oleh

Pungli Kembali Terjadi di kawasan Ulu Musi

REL, Empat Lawang – Pasca putusnya Jembatan Musi penghubung Kecamatan Ulu Musi dengan Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi atau jembatan yang lazim disebut warga sekitar Jembatan Ponton putus, warga dari arah Kecamatan Paiker yang hendak ke luar wilayah kecamatannya atau dari arah sebaliknya, memanfaatkan jalur alternatif.

Jalur alternatif yang dimaksut antara lain, melewati Jembatan Multifungsi Desa Puntang atau jalur alternatif Desa Talang Bengkulu dengan memanfaatkan jembatan darurat dari pohon yang dibuat pasca bencana di desa itu.

Jika jalur Talang Bengkulu relatif aman tanpa keluhan, hanya saja jembatan yang dilalui samgat darurat, namun sebaliknya di jalur Jembatan Multifungsi Desa Puntang, banyak dikeluhkan pelintas. Sebab diduga ada oknum yang memanfaatkan kondisi, melakukan kegiatan pungutan liar (Pungli) kepada para sopir yang melintas di jembatan itu.

Informasi yang berhasil dihimpun, pungli yang diduga terjadi di Jembatan Puntang, dilakukan oleh dua oknum warga. Mereka meminta sejumlah uang dengan kisaran nilai puluhan ribu rupiah per kendaraan yang melintas, bila menolak mereka tidak mengizinkan para sopir untuk melintas.

Tentu saja hal itu sangat dikeluhkan pelalulintas, sebab besaran uang yang diminta oknum preman tersebut, dianggap keterlaluan. Padahal jalan dan jembatan itu merupakan akses umum yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Empat Lawang, bukan pribadi atau swadaya.

“Warga sudah sangat geram. Masa, lewat jembatan umum dimintai uang. Ini keterlaluan,” ujar salah seorang warga Kecamatan Ulu Musi, Darul Qutni kepada wartawan, Kamis (2/5/2019).

Menurut Darul, kondisi jalan yang kecil melintasi hutan dan realtif sepi, jalur Jembatan Puntang via Lubuk Puding memang selama ini dikenal rawan. Warga Paiker sebut dia harus berpikir ulang untuk melintasi jalur itu. “Tapi, dengan kondisi darurat saat ini pasca jembatan ponton putus, warga Paiker tidak ada pilihan lain, kecuali melintasi jalur itu atau jalur Talang Bengkulu,” jelasnya.

Karena itu, menyampaikan keluhan warga, dirinya berharap aparat kepolisian sering-sering patroli di kawasan itu sebagai bentuk respon pengamanan bagi warga yang melintas di jalur Jembatan Multifungsi Desa Puntang.

“Kalau perlu, lakukan pengintaian untuk menangkap para pelaku yang sudah meresahkan warga tersebut, agar warga Paiker tidak lagi was-was melintasi kawasan tersebut,” harapnya. (12)

BACA JUGA