Connect with us

Empat Lawang

Ratusan KK Terpaksa Seberangi Sungai Pakai Rakit

Published

on

NYEBERANG : Sejumlah Ibu dan anak-anak menumpang rakit menuju Desa Lubuk Gelanggang, karena Jembatan gantung desa mereka sedang dalam proses rehab berat, Senin (8/10/2018).

REL, Empat Lawang – Warga Desa Lubuk Gelanggang Kecamatan Tebing Tinggi, terpaksa harus menumpang rakit bambu untuk menyeberang sungai Musi dari dan menuju desa mereka, karena jembatan gantung yang menjadi akses satu-satunya bagi warga desa, sedang dalam proses rehab berat.

Setidaknya sejak kurang lebih 6 hari lalu, warga terpaksa harus bertarung dengan risiko tenggelam atau rakit yang ditumpangi kandas, karena tidak ada pilihan lain menuju atau meninggalkan desa mereka.

“Jembatan gantung desa kami sedang proses rehab berat. Lantainya kini sudah dilepas. Kalau ada warga yang hendak menyeberang, ya menumpang rakit, termasuk anak sekolah,” ungkap Dedi, salah seorang warga setempat kepada wartawan, Senin (8/10).

Pada dasarnya kata dia, warga sangat mendukung dilakukannya perbaikan jembatan gantung teraebut. Karena memang sudah tua dan sejak dibangun puluhan tahun lalu, jembatan itu tidak pernah diperbaiki menyeluruh. “Infonya, rehab berat jembatan itu melalui dana desa. Mudah-mudahan setelah direhab, jembatan gantung itu semakin aman dilalui,” harapanya.

Sementara itu, salah seorang petugas pengendali rakit yang ditunjuk, Sipil Mulyadi mengatakan, sejak Rabu (3/10) minggu lalu, dia bersama dua orang rekannya yang lain ditunjuk pemerintah desa (Pemdes) setempat untuk mengendalikan rakit, untuk menyeberangkan warga.

“Warga yang kita seberangkan ini tidak dipungut biaya alias gratis,” kata pria yang akrab disapa Sip tersebut.

Meski demikian, dia mengaku untuk mengendalikan rakit menyeberangi aliran sungai Musi ini, dia lebih mengutamakan anak-anak pelajar dan para kaum perempuan mengatar mereka ke seberang sungai. “Kalau kaum pria dewasa, mereka bisa bawa sendiri rakit ini untuk menyeberangi sungai,” kata dia.

Dia menyebut, ada kurang lebih 300 kepala keluarga, warga yang tinggal di seberang sungai Musi. Sejak puluhan tahun lalu, warga hanya mengadalkan jebatan gantung satu-satunya yang direhab tersebut untuk menyeberang. “Kalau target pengerjaan, kita targetkan satu bulan selesai. Kebetulan yang mengerjakan tidak masuk hari ini, besok mereka mulai kerjakan lagi,” akunya.

Dikatakanya, rencananya lantai jembatan yang akan direhab tersebut, akan diganti plat baja agar lebih kuat. “Jembatan gantung di desa kami ini, belum pernah direhab. Saya sudah tinggal di desa ini sejak 25 tahun silam, setahu saya kalau direhab seperti ini baru kali ini dilakukan. Kalau rehab ringan sudah sering,” tukasnya. (12)

Empat Lawang

Kemendagri Bahas Tapal Batas Empat Kabupaten

Published

on

RAPAT : Suasana pembahasan rapat koordinasi penyelesaian batas wilayah Administrasi antara Kabupaten dalam Provinsi Sumsel di Kantor Dinas PUPR Empat Lawang, Kamis (24/10).

REL, Empat Lawang – Bertempat di Ruang Rapat Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Empat Lawang, Tim dari Kemendagri menyambangi Empat Lawang guna membahas sekaligus penyelesaian tapal batas antara Empat Lawang dan Kabupaten Lahat.

Bukan hanya membahas tapal batas dengan Kabupaten Lahat dan Empat Lawang saja melainkan juga membahas batas antar Kabupaten OKU dengan OKU Selatan.

Sekda Empat Lawang H Edison Jaya kepada wartawan mengatakan, rapat koordinasi penyelesaian batas wilayah ini bukan membahas tapal batas antar Empat Lawang dengan Lahat saja melainkan juga membahas tapal batas OKU dengan OKU Selatan.

“Kebetulan tempatnya di Empat Lawang. Ada dua agenda pembahasan yang pertama Empat Lawang dengan Lahat dan OKU dan OKU Selatan,” ujar Sekda disela rapat berlangsung, Kamis (24/10).

Khusus untuk Empat Lawang sendiri dikatakan Sekda, masih ada tapal batas yang belum clear yakni Tapal Batas Kabupaten Empat Lawang dengan Lahat, sedangkan dengan Kabupaten Musi Rawas dan Kepahiang Provinsi Bengkulu sudah jelas secara administrasi.

“Dalam rapat koordinasi ini dibahas langsung dan ditemukan antar Kabupaten bahkan dibahas juga secara administrasi bersama Tim dari Kemendagri,” ungkapnya.

Nanti sambung Sekda, akan timbul hasil maupun kesempatan apalagi semua pihak dihadiri baik dari Provinsi maupun Kabupaten berbatas dan ditengahi langsung oleh Kasubdit batas Daerah Wilayah I Kemendagri.

“Kalau batas wilayah antar Empat Lawang dan Lahat sudah clear artinya tidak ada kendala lagi persoalan batas wilayah khusus untuk Kabupaten Empat Lawang,” tambahnya.

Taurat hadir dalam Rapat koordinasi penyelesaian batas wilayah administrasi antar kabupaten dalam provinsi Sumsel, Kasubdit Batas Daerah Wilayah I Kemendagri Siti Metrianda, Sekda Empat Lawang, Kajari Empat Lawang Ronaldwin, Kapolres Empat Lawang AKBP Eko Yudi Karyanto, Staf Ahli, Plt Asisten I sekaligus Kabag Tapem Empat Lawang H Muzakar, Pemkab OKU/Bagian Tapem, Asisten I, BPN OKU Selatan dan perwakilan Pemkab OKU Selatan. (12)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Cari Bibit yang Berjiwa Seni

Published

on

AKUSTIK: peserta sedang menampilkan musik akustik, Kamis (24/10/2019).

REL, Empat Lawang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang menggelar acara Festival pelajar Madani 2019 yang di ikuti oleh seluruh pelajar mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA sederajat se-Kabupaten Empat Lawang di aula Hotel Kito, Kamis (24/10).

Adapun perlombaan yang diikuti seluruh pelajar diantaranya juz’amma,lomba lomba melukis destinasi wisata yang ada di Empat Lawang,melukis Kaligrapi,dan lomba music akustik yang terbagi dua yaitu menyanyikan lagu berjung dan lagu religi yang diikuti kurang lebih 280 peserta.

Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang Rita Purwaningsih, mengatakan lomba tersebut bertujuan mencari bibit siswa-siswi yang mempunyai potensi baik seni maupun kebudayaan.

“Perlombaan ini adalah guna untuk mencari bibit pelajar yang mumpuni, berpotensi dan berbakat yang ada di Kabupaten Empat Lawang,guna untuk mewujudkan Empat Lawang yang MADANI,” katanya.

Dirinya berharap, agar para peserta nantinya bisa mengikuti perlombaan dengan sportif dan tidak ada interpensi, namun memang benar – benar menunjukkan kemampuannya masing – masing.

“Harapan kami para peserta bisa mengikuti lomba dengan sportif karena kedepan akan ada pembinaan, untuk disiapkan keperlombaan jenjang yang lebih tinggi yaitu mewakili kabupaten ke Provinsi,” tukasnya. (mg15)

Baca Selengkapnya

Bisnis

Kesadaran Membayar Pajak Meningkat

Published

on

REWORD : Tiga Kecamatan di Empat Lawang mendapatkan Reword,

REL, Empat Lawang – Para Kepala Desa, Lurah dan Camat di Bumi saling Kruani sangi krawati menghadiri acara Realisasi pencapaian Desa dan kelurahan dengan persentase 0, berlokasi di lapangan pemkab Empat Lawang.Kamis (24/10/19) sekira pukul 09 : 00 Wib.

Melalui Bulan Bakti Pelunasan  PBB-P2  kita tingkatkan  kesadaran membayar pajak untuk Empat Lawang madani

Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad melalui Sekda Empat Lawang H Edison Jaya, mengatakan capaian PAD PBB-P2 tahun 2019 mengalami peningkatan dibandingkan capaian target PAD PBB-P2 tahun 2018 dimana dari target Rp 911.831.941 juta.

“Target penerimaan PAD Tahun 2019, dari sektor PBB-P2 pada tahun 2019 adalah Rp 911. 831. 941 juta. Dari target tersebut sampai bulan September, realisasi penerimaan PAD dari sektor PBB-P2 adalah Rp 918.639.696 juta atau 100,57 persen ini cukup membanggakan, sudah oper target,” kata Edison saat dibincangi wartawan usai membuka bulan bakti pelunasan PBB -P2 tahun 2019 dilapangan Pemkab Empat Lawang, Kamis (24/10/19).

Dan acara realisasi pencapaian Desa dan kelurahan dengan persentase 0,berjalan sebagaimana mestinya dan bagi kades lurah serta camat yang mencapai target di berikan penghargaan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah.

Masih dikatakan Edison, menyakini jika sampai bulan Desember nanti, capaian PAD Empat Lawang dari sektor PBB-P2 tahun 2019 diatas Satu (1) Miliyar.

“Ini baru sampai September sudah oper target  dan saya berkeyakinan sampai bulan Desember capaian PAD dari sektor PBB-P2 bisa sampai diatas 1 Miliyar. Dan mudah-mudahan tahun depan lebih meningkat lagi,” ujarnya.

Untuk yang masih nol persen sambung Edison, dirinya menghimbau, agar segera melunasi kewajiban pajaknya di Desanya masing-masing.

“Untuk yang masih nol persen, kita himbau kepada Camat dan Kades nya, untuk mengajak masyarakat agar bersama-sama untuk melunasi kewajiban membayar pajak di Desanya masing-masing,” tukasnya. (Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending