Connect with us

Lahat

Ratusan Warga Geruduk Pemda Lahat

Published

on

AKSI : Ratusan warga penuhi halaman parkir Pemkab Lahat, Selasa (26/3)

* Tuntut Pesangon Janji Lainnya dari PT Dizamatra

 

 

REL, Lahat – Dikarenakan janji yang tak kunjung terealisasi, ratusan warga penuhi halaman parkir Pemkab Lahat, Selasa (26/3). Dengan menggunakan Mobil dan Motor, ratusan warga yang tiba sekitar pukul 13.30 WIB ini langsung mengelar spanduk panjang, dengan tulisan beberapa poin tuntutan terhadap aksi mereka ini.

Adapun aksi ratusan warga ini merupakan janji yang sudah dikeluarkan dari salah satu anak perusahaan PT Primanaya Energi (PE) yaitu PT Dizamatra yang tak kunjung ada satu yang terbukti. Tomi selaku Koordinator Aksi (Korak), dalam orasinya langsung menyuarakan dan meminta agar Bupati Lahat Cik Ujang SH untuk keluar dari kantor agar mendegar keluh kesah mereka.

Tak lama kemudian dari suara ratusan masyarakat tersebut, Cik Ujang SH berjalan kaki dari Pendopoan didampingi pengacara kondang Rusdi Hartono Somad SH, Kasat Pol-PP Herry Alkafi MSi dan para Ajundan serta didampingi empat Perwira Polres Lahat. Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasat Sabara, dan Kanit Provost Polres Lahat dan dijaga ketat oleh Anggota Polres Lahat dan Anggota Polsek Merapi Barat, Lahat.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan dilapangan, aksi yang dilakukan oleh atusan warga Desa Kebur Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat ini, merupakan sebagai bentuk protes mereka terhadap PT Dizamatra anak perusahaan PT PE yang selama ini, dinilai sudah bergerak belasan tahun tapi tidak menggeluarkan CSR terhadap masyarakat yang ada. melakukan PHK secara sepihak, dan terkesan perusahaan berat untuk membayar pesangon para karyawan.

Dalam orasinya, ratusan warga Desa Kebur ini, menuntut kejelasan soal pesangon dan sudah dijanjikan PT Dizamatra anak perusahaan PT PE yang berlokasi didesa Kebur, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.

“Selama belasan tahun beroperasi PT PE tidak pernah, memberikan CSR nya kepada masyarakat terutama warga Desa Kebur, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat,” kata Tomi Pandrika dalam Orasinya, kemarin.

Apabila tidak ada kejelasan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat, sambung Tomi, maka pihaknya akan melakukan aksi besar besaran dan menutup alias memblokade jalur PT PE. Ada beberapa poin yang disampaikan diantaranya, menuntut sisa uang gaji, menuntut status karyawan karena tidak jelas, karyawan dipaksa mengundurkan diri dengan uang konfensasi tidak sesuai, dan apabila di PHK menuntut pesangon tidak sesuai aturan.

“Kami sudah cukup Lama dizolimi selaku Warga pribumi. Karena, perusahaan ini hanya memberikan janji janji saja, dan tidak pernah ada realisasinya. Jadi, aksi kami tidak akan berhenti apabila uang pesangon kami tak juga kunjung dibayar oleh perusahaan. Selain itu, karyawan banyak diberhentikan (PHK) secara sepihak, tanpa penjelasan sama sekali.” tambahnya. Seraya mengatakan, kami berharap agar permasalahan dapat ditengahi oleh Pak Bupati Lahat.

Tambahnya lagi, dengan mengacu ke Undang Undang Tenaga Kerja nomor 13 tahun 2003 perihal pemutusan hubungan kerja disebutkan, pada pasal 151 ayat 3 berbunyi. Dalam hal perundingan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) benar benar tidak menghasilkan persetujuan, pengusaha hanya dapat memutuskan hubungan kerja dengan pekerja setelah memperoleh penetapan dari lembaga penyelesaian hubungan industrial,” tukasnya

Sementara, Bupati Lahat Cik Ujang SH yang hadir menegaskan, dirinya berjanji siap akan melakukan mediasi terkait persoalan yang tak kunjung selesai ini. “Insya Allah, akan segera kami panggil pihak perusahaan PT Primanaya Energi, guna membahas serta mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada,” janji Cik Ujang.

Selepas menanyai warga termasuk meminta daftar serta bukti, bupati langsung memanggil Dinas Tenaga Kerja dan Dinas BLH guna untuk menyelesaikan persoalan yang ada.

“Saya minta lima perwakilan warga kekantor, untuk membahas persoalan ini. Mari sama sama kita bahas masalah ini dengan kepala dingin, jangan sampai terbawa emosi agar semuanya dapat ditemukan jalan tengah terbaik,” ucapnya. (mg21)

Lahat

Kereta BBM Anjlok Diareal Persawahan

Published

on

ANJLOK :  kereta api terjadi si KM 407 + 2/3 tak jauh dari stasiun Banjar Sari, Kecamatan Merapi Lahat. Tak ada korban jiwa dalam insiden itu, Selasa (9/7).

REL, Lahat –  Warga Banjar Sari Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat, tepatnya yang tepatnya tinggal di pinggiran rel Kereta Api, Selasa (9/7/2019) sore, dikagetkan dengan anjloknya Kereta Api pengangkut BBM jenis Premium milik Pertamina, yang sedang melaju dari arah Stasiun KA Kertapati Palembang dengan tujuan Stasiun KA Lubuk Linggau.

Dari info sementara yang berhasil dihimpun dilapangan, dalam kejadian anjloknya kereta api ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa, meski dalam kejadian ini gerbong bermuatan bbm premium tersebut sempat mengalami kebocoran, yang mengakibatkan tumpahnya bbm ke areal sawah milik warga setempat.

“Tidak tahu penyebab pasti anjloknya kereta api tersebut, saat kami tiba disini tadi petugas dan pegawai PT KAI sudah ada dilokasi kejadian, sedang berusaha memperbaiki kereta agar dapat berjalan kembali.” ujar Wawan warga setempat yang melihat kejadian tersebut, tidak ingin namanya disebutkan.

Tambahnya, saat kejadian tadi tampak terlihat ada kebocoran dari salah satu gerbong kereta api, dimana terlihat ada tumpahan minyak yang keluar dari tangki penampung bbm jenis premium tersebut.

” Setau saya dari 12 jumlah gerbong kereta anjlok tadi, di gerbong ke 7 ada minyak yg keluar dari gerbong tangki tersebut, mengalir ke sawah milik Menhani tepat nya yang ada fi sebelah persis tempat kereta anjlok.” jelasnya lagi.

Sementra itu, hngga berita ini diturunkan yang diketahui Masinis kereta api bernama Bayu Prayoga, dengan kereta api yang anjlok tersebut sudah kembali melanjutkan perjalanan dengan tujuan nya semula, belum ada keterangan resmi baik itu dari pihak PT KAI ataupun Pertamina selaku pihak yang berwenang.(mg21)

Baca Selengkapnya

Lahat

Lahat Akan Rekrut CPNS

Published

on

H Januarsyah Hambali

REL, Lahat – Setelah puluhan tahun, masyarakat Lahat khususnya menunggu adanya pembukaan lamaran pekerjaan di pemerintahan, bahkan, sudah banyak yang mengadu nasib dengan mencoba di Kabupaten Tetangga, akhirnya angin segar akan dibukannya perekrutan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemkab Lahat pun nyaring terdengar.

Dari info dilapangan, tahun ini Pemkab Lahat berencana akan membuka rekrutan untuk CPNS dari jalur umum. Bahkan, hampir sekitar 290 kebutuhan telah diusulkan kepada KemenPAN, yang telah diajukan langsung oleh Pemkab Lahat, untuk penuhi kebutuhan di pemerintahan.

Dikonfirmasi oleh Bupati Lahat Cik Ujang, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Lahat, Januarsyah SH MM, saat dibincangi diruangan membenarkan akan adanya pembukaan lowongan di pemkab Lahat, sudah mengusulkan lebih dari 300 untuk rekrut CPNS baru, dimana ini ditujukan terkait formasi yang jadi kebutuhan mendesak, yang harus segera dipenuhi.

“Insyaallah, tahun ini akan diadakan rekrutmen PNS. Dimana diantaranya, untuk tenaga guru agama, guru kelas dan guru olahraga. Teruntuk tenaga kesehatan sudah cukup banyak diusulkan, seperti dokter gigi, tenaga sanitasi gizi, dan apoteker, dimana nantinya ini akan ditempatkan di puskesmas puskesmas yang ada dalam Kabupaten Lahat.” jelas Sekda. Senin (1/7/2019)

Lanjutnya, usulan untuk rekrutmen baru ini sudah diajukan langsung ke Kemenpan. Selain pembukaan untuk yang sudah disebutkan sebelumnya, seperti tenaga teknis ini akan difokuskan ke teknik konstruksi, sipil, arsitektur, dan perencanaan. Jika disetujui, akhir tahun 2019 ini bakal dilakukan tesnya. Sedangkan untuk sisa K2 (honorer) yang belum diangkat, juga telah diusulkan lebih dari 200 orang, yang mudah mudahan usulan ini nantinya dapat segera langsung diterima.

“ Tentunya, semua usulan yang dimasukan harus sesuai dengan formasi, terhadap jumlah PNS purna bhakti yang ada di Pemkab Lahat. Sehingga saat merekrut CPNS nanti, tidak lagi kan membebani keuangan daerah. Dan bagi K2, harus tetap ikuti jalur tes nantinta, sebab hak dan kewajiban mereka kan sama seperti PNS, dan ini harus tetap mengikuti aturan yang ada.” tukasnya. (mg21)

Baca Selengkapnya

Lahat

Fitria Jadi Korban ‘Pecah Kaca’

Published

on

PERIKSA : Modus pecah kaca. Para pelaku kembali beraksi di Kota Lahat.
  • Tas Berisi Laptop, Dompet dan Uang Raib Digondol Pencuri

 

REL, Lahat – Banyak cara yang dilakukan para Pelaku pencurian, salah satunya dengan modus pecah kaca. Para pelaku kembali beraksi di Kota Lahat. Berdasarkan info yang di dapat dari Polres Lahat, tepatnya pada Senin (17/6/2019) lalu, sekitar pukul 13.00 WIB. Fitria, seorang pegawai di Puskesmas Pagar Agung Lahat ini, melapor ke SPKT Polres Lahat, lantaran sudah jadi korban bandit pecah kacah.

Kejadian itu dialami korban ketika mobil jenis Daihatsu Xenia BG 1541 EA miliknya, terparkir persis pinggir jalan lintas depan puskesmas tempatnya bekerja. Tiba-tiba korban mendengar kabar dari tukang ojek yang ada di pangkalan disekitar lokasi, bahwa ada bandit pecah kaca sedang beraksi, yang ternyata itu milik mobil korban Fitria.

“Para pelaku ini, melakukan aksinya denga memecahkan kaca bagian depan sebelah kiri. Berdasarkan dari keterangan saksi di lapangan, pelaku berjumlah dua orang dengan menggunakan sepeda motor,” terang Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK, melalui Kasubag Humas, Iptu Sabar T ditemui membenarkan adanya hal ini, Rabu (19/6).

Akibat kejadian itu, warga Penghijauan Kelurahan Bandar Jaya, Lahat ini, terpaksa kehilangan sebuah tas berisi laptop, dompet,  dan uang senilai Rp 600 ribu. Saat ini kata Sabar anggota Satreskrim tengah memburu pelaku yang sudah buat resah masyarakat tersebut.

“ Saat Anggota unit reskrim, sedang memburu para pelakunya, yang sering kali meresahkan warga Lahat. Untuk itu, kita menghimbau agar masyarakat jangan meninggalkan barang barang berharga di dalam kendaraan, Tentu ini dapat memancing aksi para pelaku kejahatan, yang dengan segala cara akan mereka lakukan.” imbau Sabar. (mg21)

Baca Selengkapnya

Trending