oleh

Ratusan KK Terpaksa Seberangi Sungai Pakai Rakit

REL, Empat Lawang – Warga Desa Lubuk Gelanggang Kecamatan Tebing Tinggi, terpaksa harus menumpang rakit bambu untuk menyeberang sungai Musi dari dan menuju desa mereka, karena jembatan gantung yang menjadi akses satu-satunya bagi warga desa, sedang dalam proses rehab berat.

Setidaknya sejak kurang lebih 6 hari lalu, warga terpaksa harus bertarung dengan risiko tenggelam atau rakit yang ditumpangi kandas, karena tidak ada pilihan lain menuju atau meninggalkan desa mereka.

“Jembatan gantung desa kami sedang proses rehab berat. Lantainya kini sudah dilepas. Kalau ada warga yang hendak menyeberang, ya menumpang rakit, termasuk anak sekolah,” ungkap Dedi, salah seorang warga setempat kepada wartawan, Senin (8/10).

Pada dasarnya kata dia, warga sangat mendukung dilakukannya perbaikan jembatan gantung teraebut. Karena memang sudah tua dan sejak dibangun puluhan tahun lalu, jembatan itu tidak pernah diperbaiki menyeluruh. “Infonya, rehab berat jembatan itu melalui dana desa. Mudah-mudahan setelah direhab, jembatan gantung itu semakin aman dilalui,” harapanya.

Sementara itu, salah seorang petugas pengendali rakit yang ditunjuk, Sipil Mulyadi mengatakan, sejak Rabu (3/10) minggu lalu, dia bersama dua orang rekannya yang lain ditunjuk pemerintah desa (Pemdes) setempat untuk mengendalikan rakit, untuk menyeberangkan warga.

“Warga yang kita seberangkan ini tidak dipungut biaya alias gratis,” kata pria yang akrab disapa Sip tersebut.

Meski demikian, dia mengaku untuk mengendalikan rakit menyeberangi aliran sungai Musi ini, dia lebih mengutamakan anak-anak pelajar dan para kaum perempuan mengatar mereka ke seberang sungai. “Kalau kaum pria dewasa, mereka bisa bawa sendiri rakit ini untuk menyeberangi sungai,” kata dia.

Dia menyebut, ada kurang lebih 300 kepala keluarga, warga yang tinggal di seberang sungai Musi. Sejak puluhan tahun lalu, warga hanya mengadalkan jebatan gantung satu-satunya yang direhab tersebut untuk menyeberang. “Kalau target pengerjaan, kita targetkan satu bulan selesai. Kebetulan yang mengerjakan tidak masuk hari ini, besok mereka mulai kerjakan lagi,” akunya.

Dikatakanya, rencananya lantai jembatan yang akan direhab tersebut, akan diganti plat baja agar lebih kuat. “Jembatan gantung di desa kami ini, belum pernah direhab. Saya sudah tinggal di desa ini sejak 25 tahun silam, setahu saya kalau direhab seperti ini baru kali ini dilakukan. Kalau rehab ringan sudah sering,” tukasnya. (12)

BACA JUGA