oleh

Ratusan Warga Datangi Kantor PT SMS

REL, Tebing Tinggi – Ratusan masa yang merupakan penduduk kabupaten Empat Lawang bermukim di Desa Tanjung Kupang Baru Kecamatan Tebing Tinggi sambangi kantor kerja perkebunan kelapa sawit yang dikelolah oleh PT Sawit Mas Sejahtera (SMS),

Kedatangan mereka ini guna menuntut atas lahan seluas 500 hektar yang telah ditanami pohon sawit di duga diklaim milik perusahaan sawit tersebut, padahal tanah yang terbentang luas sampai di perbatasan Kabupaten Empat Lawang dan Kabupaten Lahat ini. Milik masyarakat Desa Tanjung Kupang Baru Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang berdasarkan arsip Desa mereka.

“Kita sebelumnya sudah pernah mengajak perusahaan tersebut (PT. SMS, red) untuk bermusyawarah menyelesaikan sengketa lahan ini ke kantor Bupati Empat Lawang, akan tetapi pihak perusahaan ini selalu menghindar, bahkan mengulur waktu untuk bertemu bicara langsung,” ungkap Indra, ketika di konfirmasi wartawan REL.

Indra menerangkan, bahwa masyarakat Desa Tanjung Kupang Baru sangat dirugikan sekali atas tindakan perusahaan yang mengabaikan penyelesaian sengketa lahan seluas 500 hektar ini.

Dan berujung pada hari sabtu (26/5) kemarin masyrakat serta perangkat Desa serentak menyambangi PT. SMS dengan melakukan aksi Demo menuntut penyelesaian lahan sengketa secepat mungkin, jika tidak masyarakat setempat akan mengeksekusi dengan cara sendiri yakni, dengan kata lain menduduki secara paksa lahan tersebut.

“Tuntutan kita tidak banyak pak, pertama jangan ada aktivitas perusahaan dilahan yang masih sengketa ini, kedua kami minta duduk bersama dengan pimpinan perusahaan di kantor Bupati untuk membahas dan menyelesaikan secara tuntas persoalan lahan kami ini,” terangnya. Minggu (27/5)

Dikatakannya, saat aksi protes yang mereka gelar di perkebunan sawit teraebut, tidak ada tindak anarkis karena murni hanya menuntuk apa yang seharusnya menjadi hak warga Desa Tanjung Kupang Baru.

Meski, aksi mereka sempat diredam oleh pihak kepolisian dari sektor Kikim Barat Polres Lahat sebagai pengamanan, mengingat lokasi perkebunan sawit yang menjadi sengketa tak jauh dari Polsek Kikim Barat Kabupaten Lahat.

“Aksi protes kami, disambangi oleh manager perusahaan PT. SMS, dan mereka kali ini akan menepati janji untuk menyelesaikan lahan sengketa ke kantor Bupati pada akhir bulan Mei tahun ini,” katanya.

Dikutip dari tanggapan pihak PT. SMS, menurut penyampaian Indra, bahwa perusahan perkebunan sawit ini akan bertatap muka langsung dengan pemerintah Desa Tanjung Kupang Baru di kantor Bupati dengan segala keperluannya saat musyawarah menyelesaikan persoalan lahan.

“Mereka janjikan tanggal 30 Mei, hari Rabu depan akan bertemu dan akan diselesaikan di kantor Bupati Empat Lawang, namun jika kali ini juga tidak ditepati. Kami akan menggelar aksi protes lagi dan mungkin langsung kami duduki atas nama masyarakat Desa Tanjug Kupang Baru,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Kupang Baru ketika hendak dikonfirmasi lebih lanjut via seluler, tidak dapat terhubung sampai berita ini telah diterbitkan. (Mg14).

BACA JUGA