Connect with us

Empat Lawang

Ratusan Ekor Ayam Mati Mendadak

Published

on

REL, Empat Lawang – Warga Tanjung Beringin lama kelurahan pasar kecamatan Tebing Tinggi menjadi resah. Pasalnya ratusan ekor ayam milik beberapa warga mati mendadak.

Andi Aziz misalnya, mengaku telah mencapai 60 ekor ayam miliknya mati dalam kurun beberapa hari ini. Baik ayam jago, ayam kampung serta peranakan ayam.

“Awalnya sekitar 3 minggu yang lalu, kondisi ayam sedikit berbeda dengan biasanya. Diantaranya saat malam hari suara ayam seperti tidur dan bahkan memberontak tak sadarkan diri, lalu beberapa hari ternyata membuat mati dengan jumlah yang banyak,”kata Andi.

Kondisi ini, sambung Andi, terjadi beberapa hari dan membuat ayam lain peliharaannya mati menyusul juga.

“Setelah dihitung-hitung sudah mencapai 60 an ekor ayam miliknya mati,”imbuhnya.

Kondisi serupa juga dialami Saparuddin, dipastikan ayamnya mati mencapai 30 an ekor. Dan terjadi dalam waktu beberapa hari. Pun juga ayam jago dan ayam kampung milik Kansi. Dalam hitungan beberapa hari, penyakit ayam seperti ada tanda koreng diarea tenggorokan, mati mencapai belasan ekor ayam miliknya.

“Kami berharap pemerintah serius menangani masalah ini, jangan sampai penyakit ayam ini menyebar ke ayam lain. Karena masih banyak ayam peliharaan milik warga Tanjung Beringin,”tegas Saparudin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Empat Lawang Drs Hamdan menanggapi hal tersebut, pihaknya akan segera menurunkan tim yang berkompeten di bidangnya. Tentunya yang berkaitan dengan petugas peternakan. “Sebelumnya kita punya tenaga dokter hewan, hanya saja saat ini sudah pindah tugas. Kemudian ada lagi dokter hewan namun tengah cuti nikah.Tapi insyaallah tetap kami turunkan tim yang berkompeten,”kata Hamdan.

Dijelaskan Hamdan, penyakit ayam yang mewabah mati mendadak diantaranya tetelo, ayam ngorok, dan juga flu burung. Nah tentu penyakit tersebut ada beberapa ciri-cirinya. “Disarankan ayam yang mati segera dikubur, dan jangan dibuang sembarangan karena takutnya virus menyebar. Serta jangan mengkonsumsi ayam yang lagi sakit, karena khawatirnya dapat membahayakan tubuh,”pungkasnya seraya memastikan dalam waktu cepat akan menurunkan tim.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Empat Lawang Hj RR Endang DS melalui Kabid Pengendalian Penyakit M Junaidi mengaku pihaknya sudah mengetahui banyak ayam milik warga yang mati tersebut.

“Itu kayaknya Flu burung, tapi ini belum positif karena kita belum bisa mendeteksinya,” ungkap Junaidi.

Dia menambahkan, dirinya menghimbau kepada masyarakat Empat Lawang jika ada ayamnya yang mati jangan asal di buang saja, tapi dimasukan kedalam lombang dan dibakara setelah itu dikubur.

“Masyarakat sudah kita himbau, nanti kita akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian bagaimana cara memberantas penyakit ini,” tutupnya. (11)

Bisnis

Masih dalam Proses Pendataan

Published

on

Kabid Perdagangan Yeni Novita

 

 

REL,Empat Lawang – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Empat Lawang belum dapat memastikan kenaikan harga sembako di pasar tradisional di Kabupaten Empat Lawang.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disprindag) Almutholib melalui kabid perdagangan Yeni Novita dikompirmasi melalui Via Whatshapp mengatakan.

“Maaf sebelumnya,karena saat ini disperindag masih dalam proses pendataan,Tunggu kompirmasi lwbih lankutnya,” Kata Yeni Novita.Selasa (21/1/20).

Masih dikatakan Yeni Novita,untuk pendistribusian beras bulog itu bukan rana dari dinas perdagangan dan perindustrian.

“Kayaknya bukan kami,kalau masalah beras bulog mungkin dengan dinas ekobang atau dinsos,”Jelasnya.

Sementara Pantauan dilapangan Harga sembako di pasar tradisional Tebing Tinggi mengalami kenaikan walaupun mengalami kenaikan tapi tidak terlalu signifikan,seperti harga cabe,bawang,
,gula,minyak sayur,cabe setan dan abe merah.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Petugas Parkir Dilengkapi Atribut

Published

on

MONITORING : Kabid Lalu Lintas dan Angkutan RM Sobri Dishub Empat Lawang bersama petugas parkir yang resmi dari Dishub, Selasa (21/1).

 

 

 

/// Tak Ada Atribut dan Surat Resmi Petugas Liar

REL, Empat Lawang – Personil Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Empat Lawang turun langsung kelapangan dalan rangka monitoring petugas parkir yang ada di Pasar Tebing Tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan Empat Lawang H M Taufik melalui Kabid Lalu Lintas dan Angkutan RM Sobri kepada wartawan mengatakan, sengaja turun kepasar kali ini tidak lain pelaksanaan monitoring lapangan tugas bidang lalu lintas dan angkutan, juga dalam rangka pencapaian peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Empat Lawang.

“Monitoring ini rutin kita lakukan untuk mendukung kerja Dishub Empat Lawang sekaligus mengecek petugas parkir yang ada di pasar Tebing Tinggi,” ungkapnya, Selasa (21/1).

Tidak hanya itu Sobri menghimbau kepada masyarakat bahwa petugas ataubjuru parkir yang resmi dari Dishub Empat Lawang disertai dengan surat tugas dan kelengkapan atribut parkir.

“Apabila petugas parkir tidak ada surat resmi dari Dishub Empat Lawang atau atribut parkir maka itu adalah liar,” tegas Sobri.

Tentunya hal ini perlu diketahui oleh kalangan masyarakat, kendati demikian Sobri menjelaskan, saat ini Dishub Empat Lawang masih terus mengevaluasi titik-titik parkir yang ada di Empat Lawang.

“Untuk lokasi parkir kita masih evaluasi,” ucapnya. (12).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Mgs Muhammad Azzam Bocah 2 Tahun yang Sangat Butuh Bantuan

Published

on

Mgs Muhammad Azzam terbaring ditempat tidur

 

 

 

REL,Empat Lawang – Mgs Muhammad Azzam, seorang bocah berumur 2 tahun 3 bulan ini hanya bisa berbaring lemah di tempat tidur, bahkan untuk duduk saja harus dibantu dikarenakan penyakit yang dideritanya. Sungguh menyakitkan, bocah yang seharusnya menikmati masa kanak-kanak justru harus menahan sakit luar biasa.

Pantauan wartawan Rakyat Empat Lawang (REL) saat menghubungi ibunya yakni Puspita Sari melalui via telepon, mengatakan Azzam menderita penyakit anemia, gizi buruk, dan Hydrosefalus.

Puspita mengatakan tanda-tanda tidak sehat memang sudah terlihat sejak awal kelahiran. Ditandai dengan kulit Azzam yang berwarna kuning. Lalu beberapa kali melakukan pengobatan ke Puskesmas dan sampai sekarang kondisinya semakin memprihatinkan.

Berat badan Azzam hanya 7,4 Kg. Hal tersebut dikarenakan kurangnya porsi makan. Puspita mengatakan porsi makan Azzam hanya sebanyak 3 sendok makan orang dewasa per sekali makan.

“Makannya alhamdulillah lancar tapi porsinya hanya 3 sendok makan orang dewasa,” kata Puspita saat diwawancarai via telepon, Kemarin (21/1/2020).

Puspita dan suaminya bernama Abdul Rahim kesehariannya berkerja sebagai petani kecil di Desa Tanjung Raye Kecamatan Pendopo Barat. Penghasilan mereka tak cukup untuk menanggung biaya pengobatan Azzam. Mereka sangat berharap uluran tangan dari orang-orang dermawan yang punya hati untuk bersimpati dan berempati kepada mereka.

Azzam sudah beberapa kali dibawa ke rumah sakit bahkan sampai dirujuk ke salah satu Rumah Sakit yang ada di kota Palembang. Namun saat ini, mereka sedang berada di kampung halaman.

Miris, hingga saat ini, Puspita mengaku belum pernah sekalipun mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. Padahal penyakit Azzam terbilang sangat lama dari umur 4 bulan hingga umurnya 2 tahun 3 bulan ini. Dan hari ini, Senin (20/1/2020) ada salah seorang guru Puspita ketika SMA memberikannya sedikit bantuan, hasil dari gurunya meminta sumbangan kepada orang-orang.

“Kecuali hari ini, dari pemerintah setempat belum ada yang memberikan bantuan,” ucapnya.

Bahkan saat Puspita dan suaminya membawa Azzam ke Puskesmas Pendopo Barat, ia mengaku dari pihak Puskesmas Pendopo Barat tak ada respon sama sekali.

Pengakuan mengagetkan terucap dari bibir Puspita. Ia mengatakan telah sampai ke telinganya beredar kabar bahwa penyakit yang diderita Azzam sengaja ditutupi oleh salah satu Puskesmas agar tidak terekspos ke media. Dengan alasan pihak Puskesmas tidak mau disalahkan dan dicap tidak peduli terhadap Azzam.

“Saya tidak tahu Puskesmas yang mana. Tapi ada terdengar sampai ke telinga kami bahwa kondisi Azzam sengaja ditutupi. Pihak Puskesmas takut disalahkan dan dan dicap tidak peduli,” tutur Puspita. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Trending