Connect with us

Empat Lawang

Putra Daerah Diambil Daerah Lain

Published

on

DIAMBIL : Rakasa Dewa atau akrab dipanggil Dewa Bu'ek saat mengikuti ajang grasstrack.

* Dewa Miliki Segudang Prestasi

REL, Empat Lawang – Nama Rakasa Dewa atau akrab dipanggil Dewa Bu’ek tidak asing lagi di dunia grasstrack. Pasalnya pemuda yang sudah memiliki segudang prestasi dan sudah layak menyematkan status jawara ini pun menjadi dambaan sebagian besar club grassrack. Sehingga tidK sedikit juga club-club besar ingin menarik Dewa Bu’ek untuk masuk clubnya.

Pemuda kelahiran Pendopo 7 Desember 2000 buah pasangan Erwan Herianto dan Lindra Eka Dewi ini pernah meraih medali emas juara nasional grasstrack Indonesia 2017 lalu. Crosser dengan nomor star 25 yang merupakan anak pertama dari 4 saudara juga seringkali meraih medali emass di sejumlah kejuaraan, diantaranya meraih medali emas Porprov Sumsel 2017, juara region pemula Sumatera 2017..juara nasional pemula GtX Indonesia 2017, juara umum Grasstrack Sumsel, Bengkulu dan sejumlah kejuaraan lainnya.

Namun sangat disayangkan, putra daerah asal Empat Lawang ini setiap kali mengikuti berbagai kejuaraan ini selalu membawa nama daerah lain. Pemuda yang mulai berlatih atas support ayahnya memacu kuda besi di atas lumpur ini membawa nama baik Kabupaten PALI, tergabung dalam tem Heri Amalindo (Heri Amalindo Racing Team).

“Pekan olahraga provinsi dapat medali emas bawa namo Kabupaten PALI. Dari awal 2017 maen kejurnas region Sumatera sampai final Aceh juara region Sumatera bawa nam HART (Heri Amalindo Racing Team) PALI sampai grand final kejurnas Indonesia dan juara nasional grasstrack Indonesia 2017 bawa nama HART PALI,” ungkap Erwan Herianto, ayah Dewa Bu’ek kepada wartawan, Selasa (16/10).

Ketua IMI Empat Lawang ini menceritakan, anaknya yang telah sukses menaklukan berbagai medan grasstrack ini mulai berlatih dengan dukungan dirinya, dimana ia membeli lahan untuk membuat lintasan serta memodifikasi sepeda motor agar bisa ditunggangi anaknya.

“Dulu ia mulai berlatih sejak SD dan sekarang Dewa tengah kuliah di STT NAS Jogyakarta ambil jurusan pertambangan. Suksesnya Dewa tidak lepas dari dukungan orangtua dan kegigihannya dalam berlatih,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa Ciwok ini pun berharap agar kedepannya, anaknya ini bisa membawa nama baik Empat Lawang. Pasalnya, sebagai putra daerah yang dibesarkan dirinya itu, selayaknya membela daerah. Hanya saja, selama ini belum ada dukungan pemerintah untuk memajukan Grasstrack ini, sehingga prestasi yang diraih membawa nama daerah.

“Jika pemerintah mendukung dan berminat menarik Dewa kembali ke Empat Lawang kita siap. Yang pastinya, kita mendukung program untuk memajukan dunia olahraga di Empat Lawang khususnya di Cabor ini, dalam artian perhatiannya kepada atlit serta sarana dan prasarana yang dimiliki,” ungkap Ciwok. (12)

Empat Lawang

SMK,SMA Se-Sumsel Serah Terimah Jabatan

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Penandatanganan serah terimah jabatan

REL,Empat Lawang- Setelah dilakukan pelantikan dan pengukuhan beberapa hari lalu, seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) SMA, SMK dan SLB SE Kabupaten Empat Lawang, melakukan serah terima jabatan (Sertijab), Rabu (16/9) di aula gedung SMK Negeri 1 Empat Lawang.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Riza Pahlevi, melalui Kasi Kurikulum Bidang SMK, Awaludin mengatakan, mutasi jabatan merupakan dinamika yang biasa sebagai abdi negara. Selain itu, mutasi juga dilakukan dalam rangka memperkaya pengalaman bertugas serta penyegaran suasana kerja.

“Dengan potensi dan integritas yang dimiliki oleh masing-masing Kepsek, hendaknya bisa mengembangkan inovasi dan kreatifitas untuk kemajuan sekolah,” ungkap Awaludin saat membacakan sambutan Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.Rabu (16/9).

Awaludin juga menambahkan, sebagai seorang Kepsek, harus mengedepankan etika moral dan kejujuran serta selalu berkoordinasi dengan pimpinan dan bawahan. “Ciptakan suasana yang kondusif di sekolah, dengan saling menjaga rasa asah, asih dan asuh,” imbuhnya.

Masih menurut Awaludin, tugas dan tanggungjawab kita saat ini semakin berat. Makanya fighting spirit harus dilakukan, dengan memberdayakan SDM staf yang ada. “Kita tidak bisa sendirian atau One Man Show dalam melaksanakan amanah ini, staf yang ada harus diberdayakan semaksimal mungkin,” ujarnya seraya berharap, seluruh Kepsek yang ada di Empat Lawang bisa membawa perubahan yang lebih baik, dalam dunia pendidikan di Provinsi Sumatera Selatan.

Ditempat yang sama, Ketua MKKS SMK Kabupaten Empat Lawang, Saipul Efendi, mengajak seluruh Kepsek yang ada supaya memegang teguh amanah yang diberikan tersebut untuk membangun sekolah.

“Kita sama-sama menyadari dan yakin, amanah yang diberikan ini adalah salah satu bentuk ibadah. Untuk itu, mari kita jalankan amanah ini dengan baik,” ungkap Saipul.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Dinsos : Belum Terima Surat Resmi Kemensos

Published

on

Foto : Ilustrasi

REL,Empat Lawang – Pasien positif corona atau covid-19,baik yang meninggal dunia maupun yang telah sembuh dari virus corona,mendapatkan santunan dari pemerintah pusat melalui kementrian sosial Republik Indonesia.

Dikutip dari situs resmi kemensos RI ,kemensos ri memberikan santunan kepada pasien yang meninggal dunia positif corona sebesar 15 juta kepada ahli waris sedangkan pasien yang sembuh akan diberikan santunan jaminan hidup.

Dengan persyaratan menyertakan surat keterangan dari rumah sakit/puskesmas atau dinas kesehatan setempat bahwa yang bersangkutan adalah korban covid-19.

Untuk diketahui, saat ini pasien positif corona di kabupaten Empat Lawang berjumlah 11 orang dengan rincian 2 orang meninggal dunia ,8 orang dinyatakan sembuh dan 1 orang masih dalam proses isolasi mandiri

Sementara itu,Plt.Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Empat Lawang Eka Agustina mengatakan,Sampai saat ini belum mendapatkan info atau pun surat resmi dari kemensos.

“coba tanya BPBD ( sekretariat tim gugus ) atau Dinkes,sebab belum dapat info atau surat resmi dari kemensos dan saya telpon kadinsos provinsi (Palembang) juga belum pernah dapat,”Ungkapnya saat di hubungi melalui pesan singkat whatsapp.Senin (7/8).

Mungkin lanjutnya,kabid perlimbansos yang mendapatkan info tersebut.

“Untuk sampai saat ini saya belum,saya tanya kabid perlimbansos dulu mungkin di kabidnya ada info tentang ini karena saya masuk menjadi PLT kadinsos itu terhitung mulai bulan Mei,”Katanya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Masyarakat Keluhkan Isu yang Beredar

Published

on

Foto : Ilustrasi 

REL,Empat Lawang – Masyarakat dikeluhkan beredarnya informasi yang menyatakan bahwa penggunakan orgen tunggal dan pelaksanaan resepsi pernikahan dilarang kembali oleh pemerintah daerah Kabupaten Empat Lawang.

Sebelumnya,melalui surat edaran bupati nomor : 360 /254/SE/BPBD/2020, telah memperbolehkan masyarakat yang ingin menggelar acara resepsi pernikahan dan penggunaan orgen tunggal.

Namun,dalam sepekan ini,beredarnya isu yang menyatakan penggunaan OT dan pelaksanaan resepsi pernikahan ditutup (Tidak diperbolehkan lagi ) kembali.

“Yang saya dengar minggu kemarin,kabarnya itu sekitar bulan 9 dan bulan 10 tidak diperbolehkan lagi,”Ungkap AA yang tak ingin namanya dimuat di media,Minggu (6/8).

Kalau memang ditutup kembali,ia merasa kasihan kepada pemilik usaha OT maupun pelaminan,sedangkan pendapatan mereka hanya mengandalakan masyarakat yang ingin melaksanakan hajatan,dengan menyewa orgen tunggal dan pelaminan.

“Kalau ditutup kembali mereka mau makan apa,sementara ingin berkebun mereka tidak punya lahan,”tuturnya.

Iapun berharap agar pemerintah bisa mempertimbangkan hal tersebut.

Sementara Ketua gugus tugas covid-19 Empat Lawang H.Joncik Muhammad melalui Sekretariat gugus tugas covid-19 Kuswinarto,SE.M.Si mengatakan masyarakat jangan termakan isu isu yang belum jelas kebenarannya.

“berpedoman dengan surat edaran (SE) bupati Empat Lawang,bagi masyarakat yang melaksanakan pelaksanaan resepsi pernikahan dan penggunaan orgen tunggal harus memenuhi prosedur serta mematuhi syarat syarat dari surat edaran bupati tersebut,”Kata Kuswinarto.

Yang mana masih dikatakan Kuswinarto,pelaksanaan dan penggunaan orgen tunggal harus menerpkan protokol kesehatan dan mematuhi semua prosedur prosedur yang tertera di surat edaran bupati.

“Di point 13 dalam surat edaran bupati ,bagi masyarakat yang melanggar serta tidak mematuhi surat edaran tersebut dapat dikenakan sanksi yakni teguran oleh pihak berwajib dan penghentian pelaksanaan acara oleh pihak berwajib,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending