Connect with us

Kabar Sumsel

Inovasi Sawit Jadi BBM Diaminkan Petinggi Negara

Published

on

OLAH : BBM olahan sawit produksi ITB

REL, Sekayu – Ide brilian Bupati Muba H Dodi Reza Alex mendongkrak harga sawit dengan produk terobosan biofuel masuk peta industri nasional. Akademisi utama kampus Indonesia yakni ITB sepakat memassalkan biofuel. Ide Dodi makin mencorong ini setelah DPR RI dan kementerian mendukung habis upaya perluasan produk sawit jadi bahan bakar terbarukan. Posisinya malah dimungkinkan akan jadi mayoritas industri bahan bakar setara atau melebihi minyak bumi.

Upaya berliku dijalani Dodi bersama Pemkab Muba. Pertama merangkul ITB, lalu Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Kelapa Sawit (BPDP-KS). Dua patron ini komit untuk mengelola inovasi inti kelapa sawit menjadi menjadi bahan bakar minyak (BBM). Dukungan luar biasa juga datang dari Konsulat Jenderal RI untuk Houston Amerika Serikat. Dodi didaulat menjadi pembicara di forum tingkat tinggi.

Layaknya, barang unggul, pihak eksekutif dan legislatif di tingkat pusat, diantaranya Komisi VII DPR RI, Kementerian ESDM, dan BPH Migas pun all out mendukung terobosan inovasi Bupati Muba dalam melakukan konversi inti kelapa sawit menjadi BBM.

“Ini inovasi dan terobosan yang sangat luar biasa. Inovasi Pak Dodi juga merupakan arah kebijakan yang bakal diimplementasikan Pemerintah Pusat. Kami dari Kementerian ESDM khususnya akan all out mendukung Musi Banyuasin untuk merealisasikan konversi inti kelapa sawit menjadi BBM,” ujar Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Perundang-undangan dan Tata Kelola, Muhammad Sapta Murti dalam kesempatan berkunjung ke Kabupaten Muba, Rabu (20/2).

Tak mau berlama-lama, saat ini Kementerian ESDM sedang tahapan menyusun regulasi untuk kebijakan pengelolaan kelapa sawit menjadi BBM. “Draft-nya sedang dipersiapkan, dan kemungkinan ini akan dijadikan Peraturan Presiden,” ungkapnya.

Anggota Komisi VII DPR RI, Nazaruddin Kiemas menyebutkan Komisi VII DPR RI yang membidangi Energi, Riset dan Teknologi, dan Lingkungan Hidup sepenuhnya mendukung terobosan inovasi Bupati Muba Dodi Reza dalam upaya konversi inti kelapa sawit menjadi BBM. “Komisi VII DPR RI akan sepenuhnya mendukung inovasi Bupati Dodi Reza ini, apalagi ini sudah menjadi sorotan di kancah internasional,” tegasnya.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, Dr Ir M Fanshurullah Asa MT mengatakan rencana menaikkan B20 menjadi B100 tersebut bukan sekedar wacana tapi nantinya inovasi itu nyata direalisasikan dan akan dimulai di Kabupaten Muba Sumsel.

“Terlebih pihak Pertamina Plaju Palembang sudah membuatkan kilang untuk penampungannya, dan Muba akan menjadi daerah pertama yang merealisasikan ini,” ungkapnya.

Kemudian, apresiasi terhadap inovasi Bupati Muba Dodi Reza tersebut juga tampak dengan diundangnya Bupati Muba untuk menjadi pembicara di Amerika Serikat dalam upaya realisasi inovasi konversi kelapa sawit menjadi BBM. “Jadi, realisasi inovasi konversi kelapa sawit menjadi BBM akan dimulai di Muba, dan ini akan menjadi kontribusi yang besar untuk Indonesia,” tuturnya.

Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menyebutkan saat ini luas lahan kebun sawit milik rakyat yang telah tertanam dan akan ditanam seluas 8.124 hektar yang dilaksanakan oleh 12 koperasi dan dalam tahap proses usulan tahun 2019-2020 adalah seluas 5.360 hektar dan hingga tahun 2022 peremajaan kelapa sawit di Muba mencapai 42 ribu hektare.

“Saat ini Pemkab Muba sedang menuju pembuatan bio fuel yang berbasis sawit, Muba dengan memiliki potensi kelapa sawit yang cukup luas berkeinginan untuk melakukan transformasi industri sawit sehingga akan bisa mendongkrak haga jual TBS kelapa sawit pekebun dan petani sawit ,” terangnya.

Dodi menambahkan, upaya pembenahan tersebut diharapkan mampu menyentuh kebutuhan pokok pekebun sawit untuk memperjuangkan terwujudnya pekebun sawit yang sejahtera, mandiri, berdaulat dan berkelanjutan. “Kita juga nantinya berencana akan membangun mini refinery untuk penampungan sementara, dan sebagai langkah awal, produksi turunan dari tandan buah segar itu akan dikirim ke kilang minyak milik PT. Pertamina di Plaju, Palembang,” bebernya.

Kemudian, mantan anggota DPR RI dua periode ini juga menambahkan setelah berjalan nantinya di tahap awal dirinya akan mewajibkan seluruh kendaraan dinas di lingkungan Pemkab Muba menggunakan bahan bakar atau biofuel tersebut untuk operasional.

“Dan nantinya tahap awal, kendaraan dinas di Pemkab Muba wajib pakai bio fuel Muba ini sebagai wujud implementasi pemanfaatan energi terbarukan dan sustanaible atau berkelanjutan,” pungkasnya.

Kenapa inovasi bahan bakar minyak (BBM) dari kelapa sawit yang dikembangkan Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin banjir dukungan? Sebab energi terbarukan (biofuel) akan mampu mendorong kemandirian energi nasional bahkan dunia.

Dedi menjelaskan, pemanfaatan minyak nabati sebagai bahan bakar biofuel diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi di bidang pertanian. “Pengembangan minyak sawit sebagai energi alternatif sangat tepat karena Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia setelah Malaysia,” terangnya.

Menurut Rektor ITB, Kadarsah Suryadi, katalis ini mampu memberi harapan bagi perkebunan kelapa sawit nasional di tengah tekanan Eropa atas minyak sawit Indonesia. Bahkan, pemanfaatan katalis ini bisa menghemat hingga jutaan dolar uang negara.

“Produk luar negeri yang awalnya mahal dari 22 dolar Amerika, sekarang dengan adanya produk ITB bisa turun jadi 10 dolar Amerika. Ini cukup menekan harga,” ujar dia saat dihubungi, Selasa (19/2).

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi ikut angkat bicara, pemerintahpun memberikan dukungan terkait inovasi tersebut. Dia menuturkan, Pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) sudah diinisiasi cukup lama.
Sejak tahun 2016, semua transportasi pengguna solar subsidi sudah menggunakan B20. Dan per 1 Sept 2018 yang Non PSO pun sudah wajib menggunakan B20.

“Dari pentahapan penerapan BBN, tahun 2020 direncanakan untuk menerapkan B30 untuk semua sektor pengguna bahan bakar solar,” ujarnya.

“Selain itu, pada saat yang bersamaan Pertamina telah mulai mengembangkan green fuel yang terbagi dalam sua program: Pertama, co-processing di kilang-kilang yang eksiting, yang telah dimulai di Kilang Plaju untuk menghasilkan gasoline dengan menginjeksikan CPO dan sudah berhasil hingga campuran CPO 7,5%,” paparnya.

Dia mengaku, rencana akan diuji coba lagi hingga 20%.

Kedua, lanjutnya, program satunya adalah membangun kilang stand alone yg bahan bakunya 100% nabati. “Dengan adanya program BBN ini diharapkan produksi sawit yang melimpahkan dapat diserap di dalam negeri untuk produksi bahan bakarm,” imbuhnya.

Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi angka dukungan. Pihaknya tengah merancang lahirya Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (RUU EBT) sebagai payung hukum bagaimana mengembangkan EBT secara all out.
Dengan adanya pengembangan EBT, sambung Kurtubi, selain mendapatkan energi yang bersih, juga akan mempercepat industriliasasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Tanpa industrialisasi, tidak bisa. Industri harus beroperasi 24 jam. Bagaimana energi surya dan energi angin kita akan dukung, meski tidak bisa menghasilkan listrik 24 jam. Tapi energi bersih itu yang kita butuhkan,” kata Kurtubi, kemarin.

Ide biofuel yang digagas Dodi Reza sejalan dengan sikap DPR RI yang sudah meratifikasi Perjanjian Paris, dimana kita mendukung program-program dunia untuk persoalan climate change (perubahan iklim, red). Biofuel masuk di sisi pengurangan energi-energi yang kotor dan mendorong energi yang bersih.
Pada Mei mendatang Bupati Muba Dodi Reza Alex akan mengkampeyakan biofuel
”Pak Bupati Dodi Reza ini satu-satunya Kepala Daerah di depan pelau energi terbarukan tingkat dunia atas undangan Konjen Indonesia. Kami undang untuk Houston di Amerika.

Konsulat Jenderal (Konjen) RI untuk Houston AS, Nana Yuliana menegaskan inovasi energi terbarukan itu terobosan inovasi energi luar biasa. Itu juga merupakan bentuk perhatian untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit rakyat dan khususnya upaya mendongkrak harga sawit di kalangan petani.

”Sangat pas mengundang pak Dodi untuk mengupas ini di kancah internasional. Di situ hadir pelaku industri dan para investor,” tegasnya. (ril)

Empat Lawang

Jubir Covid-19 Muratara Angkat Bicara, Kasus PDP di Muratara Masih Menunggu Hasil Lab

Published

on

Caption : Teks foto: Jubir GugusTugas Covid-19 Muratara Susyanto Tunut

 

REL,Muratara – Simpang siur pemberitaan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 01 Muratara, pihak Kabupaten Muratara belum menerima hasil laboratorium, baik dari Provinsi maupun dari pihak Rumah Sakit Siloam Lubuklinggau.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Muratara Susyan Tunut, sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium Sumsel, dan terus upayakan agar hasil lab tersebut bisa segerah di publikasikan, apakah memang terjangkit atau tidaknya.

Juru bicara (Jubir) Gugus tugas Covid-19 menggadakan konferensi pers, terhadap berita yang beredar di metroTV tentang informasi yang di sampaikan oleh jubir Sumsel, terkait pemakaman PDP 01 yang ada di Muratara, dalam pemakamannya tidak sesuai dengan protokoler, karena bukan penolakan dari keluarga, melainkan gugus tugas Covid-19 Muratara tidak siap, berita tersebut tidak benar bahkan kebalikannya.

“Dari gugus tugas Covid-19 sudah menyiapkan mulai dari ambulans penjemputan sampai dengan pemakaman secara protokoler,”ujarnya, Kamis (16/4/2020)

Sambungnya, dan kita menyiapkan skenario penjemputan jenaza PDP 01 yang ada di rumah sakit Siloam Lubuklinggau, tiba-tiba di tengah perjalanan jenaza di pulang paksa oleh pihak keluarga untuk segerah di makamkan.

Untuk saat ini kita semuanya sepakat , untuk mengetahui jika seseorang memang betul-betul terjangkit Covid-19 atau tidaknya itu kita sedang menunggu hasil dari laboratorium provinsi dan hasil lab Rumah Sakit Siloam, kemudian di berikan kepada gugus tugas Covid-19 kota lubuklinggau, sebab merekala yang mengambil Sempel dari pasien tersebut, tambahnya

Ia menyebutkan, pihaknya menunggu hasil yang benar-benar murni, untuk kedepannya langkah apa saja yang nantinya akan ambil, jika hasil tersebut sudah di keluarkan.

“kita semua berharap dari hasil lab tersebut Negatif, dan tidak ada simpang siur masala pemberitaan di tengah-tengah masyarakat muratara, terkait Covid-19.(16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Kemenag Terapkan Pelayanan Tanpa Tatap Muka

Published

on

Teks foto:Kankemenag Muratara H Iksan Baijuri

 

 

Rel Muratara–Untuk menjaga dari terjangkit dan menyebar Corona Virus Disease (Covid-19) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Musi Rawas Utara menerapkan pelayanan publik tanpa tatap muka langsung.

Alasan penerapan pelayanan tersebut tertuang dalam edaran Kemenag Muratara nomor 77 tahun 2020 tentang pelaksanaan protokol penanganan Covid-19 dan surat edaran Kantor Wilayah Kementetian Agama Propinsi Sumatera Selatan nomor 494 tahun 2020 pertanggal 26 Maret tentang pelayanan publik tanpa tatap muka.

Kankemenag Muratara H Ikhsan Baijuri mengatakan, ditengah hangatnya masalah Covid pelayanan publik di kantor kemenag dilakukan tanpa tatap muka.

“Nanti setiap pelayanan akan dilakukan melalui hand phone, whatshap dan surat elektronik,”katanya, Kamis (26/3)

Lanjutnya, pelayanan tanpa tatap muka akan berlansung dari tanggal 26 Maret hinggga 30 Maret atau menunggu perkembangan selanjutnya. Jika kondisi Covid sudah benar benar steril dari muka bumi, maka aktivitas akan seperti biasa.

Ia mengatakan, pelayanan tanpa tatap muka, sudah disampaikan surat edaran di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) pada Tujuh Kecamatan dalam wilayah Muratara.

“Silakan nanti, Kepala KUA masing masing menyampaikan edaran ini pada setiap kepala desa, atau menyampaikan langsung kepada masyarakat,”ujarnya

Ditambahnya, bagi masyarakat yang ingin melakukan urusan dengan kemenag tidak parlu datang ke kantor, karena di surat edaran sudah di sediakan atau melalui surat elektronik atau email kabmuratara@kemenag.go.di. (16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Cegah Masuk Covid-19 di Muratara, Pemda Mendirikan Posko GTPP

Published

on

BERSAMA:Bupati, Sekda Foto bersama petugas posko GTPP

 

 

REL,Muratara – Guna Penanganan secara intensif, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendirikan dan meresmikan posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Corona Virus Disease (Covid-19) di perbatasan Kabupaten Surulangun Jambi, tepanya di simpang Nibung Rawas, Kecamatan Rawas Ulu, Muratara. Selasa (24/3)

Juru Bicara GTPP Kabupaten Muratara Siswanto Tunut menyampaikan pendirian dan peresmian posko ditengah hangatnya masalah Covid-19 tersebut adalah upaya pencegahan dari pemerintah.

“Ia, hari ini bersama Bupati, TNI, Polisi meresmikan dan mulai bergerak melakukan pengecekan secara menyeluruh pengendara yang masuk ke Kabupaten Muratara,”katanya

Sambungnya, terutama bagi pengendara yang datang dari jauh, jambi, batam. Dan orang tersebut singah, pulang kampung atau menginap di Kabupaten kita.

Ia menyebutkan, jika ada orang, warga atau pengendara yang kategori tidak aman, menunjukan suhu badan pada 38 keatas, maka yang bersangkutan masuk dalam Orang Dalam Pengawasan (ODP).

“Melalui rekan tim, Dinas kesehatan memantau secara berkalah yang masuk dalam ODP itu,”ujarnya

Kesempatan yang sama, Bupati Muratara H M Syarif Hidayat menyampaikan posko tersebut sebagai antisipasi Kabupaten Muratara, sebagai bentuk kepedulian pemda terhadap Covid-19.

“Posko ini adalah posko kemanusiaan. Kita harus ada tindakan yang tegas terhadap Covid-19. Ini bukan rahazia terhaadap surat menyurat kendaraan pengendara atau yang lain. Saya mintak yang melintas untuk membantu, berhenti dan turun untuk dilakukan pengecekan,”ajaknya

Lanjutnya, Posko GTPP akan berdiri dan melayani lebih kurang selama tiga bulan. kita pantau sampai kondisi di Muratara umumnya indonesia benar benar bersih dari Covid-19 ini.

Untuk diketahui, petugas pokso terdiri dari tim Kesehatan, BPDB, dibantu pihak kepolisian, Pol PP, Dishub dan TNI yang berjumlahkan sebanyak 33 orang. (16)

Baca Selengkapnya

Trending