dengan seperlunya.

“Karena bantuan ini sifatnya sementara,bagi penerima gunakanlah bantuan ini untuk keperluan sehari hari demi mencukupi kebutuhan hidup,”Imbuhnya.

Sekedar informasi pembagian/penyaluran blt dd pada hari Jum’at kemarin (3/7/20) sekitar pukul 09 : 00 Wib.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

PLN Tak Bisa Tepati Janji,Dana Pembangunan GI Dipangkas

Published

on

Foto : Gardi Induk PLT Empat Lawang di Kawasan Talang Gunung

REL,Empat Lawang – Sirna sudah harapan yang dinanti nantikan oleh masyarakat Empat Lawang, untuk listrik terang benderang tidak byrpert lagi, Pasalanya, pembangunan lanjutan upaya penyelesaian Gardu Induk (GI) di Kabupaten Empat Lawang ditunda dan terancam mangkrak.

Sekedar informasi, beberapa bulan lalu pihak PLN bertemu dengan Bupati Empat Lawang, mereka (PLN,red) menjanjikan pada bulan Agustus mendatang, tepatnya pada hari kemerdekaan RI listrik di Empat Lawang terang benderang ikut merdeka. Namun, janjinya itu saat ini sirna sudah.

Ketua TIM Pembangunan Gardu Induk Empat Lawang, dari PLN ULP Sumbagsel Candra dikomfirmasi mengatakan, benar lanjutan pembangunan GI di Talang Gunung Empat Lawang itu ditunda akibat dari dampak Pandemi Virus Corona ini.

“Iya, pembangunannya ditunda, dananya dipangkas untuk Virus Corona ini,” ungkap Candra, Kemari  (4/7/2020) via telpn selularnya.

Dikatakannya, jika sebelumnya Pihak PLN menjanjikan pada bulan Agustus itu memang adanya. Namun apadaya karena corona ini semua program yang ada dicoret.

“Masayarakat diminta bersabar, ini bukan disengaja, kedepan akan kita usahakan lagi,” imbuhya.

Pihaknya kata ia, dalam waktu dekat akan mengupayakan lagi pembangunan jika kondisi pandemi ini sudah kembali normal.

“Kita berharap, covid ini cepat berlalu. Sehingga apa yang kita inggin kan pembangunan GI di Empat Lawang cepat terealisasi,” ujarnya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan menyurati PLN pusat untuk berkordianasi lagi apa bila ada dana nya tetap akan dilanjutkan pembangunan GI itu.

Diberitakan sebelumnya, kepastian ditundanya pembangunan lanjutan GI itu akibat dari pemotongan anggaran dampak mewabahnya penyakit corona, sehingga dana dana termasuk pembangunan jaringan ini dipangkas.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending