Connect with us

Empat Lawang

Pra dan Pasca Idul Fitri, 41 Orang Masuk IGD

Published

on

REL, Empat Lawang – Sebanyak 41 orang masuk melalui Instalasi Gawar Darurat (IGD) yang selanjutnya menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Empat Lawang, dari pra hingga pasca Idul Fitri 1440 Hijriyah (H), kemarin. Dari angka tersebut, 3 orang dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani proses perawatan medis di rumah sakit milik Pemerintah Daerah (Pemda) Empat Lawang, selama kurun waktu dari tanggal 1 Juni – 10 Juni 2019, yang dimaksut.

Dari 41 pasien, semuanya merupakan warga Empat Lawang, tidak ada satu orangpun warga dari luar Empat Lawang.

“Tiga orang yang meninggal dunia rincianya dua orang masuk IGD karena kecelakaan lalulintas dan satu orang karena penyakit lain,” ungkap Direktur RSUD Empat Lawang, dr Devi Andrianty melalui Kabid Rekam Medik dan Perencanaan, Joko Prayitno saat dibincangi wartawan di ruang tugasnya, Selasa (11/6/2019).

Dipaparkannya, umumnya pasien yang masuk dalam kurun waktu sebelum dan sesudah lebaran itu, 38 pasien menderita dispeksia atau gangguan pernafasan. Sementara untuk penyakit dikarenakan infeksi, tidak ada. “Dispeksia itu sesak nafas, penyebabnya macam-macam. Bisa saja karena serangan jantung atau lainnya,” jelas Joko.

Menurut Joko, dari kurun waktu 10 hari tersebut paling banyak masuk melalui IGD terjadi pada tanggal 9 Juni 2019 atau pada hari Minggu, dengan total pasien yang masuk sebanyak 9 orang.

“Kalau dikatakan bahwa RSUD Empat Lawang sampai kehabisan ruangan karena terjadi lonjakan pasien, itu tidak benar. Sebab, tempat tidur yang disediakan rumah sakit ini setara dengan rumah sakit type C, padahal rumah sakit kita ini merupakan rumah sakit type D. Intinya, banyaklah tempat tidurnya dari pada pasiennya,” terang dia.

Lebih lanjut Joko menyebut, status siaga Idul Fitri 1440 H yang diterapkan RSUD Empat Lawang, selama perayaan Lebaran kemarin, sudah berakhir pada hari ini, Selasa (11/6/2019). Dengan begitu, pelayanan sudah kembali normal seperti saat sebelum ditetapkan Siaga Lebaran.

“Semua instalasi sudah berjalan normal seperti sedia kala. Insyaallah tidak akan mengurangi pelayanan meski status siaga sudah dicabut,” tukasnya. (12)

Empat Lawang

Kabur Ketika Tim Gabungan Gerebek Gelanggang Sabung Ayam

Published

on

Foto : Polres For REL Caption : Arena gelanggang sabung ayam di Desa Muara Semah dirobohkan dan di bakar.

REL,Empat Lawang – Tim gabungan Tni -Polri serta polisi pamong praja Kabupaten Empat Lawang menggerebek arena gelanggang sabung ayam di Desa Muara Semah Kecamatan Muara Pinang.Selasa (24/11).

Hal tersebut dikarenakan dari informasi masyarakat,bahwa lokasi tersebut sering dijadikan tempat perjudian sabung ayam yang selama ini telah meresahkan masyarakat.

Kapolres Empat Lawang AKBP.Wahyu,S.IK melalui kasatreskrim polres Empat Lawang AKP.Mursal Mahdi,S.H,.M.H mengatakan Diduga pemilik gelanggang sabung ayam sudah mengetahui bahwa hari ini akan ada penggerebekan oleh tim gabungan.

“Diduga kedatangan tim gabungan sudah diketahui oleh pemilik gelanggang sabung ayam, sehingga arena gelanggang sabung ayam sudah kosong tidak Ada orang,”Kata AKP.Mursal Mahdi.

Namun lanjutnya ,setelah didapati dilokasi sudah tidak ada lagi pelaku sabung ayam, tim gabungan langsung membongkar dan membakar arena tempat sabung ayam

“Tim langsung merobohkan dan membakar tempat perjudian di Arena gelanggang sabung ayam yang bertempat di Desa Muara Semah Kecamatan Muara pinang tersebut,”Jelasnya(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Saat Hendak Memikat Burung,Dua Remaja Tewas Mengenaskan

Published

on

Caption : Korban ditemukan tergeletak di rel kereta api desa Sawah Kecamatan Saling

REL,Empat Lawang – Warga Desa Sawah Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang digegerkan penemuan dua sosok mayat laki laki remaja tewas tergeletak di jalan rel kereta api dengan kondisi yang mengenaskan.

Dari informasi yang didapat identitas korban yakni Nopri (16) Bin Hatta Warga Desa Suka Kaya Kecamatan Saling dan Pebriansyah (14) warga Desa Tanjung Gelang Kecamatan Kota Padang Kabupaten Rejang Lebong .

Adapun kronologis kejadian yang dijelaskan oleh Dodi (20) kakak korban (Nopri) berawal pada hari Senin tanggal 23 November sekitar pukul 10 : 00 wib adiknya berpamitan keluar rumah untuk memikat burung bersama temannya.

Hingga sampai larut malam,adik korban juga tidak kunjung pulang kerumah,lalu kakak korban berusaha mencari keberadaan korban dan alhasil korban juga tidak ditemukan.

Namun ke esokan harinya sekitar pukul 07 : 00 wib kakak korban mendapatkan kabar bahwa adiknya ditemukan tewas ditabrak kerta api (Kereta tanki) dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Dan kedua korban dibawa ke RSUD Empat Lawang untuk dilakukan VER.

Kepala Desa (Kades ) Suka kaya Hernaen dikompirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut

“Ya benar itu warga saya,pagi tadi saya mendapatkan informasi bahwa warga saya meninggal di tabrak kereta api,”Tukasnya.(Mg20)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

H. Joncik Muhammad dan Istri Tercinta Dinyatakan Sembuh

Published

on

Foto : RATI / REL CAPTION : Bupati H. Joncik Muhammad Dan Istri Tercinta

REL,Empat Lawang – Beberapa pekan yang lalu bupati kabupaten Empat Lawang dan istri dinyatakan terkompirmasi positif virus covid -19 (Virus Corona), kini Bupati Empat Lawang beserta istri dalam keadaan sehat.

Hal tersebut diungkapkan oleh sang istri tercinta orang nomor satu di bumi saling kruani sangi krawati Hj. Hepy Safriani Joncik ketika dihubungi awak media melalui via seluler.

“Alhamdulillah kondisi kesehatan kami berdua sekarang sudah sangat baik, setelah isolasi selama dua pekan,” Ungkapnya, Senin (23/11).

Lanjut Hepy, bapak bupati Empat Lawang sudah menjalani 4 kali swab, dengan hasil yang berbeda dan Alhamdulillah hasil swab terakhir sudah dinyatakan negatif dan sudah bisa pulang kerumah.

“Swab ke2 Negatif, swab ke3 positif lagi, subhanallah hasil swab ke 4 sudah negatif, dan sudah boleh pulang, namun bapak masih harus istirahat total untuk pemulihan kondisi, sebelum pulang kembali ke Kabupaten Empat Lawang,” Ujarnya.

Iapun menjelaskan, ketika virus corona menerjang tubuhnya. ia tidak merasakan atau memiliki gejala apapun, dikarenakan bapak bupati dinyatakan positif,lanjutnya ia berinisiatif untuk memeriksa dirinya dan dinyatakan positif covid-19 juga.

Kendati demikian, Belajar dari pengalamannya, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk benar-benar serius waspada terhadap virus covid-19 dan tetap selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau dibilang covid itu tidak ada, covid itu benar ada. Jadi bukan hoax, Jadi saya tetap berpesan untuk semua jangan menganggap ini enteng. Karena saya sudah ngerasain banget kemarin seperti apa. Mungkin karena kekuatan doa, berkat doa semua yang sayang dan cinta sama saya dan keluarga. Alhamdulillah dengan izin Allah saya dan bapak bupati masih bisa dikasih kesehatan” jelasnya. (Mg24).

Baca Selengkapnya

Trending