Connect with us

Empat Lawang

Renaldi Diamankan Akibat Perbuatan Keji

Published

on

TERCIDUK : Tampak tersangka Renaldi Agustian (kaos putih lengan coklat) saat diamankan ke Mapolsek Tebing Tinggi, Selasa (8/5)

REL, Empat Lawang – Sekitar pukul 09.00 wib pada hari Selasa (8/5) Tim Opsnal Buru Sergap (Buser) Polsek Tebing Tinggi yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Kemas Junaidi, berhasil mengamankan Renaldi Agustian (I9) warga Tanjung Beringin Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, meski sempat menjadi buronan selama Tujuh bulan lamanya.

Pemuda yang mengaku kesehariannya merupakan pekerja swasta ini terpaksa diamankan pihak kepolisian lantaran telah melakukan tindak pidana pencabulan disertai penganiayaan terhadap korban berinisial NJ (21) warga satu kampungnya sendiri yang kesehariannya bekerja sebagai ibu rumah tangga.

“Ketika anggota kita melakukan lidik dilapangan, diketahui Tersangka (TSK, red) Renaldi Agustian ini sedang berada disebuah bengkel yang ada di Tanjung Beringin, ujar Kapolsek Tebing Tinggi Kompol Hardiman melalui Kanit Reskrim Polsek Tebing Tinggi Ipda Kemas Junaidi.

Dijelaskan Kemas, pada saat dilakukan penangkapan TSK tidak melakukan perlawanan, sehingga anggotanya segera membawa dan mengamankan segera TSK pelaku pencabulan disertai penganiayaan tersebut.

“Barang buktinya beserta TSK sudah kita amankan di Mapolsek Tebing Tinggi untuk dilakukan introgasi lebih intensif dan segera diproses hukum perkaranya,” Jelasnya Kepada REL. Selasa sore (8/5).

Si pelaku, lanjut Ipda Kemas, telah mengakui perbuatannya dan memang benar dilakukannya seorang diri guna melampiaskan nafsu birahinya yang tidak lain merupakan perbuatan keji tersebut.

“Atas perbuatan tindak pidana pencabulan atau penganiayaan yang telah dilakukannya, si pelaku akan kita kenakan Pasal 289 KUHP atau 351 KUHP, ” Tandasnya.

Sekedar informasi, dari data yang berhasil dihimpun diketahui kronologis kejadiannya bermula pada hari senin (2/10/2017) sekira pukul 16.30 wib bertempat dirumah korban yakni di Kelurahan Tanjung Kupang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

Telah terjadi tindak pidana pencabulan atau penganiayaan yang dilakukan Tersangka Renaldi Agustian dengan cara menerobos masuk lewat pintu belakang rumah si korban.

Kemudian TSK langsung memeluk tubuh korban dari belakang dengan begitu erat dan si korbanpun sempat melakukan perlawanan, sehingga TSK menekan kepala korban ke lantai secara kuat yang berujung tanggalah kedua gigi bagian depan milik si korban.

Tak kuasa melawan, akhirnya korban langsung berteriak dengan kencang meminta pertolongan warga, merasa takut diketahui TSK ini segera melarikan diri dari rumah si korbannya. Dengan adanya kejadian tersebut korbanpun melaporkan kejadian yang menimpnya ke Polsek Tebing Tinggi untuk di tindak lanjuti. (Mg14)

Bisnis

Masih dalam Proses Pendataan

Published

on

Kabid Perdagangan Yeni Novita

 

 

REL,Empat Lawang – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Empat Lawang belum dapat memastikan kenaikan harga sembako di pasar tradisional di Kabupaten Empat Lawang.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disprindag) Almutholib melalui kabid perdagangan Yeni Novita dikompirmasi melalui Via Whatshapp mengatakan.

“Maaf sebelumnya,karena saat ini disperindag masih dalam proses pendataan,Tunggu kompirmasi lwbih lankutnya,” Kata Yeni Novita.Selasa (21/1/20).

Masih dikatakan Yeni Novita,untuk pendistribusian beras bulog itu bukan rana dari dinas perdagangan dan perindustrian.

“Kayaknya bukan kami,kalau masalah beras bulog mungkin dengan dinas ekobang atau dinsos,”Jelasnya.

Sementara Pantauan dilapangan Harga sembako di pasar tradisional Tebing Tinggi mengalami kenaikan walaupun mengalami kenaikan tapi tidak terlalu signifikan,seperti harga cabe,bawang,
,gula,minyak sayur,cabe setan dan abe merah.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Petugas Parkir Dilengkapi Atribut

Published

on

MONITORING : Kabid Lalu Lintas dan Angkutan RM Sobri Dishub Empat Lawang bersama petugas parkir yang resmi dari Dishub, Selasa (21/1).

 

 

 

/// Tak Ada Atribut dan Surat Resmi Petugas Liar

REL, Empat Lawang – Personil Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Empat Lawang turun langsung kelapangan dalan rangka monitoring petugas parkir yang ada di Pasar Tebing Tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan Empat Lawang H M Taufik melalui Kabid Lalu Lintas dan Angkutan RM Sobri kepada wartawan mengatakan, sengaja turun kepasar kali ini tidak lain pelaksanaan monitoring lapangan tugas bidang lalu lintas dan angkutan, juga dalam rangka pencapaian peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Empat Lawang.

“Monitoring ini rutin kita lakukan untuk mendukung kerja Dishub Empat Lawang sekaligus mengecek petugas parkir yang ada di pasar Tebing Tinggi,” ungkapnya, Selasa (21/1).

Tidak hanya itu Sobri menghimbau kepada masyarakat bahwa petugas ataubjuru parkir yang resmi dari Dishub Empat Lawang disertai dengan surat tugas dan kelengkapan atribut parkir.

“Apabila petugas parkir tidak ada surat resmi dari Dishub Empat Lawang atau atribut parkir maka itu adalah liar,” tegas Sobri.

Tentunya hal ini perlu diketahui oleh kalangan masyarakat, kendati demikian Sobri menjelaskan, saat ini Dishub Empat Lawang masih terus mengevaluasi titik-titik parkir yang ada di Empat Lawang.

“Untuk lokasi parkir kita masih evaluasi,” ucapnya. (12).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Mgs Muhammad Azzam Bocah 2 Tahun yang Sangat Butuh Bantuan

Published

on

Mgs Muhammad Azzam terbaring ditempat tidur

 

 

 

REL,Empat Lawang – Mgs Muhammad Azzam, seorang bocah berumur 2 tahun 3 bulan ini hanya bisa berbaring lemah di tempat tidur, bahkan untuk duduk saja harus dibantu dikarenakan penyakit yang dideritanya. Sungguh menyakitkan, bocah yang seharusnya menikmati masa kanak-kanak justru harus menahan sakit luar biasa.

Pantauan wartawan Rakyat Empat Lawang (REL) saat menghubungi ibunya yakni Puspita Sari melalui via telepon, mengatakan Azzam menderita penyakit anemia, gizi buruk, dan Hydrosefalus.

Puspita mengatakan tanda-tanda tidak sehat memang sudah terlihat sejak awal kelahiran. Ditandai dengan kulit Azzam yang berwarna kuning. Lalu beberapa kali melakukan pengobatan ke Puskesmas dan sampai sekarang kondisinya semakin memprihatinkan.

Berat badan Azzam hanya 7,4 Kg. Hal tersebut dikarenakan kurangnya porsi makan. Puspita mengatakan porsi makan Azzam hanya sebanyak 3 sendok makan orang dewasa per sekali makan.

“Makannya alhamdulillah lancar tapi porsinya hanya 3 sendok makan orang dewasa,” kata Puspita saat diwawancarai via telepon, Kemarin (21/1/2020).

Puspita dan suaminya bernama Abdul Rahim kesehariannya berkerja sebagai petani kecil di Desa Tanjung Raye Kecamatan Pendopo Barat. Penghasilan mereka tak cukup untuk menanggung biaya pengobatan Azzam. Mereka sangat berharap uluran tangan dari orang-orang dermawan yang punya hati untuk bersimpati dan berempati kepada mereka.

Azzam sudah beberapa kali dibawa ke rumah sakit bahkan sampai dirujuk ke salah satu Rumah Sakit yang ada di kota Palembang. Namun saat ini, mereka sedang berada di kampung halaman.

Miris, hingga saat ini, Puspita mengaku belum pernah sekalipun mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. Padahal penyakit Azzam terbilang sangat lama dari umur 4 bulan hingga umurnya 2 tahun 3 bulan ini. Dan hari ini, Senin (20/1/2020) ada salah seorang guru Puspita ketika SMA memberikannya sedikit bantuan, hasil dari gurunya meminta sumbangan kepada orang-orang.

“Kecuali hari ini, dari pemerintah setempat belum ada yang memberikan bantuan,” ucapnya.

Bahkan saat Puspita dan suaminya membawa Azzam ke Puskesmas Pendopo Barat, ia mengaku dari pihak Puskesmas Pendopo Barat tak ada respon sama sekali.

Pengakuan mengagetkan terucap dari bibir Puspita. Ia mengatakan telah sampai ke telinganya beredar kabar bahwa penyakit yang diderita Azzam sengaja ditutupi oleh salah satu Puskesmas agar tidak terekspos ke media. Dengan alasan pihak Puskesmas tidak mau disalahkan dan dicap tidak peduli terhadap Azzam.

“Saya tidak tahu Puskesmas yang mana. Tapi ada terdengar sampai ke telinga kami bahwa kondisi Azzam sengaja ditutupi. Pihak Puskesmas takut disalahkan dan dan dicap tidak peduli,” tutur Puspita. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Trending