Connect with us

Empat Lawang

Rafi Tewas Dihabisi Dua Temannya Sendiri

Published

on

Ket foto : Nampak korban Rafi di bawah ke UPTD Puskesmas Ulu Musi, Minggu (30/6).
REL, Empat Lawang – Diduga dendam dua orang pemuda  Sandi Alias Jongor dan Erwin Nanda warga Desa Muara Betung, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang. Nekat menghabisi nyawa temannya sendiri yang M.Rafi Ricardo (18) warga Desa Puntang Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang.
Diketahui korban M. Rafi Richardo (18) Rinto Harahap warga Desa Puntang kecamatan Sikap dalam kabupaten Empat Lawang.
Penganiayaan berat tersebut tejadi pada Sabtu (29/06/2019) sekira pukul 17: 20 Wib di dekat Bank sumsel tepatnya di Jalan lintas Jl. Lintas Pagaralam – kepahiyang Desa Padang Tepong Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang.
Kejadian berawal, saat itu korban bersama temannya sedang duduk disalah satu Cuonter Handpone sebelah Bank Sumsel Babel kemudian di datangi kedua tersangka.
Tiba tiba tersangka Sandi alias Jongor langsung mengeluarkan senjata tajam jenis pedang kemudian langsung menganiaya korban.
Selanjutnya pelaku menyeret korban keluar dan terus menghujamkan senjata tajam ke arah korban hingga tewas.Usia menganiaya Korban, kedua pelaku langsung melarikan diri.
Kepala Polisi Sektor Ulu Musi IPTU Suryadi melalui Kanitreskrim Polsek Ulu Musi BRIPKA Gaga Nopi Andra dilaga ketika dikonfirmasi via seluler miliknya, membenarkan adanya kejadian penganiayaan berat yag menyebabkan hialangnya nyawa korban.
“Ya benar kejadian sore tadi, korban meninggal di puskesmas Ulu Musi,,” kata BRIPKA Gaga Nopi Andra dilaga, Sabtu (29/06/2019).
Korban mengalami Luka robek di bahu sebelah kanan, luka tusuk di perut sebelah kanan, jari putus sebelah kiri, jari telunjuk putus sebelah kanan, luka robek kaku sebelah kanan, luka robek di lengan sebelah kiri.
Ditambahkanya, Sebelumya korban dan tersangka Sandi Alias Jongor sempat terjadi pertekangkaran namun hal tersebut bisa diredam oleh warga dan Pihak Polisi.
” Motifnya dendam, sebab sebelumnya Tersangka Sandi alias Jongor dan Korban pernah ada perselisihan,” tukasnya,” Paparnya.
Saat ini Lanjutnya, masa sekitar 20 orang dari Desa Puntang yang merupakan keluarga korban mendatangi rumah Pelaku di Desa Muara Betung dan menghancurkan rumah korban menggunakan batu dan kayu menuntut pelaku menyerahkan diri.
“Untuk saat ini tersangka telah diserahkan ke Polres Empat Lawang oleh Kepala Desa Muara Betung,” tukasnya. (Mg20).

Empat Lawang

SMK,SMA Se-Sumsel Serah Terimah Jabatan

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Penandatanganan serah terimah jabatan

REL,Empat Lawang- Setelah dilakukan pelantikan dan pengukuhan beberapa hari lalu, seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) SMA, SMK dan SLB SE Kabupaten Empat Lawang, melakukan serah terima jabatan (Sertijab), Rabu (16/9) di aula gedung SMK Negeri 1 Empat Lawang.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Riza Pahlevi, melalui Kasi Kurikulum Bidang SMK, Awaludin mengatakan, mutasi jabatan merupakan dinamika yang biasa sebagai abdi negara. Selain itu, mutasi juga dilakukan dalam rangka memperkaya pengalaman bertugas serta penyegaran suasana kerja.

“Dengan potensi dan integritas yang dimiliki oleh masing-masing Kepsek, hendaknya bisa mengembangkan inovasi dan kreatifitas untuk kemajuan sekolah,” ungkap Awaludin saat membacakan sambutan Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.Rabu (16/9).

Awaludin juga menambahkan, sebagai seorang Kepsek, harus mengedepankan etika moral dan kejujuran serta selalu berkoordinasi dengan pimpinan dan bawahan. “Ciptakan suasana yang kondusif di sekolah, dengan saling menjaga rasa asah, asih dan asuh,” imbuhnya.

Masih menurut Awaludin, tugas dan tanggungjawab kita saat ini semakin berat. Makanya fighting spirit harus dilakukan, dengan memberdayakan SDM staf yang ada. “Kita tidak bisa sendirian atau One Man Show dalam melaksanakan amanah ini, staf yang ada harus diberdayakan semaksimal mungkin,” ujarnya seraya berharap, seluruh Kepsek yang ada di Empat Lawang bisa membawa perubahan yang lebih baik, dalam dunia pendidikan di Provinsi Sumatera Selatan.

Ditempat yang sama, Ketua MKKS SMK Kabupaten Empat Lawang, Saipul Efendi, mengajak seluruh Kepsek yang ada supaya memegang teguh amanah yang diberikan tersebut untuk membangun sekolah.

“Kita sama-sama menyadari dan yakin, amanah yang diberikan ini adalah salah satu bentuk ibadah. Untuk itu, mari kita jalankan amanah ini dengan baik,” ungkap Saipul.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Dinsos : Belum Terima Surat Resmi Kemensos

Published

on

Foto : Ilustrasi

REL,Empat Lawang – Pasien positif corona atau covid-19,baik yang meninggal dunia maupun yang telah sembuh dari virus corona,mendapatkan santunan dari pemerintah pusat melalui kementrian sosial Republik Indonesia.

Dikutip dari situs resmi kemensos RI ,kemensos ri memberikan santunan kepada pasien yang meninggal dunia positif corona sebesar 15 juta kepada ahli waris sedangkan pasien yang sembuh akan diberikan santunan jaminan hidup.

Dengan persyaratan menyertakan surat keterangan dari rumah sakit/puskesmas atau dinas kesehatan setempat bahwa yang bersangkutan adalah korban covid-19.

Untuk diketahui, saat ini pasien positif corona di kabupaten Empat Lawang berjumlah 11 orang dengan rincian 2 orang meninggal dunia ,8 orang dinyatakan sembuh dan 1 orang masih dalam proses isolasi mandiri

Sementara itu,Plt.Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Empat Lawang Eka Agustina mengatakan,Sampai saat ini belum mendapatkan info atau pun surat resmi dari kemensos.

“coba tanya BPBD ( sekretariat tim gugus ) atau Dinkes,sebab belum dapat info atau surat resmi dari kemensos dan saya telpon kadinsos provinsi (Palembang) juga belum pernah dapat,”Ungkapnya saat di hubungi melalui pesan singkat whatsapp.Senin (7/8).

Mungkin lanjutnya,kabid perlimbansos yang mendapatkan info tersebut.

“Untuk sampai saat ini saya belum,saya tanya kabid perlimbansos dulu mungkin di kabidnya ada info tentang ini karena saya masuk menjadi PLT kadinsos itu terhitung mulai bulan Mei,”Katanya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Masyarakat Keluhkan Isu yang Beredar

Published

on

Foto : Ilustrasi 

REL,Empat Lawang – Masyarakat dikeluhkan beredarnya informasi yang menyatakan bahwa penggunakan orgen tunggal dan pelaksanaan resepsi pernikahan dilarang kembali oleh pemerintah daerah Kabupaten Empat Lawang.

Sebelumnya,melalui surat edaran bupati nomor : 360 /254/SE/BPBD/2020, telah memperbolehkan masyarakat yang ingin menggelar acara resepsi pernikahan dan penggunaan orgen tunggal.

Namun,dalam sepekan ini,beredarnya isu yang menyatakan penggunaan OT dan pelaksanaan resepsi pernikahan ditutup (Tidak diperbolehkan lagi ) kembali.

“Yang saya dengar minggu kemarin,kabarnya itu sekitar bulan 9 dan bulan 10 tidak diperbolehkan lagi,”Ungkap AA yang tak ingin namanya dimuat di media,Minggu (6/8).

Kalau memang ditutup kembali,ia merasa kasihan kepada pemilik usaha OT maupun pelaminan,sedangkan pendapatan mereka hanya mengandalakan masyarakat yang ingin melaksanakan hajatan,dengan menyewa orgen tunggal dan pelaminan.

“Kalau ditutup kembali mereka mau makan apa,sementara ingin berkebun mereka tidak punya lahan,”tuturnya.

Iapun berharap agar pemerintah bisa mempertimbangkan hal tersebut.

Sementara Ketua gugus tugas covid-19 Empat Lawang H.Joncik Muhammad melalui Sekretariat gugus tugas covid-19 Kuswinarto,SE.M.Si mengatakan masyarakat jangan termakan isu isu yang belum jelas kebenarannya.

“berpedoman dengan surat edaran (SE) bupati Empat Lawang,bagi masyarakat yang melaksanakan pelaksanaan resepsi pernikahan dan penggunaan orgen tunggal harus memenuhi prosedur serta mematuhi syarat syarat dari surat edaran bupati tersebut,”Kata Kuswinarto.

Yang mana masih dikatakan Kuswinarto,pelaksanaan dan penggunaan orgen tunggal harus menerpkan protokol kesehatan dan mematuhi semua prosedur prosedur yang tertera di surat edaran bupati.

“Di point 13 dalam surat edaran bupati ,bagi masyarakat yang melanggar serta tidak mematuhi surat edaran tersebut dapat dikenakan sanksi yakni teguran oleh pihak berwajib dan penghentian pelaksanaan acara oleh pihak berwajib,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending