Connect with us

Empat Lawang

Rumah Amin Nyaris Habis Dimakan Api

Published

on

SIRAM : warga Desa Batu Panceh berjibaku memadam api di susunan kayu bakar dibelakang rumah Amin, Senin (8/10).

REL, Empat Lawang – Susunan kayu bakar yang dekat dengan salah satu rumah penduduk di Desa Batu Panceh Kecamatan Tebing Tinggi, tiba-tiba terbakar dan nyaris menjadi pemicu kebakaran besar di pemukiman padat penduduk di desa itu, Senin (8/10) sekitar jam 13.50 WIB.

Beruntung kesigapan warga setempat, berhasil menghindari kejadian kebakaran besar itu, meski api sudah ada yang sempat mejilat salah satu dapur rumah warga yang terdekat dengan kobaran api yang sudah terlanjur membesar.

Pantauan dilapangan, tumpukan kayu bakar yang disusun rapi dalam rumah-rumahan di belakang pekarangan belakang rumah warga itu diketahui milik Amin, warga setempat. Tidak diketahui jelas apa penyebabnya hingga api tiba-tiba membesar membakar tumpukan kayu bakar yang hanya berjarak kurang lebih 2 meter dari dapur rumah warga tersebut. Namun demikian, kejadian tersebut sempat membuat heboh seluruh kampung lantaran api diketahui warga sudah sangat membesar dan nyaris meluluhlantakan pemukiman warga sekitar.

Bahkan, beberapa rumah warga di sekitar kejadian, kocar-kacir mengosongkan rumah dari perabotan rumah tangga, untuk berjaga-jaga, jika benar-benar terjadi musibah kebakaran dan beberapa diantaranya, berupaya menelpon petugas pemadam kebakaran, meminta bantuan pemadaman.

“Untung saja kondisi kampung sedang ramai. Jadi, api cepat langsung dijinakan warga, kalau tidak, satu kampung bisa habis terbakar,” ujar Eti, salah seorang warga.

Dirinya kata Eti, tidak tahu persis apa penyebab kebakaran pada tumpukan kayu bakar tersebut. “Bisa dari anak-anak yang main api dekat situ atau puntung rokok yang dibuang sembarangan. Sebab, kondisi musim panas, membuat daun-daun pohon sangat kering dan mudah terbakar,” jelasnya.

Ditempat sama, Agus Salim warga Desa Batu Panceh juga tidak begitu tahu dari mana asal api, sebab keluarga Amin (Pemilik Rumah) tidak menggunakan kayu bakar untuk memasak melainkan memakai gas.

“Enath dari mana api, tiba-tiba kami tahu api sudah membesar sampai bagian belakang rumah api terkena api, beruntung warga cepat sehingga api bisa dipadamkan berkat gotong royong warga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang, M Taufik saat dikonfirmasi membenarkan ada info kebakaran di Desa Batu Panceh, petugas damkar BPBD Empat Lawang telah menggerahkan dua unit mobil kelokasi.

“Yah, tadi saya dapat info ada kebakaran di Desa Batu Pance, dua unit damkar sudah kelokasi,” katanya. (12).

Empat Lawang

SMK,SMA Se-Sumsel Serah Terimah Jabatan

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Penandatanganan serah terimah jabatan

REL,Empat Lawang- Setelah dilakukan pelantikan dan pengukuhan beberapa hari lalu, seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) SMA, SMK dan SLB SE Kabupaten Empat Lawang, melakukan serah terima jabatan (Sertijab), Rabu (16/9) di aula gedung SMK Negeri 1 Empat Lawang.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Riza Pahlevi, melalui Kasi Kurikulum Bidang SMK, Awaludin mengatakan, mutasi jabatan merupakan dinamika yang biasa sebagai abdi negara. Selain itu, mutasi juga dilakukan dalam rangka memperkaya pengalaman bertugas serta penyegaran suasana kerja.

“Dengan potensi dan integritas yang dimiliki oleh masing-masing Kepsek, hendaknya bisa mengembangkan inovasi dan kreatifitas untuk kemajuan sekolah,” ungkap Awaludin saat membacakan sambutan Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.Rabu (16/9).

Awaludin juga menambahkan, sebagai seorang Kepsek, harus mengedepankan etika moral dan kejujuran serta selalu berkoordinasi dengan pimpinan dan bawahan. “Ciptakan suasana yang kondusif di sekolah, dengan saling menjaga rasa asah, asih dan asuh,” imbuhnya.

Masih menurut Awaludin, tugas dan tanggungjawab kita saat ini semakin berat. Makanya fighting spirit harus dilakukan, dengan memberdayakan SDM staf yang ada. “Kita tidak bisa sendirian atau One Man Show dalam melaksanakan amanah ini, staf yang ada harus diberdayakan semaksimal mungkin,” ujarnya seraya berharap, seluruh Kepsek yang ada di Empat Lawang bisa membawa perubahan yang lebih baik, dalam dunia pendidikan di Provinsi Sumatera Selatan.

Ditempat yang sama, Ketua MKKS SMK Kabupaten Empat Lawang, Saipul Efendi, mengajak seluruh Kepsek yang ada supaya memegang teguh amanah yang diberikan tersebut untuk membangun sekolah.

“Kita sama-sama menyadari dan yakin, amanah yang diberikan ini adalah salah satu bentuk ibadah. Untuk itu, mari kita jalankan amanah ini dengan baik,” ungkap Saipul.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Dinsos : Belum Terima Surat Resmi Kemensos

Published

on

Foto : Ilustrasi

REL,Empat Lawang – Pasien positif corona atau covid-19,baik yang meninggal dunia maupun yang telah sembuh dari virus corona,mendapatkan santunan dari pemerintah pusat melalui kementrian sosial Republik Indonesia.

Dikutip dari situs resmi kemensos RI ,kemensos ri memberikan santunan kepada pasien yang meninggal dunia positif corona sebesar 15 juta kepada ahli waris sedangkan pasien yang sembuh akan diberikan santunan jaminan hidup.

Dengan persyaratan menyertakan surat keterangan dari rumah sakit/puskesmas atau dinas kesehatan setempat bahwa yang bersangkutan adalah korban covid-19.

Untuk diketahui, saat ini pasien positif corona di kabupaten Empat Lawang berjumlah 11 orang dengan rincian 2 orang meninggal dunia ,8 orang dinyatakan sembuh dan 1 orang masih dalam proses isolasi mandiri

Sementara itu,Plt.Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Empat Lawang Eka Agustina mengatakan,Sampai saat ini belum mendapatkan info atau pun surat resmi dari kemensos.

“coba tanya BPBD ( sekretariat tim gugus ) atau Dinkes,sebab belum dapat info atau surat resmi dari kemensos dan saya telpon kadinsos provinsi (Palembang) juga belum pernah dapat,”Ungkapnya saat di hubungi melalui pesan singkat whatsapp.Senin (7/8).

Mungkin lanjutnya,kabid perlimbansos yang mendapatkan info tersebut.

“Untuk sampai saat ini saya belum,saya tanya kabid perlimbansos dulu mungkin di kabidnya ada info tentang ini karena saya masuk menjadi PLT kadinsos itu terhitung mulai bulan Mei,”Katanya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Masyarakat Keluhkan Isu yang Beredar

Published

on

Foto : Ilustrasi 

REL,Empat Lawang – Masyarakat dikeluhkan beredarnya informasi yang menyatakan bahwa penggunakan orgen tunggal dan pelaksanaan resepsi pernikahan dilarang kembali oleh pemerintah daerah Kabupaten Empat Lawang.

Sebelumnya,melalui surat edaran bupati nomor : 360 /254/SE/BPBD/2020, telah memperbolehkan masyarakat yang ingin menggelar acara resepsi pernikahan dan penggunaan orgen tunggal.

Namun,dalam sepekan ini,beredarnya isu yang menyatakan penggunaan OT dan pelaksanaan resepsi pernikahan ditutup (Tidak diperbolehkan lagi ) kembali.

“Yang saya dengar minggu kemarin,kabarnya itu sekitar bulan 9 dan bulan 10 tidak diperbolehkan lagi,”Ungkap AA yang tak ingin namanya dimuat di media,Minggu (6/8).

Kalau memang ditutup kembali,ia merasa kasihan kepada pemilik usaha OT maupun pelaminan,sedangkan pendapatan mereka hanya mengandalakan masyarakat yang ingin melaksanakan hajatan,dengan menyewa orgen tunggal dan pelaminan.

“Kalau ditutup kembali mereka mau makan apa,sementara ingin berkebun mereka tidak punya lahan,”tuturnya.

Iapun berharap agar pemerintah bisa mempertimbangkan hal tersebut.

Sementara Ketua gugus tugas covid-19 Empat Lawang H.Joncik Muhammad melalui Sekretariat gugus tugas covid-19 Kuswinarto,SE.M.Si mengatakan masyarakat jangan termakan isu isu yang belum jelas kebenarannya.

“berpedoman dengan surat edaran (SE) bupati Empat Lawang,bagi masyarakat yang melaksanakan pelaksanaan resepsi pernikahan dan penggunaan orgen tunggal harus memenuhi prosedur serta mematuhi syarat syarat dari surat edaran bupati tersebut,”Kata Kuswinarto.

Yang mana masih dikatakan Kuswinarto,pelaksanaan dan penggunaan orgen tunggal harus menerpkan protokol kesehatan dan mematuhi semua prosedur prosedur yang tertera di surat edaran bupati.

“Di point 13 dalam surat edaran bupati ,bagi masyarakat yang melanggar serta tidak mematuhi surat edaran tersebut dapat dikenakan sanksi yakni teguran oleh pihak berwajib dan penghentian pelaksanaan acara oleh pihak berwajib,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending